PJP QRIS: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Finansial

03 Sep 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

QRIS sekarang ada di mana-mana.

Di warung makan.
Kafe.
Minimarket.
Toko online.
Bahkan pedagang kaki lima.

Kamu cukup scan satu kode QR, masukkan nominal, lalu bayar dari aplikasi pembayaran yang kamu punya. Tapi pernah kepikiran siapa yang sebenarnya memproses transaksi tersebut?

Di balik pembayaran QRIS, ada berbagai pihak yang bekerja di belakang layar. Salah satunya adalah Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).

Istilah PJP QRIS sering muncul ketika membahas pembayaran digital. Perannya cukup penting karena PJP menjadi salah satu pihak yang memfasilitasi transaksi pembayaran menggunakan QRIS.

Lalu, apa sebenarnya PJP QRIS? Apa saja jenisnya? Bagaimana cara kerjanya? Dan apa hubungannya dengan merchant serta pengguna QRIS? Yuk, bahas satu per satu.

Apa Itu PJP QRIS?

PJP adalah singkatan dari Penyedia Jasa Pembayaran.

Menurut Bank Indonesia, PJP merupakan bank atau lembaga selain bank yang menyediakan jasa untuk memfasilitasi transaksi pembayaran kepada pengguna jasa. Aktivitas PJP mencakup penyediaan informasi sumber dana, payment initiation dan/atau acquiring services, penatausahaan sumber dana, serta layanan remitansi.

Sementara itu, QRIS adalah standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. Semua PJP yang menggunakan QR Code pembayaran wajib menerapkan standar QRIS.

Jadi, PJP QRIS adalah PJP yang menjalankan aktivitas pembayaran menggunakan standar QRIS sesuai ketentuan Bank Indonesia.

PJP bisa berperan dari sisi pengguna maupun merchant, tergantung aktivitas dan izin yang dimilikinya. Hal penting yang perlu dipahami adalah QRIS bukan sebuah aplikasi pembayaran.

QRIS merupakan standar nasional untuk QR Code pembayaran. Karena itu, satu kode QRIS bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Kenapa PJP Dibutuhkan dalam QRIS?

Bayangkan kamu membeli kopi seharga Rp25.000. Merchant menampilkan QRIS. Kamu kemudian membuka aplikasi pembayaran dan melakukan scan. Setelah memasukkan nominal dan PIN, transaksi berhasil.

Kelihatannya sederhana. Padahal ada proses yang terjadi di belakang layar. Transaksi perlu diinisiasi. Sistem perlu melakukan otorisasi. Informasi transaksi perlu diproses. Dana kemudian perlu diselesaikan kepada pihak yang berhak.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa pemrosesan transaksi pembayaran mencakup tahapan seperti pratransaksi, inisiasi, otorisasi, kliring, penyelesaian akhir, dan pascatransaksi.

Di sinilah peran penyelenggara sistem pembayaran menjadi penting. PJP membantu menyediakan layanan yang memungkinkan transaksi pembayaran tersebut berlangsung sesuai aktivitas dan izin yang dimilikinya.

Jenis PJP QRIS

PJP tidak hanya memiliki satu jenis aktivitas. Dalam aturan Bank Indonesia, aktivitas PJP mencakup beberapa layanan utama. Di antaranya adalah penyediaan informasi sumber dana, payment initiation dan/atau acquiring services, penatausahaan sumber dana, serta layanan remitansi.

Untuk konteks QRIS, aktivitas yang sering ditemui berkaitan dengan penerbit dan acquirer.

1. PJP sebagai Penerbit

Penerbit atau issuer merupakan pihak yang menyediakan instrumen pembayaran atau sumber dana bagi pengguna. Contohnya bisa berupa bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan seseorang untuk melakukan pembayaran.

Misalnya kamu membuka aplikasi pembayaran. Kamu scan QRIS milik merchant. Saldo atau sumber dana yang kamu gunakan untuk membayar berasal dari layanan yang disediakan penerbit tersebut.

Karena itu, PJP dari sisi penerbit membantu pengguna melakukan pembayaran menggunakan instrumen yang tersedia.

2. PJP sebagai Acquirer

Acquirer memiliki peran yang berbeda. Dalam ketentuan Bank Indonesia, acquirer merupakan PJP yang menyelenggarakan aktivitas payment initiation dan/atau acquiring services.

Dalam konteks QRIS, acquirer berhubungan dengan merchant yang menerima pembayaran. Sederhananya, merchant membutuhkan pihak yang membantu menyediakan layanan penerimaan pembayaran QRIS.

