Pajak Gaji ke-13: Cara Menghitung dan Mengelolanya

Tips & Trick

28 Oct 2026

5 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 2026, gaji ke-13 dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan pajaknya ditanggung pemerintah. Aturan ini juga menyebutkan bahwa gaji ke-13 tidak dikenakan potongan iuran dan potongan lain berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Artinya, pajak dan potongan lainnya perlu dibedakan. Kamu tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa seluruh komponen penghasilan akan dipotong seperti gaji bulanan biasa.

Untuk mengetahui nominal yang diterima, perhatikan rincian pembayaran dari instansi terkait. Jika ada komponen yang belum kamu pahami, tanyakan kepada bagian keuangan atau pengelola kepegawaian.

Dengan begitu, kamu bisa membuat anggaran berdasarkan nominal yang benar-benar diterima, bukan sekadar perkiraan.

Cara Mengatur Gaji ke-13 agar Tidak Cepat Habis

Mendapatkan penghasilan tambahan tentu menyenangkan. Apalagi jika kamu sudah memiliki sejumlah kebutuhan yang menunggu untuk diselesaikan.

Namun, uang tambahan bisa cepat habis kalau tidak direncanakan sejak awal. Karena itu, sebaiknya tentukan penggunaannya sebelum uang masuk ke rekening.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan.

1. Dahulukan Kebutuhan Pendidikan Anak

Bagi keluarga yang memiliki anak sekolah, kebutuhan pendidikan bisa menjadi prioritas utama.

Misalnya, uang tersebut akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar biaya pendidikan, atau memenuhi kebutuhan belajar lainnya.

Coba hitung berapa dana yang diperlukan. Setelah itu, sisihkan sejumlah uang sesuai kebutuhan tersebut.

Cara ini membantu kamu menghindari penggunaan uang pendidikan untuk keperluan lain yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Kalau kebutuhan pendidikan sudah terpenuhi, kamu bisa mengalokasikan sisanya untuk tujuan keuangan lain.

2. Tambahkan Dana Darurat

Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika terjadi pengeluaran tak terduga.

Contohnya, kendaraan tiba-tiba rusak, ada anggota keluarga yang membutuhkan biaya tambahan, atau penghasilan bulanan mengalami gangguan.

Kalau dana darurat belum tersedia, gaji ke-13 bisa menjadi kesempatan untuk mulai membangunnya.

Tidak perlu langsung mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Kamu bisa menyisihkan sebagian penghasilan tambahan secara bertahap.

Bagi yang sudah memiliki dana darurat, periksa apakah jumlahnya masih sesuai dengan kebutuhan keluarga. Jika belum, gunakan sebagian gaji ke-13 untuk menambah cadangannya.

3. Lunasi Utang yang Membebani Keuangan

Punya cicilan atau utang dengan bunga tinggi? Penghasilan tambahan bisa digunakan untuk membantu menguranginya.

Namun, jangan terburu-buru melunasi semua utang tanpa memeriksa ketentuannya.

Perhatikan sisa pokok utang, bunga, biaya pelunasan lebih awal, dan kewajiban pembayaran lainnya.

Jika kamu memiliki beberapa utang sekaligus, prioritaskan utang yang paling membebani arus kas atau memiliki biaya pinjaman tinggi.

Pastikan juga kebutuhan pokok dan dana darurat tetap diperhatikan. Jangan sampai seluruh uang digunakan untuk melunasi utang, tetapi kamu justru harus berutang lagi ketika muncul kebutuhan mendadak.

4. Sisihkan untuk Tabungan Jangka Panjang

Gaji ke-13 juga bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat tabungan.

Misalnya, kamu sedang menyiapkan dana membeli rumah, biaya pendidikan lanjutan, atau kebutuhan keluarga dalam beberapa tahun mendatang.

Tentukan tujuan yang jelas agar kamu lebih mudah menjaga konsistensi.

Pisahkan uang untuk tujuan tersebut dari rekening transaksi harian. Dengan begitu, uangnya tidak mudah terpakai untuk belanja rutin.

