Angpao Imlek: Aturan, Makna, dan Nominalnya

Tips & Trick

27 Oct 2026

9 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Angpao Imlek menjadi salah satu tradisi yang paling ditunggu saat perayaan Tahun Baru Imlek. Bagi anak-anak, momen ini identik dengan menerima uang dari orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua. Sementara itu, bagi orang dewasa yang sudah bekerja, angpao menjadi bentuk berbagi rezeki dan doa baik untuk orang-orang terdekat.

Namun, angpao Imlek bukan sekadar soal uang. Ada makna kebahagiaan, keberuntungan, harapan, dan keharmonisan keluarga di balik tradisi ini.

Menariknya, pemberian angpao juga punya kebiasaan tersendiri. Mulai dari siapa yang biasanya memberi, siapa yang menerima, hingga nominal uang yang perlu disiapkan. Semua bisa berbeda, tergantung tradisi keluarga, kebiasaan setempat, dan kemampuan finansial masing-masing.

Nah, kalau kamu ingin memahami lebih jauh tentang angpao Imlek, simak penjelasan berikut. Kamu bisa mengetahui makna tradisinya sekaligus mempersiapkan anggaran agar momen berbagi tetap menyenangkan tanpa mengganggu kondisi keuangan.

Apa Itu Angpao Imlek?

Angpao Imlek adalah pemberian uang yang biasanya dimasukkan ke dalam amplop merah dan dibagikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Dalam bahasa Mandarin, angpao dikenal sebagai hongbao. Tradisi ini sudah lama menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek dalam budaya Tionghoa.

Warna merah pada amplop memiliki makna simbolis. Warna ini sering dikaitkan dengan kebahagiaan, keberuntungan, kemakmuran, dan perlindungan dari hal-hal buruk dalam kepercayaan tradisional Tionghoa.

Uang di dalamnya menjadi simbol doa dan harapan baik untuk orang yang menerima. Misalnya, harapan agar anak-anak tumbuh sehat, pelajar memperoleh hasil belajar yang baik, atau anggota keluarga mendapatkan kelancaran dalam pekerjaan dan kehidupan.

Pemberian angpao umumnya dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak, pasangan yang sudah menikah kepada anggota keluarga yang lebih muda, atau orang dewasa kepada anak-anak dalam keluarga.

Meski begitu, kebiasaan ini tidak selalu sama di setiap keluarga. Ada keluarga yang memberikan angpao kepada kerabat dekat saja. Ada pula yang menyiapkan angpao untuk anak-anak dari teman atau orang-orang yang datang berkunjung.

Karena itu, angpao Imlek sebaiknya dipahami sebagai bentuk perhatian dan berbagi kebahagiaan. Nilainya tidak harus selalu besar untuk memiliki makna.

Makna Angpao Imlek yang Perlu Kamu Ketahui

Di balik amplop merah dan uang yang diberikan, ada beberapa makna penting dalam tradisi angpao Imlek.

1. Simbol Keberuntungan dan Harapan Baik

Angpao sering dikaitkan dengan harapan agar penerimanya memperoleh keberuntungan pada tahun yang baru.

Harapan tersebut bisa berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, maupun kehidupan secara umum.

Karena itu, angpao bukan hanya hadiah berupa uang. Pemberiannya juga menjadi cara untuk menyampaikan doa dan harapan baik kepada orang yang menerimanya.

2. Bentuk Kasih Sayang Keluarga

Tradisi angpao juga menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perhatian kepada anggota keluarga.

Orang tua, misalnya, memberikan angpao kepada anak-anak sebagai bagian dari perayaan. Anggota keluarga yang lebih tua juga bisa memberikan angpao kepada generasi yang lebih muda.

Momen ini sering menjadi bagian dari kebersamaan keluarga saat berkumpul untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

3. Simbol Berbagi Rezeki

Bagi orang yang memberikan angpao, tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi rezeki.

Pemberian tersebut tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Nominalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kedekatan hubungan dengan penerima.

Hal yang terpenting adalah niat untuk berbagi tanpa membuat diri sendiri mengalami kesulitan keuangan.

4. Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Tahun Baru Imlek sering dimaknai sebagai awal yang baru. Karena itu, angpao juga bisa menjadi simbol harapan agar penerimanya menjalani tahun yang lebih baik.

Bagi anak-anak, uang angpao bahkan bisa menjadi kesempatan untuk mulai belajar mengelola uang sendiri.

Dengan bimbingan orang tua, mereka bisa belajar membedakan uang yang digunakan untuk membeli kebutuhan, uang untuk ditabung, dan uang untuk berbagi.

Siapa yang Memberi dan Menerima Angpao Imlek?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul menjelang Imlek adalah siapa yang sebaiknya memberikan angpao dan siapa yang menerimanya.

