Bayangin kalau kamu punya penghasilan tambahan tanpa harus terus-menerus bekerja setiap hari? Misalnya, kamu tetap mendapatkan uang dari hasil menyewakan properti, royalti karya, atau investasi yang sudah kamu bangun sebelumnya. Menarik, kan?
Konsep tersebut dikenal sebagai passive income atau penghasilan pasif.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, mengandalkan satu sumber penghasilan saja terkadang terasa kurang cukup. Ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, tabungan yang perlu ditambah, dan berbagai tujuan finansial yang ingin dicapai. Karena itu, punya sumber penghasilan tambahan bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat kondisi keuangan.
Namun, jangan langsung membayangkan passive income sebagai cara cepat kaya atau mendapatkan uang tanpa melakukan apa pun. Pada kenyataannya, sebagian besar sumber penghasilan pasif membutuhkan modal, waktu, keterampilan, atau usaha di awal. Bahkan, beberapa di antaranya tetap memerlukan pemeliharaan dan pengelolaan secara berkala.
Lalu, passive income adalah apa sebenarnya, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja contoh yang bisa kamu coba? Yuk, pahami konsepnya supaya kamu bisa mulai membangun sumber penghasilan tambahan sesuai kondisi keuanganmu.
Apa Itu Passive Income?
Passive income adalah penghasilan yang diperoleh tanpa harus terlibat secara aktif dalam pekerjaan sehari-hari untuk setiap pendapatan yang dihasilkan. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal sebagai penghasilan pasif.
Berbeda dengan penghasilan aktif yang umumnya bergantung pada waktu dan tenaga yang kamu keluarkan, passive income memungkinkan suatu aset, produk, atau aktivitas yang sudah kamu bangun untuk terus menghasilkan pendapatan dengan keterlibatan langsung yang relatif lebih sedikit.
Contohnya, kamu membuat sebuah e-book dan menjualnya melalui platform digital. Setelah e-book selesai dibuat dan dipasarkan, pembeli bisa mengaksesnya tanpa kamu harus menulis ulang setiap kali ada transaksi. Kamu tetap perlu memperbarui konten, mengelola pemasaran, dan melayani pelanggan jika diperlukan, tetapi tidak harus mengulang seluruh proses produksi untuk setiap penjualan.
Contoh lainnya adalah pendapatan dari menyewakan properti. Setelah memiliki rumah atau apartemen yang bisa disewakan, kamu berpotensi mendapatkan pemasukan rutin dari penyewa. Meski begitu, properti tersebut tetap membutuhkan perawatan, pengelolaan, dan biaya lainnya.
Jadi, inti passive income bukan berarti kamu sama sekali tidak perlu bekerja. Konsep ini lebih menekankan bagaimana kamu membangun sumber pendapatan yang tidak sepenuhnya bergantung pada pertukaran waktu dan tenaga secara langsung.
Tujuan passive income adalah membantu menciptakan sumber penghasilan tambahan yang bisa mendukung kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Perlu diingat, passive income juga tidak selalu memberikan hasil yang tetap. Pendapatan bisa berubah, bahkan berhenti, tergantung pada jenis aset, kondisi pasar, permintaan, dan risiko yang menyertainya.
Perbedaan Passive Income dan Active Income
Sebelum mencari cara mendapatkan penghasilan pasif, kamu perlu memahami perbedaannya dengan penghasilan aktif atau active income.
Active income adalah pendapatan yang umumnya diperoleh melalui pekerjaan atau aktivitas yang membutuhkan keterlibatan langsung. Gaji bulanan, upah freelance, dan pendapatan dari jasa konsultasi merupakan beberapa contohnya.
Sementara itu, passive income berasal dari aset atau sistem yang telah dibangun dan dapat menghasilkan pendapatan tanpa keterlibatan aktif secara terus-menerus.
Perbedaan keduanya bisa dilihat dari beberapa hal berikut.
1. Cara menghasilkan uang
Active income biasanya membutuhkan pekerjaan langsung untuk menghasilkan pendapatan. Jika kamu bekerja sebagai desainer grafis freelance, misalnya, kamu perlu menyelesaikan proyek klien untuk mendapatkan bayaran.
