Dua Tren Web3 Ini Makin Menarik Dipantau di Q4 2026

Pasar

15 Oct 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Perkembangan industri kripto tidak hanya ditentukan oleh pergerakan harga Bitcoin. Memasuki kuartal IV 2026, teknologi privasi transaksi berbasis blockchain dan persaingan Decentralized Exchange (DEX) menjadi dua sektor Web3 yang menarik untuk dicermati, seiring berkembangnya kebutuhan terhadap kerahasiaan data dan perdagangan aset digital secara on-chain.

Dalam FLOQ Market Outlook Part 03, kedua sektor tersebut menjadi sorotan karena menawarkan pendekatan berbeda terhadap perkembangan infrastruktur blockchain. Teknologi privasi berupaya meningkatkan kerahasiaan transaksi, sedangkan DEX menghadirkan alternatif perdagangan aset digital tanpa bergantung sepenuhnya pada bursa terpusat.

Meski demikian, perkembangan teknologi dan peningkatan aktivitas jaringan tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja harga aset kripto yang terkait.

Teknologi Privasi Blockchain Jadi Perhatian

Secara umum, transaksi pada blockchain publik dapat ditelusuri melalui data on-chain. Transparansi tersebut menjadi salah satu karakteristik utama teknologi blockchain, tetapi juga memunculkan kebutuhan terhadap solusi yang dapat melindungi informasi tertentu dalam transaksi.

Salah satu proyek yang mengembangkan pendekatan tersebut adalah Zcash (ZEC). Proyek ini memanfaatkan teknologi zero-knowledge proof untuk memungkinkan transaksi terlindungi, sehingga informasi transaksi tertentu dapat dirahasiakan sesuai mekanisme yang digunakan.

Sementara itu, NEAR Protocol (NEAR) mengembangkan pendekatan berbeda melalui teknologi yang memanfaatkan lingkungan eksekusi tepercaya berbasis perangkat keras untuk mendukung komputasi yang menjaga privasi.

Kedua pendekatan tersebut menunjukkan bahwa privasi dalam ekosistem blockchain dapat dikembangkan melalui mekanisme teknologi yang berbeda. Namun, penerapannya tetap bergantung pada desain sistem, tingkat keamanan, serta kebutuhan pengguna.

Berdasarkan materi FLOQ Market Outlook Part 03, kapitalisasi pasar kategori privacy coin mencapai sekitar US$33,3 miliar pada awal Oktober 2026. Angka tersebut menggambarkan besarnya kategori aset yang dikaitkan dengan teknologi privasi, meskipun cakupan aset yang dihitung dapat berbeda menurut penyedia data.

Di sisi lain, privasi transaksi masih menghadapi tantangan regulasi. Upaya menjaga kerahasiaan data perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan pencegahan pencucian uang dan identifikasi pengguna apabila diwajibkan.

Volume Perpetual DEX Capai US$600 Miliar

Selain teknologi privasi, persaingan bursa terdesentralisasi juga menjadi bagian penting dari perkembangan perdagangan on-chain.

Dilaporkan CoinMarketCap, DEX memungkinkan pengguna memperdagangkan aset digital melalui mekanisme berbasis blockchain tanpa mengandalkan model operasional bursa terpusat sepenuhnya. Aktivitasnya mencakup perdagangan spot hingga produk derivatif.

Salah satu segmen yang berkembang adalah Perpetual DEX, yaitu platform perdagangan kontrak derivatif yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Produk ini memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga aset, tetapi juga membawa risiko lebih tinggi, khususnya ketika menggunakan leverage.

Dalam materi FLOQ Market Outlook Part 03, volume perdagangan Perpetual DEX tercatat mencapai sekitar US$600 miliar dalam periode 30 hari per 5 Oktober 2026.