PJP acquirer menjadi salah satu pihak yang menghubungkan merchant dengan ekosistem pembayaran QRIS. Karena itu, ketika sebuah toko memiliki QRIS, ada proses akuisisi merchant dan pemrosesan transaksi yang berlangsung melalui pihak yang berwenang.

3. PJP Bank

Bank juga bisa menjadi PJP. Bank yang memperoleh izin dari Bank Indonesia dapat menjalankan aktivitas PJP sesuai izin yang dimilikinya.

Bagi pengguna, bentuknya bisa terlihat sederhana. Kamu menggunakan aplikasi mobile banking. Kamu scan QRIS. Pembayaran berhasil. Namun, di belakangnya terdapat sistem pembayaran yang memproses transaksi tersebut.

4. PJP Lembaga Selain Bank

PJP tidak hanya berasal dari bank. Lembaga selain bank juga dapat menjadi PJP sepanjang memenuhi persyaratan dan memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Bank Indonesia menetapkan bahwa pihak yang bertindak sebagai PJP harus memperoleh izin terlebih dahulu. Persyaratan perizinannya mencakup aspek kelembagaan, permodalan dan keuangan, manajemen risiko, serta kapabilitas sistem informasi.

Jadi, jangan menganggap semua perusahaan pembayaran otomatis merupakan PJP. Status PJP berkaitan dengan izin dan aktivitas yang diberikan oleh regulator.

Cara Kerja PJP QRIS

Bagaimana sebenarnya transaksi QRIS berjalan? Kita gunakan contoh sederhana. Kamu membeli makanan seharga Rp50.000. Merchant menampilkan QRIS.

Langkah 1: Merchant menampilkan QRIS

Merchant memiliki QRIS yang diperoleh melalui pihak yang menyediakan layanan penerimaan pembayaran. QRIS tersebut dapat berbentuk QRIS statis maupun dinamis.

Pada QRIS statis, merchant biasanya cukup memajang kode QR. Kamu kemudian scan dan memasukkan nominal pembayaran sendiri.

Pada QRIS dinamis, nominal pembayaran sudah dimasukkan terlebih dahulu oleh merchant. Kode QR kemudian ditampilkan melalui perangkat seperti smartphone atau EDC.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS mendukung dua model penggunaan QR Code, yaitu Merchant Presented Mode atau MPM dan Customer Presented Mode atau CPM.

Langkah 2: Kamu melakukan scan

Kamu membuka aplikasi pembayaran. Kemudian scan QRIS merchant. Aplikasi membaca informasi yang ada pada QR Code tersebut.

Langkah 3: Kamu memasukkan atau mengonfirmasi nominal

Jika menggunakan QRIS statis, kamu memasukkan nominal pembayaran. Jika menggunakan QRIS dinamis, nominal biasanya sudah tercantum. Kamu kemudian memastikan nama merchant dan nominalnya sudah benar.

Langkah 4: Transaksi diotorisasi

Kamu menekan tombol bayar. Selanjutnya, aplikasi meminta autentikasi seperti PIN atau metode keamanan lainnya. Transaksi kemudian diproses oleh sistem pembayaran.

Langkah 5: Transaksi diselesaikan

Setelah transaksi berhasil, pengguna dan merchant mendapatkan informasi bahwa pembayaran telah dilakukan. Dana kemudian diproses sesuai mekanisme penyelesaian transaksi.

Di sinilah berbagai pihak dalam ekosistem pembayaran bekerja. Menurut Bank Indonesia, pihak dalam pemrosesan transaksi QRIS antara lain PJP, lembaga switching, lembaga standar, dan pengelola National Merchant Repository. PJP yang melakukan pemrosesan QRIS harus memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa Bedanya PJP dengan QRIS?

Ini bagian yang sering bikin bingung. PJP dan QRIS bukan hal yang sama.

QRIS adalah standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Sementara PJP adalah penyedia jasa pembayaran yang memfasilitasi transaksi pembayaran.

Analoginya seperti ini. QRIS adalah standar yang digunakan. PJP adalah salah satu pihak yang menyediakan layanan dalam ekosistem pembayaran tersebut.

Jadi, ketika kamu melihat kode QRIS di sebuah toko, jangan menganggap QRIS sebagai nama perusahaan yang memproses pembayaran. QRIS merupakan standar nasional. PJP merupakan penyelenggara yang menjalankan layanan pembayaran sesuai izin dan aktivitasnya.

Apakah Semua PJP Bisa Menyediakan QRIS?

Tidak otomatis. PJP harus memiliki izin dan aktivitas yang sesuai dengan layanan yang dijalankan.