Pada passive income, pendapatan bisa berasal dari aset atau produk yang sudah tersedia. Contohnya, kamu memperoleh royalti dari buku yang pernah diterbitkan.
2. Hubungan antara waktu dan penghasilan
Pada active income, jumlah pendapatan sering kali berkaitan dengan jam kerja, jumlah proyek, atau target pekerjaan yang diselesaikan.
Pada passive income, peluang mendapatkan pendapatan tidak selalu bertambah seiring dengan bertambahnya jam kerja. Sebuah produk digital, misalnya, bisa dijual berkali-kali tanpa perlu dibuat ulang untuk setiap pembeli.
Namun, hasilnya tetap bergantung pada permintaan pasar dan kemampuan produk tersebut menghasilkan pendapatan.
3. Modal yang dibutuhkan
Active income bisa dimulai dengan modal finansial yang relatif kecil, terutama jika kamu mengandalkan keterampilan dan tenaga sendiri.
Sebaliknya, passive income bisa membutuhkan modal uang, aset, waktu, atau keahlian yang cukup besar pada tahap awal. Investasi membutuhkan dana, sedangkan membuat produk digital membutuhkan waktu untuk riset, produksi, dan pemasaran.
4. Tingkat keterlibatan
Active income biasanya menuntut keterlibatan langsung selama pekerjaan berlangsung.
Passive income cenderung membutuhkan lebih sedikit keterlibatan untuk setiap transaksi setelah sistemnya berjalan. Meski begitu, kamu tetap perlu memantau kinerja, mengatasi masalah, dan mengelola risiko.
Lantas, mana yang lebih baik?
Keduanya punya fungsi masing-masing. Active income bisa menjadi sumber uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun modal. Sementara itu, passive income dapat menjadi pelengkap untuk membantu memperkuat keuangan dalam jangka panjang.
Kamu nggak harus memilih salah satunya. Justru, mengembangkan penghasilan pasif ketika penghasilan aktif sudah cukup stabil bisa menjadi langkah yang masuk akal.
7 Contoh Passive Income yang Bisa Kamu Coba
Ada banyak cara untuk mendapatkan passive income. Kamu bisa memilihnya berdasarkan modal yang tersedia, keterampilan yang dimiliki, serta waktu yang sanggup kamu investasikan.
Berikut tujuh contoh sumber penghasilan pasif yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Investasi Saham yang Membagikan Dividen
Salah satu contoh passive income adalah pendapatan dari dividen saham.
Dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Jika kamu memiliki saham perusahaan yang membagikan dividen, kamu berpotensi mendapatkan pendapatan tanpa harus bekerja langsung untuk perusahaan tersebut.
Namun, tidak semua perusahaan membagikan dividen secara rutin. Jumlah dividen juga bisa berubah, bahkan tidak dibagikan sama sekali jika perusahaan memutuskan demikian.
Selain itu, harga saham dapat naik atau turun. Artinya, kamu perlu memahami kondisi perusahaan, kebijakan dividennya, dan risiko investasi sebelum membeli saham.
Kalau tertarik dengan pilihan ini, pelajari terlebih dahulu cara kerja saham dan pastikan dana yang digunakan sesuai dengan kondisi keuanganmu.
2. Pendapatan dari Obligasi
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Investor yang membeli obligasi pada umumnya berpotensi mendapatkan pembayaran bunga atau kupon sesuai ketentuan penerbitannya.
Pembayaran kupon bisa menjadi salah satu sumber penghasilan pasif karena kamu tidak perlu bekerja setiap kali pembayaran dilakukan.
Meski begitu, obligasi tetap memiliki risiko. Kemampuan penerbit untuk memenuhi kewajibannya, perubahan suku bunga, dan kondisi pasar dapat memengaruhi nilai investasi maupun penerimaan pendapatan.
Jika kamu mempertimbangkan obligasi sebagai sumber passive income, pahami jadwal pembayaran, jangka waktu, potensi imbal hasil, dan risiko sebelum berinvestasi.