Jika tujuanmu memiliki jangka waktu tertentu, pilih tempat penyimpanan dana yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas dan toleransi risiko.

Jangan lupa, produk keuangan memiliki karakteristik berbeda. Pahami risiko, biaya, dan ketentuan pencairannya sebelum memilih.

5. Sisihkan Sebagian untuk Kebutuhan Pribadi

Mengelola uang bukan berarti kamu tidak boleh menikmati hasil kerja sendiri.

Kamu tetap bisa menggunakan sebagian gaji ke-13 untuk membeli barang yang dibutuhkan, berlibur bersama keluarga, atau melakukan kegiatan yang sudah lama direncanakan.

Kuncinya adalah menentukan batas pengeluaran.

Misalnya, setelah menghitung kebutuhan pendidikan, utang, tabungan, dan dana darurat, kamu menetapkan sejumlah uang untuk kebutuhan pribadi.

Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati penghasilan tambahan tanpa mengorbankan prioritas keuangan.

6. Hindari Belanja karena Merasa Punya Uang Lebih

Salah satu penyebab uang tambahan cepat habis adalah munculnya perasaan bahwa penghasilan kali ini bisa digunakan sebebas-bebasnya.

Akibatnya, seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau mengambil keputusan keuangan secara impulsif.

Untuk menghindarinya, buat daftar pengeluaran sebelum mulai berbelanja.

Bedakan kebutuhan dan keinginan. Kalau barang yang ingin dibeli tidak mendesak, beri waktu beberapa hari sebelum memutuskan.

Cara sederhana ini membantu kamu menggunakan uang dengan lebih terarah.

Contoh Pembagian Gaji ke-13 untuk Keluarga

Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan kamu menerima gaji ke-13 sebesar Rp6.000.000.

Kamu bisa membuat rencana penggunaan uang dengan pembagian berikut:

  • Rp2.000.000 untuk kebutuhan pendidikan anak.
  • Rp1.500.000 untuk menambah dana darurat.
  • Rp1.000.000 untuk membayar atau mengurangi utang.
  • Rp1.000.000 untuk tabungan tujuan jangka panjang.
  • Rp500.000 untuk kebutuhan pribadi atau keluarga.

Totalnya Rp6.000.000.

Pembagian tersebut hanyalah ilustrasi, bukan aturan yang harus diikuti semua orang.

Kalau kamu tidak memiliki anak, anggaran pendidikan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Jika utangmu cukup besar, alokasi pelunasannya mungkin perlu ditambah.

Begitu juga jika dana darurat belum tersedia. Kamu mungkin perlu memprioritaskan pembentukan dana tersebut sebelum menambah investasi.

Prinsip utamanya adalah menyesuaikan penggunaan gaji ke-13 dengan kondisi keuanganmu sendiri. Tidak perlu mengikuti pembagian orang lain kalau kebutuhan dan tanggung jawabmu berbeda.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menggunakan Gaji ke-13

Selain membuat anggaran, kamu juga perlu mengenali beberapa kesalahan yang bisa membuat penghasilan tambahan tidak memberikan manfaat maksimal.

Menganggap Gaji ke-13 sebagai Penghasilan Rutin

Gaji ke-13 merupakan tambahan penghasilan tahunan bagi kelompok yang memenuhi ketentuan. Karena itu, jangan langsung memasukkannya sebagai bagian dari pendapatan bulanan rutin.

Kalau kamu menggunakan uang tersebut untuk menambah pengeluaran tetap, seperti berlangganan layanan baru atau mengambil cicilan tambahan, kamu mungkin kesulitan membayarnya pada bulan berikutnya.

Lebih baik gunakan penghasilan tambahan untuk kebutuhan yang sudah direncanakan atau tujuan keuangan tertentu.

Tidak Memeriksa Rincian Pembayaran

Jangan hanya melihat nominal akhir yang masuk ke rekening.

Periksa rincian pembayaran dan pastikan komponennya sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk status kepegawaianmu.