Bank Indonesia menyebutkan bahwa PJP yang menggunakan QR Code pembayaran wajib menerapkan QRIS. Untuk aktivitas tertentu dalam pemrosesan QRIS, PJP juga wajib memperoleh persetujuan sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Artinya, status PJP saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa suatu perusahaan dapat melakukan seluruh aktivitas terkait QRIS.

Jenis izin dan aktivitas yang dimiliki tetap perlu diperhatikan. Ini penting terutama jika kamu adalah pemilik bisnis yang sedang memilih penyedia layanan pembayaran.

Apa Keuntungan QRIS bagi Merchant?

QRIS memberikan kemudahan besar bagi merchant. Salah satu manfaat utamanya adalah merchant tidak perlu menyediakan banyak QR berbeda untuk berbagai aplikasi pembayaran.

Satu QRIS dapat menerima pembayaran dari berbagai instrumen pembayaran yang mendukung QRIS. Bagi UMKM, hal ini cukup praktis. Merchant bisa menerima pembayaran digital tanpa harus meminta pelanggan menggunakan aplikasi tertentu.

Dari sisi pelanggan juga lebih sederhana. Kamu bisa menggunakan aplikasi pembayaran yang biasa digunakan.

Apakah PJP QRIS Aman?

PJP QRIS berada dalam ekosistem sistem pembayaran yang diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia juga menyebutkan bahwa PJP QRIS memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Namun, keamanan transaksi tetap membutuhkan kehati-hatian dari pengguna. Jangan hanya melihat logo QRIS. Sebelum membayar, periksa kembali nama merchant dan nominal transaksi.

Jangan memberikan PIN, password, OTP, atau kode keamanan kepada siapa pun. Jika menemukan QRIS yang terlihat mencurigakan, jangan lanjutkan transaksi.

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Memilih PJP untuk Bisnis?

Kalau kamu pemilik usaha dan ingin menerima pembayaran QRIS, jangan hanya melihat siapa yang menawarkan pendaftaran paling cepat. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Cek legalitas dan izin

Pastikan penyedia layanan merupakan pihak yang memiliki status dan izin yang sesuai dari Bank Indonesia. Ini menjadi langkah dasar sebelum menggunakan layanan pembayaran.

Perhatikan biaya

Pahami biaya yang berlaku untuk transaksi. Jangan hanya melihat biaya pendaftaran. Periksa juga biaya transaksi atau ketentuan lain yang mungkin berlaku.

Cek proses pencairan dana

Cari tahu kapan dana hasil transaksi bisa masuk ke rekening atau saldo merchant. Hal ini penting untuk mengatur arus kas bisnis.

Perhatikan fitur laporan transaksi

Laporan transaksi yang jelas bisa membantu kamu melakukan rekonsiliasi. Terutama jika transaksi bisnis sudah cukup banyak.

Pastikan dukungan pelanggan tersedia

Gangguan transaksi bisa terjadi kapan saja. Karena itu, layanan bantuan yang responsif juga penting.

Apakah PJP QRIS Sama dengan Merchant Aggregator?

Tidak selalu. Merchant aggregator adalah pihak selain PJP yang melakukan akuisisi merchant dan meneruskan dana hasil transaksi QRIS kepada merchant melalui kerja sama dengan PJP. Definisi ini tercantum dalam ketentuan Bank Indonesia terkait implementasi QRIS.

Jadi, merchant aggregator dan PJP memiliki posisi yang berbeda. Merchant aggregator dapat membantu proses akuisisi merchant. Sementara PJP menjalankan aktivitas jasa pembayaran sesuai izin yang diberikan.

Karena itu, penting untuk memahami siapa pihak yang sebenarnya menyediakan layanan dan bagaimana hubungan antar pihak dalam proses pembayaran.

Batas Transaksi QRIS

Ada juga hal teknis yang perlu diketahui pengguna. Bank Indonesia menetapkan nominal transaksi QRIS paling banyak Rp10 juta per transaksi. Penerbit juga dapat menetapkan batas kumulatif harian atau bulanan berdasarkan manajemen risiko.

Artinya, transaksi QRIS tidak selalu bisa digunakan tanpa batas nominal. Untuk kebutuhan transaksi dengan nilai besar, pengguna perlu memperhatikan kebijakan penyedia layanan pembayaran yang digunakan.

Kenapa PJP QRIS Penting untuk Ekonomi Digital?

Pembayaran digital bukan lagi sekadar tren. Masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi tanpa uang tunai. UMKM juga semakin membutuhkan metode pembayaran yang praktis.