3. Menyewakan Properti
Punya rumah, apartemen, ruko, atau properti lain yang belum digunakan? Aset tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan melalui penyewaan.
Misalnya, kamu menyewakan rumah kepada orang lain dengan pembayaran bulanan. Selama masa sewa berlangsung dan penyewa memenuhi kewajibannya, kamu berpotensi mendapatkan pemasukan secara berkala.
Namun, menyewakan properti bukan berarti kamu bisa sepenuhnya lepas tangan. Ada biaya perawatan, pajak, kemungkinan properti kosong tanpa penyewa, dan risiko keterlambatan pembayaran.
Jika kamu ingin mencoba cara ini, hitung seluruh biaya yang dibutuhkan agar kamu bisa memperkirakan pendapatan bersih, bukan hanya melihat nominal uang sewa.
Perlu diingat juga bahwa membeli properti membutuhkan modal yang cukup besar. Jadi, pilihan ini belum tentu cocok untuk semua orang.
4. Membuat dan Menjual Produk Digital
Passive income juga bisa dibangun melalui produk digital, seperti e-book, template desain, foto digital, musik, atau materi pembelajaran.
Misalnya, kamu memiliki kemampuan mengolah data menggunakan spreadsheet. Kamu bisa membuat template pengelolaan anggaran pribadi, kemudian menjualnya melalui platform digital.
Setelah produk selesai dibuat, pembeli dapat mengaksesnya berkali-kali tanpa kamu harus membuat produk baru untuk setiap transaksi.
Keuntungan pendekatan ini adalah kamu tidak selalu membutuhkan modal finansial sebesar investasi properti. Namun, kamu tetap perlu menginvestasikan waktu untuk menciptakan produk yang berkualitas.
Selain itu, pemasaran, pembaruan produk, layanan pelanggan, dan persaingan dengan penjual lain tetap perlu diperhatikan.
Jadi, kalau kamu memiliki keterampilan tertentu, coba pikirkan apakah keterampilan tersebut bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi banyak orang.
5. Mendapatkan Royalti dari Karya
Jika kamu seorang penulis, musisi, fotografer, atau kreator, royalti bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
Royalti adalah pembayaran yang diberikan kepada pemilik hak atas penggunaan karya atau kekayaan intelektualnya berdasarkan perjanjian dan ketentuan yang berlaku.
Contohnya, penulis bisa mendapatkan royalti dari penjualan buku, sedangkan musisi berpotensi memperoleh pendapatan ketika karya mereka digunakan melalui saluran yang memenuhi ketentuan royalti.
Kelebihan cara ini adalah satu karya bisa menghasilkan pendapatan selama masih digunakan atau menghasilkan penjualan.
Namun, hasilnya tidak selalu konsisten. Pendapatan bergantung pada popularitas karya, jumlah penggunaan atau penjualan, serta perjanjian yang berlaku.
Karena itu, royalti lebih tepat dipandang sebagai potensi pendapatan jangka panjang daripada sumber uang yang pasti.
6. Affiliate Marketing
Affiliate marketing merupakan metode pemasaran ketika seseorang mendapatkan komisi dari transaksi yang berasal dari tautan afiliasinya, sesuai ketentuan program yang diikuti.
Misalnya, kamu membuat blog yang membahas perlengkapan kerja. Di dalam artikel, kamu menyertakan tautan afiliasi menuju produk yang relevan. Jika pembaca melakukan pembelian melalui tautan tersebut dan memenuhi ketentuan program, kamu bisa memperoleh komisi.
Affiliate marketing berpotensi menghasilkan pendapatan meskipun kamu tidak terlibat langsung dalam setiap transaksi.
Namun, kamu perlu membangun audiens, membuat konten yang bermanfaat, dan menjaga kepercayaan pembaca. Konten yang sudah dipublikasikan pun belum tentu terus menghasilkan komisi jika trafik atau minat pembeli menurun.
Jika ingin mencoba metode ini, prioritaskan produk yang relevan dengan audiens dan jelaskan hubungan afiliasi secara transparan.