Dalam kebiasaan yang umum dijumpai, orang yang sudah menikah atau anggota keluarga yang lebih tua memberikan angpao kepada anak-anak dan anggota keluarga yang lebih muda.

Berikut beberapa contohnya.

1. Orang Tua kepada Anak

Orang tua biasanya memberikan angpao kepada anak-anak saat Tahun Baru Imlek.

Pemberian ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus doa agar anak memperoleh kesehatan, kebahagiaan, dan keberuntungan.

Nominalnya dapat disesuaikan dengan usia anak, kebiasaan keluarga, serta kemampuan keuangan orang tua.

2. Kakek dan Nenek kepada Cucu

Kakek dan nenek juga sering memberikan angpao kepada cucu mereka.

Bagi sebagian keluarga, momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan saat berkumpul bersama keluarga besar.

3. Pasangan yang Sudah Menikah kepada Anggota Keluarga yang Lebih Muda

Dalam sejumlah keluarga, pasangan yang sudah menikah memberikan angpao kepada keponakan atau anak-anak dari kerabat dekat.

Namun, kebiasaan ini bukan aturan yang berlaku mutlak. Ada keluarga yang memiliki tradisi berbeda, termasuk dalam menentukan siapa yang memberikan angpao dan kepada siapa angpao dibagikan.

4. Orang Dewasa kepada Anak-Anak di Lingkungan Terdekat

Ada juga orang dewasa yang menyiapkan angpao untuk anak-anak dari teman atau kerabat yang berkunjung saat Imlek.

Jika ingin mengikuti kebiasaan ini, kamu bisa menyiapkan anggaran tersendiri agar pemberian angpao tidak mengganggu kebutuhan lainnya.

Perlu diingat, tidak semua keluarga menerapkan aturan yang sama. Jadi, kamu bisa mengikuti kebiasaan keluarga masing-masing tanpa harus merasa terbebani.

Berapa Nominal Angpao Imlek yang Umum Diberikan?

Nominal angpao Imlek tidak memiliki standar universal. Jumlahnya bergantung pada kemampuan finansial pemberi, hubungan dengan penerima, kebiasaan keluarga, dan anggaran yang tersedia.

Sebagai gambaran untuk menyusun anggaran pribadi, kamu bisa mempertimbangkan beberapa rentang nominal berikut.

  • Rp20.000–Rp50.000: Bisa dipertimbangkan untuk angpao sederhana kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda.
  • Rp50.000–Rp100.000: Bisa menjadi pilihan untuk anggota keluarga atau anak dari kerabat dekat.
  • Rp100.000–Rp300.000: Bisa dipertimbangkan untuk penerima tertentu sesuai kebiasaan keluarga dan kemampuan pemberi.
  • Di atas Rp300.000: Bisa diberikan kepada anggota keluarga tertentu jika memang sesuai dengan anggaran dan kebiasaan keluarga.

Rentang tersebut hanya ilustrasi untuk membantu perencanaan, bukan patokan adat yang wajib diikuti. Nominal yang dianggap wajar di satu keluarga bisa berbeda dari keluarga lainnya.

Misalnya, kamu ingin memberikan angpao kepada lima keponakan. Jika setiap amplop berisi Rp50.000, total uang yang perlu disiapkan adalah Rp250.000.

Namun, kalau ada sepuluh keponakan, kebutuhan anggarannya menjadi Rp500.000.

Perhitungan sederhana seperti ini penting agar kamu bisa mengetahui total pengeluaran sebelum menyiapkan angpao.

Jangan sampai kamu menetapkan nominal terlalu besar hanya karena ingin menyamai pemberian orang lain. Tradisi berbagi seharusnya membuat hati senang, bukan menimbulkan tekanan finansial.

Apakah Nominal Angpao Imlek Harus Mengandung Angka Tertentu?

Dalam tradisi Tionghoa, angka tertentu memiliki makna simbolis. Karena itu, sebagian orang mempertimbangkan angka ketika menentukan nominal angpao.

Angka 8, misalnya, sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran. Sementara itu, angka 4 kerap dihindari oleh sebagian orang karena pelafalannya dianggap mirip dengan kata kematian dalam bahasa Mandarin.

Meski begitu, kebiasaan mengenai angka tidak selalu diterapkan dengan cara yang sama oleh semua keluarga.

Ada orang yang sengaja memilih nominal dengan angka 8. Ada pula yang lebih mengutamakan jumlah uang yang sesuai dengan anggaran.

Kamu juga tidak perlu memaksakan diri memberikan nominal tertentu hanya karena dianggap membawa keberuntungan.