Dalam kondisi seperti ini, keberadaan PJP menjadi penting. PJP membantu menyediakan layanan pembayaran yang memungkinkan transaksi digital berlangsung.

Sementara QRIS memberikan standar yang membuat pembayaran berbasis QR menjadi lebih terintegrasi. Keduanya membantu membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih sederhana. Terutama bagi UMKM.

Dengan satu QRIS, merchant bisa menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung standar tersebut. Ini membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis bagi penjual maupun pembeli.

PJP QRIS dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebenarnya kamu mungkin sudah menggunakan layanan yang melibatkan PJP QRIS setiap hari. Misalnya saat membeli kopi. Bayar makanan di restoran. Membayar parkir. Belanja di toko. Atau melakukan transaksi di UMKM. Kamu mungkin hanya melihat satu hal. Scan QR. Klik bayar. Selesai.

Namun, transaksi tersebut melibatkan sistem pembayaran yang cukup kompleks. Ada pengguna. Ada merchant. Ada PJP. Ada lembaga switching. Ada standar QRIS. Ada proses otorisasi. Ada proses penyelesaian transaksi. Semua bekerja agar pembayaran bisa berlangsung dengan cepat dan aman.

Kesimpulan

PJP QRIS adalah Penyedia Jasa Pembayaran yang menjalankan aktivitas pembayaran menggunakan standar QRIS sesuai ketentuan Bank Indonesia.

PJP dapat berupa bank maupun lembaga selain bank. Dalam ekosistem QRIS, PJP dapat menjalankan peran berbeda. Misalnya sebagai penerbit atau acquirer, sesuai aktivitas dan izin yang dimilikinya.

Sementara QRIS sendiri merupakan standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Jadi, jangan menyamakan PJP dengan QRIS.

QRIS adalah standarnya. PJP adalah salah satu penyelenggara dalam ekosistem pembayaran. Memahami perbedaan ini penting, terutama jika kamu menggunakan QRIS untuk bisnis atau ingin memahami bagaimana transaksi pembayaran digital bekerja.

Yang tidak kalah penting, selalu cek legalitas dan izin penyedia layanan pembayaran sebelum menggunakannya untuk kebutuhan bisnis.

FAQ Seputar PJP QRIS

Apa itu PJP QRIS?

PJP QRIS adalah Penyedia Jasa Pembayaran yang menjalankan aktivitas pembayaran menggunakan standar QRIS sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Apa kepanjangan PJP?

PJP adalah singkatan dari Penyedia Jasa Pembayaran.

Apa bedanya PJP dengan QRIS?

PJP merupakan penyedia jasa pembayaran. Sementara QRIS adalah standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia.

Apakah PJP QRIS harus mendapat izin?

Ya. Pihak yang bertindak sebagai PJP wajib memperoleh izin dari Bank Indonesia. Aktivitas dan cakupan layanan yang dapat dijalankan mengikuti izin serta ketentuan yang berlaku.

Apakah semua bank merupakan PJP QRIS?

Tidak semua aktivitas bank otomatis berarti bank tersebut menjalankan seluruh aktivitas PJP QRIS. Status dan aktivitas jasa pembayaran perlu dilihat berdasarkan izin dan ketentuan Bank Indonesia.

Apakah QRIS hanya bisa digunakan dengan satu aplikasi pembayaran?

Tidak. Salah satu tujuan QRIS adalah memungkinkan satu QR Code digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi atau instrumen pembayaran yang mendukung QRIS.

Berapa batas maksimal transaksi QRIS?

Bank Indonesia menetapkan batas maksimal Rp10 juta per transaksi. Penerbit dapat menetapkan batas kumulatif harian atau bulanan berdasarkan manajemen risiko.

Apakah QRIS aman digunakan?

QRIS berada dalam ekosistem pembayaran yang diatur Bank Indonesia. Namun, pengguna tetap perlu memastikan nama merchant dan nominal sebelum membayar serta tidak membagikan PIN, OTP, atau informasi keamanan lainnya.

Mau Lebih Bijak Mengelola Keuangan Digital?

Memahami sistem pembayaran adalah salah satu bagian dari literasi finansial. Namun, literasi finansial bukan hanya soal pembayaran. Kamu juga perlu memahami cara mengelola uang dan mengenali berbagai instrumen keuangan sebelum mengambil keputusan.

Kalau kamu tertarik mempelajari aset digital, kamu bisa mulai dengan memahami produknya, risikonya, dan cara kerjanya terlebih dahulu. Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Cara Membuat QRIS untuk Pemula: Panduan Lengkap 2026

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device