7. Investasi Aset Kripto
Aset kripto juga bisa menjadi bagian dari strategi pengelolaan investasi, tetapi kamu perlu memahami bahwa risikonya relatif tinggi dan tidak semua aset kripto menghasilkan pendapatan pasif.
Sebagian produk atau mekanisme dalam ekosistem kripto, seperti staking pada jaringan yang mendukungnya, memungkinkan pengguna memperoleh imbalan sesuai aturan protokol. Namun, mekanisme ini berbeda-beda dan tidak selalu tersedia untuk setiap aset.
Imbalan staking bukan keuntungan yang dijamin. Nilai aset bisa turun, terdapat risiko teknis dan protokol, serta kemungkinan aset tidak dapat langsung diakses selama periode tertentu, tergantung mekanismenya.
Kamu juga perlu berhati-hati terhadap penawaran yang menjanjikan keuntungan tetap atau tidak masuk akal. Jangan menganggap semua program berlabel passive income sebagai peluang yang aman.
Sebelum mencoba, pelajari cara kerja aset dan mekanismenya, pahami risiko kehilangan modal, serta gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Cara Memulai Passive Income untuk Pemula
Setelah mengenal berbagai contohnya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara membangun passive income dari nol?
Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung punya modal besar. Kamu bisa memulainya secara bertahap dengan menyesuaikan pilihan pada kondisi keuangan dan kemampuanmu.
1. Periksa Kondisi Keuangan Terlebih Dahulu
Sebelum mencari sumber penghasilan pasif, pahami kondisi keuanganmu saat ini.
Catat pendapatan, pengeluaran rutin, cicilan, tabungan, dan kewajiban lain. Langkah ini membantu kamu mengetahui berapa banyak uang yang benar-benar bisa dialokasikan untuk membangun sumber pendapatan tambahan.
Kalau penghasilan saat ini masih habis untuk memenuhi kebutuhan pokok, jangan memaksakan diri mengambil risiko investasi hanya demi mengejar passive income.
Prioritaskan kebutuhan dasar, bangun dana darurat sesuai kebutuhan, dan kelola utang terlebih dahulu. Setelah kondisi keuangan lebih siap, kamu bisa mulai menyusun strategi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
2. Tentukan Tujuan yang Realistis
Apa tujuanmu membangun passive income?
Apakah untuk menambah tabungan, membantu membayar kebutuhan bulanan, menyiapkan dana pensiun, atau membangun kebebasan finansial?
Tujuan yang jelas akan membantu kamu menentukan strategi yang sesuai.
Misalnya, kamu ingin mendapatkan penghasilan tambahan untuk menambah tabungan setiap bulan. Kamu bisa mulai dengan mempelajari pilihan investasi yang sesuai dengan profil risiko atau mengembangkan produk digital berdasarkan keahlian yang sudah dimiliki.
Jangan langsung menargetkan penghasilan pasif yang besar dalam waktu singkat. Fokuslah pada proses membangun sumber pendapatan yang realistis dan berkelanjutan.
3. Pilih Sumber Passive Income Sesuai Kemampuan
Tidak semua metode cocok untuk setiap orang.
Jika kamu memiliki modal finansial dan memahami risikonya, kamu bisa mempelajari instrumen investasi yang sesuai dengan tujuanmu.
Jika modal uang masih terbatas, kamu bisa mempertimbangkan produk digital, konten, atau affiliate marketing yang memanfaatkan keterampilan dan waktu.
Perhatikan juga kebutuhan pengelolaannya. Beberapa sumber passive income membutuhkan perawatan rutin, sementara yang lain memerlukan pembaruan konten atau pemantauan investasi.
Pilih metode yang masuk akal untuk kondisi saat ini. Kamu bisa mengembangkan sumber penghasilan lain ketika kemampuan dan modal sudah bertambah.
4. Mulai dari Skala Kecil
Kamu nggak perlu menunggu sampai punya banyak uang untuk mulai belajar.
Jika tertarik pada produk digital, misalnya, kamu bisa membuat satu produk sederhana dan menguji minat pasar sebelum mengembangkan produk lainnya.