Makna simbolis angka merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi budaya. Dalam praktiknya, kemampuan finansial dan niat berbagi tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

Tips Menyiapkan Angpao Imlek agar Keuangan Tetap Aman

Memberikan angpao memang menyenangkan. Namun, jika jumlah penerimanya banyak, pengeluaran untuk tradisi ini bisa cukup besar.

Karena itu, ada baiknya kamu menyiapkan anggaran sebelum hari perayaan tiba.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Tentukan Anggaran Angpao Sejak Awal

Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang sanggup kamu keluarkan untuk seluruh angpao.

Misalnya, kamu memiliki anggaran Rp1.000.000 untuk kebutuhan Imlek, termasuk angpao, makanan, transportasi, dan keperluan lainnya.

Dari jumlah tersebut, kamu bisa menentukan berapa bagian yang dialokasikan untuk angpao.

Contohnya, kamu menetapkan anggaran Rp400.000 untuk angpao. Berarti, total uang yang dibagikan sebaiknya tidak melebihi batas tersebut.

Angka ini hanya contoh. Kamu bisa menyesuaikannya dengan pendapatan dan kebutuhan masing-masing.

2. Buat Daftar Penerima Angpao

Sebelum menyiapkan uang, catat siapa saja yang akan menerima angpao.

Misalnya, kamu ingin memberikan angpao kepada anak, keponakan, dan anak-anak dari kerabat dekat.

Setelah membuat daftar, tentukan nominal untuk setiap penerima. Dengan begitu, kamu bisa menghitung total pengeluaran secara lebih akurat.

Cara ini juga membantu mengurangi risiko menambah angpao secara spontan tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan.

3. Pisahkan Uang Angpao dari Dana Kebutuhan

Sebaiknya, uang untuk angpao dipisahkan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kamu bisa menyisihkan dana secara bertahap sebelum Imlek. Dengan cara ini, pengeluaran untuk angpao tidak perlu langsung diambil dari uang belanja bulanan.

Pastikan juga dana darurat dan kewajiban rutin tetap menjadi prioritas.

Jika anggaran terbatas, tidak ada salahnya menyesuaikan nominal angpao. Kamu tidak harus memberikan uang dalam jumlah besar untuk menunjukkan perhatian kepada keluarga.

4. Hindari Berutang demi Memberikan Angpao

Memberikan angpao seharusnya tidak membuat kondisi keuangan menjadi lebih berat.

Karena itu, hindari menggunakan pinjaman atau kartu kredit secara berlebihan hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Kalau kemampuan finansialmu sedang terbatas, berikan angpao sesuai kemampuan. Kamu tetap bisa merayakan Imlek dengan berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan, dan menyampaikan doa baik.

Tradisi akan terasa lebih menyenangkan jika dilakukan tanpa menambah beban keuangan.

5. Manfaatkan Angpao sebagai Momen Belajar Keuangan

Jika kamu memiliki anak yang menerima angpao, manfaatkan momen ini untuk mengenalkan pengelolaan uang sejak dini.

Kamu bisa mengajak anak menghitung seluruh uang yang diterima. Setelah itu, diskusikan bagaimana uang tersebut akan digunakan.

Misalnya, sebagian uang bisa ditabung, sebagian digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan, dan sebagian lagi disimpan untuk kebutuhan mendatang.

Pembagian ini tidak harus menggunakan persentase yang kaku. Sesuaikan dengan usia anak dan tujuan yang ingin diajarkan.

Dengan cara tersebut, angpao tidak hanya menjadi hadiah tahunan. Tradisi ini juga bisa membantu anak memahami pentingnya menabung dan membuat keputusan keuangan.

Uang Angpao Imlek Sebaiknya Digunakan untuk Apa?

Bagi penerima, uang angpao bisa menjadi kesempatan untuk belajar mengatur keuangan. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.

1. Menabung untuk Kebutuhan Mendatang

Salah satu pilihan sederhana adalah menyimpan sebagian uang angpao.

Uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan pendidikan, perlengkapan sekolah, atau tujuan lain yang sudah direncanakan.

Bagi anak-anak, kebiasaan menabung juga bisa menjadi langkah awal untuk memahami bahwa tidak semua uang harus dihabiskan sekaligus.

2. Membeli Barang yang Memang Dibutuhkan

Uang angpao juga bisa digunakan untuk membeli barang yang memang diperlukan.

Misalnya, alat tulis, buku, pakaian, atau perlengkapan belajar.

Sebelum membeli sesuatu, biasakan membedakan kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, uang yang diterima bisa memberikan manfaat lebih besar.

3. Menambah Dana Darurat

Bagi orang dewasa, uang angpao bisa menjadi tambahan untuk dana darurat jika penggunaannya sesuai dengan kebutuhan.

Dana darurat berfungsi untuk membantu menghadapi pengeluaran tak terduga, seperti perbaikan kendaraan atau kebutuhan mendesak lainnya.

