Pemanfaatan teknologi blockchain di sektor keuangan terus berkembang, tidak hanya untuk memperdagangkan Bitcoin dan aset kripto lainnya, tetapi juga untuk mendukung tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) hingga pengembangan sistem pembayaran lintas negara.
Dua perkembangan tersebut menjadi bagian dari pembahasan FLOQ Market Outlook Part 02 bertajuk “RWA dan Masa Depan Transaksi Bank”. Materi edukasi ini mengulas bagaimana blockchain berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem digital, sekaligus menyoroti sejumlah aset kripto yang berperan dalam perkembangan tersebut.
Tokenisasi RWA Capai US$38,75 Miliar
Salah satu tren yang menjadi perhatian adalah tokenisasi RWA, yaitu proses merepresentasikan aset dunia nyata dalam bentuk token digital di jaringan blockchain.
Aset yang dapat ditokenisasi mencakup saham, obligasi pemerintah, produk dana investasi, hingga kredit institusional. Melalui pendekatan ini, instrumen keuangan tradisional dapat terhubung dengan infrastruktur blockchain, meskipun mekanisme akses, hak kepemilikan, dan risiko setiap produk dapat berbeda.
Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai aset RWA terdistribusi yang ditokenisasi mencapai sekitar US$38,75 miliar per 5 Oktober 2026.
Perkembangan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pemanfaatan blockchain di luar perdagangan aset kripto. Meski demikian, tokenisasi tidak serta-merta memberikan hak kepemilikan yang sama seperti kepemilikan aset secara langsung. Investor perlu memahami struktur hukum, mekanisme penebusan, serta risiko yang melekat pada setiap produk.

Dalam ekosistem ini, ONDO dan LINK memiliki peran yang berbeda.
ONDO berkaitan dengan pengembangan produk dan ekosistem keuangan berbasis tokenisasi, sedangkan Chainlink (LINK) menyediakan infrastruktur oracle yang menghubungkan data dari luar blockchain dengan aplikasi on-chain serta mendukung konektivitas antarjaringan.
Selain itu, SYRUP juga dapat dicermati dalam pembahasan aset keuangan berbasis blockchain, khususnya yang berkaitan dengan ekosistem kredit dan pinjaman institusional. Ketiganya memiliki model bisnis dan fungsi token yang berbeda sehingga tidak dapat dinilai hanya berdasarkan pertumbuhan sektor RWA secara keseluruhan.
Bank Mulai Menguji Infrastruktur Pembayaran Berbasis Blockchain
Selain tokenisasi aset, pemanfaatan blockchain juga berkembang dalam sistem pembayaran, termasuk untuk transfer uang lintas negara.
Infrastruktur berbasis blockchain berpotensi mendukung proses pemindahan nilai yang lebih terintegrasi. Namun, penerapannya tetap bergantung pada aspek teknis, kepatuhan regulasi, interoperabilitas, serta kesiapan lembaga keuangan yang menggunakannya.
Salah satu proyek yang disoroti dalam materi FLOQ adalah Quant (QNT). Teknologi Quant digunakan dalam uji coba transaksi yang melibatkan tujuh bank di Inggris. Di Amerika Serikat, The Clearing House juga memilih Quant sebagai penyedia teknologi untuk pengembangan jaringan yang ditargetkan beroperasi pada 2027.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana infrastruktur blockchain mulai dieksplorasi untuk kebutuhan lembaga keuangan. Meski demikian, uji coba dan pemilihan penyedia teknologi belum dapat diartikan sebagai adopsi secara luas ataupun bukti bahwa seluruh transaksi bank akan berpindah ke blockchain.
Dampak komersial dari pengembangan infrastruktur tersebut juga perlu dicermati lebih lanjut, termasuk bagaimana penggunaannya dapat memengaruhi permintaan terhadap token yang berkaitan dengan proyek tersebut.
XRP dan XLM Ikut dalam Ekosistem Pembayaran Digital
Selain QNT, XRP dan XLM menjadi dua aset kripto yang relevan untuk dicermati dalam pembahasan pembayaran berbasis blockchain.
XRP merupakan aset digital dalam ekosistem Ripple yang digunakan dalam sejumlah solusi likuiditas untuk pembayaran lintas negara. Sementara itu, Stellar (XLM) mendukung transfer aset digital dan stablecoin, termasuk berbagai inisiatif yang berkaitan dengan remitansi.
Ketiga aset tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendukung perkembangan infrastruktur pembayaran digital. QNT berfokus pada konektivitas dan interoperabilitas sistem, sedangkan XRP dan XLM memiliki keterkaitan dengan ekosistem transfer nilai berbasis blockchain.
Perlu dipahami bahwa penggunaan jaringan atau teknologi tertentu tidak selalu berarti token terkait wajib digunakan dalam setiap transaksi. Dampaknya terhadap permintaan token bergantung pada desain produk, model bisnis, serta tingkat penggunaan aktual.
Adopsi Blockchain Belum Tentu Mendorong Harga Token
Perkembangan RWA dan pembayaran lintas negara membuka peluang bagi pemanfaatan blockchain di sektor keuangan tradisional. Namun, pertumbuhan sektor tersebut tidak otomatis membuat seluruh aset kripto yang terkait mengalami kenaikan harga.
Investor perlu memperhatikan beberapa faktor, mulai dari perkembangan penggunaan produk, model utilitas token, pertumbuhan permintaan, persaingan teknologi, hingga risiko regulasi dan pasar.

Untuk sektor RWA, perhatian dapat diarahkan pada bagaimana tokenisasi memberikan akses terhadap instrumen keuangan serta bagaimana hak investor dilindungi. Sementara itu, pada sektor pembayaran lintas negara, hal yang penting untuk dipantau adalah perkembangan implementasi teknologi dan sejauh mana penggunaannya menciptakan kebutuhan terhadap token terkait.
Melalui FLOQ Market Outlook Part 02, FLOQ mengajak masyarakat memahami perkembangan blockchain secara lebih luas, termasuk peluang dan tantangan ketika teknologi tersebut mulai terhubung dengan sistem keuangan tradisional.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Naik 42,7% di Q3 2026, tapi Kenapa Bull Market Belum Terbukti?