Jika ingin berinvestasi, pelajari instrumennya terlebih dahulu dan mulai dengan nominal yang sesuai kemampuan serta ketentuan minimum produk.
Tujuan tahap awal bukan langsung mendapatkan penghasilan besar, melainkan memahami cara kerja, mengukur hasil, dan mengelola risiko.
Dengan pendekatan ini, kamu bisa belajar dari pengalaman tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan.
5. Evaluasi Hasilnya Secara Berkala
Passive income bukan sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja.
Kamu perlu mengevaluasi apakah sumber pendapatan yang dipilih benar-benar memberikan hasil sesuai harapan.
Untuk produk digital, misalnya, kamu bisa melihat jumlah penjualan, biaya pemasaran, dan masukan pelanggan. Untuk investasi, kamu perlu meninjau kinerja, biaya, serta apakah instrumen tersebut masih sesuai dengan tujuan dan profil risikomu.
Jangan hanya melihat pendapatan yang masuk. Hitung juga biaya dan risiko yang menyertainya.
Jika suatu metode tidak berjalan sesuai rencana, evaluasi penyebabnya sebelum memutuskan apakah akan memperbaiki strategi, mengurangi keterlibatan, atau beralih ke pilihan lain.
Keuntungan Membangun Passive Income
Mengembangkan penghasilan pasif memiliki beberapa manfaat yang bisa mendukung kondisi keuanganmu.
Pertama, menambah sumber penghasilan. Kamu tidak harus bergantung sepenuhnya pada satu sumber uang. Jika dikelola dengan baik, pendapatan tambahan dapat membantu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan finansial.
Kedua, memberikan fleksibilitas finansial. Penghasilan dari aset atau produk yang sudah dibangun bisa membantu mengurangi ketergantungan pada pekerjaan aktif. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kestabilan sumber pendapatan tersebut.
Ketiga, membuka peluang membangun kekayaan dalam jangka panjang. Sebagian pendapatan pasif bisa dialokasikan kembali untuk tabungan atau investasi. Jika dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan, langkah ini dapat membantu mengembangkan aset dari waktu ke waktu.
Keempat, mendorong pengelolaan uang yang lebih terencana. Saat membangun passive income, kamu akan belajar mengatur modal, menghitung biaya, memahami risiko, dan mengevaluasi hasil.
Meski demikian, passive income bukan jaminan kebebasan finansial. Manfaatnya bergantung pada sumber pendapatan, konsistensi pengelolaan, dan kondisi keuangan secara keseluruhan.
Risiko Passive Income yang Perlu Kamu Pahami
Di balik potensinya, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan sebelum memulai.
1. Pendapatan tidak selalu stabil
Jumlah uang yang diterima bisa berubah dari waktu ke waktu. Penyewaan properti bisa terganggu ketika tidak ada penyewa, penjualan produk digital bisa menurun, dan dividen saham tidak selalu dibagikan.
Karena itu, jangan langsung mengandalkan passive income untuk membayar seluruh kebutuhan pokok sebelum sumber pendapatannya benar-benar teruji.
2. Membutuhkan modal atau usaha di awal
Sebagian metode membutuhkan uang, sedangkan metode lain membutuhkan waktu, tenaga, dan keterampilan. Kamu mungkin harus mengeluarkan biaya sebelum memperoleh pendapatan.
Pastikan modal yang digunakan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari atau kewajiban finansial lainnya.
3. Ada kemungkinan mengalami kerugian
Investasi dapat mengalami penurunan nilai, sedangkan bisnis atau produk digital bisa gagal menghasilkan penjualan. Bahkan aset yang terlihat menjanjikan tetap memiliki risiko.
Pahami risiko setiap metode dan hindari menggunakan uang pinjaman hanya untuk mengejar penghasilan pasif.
4. Waspada terhadap penipuan
Berhati-hatilah terhadap pihak yang menjanjikan pendapatan besar, tetap, dan tanpa risiko. Klaim seperti ini perlu diperiksa secara kritis, terutama jika kamu diminta menyetor uang atau merekrut orang lain untuk memperoleh keuntungan.