Namun, pastikan kamu tetap mengutamakan kewajiban keuangan yang sudah jatuh tempo.

4. Menyisihkan Dana untuk Tujuan Keuangan

Jika kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi, kamu juga bisa menggunakan sebagian uang angpao untuk mendukung tujuan keuangan jangka panjang.

Misalnya, menambah tabungan untuk pendidikan, rencana membeli rumah, atau tujuan lain yang ingin dicapai.

Sesuaikan pilihan dengan jangka waktu, kebutuhan likuiditas, dan tingkat risiko yang sanggup kamu tanggung.

Tidak semua uang angpao harus langsung dialihkan ke produk keuangan tertentu. Menyimpan uang untuk kebutuhan dekat juga merupakan pilihan yang wajar.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Memberikan Angpao

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tradisi angpao tetap nyaman bagi pemberi maupun penerima.

Pertama, memberikan uang di luar kemampuan. Jangan memaksakan nominal besar hanya karena merasa harus mengikuti kebiasaan orang lain.

Kedua, membandingkan angpao. Jumlah uang yang diterima setiap orang bisa berbeda. Perbedaan nominal tidak selalu menunjukkan perbedaan kasih sayang atau perhatian.

Ketiga, mengabaikan anggaran. Pengeluaran Imlek bukan hanya angpao. Ada kebutuhan lain yang perlu diperhitungkan, seperti makanan, perjalanan, dan acara keluarga.

Keempat, menganggap angpao sebagai sumber pendapatan rutin. Bagi penerima, uang angpao sebaiknya dipandang sebagai pemberian yang bisa digunakan secara bijak, bukan pemasukan yang pasti diterima setiap tahun.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, kamu bisa menjalankan tradisi angpao tanpa mengorbankan kesehatan keuangan.

FAQ Seputar Angpao Imlek

1. Apa arti angpao Imlek?

Angpao Imlek adalah pemberian uang dalam amplop yang umumnya berwarna merah saat perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi ini melambangkan doa, harapan baik, kebahagiaan, dan keberuntungan bagi penerima.

2. Siapa saja yang biasanya memberikan angpao Imlek?

Dalam kebiasaan yang umum, orang tua, kakek-nenek, dan orang dewasa yang sudah menikah memberikan angpao kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda. Namun, kebiasaan setiap keluarga bisa berbeda.

3. Berapa nominal angpao Imlek yang wajar?

Tidak ada nominal yang berlaku universal. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial, hubungan dengan penerima, serta tradisi keluarga. Kamu bisa menyiapkan angpao sederhana tanpa harus mengikuti nominal orang lain.

4. Mengapa angpao Imlek menggunakan amplop merah?

Warna merah dalam tradisi Tionghoa sering dikaitkan dengan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran. Karena itu, amplop merah digunakan sebagai simbol harapan baik bagi penerima angpao.

5. Apakah angpao Imlek harus berisi uang baru?

Sebagian orang memilih menggunakan uang kertas baru atau uang yang masih rapi sebagai bagian dari persiapan Imlek. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu menjadi kewajiban dalam setiap keluarga.

6. Apakah orang yang belum menikah boleh memberikan angpao?

Kebiasaan ini berbeda-beda menurut keluarga dan komunitas. Dalam sebagian tradisi, status pernikahan memengaruhi kebiasaan memberi angpao. Jika ragu, kamu bisa mengikuti kebiasaan keluarga sendiri.

7. Bagaimana cara mengatur uang angpao agar tidak cepat habis?

Mulailah dengan menentukan tujuan penggunaan uang. Kamu bisa menyisihkan sebagian untuk tabungan, memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan, dan menggunakan sisanya sesuai kemampuan. Hindari menghabiskan seluruh uang hanya untuk pembelian impulsif.

Kesimpulan

Angpao Imlek merupakan tradisi yang memiliki makna lebih dari sekadar pemberian uang. Di dalamnya terdapat harapan baik, kasih sayang keluarga, dan semangat berbagi rezeki saat menyambut tahun yang baru.

Nominal angpao tidak harus besar. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kemampuan finansial, jumlah penerima, dan kebiasaan keluarga. Hal terpenting adalah menjaga agar tradisi ini tetap menyenangkan tanpa menambah beban keuangan.

Bagi penerima, uang angpao juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik. Mulai dari menabung, memenuhi kebutuhan, hingga merencanakan tujuan keuangan jangka panjang.

Supaya keputusan keuangan lebih terarah, kamu juga perlu memahami cara mengelola uang, mengenali risiko, dan menentukan tujuan finansial sesuai kebutuhan.

Yuk, tingkatkan literasi keuangan dan mulai kelola uang dengan lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ adalah aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Warisan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Pembagiannya

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device