Jika terdapat perbedaan yang belum dipahami, hubungi bagian keuangan instansi untuk mendapatkan penjelasan.

Menggunakan Seluruh Uang untuk Belanja

Memenuhi keinginan pribadi memang tidak salah. Namun, menghabiskan seluruh gaji ke-13 untuk belanja bisa membuat kamu kehilangan kesempatan memperbaiki kondisi keuangan.

Sebelum membeli barang, periksa kembali apakah ada kebutuhan penting yang belum terpenuhi.

Jika semuanya sudah diperhitungkan, kamu bisa menentukan anggaran hiburan atau belanja secara lebih leluasa.

Mengambil Risiko Investasi secara Berlebihan

Penghasilan tambahan terkadang membuat seseorang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Padahal, tidak ada investasi yang menjamin keuntungan tinggi tanpa risiko.

Jangan menempatkan seluruh gaji ke-13 pada satu instrumen hanya karena tergiur potensi keuntungan. Pahami cara kerja produk, kemungkinan kerugian, biaya, dan jangka waktu investasinya.

Jika uang tersebut masih diperlukan untuk kebutuhan dalam waktu dekat, pertimbangkan instrumen yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pencairan dana.

FAQ Seputar Gaji ke-13

1. Apa yang dimaksud dengan gaji ke-13?

Gaji ke-13 adalah tambahan penghasilan tahunan yang diberikan kepada kelompok aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan tertentu sesuai ketentuan pemerintah.

2. Apakah semua ASN mendapatkan gaji ke-13?

Tidak semua kondisi kepegawaian otomatis memenuhi persyaratan. Hak penerimaan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk status kepegawaian, masa kerja, dan kondisi penugasan tertentu.

3. Apakah karyawan swasta mendapatkan gaji ke-13?

Karyawan swasta tidak otomatis menerima gaji ke-13 dari pemerintah. Tambahan penghasilan untuk pekerja swasta bergantung pada kebijakan perusahaan, perjanjian kerja, dan ketentuan yang berlaku.

4. Apakah besaran gaji ke-13 sama dengan gaji bulanan?

Tidak selalu. Besarannya mengikuti komponen penghasilan yang diperhitungkan berdasarkan regulasi. Tunjangan dan ketentuan khusus bisa membuat nominal yang diterima setiap orang berbeda.

5. Apakah gaji ke-13 bisa digunakan untuk investasi?

Bisa, selama kebutuhan utama dan kewajiban keuangan sudah diperhitungkan. Pilih instrumen sesuai tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko. Jangan menggunakan dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat untuk investasi berisiko tinggi.

6. Bagaimana cara mengetahui besaran gaji ke-13 yang akan diterima?

Periksa rincian penghasilan dan informasi resmi dari instansi tempat kamu bekerja. Untuk mengetahui nominal yang tepat, perhatikan komponen yang diperhitungkan dan ketentuan yang berlaku bagi status kepegawaianmu.

Kesimpulan

Gaji ke-13 bukan sekadar tambahan uang yang bisa langsung dihabiskan. Jika dikelola dengan baik, penghasilan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, menambah dana darurat, mengurangi utang, dan memperkuat tabungan keluarga.

Sebelum menggunakan uangnya, pahami dulu hak penerimaan, komponen penghasilan, serta ketentuan yang berlaku. Setelah itu, susun anggaran berdasarkan prioritas keuanganmu.

Kamu juga tidak perlu memaksakan diri mengikuti pembagian anggaran orang lain. Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan tanggung jawab yang berbeda.

Mulailah dengan langkah sederhana: tentukan tujuan, pisahkan uang sesuai kebutuhan, dan hindari pengeluaran impulsif.

Kalau kamu ingin mengelola keuangan dengan lebih terencana, penting juga untuk memahami berbagai instrumen keuangan dan risikonya sebelum mengambil keputusan.

Yuk, tingkatkan literasi keuanganmu bersama FLOQ. Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ adalah aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Kapan Cair? Cek Jadwalnya!

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device