Periksa legalitas penyedia layanan, pahami mekanisme pendapatannya, dan jangan mengambil keputusan hanya karena tergiur hasil yang ditawarkan.
Kesimpulan
Passive income adalah penghasilan yang berasal dari aset, produk, atau sistem yang dapat menghasilkan pendapatan tanpa keterlibatan aktif secara terus-menerus. Contohnya meliputi dividen saham, kupon obligasi, penyewaan properti, produk digital, royalti, affiliate marketing, dan mekanisme tertentu dalam ekosistem aset kripto.
Meski terdengar menarik, passive income bukan cara instan untuk mendapatkan uang. Sebagian besar metode membutuhkan modal, usaha di awal, pengelolaan, dan pemahaman terhadap risiko.
Kalau kamu baru memulai, periksa kondisi keuangan, tentukan tujuan, pilih metode yang sesuai kemampuan, lalu kembangkan secara bertahap. Ingat, tujuan utamanya bukan sekadar mendapatkan uang tambahan, melainkan membangun kondisi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
FAQ Seputar Passive Income
1. Passive income adalah apa?
Passive income adalah penghasilan yang diperoleh dari aset, produk, atau sistem yang tidak membutuhkan keterlibatan aktif secara terus-menerus untuk menghasilkan setiap pendapatan. Contohnya adalah royalti buku, pendapatan sewa properti, dan dividen saham. Meski begitu, sebagian besar sumber penghasilan pasif tetap membutuhkan usaha, modal, atau pengelolaan.
2. Apa contoh passive income untuk pemula?
Pemula bisa mempertimbangkan beberapa pilihan, seperti membuat produk digital, mengikuti program affiliate marketing, atau mempelajari instrumen investasi sesuai kemampuan dan profil risiko. Pilihan terbaik bergantung pada modal, keterampilan, waktu, dan tujuan keuangan masing-masing.
3. Apakah passive income bisa didapatkan tanpa modal?
Bisa dimulai dengan modal finansial yang relatif kecil, tetapi bukan berarti sepenuhnya tanpa modal. Misalnya, membuat konten atau produk digital mungkin tidak membutuhkan investasi uang yang besar, tetapi tetap memerlukan waktu, tenaga, dan keterampilan. Kamu juga mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk pemasaran atau pengembangan produk.
4. Apakah passive income bisa menjadi sumber penghasilan utama?
Bisa, jika sumber penghasilan pasif sudah mampu menghasilkan pendapatan yang cukup dan relatif berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan hidup. Namun, hasilnya tidak selalu stabil. Sebaiknya, kamu memiliki perencanaan keuangan yang matang dan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja.
5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan passive income?
Tidak ada jangka waktu yang pasti. Investasi dapat memberikan pendapatan sesuai ketentuan instrumennya, sedangkan produk digital atau affiliate marketing mungkin membutuhkan waktu untuk membangun audiens dan menghasilkan penjualan. Hasilnya bergantung pada metode, modal, kondisi pasar, dan konsistensi pengelolaan.
6. Apa perbedaan passive income dan active income?
Active income merupakan penghasilan yang umumnya membutuhkan keterlibatan langsung dalam pekerjaan, seperti gaji dan upah freelance. Passive income berasal dari aset, produk, atau sistem yang bisa menghasilkan pendapatan dengan keterlibatan aktif yang relatif lebih sedikit. Keduanya dapat digunakan bersama untuk membangun kondisi keuangan yang lebih sehat.
7. Apakah investasi kripto bisa menghasilkan passive income?
Beberapa mekanisme dalam ekosistem kripto, seperti staking pada jaringan yang mendukungnya, dapat memberikan imbalan. Namun, tidak semua aset kripto memiliki mekanisme tersebut, dan imbalannya tidak dijamin. Risiko penurunan harga, masalah teknis, dan kehilangan modal tetap perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan investasi.
Untuk mendukung proses belajar finansialmu, penting juga memahami cara kerja berbagai instrumen investasi sebelum mengambil keputusan.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store; FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Play-to-Earn Mengubah Hobi Jadi Sumber Penghasilan







