Cari

Klik huruf yang tersedia untuk mengetahui daftar glossary

Pattern 1

Anchoring and Adjustment

Apa Itu Anchoring and Adjustment?

Sahabat Floq, pernahkah Kamu merasa keputusan investasimu terlalu dipengaruhi oleh harga awal suatu aset? Atau mungkin saat menawar harga, angka pertama yang disebut langsung mengarahkan ekspektasimu? Inilah yang disebut dengan anchoring and adjustment, sebuah bias kognitif yang memengaruhi cara manusia memproses informasi dan mengambil keputusan.

Dalam dunia keuangan, bias ini dapat membuat investor terlalu terpaku pada informasi awal—baik itu harga pembukaan, prediksi analis, atau target pasar—dan gagal menyesuaikan secara objektif terhadap kondisi yang berubah.

 

Cara Kerja Bias Ini dalam Konteks Finansial

Anchoring terjadi ketika individu menggunakan suatu nilai sebagai titik awal dalam proses pengambilan keputusan. Nilai ini disebut sebagai anchor, yang sering kali tidak akurat atau tidak relevan. Setelah itu, individu akan melakukan adjustment atau penyesuaian berdasarkan anchor tersebut. Namun sayangnya, penyesuaian ini biasanya tidak cukup besar atau bahkan tidak sesuai kenyataan.

Contohnya:

  • Seorang investor melihat harga Bitcoin pernah mencapai $60.000, lalu merasa harga $30.000 adalah “murah” tanpa mempertimbangkan situasi pasar saat ini.
  • Dalam Initial Coin Offering (ICO), harga penawaran awal sering dijadikan patokan ekspektasi, padahal valuasi belum tentu mencerminkan nilai fundamental.

 

Mengapa Anchoring and Adjustment Berbahaya?

Bias ini berbahaya karena bisa menyebabkan distorsi dalam pengambilan keputusan. Di antaranya:

  1. Overvaluation atau undervaluation terhadap aset.
  2. Kesalahan dalam menetapkan target profit dan stop loss.
  3. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perubahan data pasar terbaru.
  4. Kecenderungan untuk mempertahankan posisi rugi karena masih terikat pada harga masuk awal.

 

Contoh Anchoring dalam Dunia Crypto

Sahabat Floq, di dunia cryptocurrency yang volatil, anchoring sangat sering terjadi:

  • Harga Tertinggi Sebagai Patokan (All-Time High): Banyak investor menganggap harga tertinggi historis sebagai referensi nilai wajar. Padahal, ATH sering kali terjadi karena hype, bukan karena fundamental kuat.
  • Prediksi Influencer: Ketika tokoh ternama mengatakan “Bitcoin bisa tembus $100K”, banyak yang langsung menjadikan itu anchor dan mengabaikan indikator teknikal atau sentimen pasar.
  • Harga Token Pre-Sale: Token yang dijual murah saat pre-sale sering dijadikan patokan psikologis oleh investor, padahal belum tentu token tersebut layak ditahan dalam jangka panjang.

 

Cara Menghindari Bias Anchoring

Untuk menjadi investor yang rasional, penting bagi Kamu untuk mengatasi efek bias ini. Berikut beberapa strategi:

  • Evaluasi data terbaru tanpa mengacu berlebihan pada angka historis.
  • Gunakan analisa fundamental dan teknikal secara obyektif.
  • Sadar bahwa anchor pertama belum tentu relevan, apalagi jika berasal dari opini atau asumsi.
  • Latih kesadaran diri (self-awareness) dalam mengambil keputusan, terutama saat emosi terlibat.

 

Melepaskan Diri dari Jebakan Psikologis

Anchoring and adjustment adalah bias halus namun berdampak besar dalam dunia investasi. Kesalahan kecil dalam mempersepsikan informasi awal bisa berujung pada keputusan yang tidak optimal. Dengan memahami bagaimana bias ini bekerja, Sahabat Floq dapat menjadi investor yang lebih bijak, logis, dan adaptif terhadap realitas pasar.

 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Bagikan melalui:

Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1Pattern 1
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device