Besarnya volume tersebut menunjukkan skala aktivitas perdagangan pada segmen ini. Namun, volume transaksi perlu dibaca bersama indikator lain, seperti pendapatan platform, jumlah pengguna aktif, likuiditas, serta keberlanjutan aktivitas perdagangan untuk menilai perkembangan sebuah protokol.

Persaingan antarplatform juga menjadi faktor yang patut diperhatikan. Setiap proyek memiliki pendekatan teknologi, strategi menarik pengguna, dan mekanisme token yang berbeda.

HYPE, ASTER, LIT, dan UNI Bersaing di Ekosistem DEX

Sejumlah proyek yang mewakili perkembangan perdagangan terdesentralisasi memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi produk maupun teknologi.

Hyperliquid (HYPE) dikenal melalui platform perdagangan derivatif on-chain. Dalam materi FLOQ Market Outlook Part 03, Hyperliquid disebut menguasai sekitar sepertiga volume perdagangan Perpetual DEX, yang menempatkannya sebagai salah satu pemain utama di segmen tersebut.

Aster (ASTER) juga menjadi salah satu pesaing di pasar Perpetual DEX. Persaingan di segmen ini membuat aktivitas pengguna, likuiditas, pengalaman perdagangan, serta perkembangan produk menjadi sejumlah aspek yang perlu diamati.

Sementara itu, Lighter (LIT) mengembangkan infrastruktur Perpetual DEX dengan pendekatan teknologi zero-knowledge rollup. Teknologi tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan skalabilitas dan efisiensi pemrosesan transaksi, dengan tetap memperhatikan karakteristik keamanan sistem yang digunakan.

Berbeda dari ketiga proyek tersebut, Uniswap (UNI) dikenal sebagai salah satu protokol utama untuk perdagangan spot terdesentralisasi. Protokol ini menggunakan mekanisme automated market maker (AMM) yang memungkinkan perdagangan melalui kumpulan likuiditas, alih-alih mengandalkan sistem pencocokan pesanan konvensional.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem DEX tidak bergerak dalam satu model bisnis yang seragam. Perpetual DEX berfokus pada perdagangan derivatif, sedangkan protokol seperti Uniswap berperan penting dalam perdagangan spot on-chain.

Karena itu, perbandingan antartoken tidak cukup hanya mengandalkan volume transaksi atau popularitas proyek. Struktur biaya, pendapatan protokol, utilitas token, distribusi kepemilikan, dan jadwal pelepasan token (token unlock) juga dapat memengaruhi dinamika masing-masing aset.

Teknologi Berkembang, Risiko Tetap Perlu Diperhatikan

Meningkatnya perhatian terhadap privasi blockchain dan DEX membuka ruang bagi inovasi dalam ekosistem Web3. Meski demikian, perkembangan kedua sektor ini tetap memiliki risiko yang perlu dipahami.

Pada sektor privasi, tantangan mencakup keamanan teknologi, perlindungan data, dan kepatuhan terhadap regulasi. Sementara itu, pada sektor DEX, perubahan volume transaksi, pendapatan platform, likuiditas, serta distribusi dan pelepasan token dapat memengaruhi perkembangan protokol maupun dinamika aset terkait.

Risiko menjadi lebih tinggi pada perdagangan perpetual yang menggunakan leverage. Pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi pengguna dapat memicu likuidasi dan menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat.

Dengan demikian, teknologi privasi dan persaingan DEX layak dipantau sebagai bagian dari perkembangan Web3 menjelang akhir 2026. Namun, pertumbuhan sektor tidak otomatis menjamin kenaikan harga token, sehingga pemahaman terhadap teknologi, fundamental proyek, dan risiko pasar tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan.

FLOQ Market Outlook Part 03 merupakan bagian dari rangkaian edukasi mengenai perkembangan industri aset kripto dan Web3. Pembahasan ini ditujukan untuk membantu pembaca memahami tren pasar, bukan sebagai ajakan atau rekomendasi investasi.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Nilai Tokenisasi RWA Tembus US$38,75 Miliar, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device