Cara Membuat QRIS untuk Pemula: Panduan Lengkap 2026

Tips & Trick

27 Aug 2026

6 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Pernah melihat kode QR di kasir dan tinggal scan untuk membayar? Besar kemungkinan kamu sedang melihat QRIS.

QRIS kini banyak digunakan oleh toko, restoran, kedai, penyedia jasa, hingga penjual online. Bagi pemilik usaha, QRIS bisa membuat proses menerima pembayaran menjadi lebih praktis.

Pembeli cukup scan satu kode QR. Setelah itu, pembayaran bisa dilakukan melalui aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Tapi, bagaimana kalau kamu ingin punya QRIS sendiri?

Tenang. Cara membuat QRIS sebenarnya cukup mudah. Kamu hanya perlu memilih penyedia jasa pembayaran atau PJP QRIS resmi, menyiapkan data yang diperlukan, lalu mengikuti proses pendaftaran.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara bikin QRIS, mulai dari pengertian, syarat, proses pendaftaran, biaya, sampai cara mengecek apakah QRIS sudah aktif.

Apa Itu QRIS?

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sederhananya, QRIS merupakan standar kode QR pembayaran yang digunakan di Indonesia.

Dengan QRIS, merchant tidak harus menyediakan banyak kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran. Satu QRIS dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung QRIS.

Misalnya, pelanggan ingin membayar menggunakan mobile banking. Pelanggan lain menggunakan dompet digital. Selama layanan tersebut mendukung QRIS, mereka bisa melakukan pembayaran ke merchant melalui kode QR yang sama.

Inilah salah satu alasan QRIS banyak digunakan oleh pelaku usaha.

Kenapa Banyak Bisnis Menggunakan QRIS?

Ada beberapa alasan QRIS semakin populer.

Pertama, pembayaran menjadi lebih praktis. Penjual tidak perlu repot menyediakan banyak pilihan pembayaran secara terpisah. Cukup menyediakan satu kode QRIS.

Kedua, pelanggan punya lebih banyak pilihan. Mereka bisa membayar menggunakan layanan pembayaran yang biasa digunakan.

Ketiga, QRIS dapat membantu mengurangi kebutuhan transaksi menggunakan uang tunai. Ini tentu bisa membuat proses pembayaran lebih cepat. Terutama ketika bisnis sedang ramai.

QRIS juga dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha. Mulai dari toko fisik, warung, restoran, hingga usaha jasa.

Siapa yang Bisa Membuat QRIS?

Pada dasarnya, QRIS ditujukan untuk merchant atau pihak yang menerima pembayaran. Artinya, kamu bisa mengajukan QRIS jika memiliki usaha atau aktivitas bisnis yang membutuhkan fasilitas pembayaran.

Jenis usahanya juga beragam. Contohnya:

  • Warung dan toko kelontong.
  • Restoran dan kedai.
  • Penjual makanan rumahan.
  • Usaha jasa.
  • Toko online.
  • Pedagang di bazar atau event.
  • Pelaku UMKM.
  • Penyedia layanan profesional.

Jadi, jangan berpikir bahwa QRIS hanya untuk perusahaan besar. Pelaku usaha kecil juga bisa memanfaatkannya.

Syarat Membuat QRIS

Sebelum melakukan daftar QRIS, kamu perlu menyiapkan beberapa data. Persyaratan dapat berbeda tergantung PJP yang kamu pilih. Namun, secara umum kamu akan diminta menyiapkan identitas dan informasi usaha.

Beberapa data yang biasanya diperlukan antara lain:

  • Identitas pemilik atau penanggung jawab.
  • Nomor telepon dan email aktif.
  • Informasi mengenai usaha.
  • Dokumen legalitas usaha jika diperlukan.
  • Data rekening atau rekening pencairan dana.
  • Foto atau dokumen pendukung lainnya.

Untuk badan usaha, dokumen yang dibutuhkan dapat lebih banyak. Karena itu, sebaiknya cek persyaratan dari PJP yang kamu pilih sebelum melakukan pendaftaran.

Cara Membuat QRIS Langkah demi Langkah

Nah, sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Bagaimana cara buat QRIS? Berikut gambaran prosesnya.

1. Pilih PJP QRIS Resmi

Langkah pertama adalah memilih penyedia jasa pembayaran atau PJP yang menyediakan layanan QRIS. Pilih PJP QRIS yang resmi dan telah mendapatkan izin dan persetujuan dari Bank Indonesia. PJP tersebut dapat berupa bank maupun lembaga selain bank.

Beberapa nama yang sudah mendukung ekosistem QRIS antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, DANA, GoPay, ShopeePay, dan lainnya. Ketersediaan layanan pendaftaran QRIS merchant dapat berbeda di setiap PJP, jadi pastikan mengecek layanan dan ketentuan terbaru sebelum mendaftar.

2. Daftar sebagai Merchant

Setelah memilih PJP, lakukan pendaftaran sebagai merchant. Biasanya proses pendaftaran dilakukan melalui website atau aplikasi PJP. Kamu akan diminta mengisi informasi mengenai identitas dan usaha. Pastikan semua data yang diberikan benar. Kesalahan data bisa membuat proses verifikasi menjadi lebih lama.

3. Lengkapi Dokumen

Selanjutnya, unggah dokumen yang diminta. Dokumen dapat berbeda berdasarkan jenis usaha dan kategori merchant. Pastikan foto atau scan dokumen terlihat jelas. Hindari mengunggah dokumen yang buram atau terpotong.

4. Tunggu Proses Verifikasi

Setelah data dikirim, PJP akan melakukan proses verifikasi. Pada tahap ini, data dan dokumen yang kamu berikan akan diperiksa. Jika ada data yang belum sesuai, kamu mungkin diminta melakukan perbaikan. Karena itu, cek kembali email, nomor telepon, atau akun yang digunakan saat pendaftaran.

5. Lakukan Pembayaran Jika Diperlukan

Pada proses tertentu, merchant mungkin perlu menyelesaikan pembayaran sesuai ketentuan PJP. Besaran dan jenis biaya dapat berbeda. Jadi, jangan hanya melihat biaya pendaftaran. Perhatikan juga biaya transaksi dan ketentuan lainnya.

6. QRIS Siap Digunakan

Jika proses verifikasi sudah selesai dan pengajuan disetujui, QRIS merchant akan tersedia. Kamu kemudian dapat menampilkan QRIS tersebut di lokasi usaha atau media yang sesuai. Misalnya di meja kasir, banner, stiker, atau invoice. Sebelum digunakan secara aktif, pastikan nama merchant dan informasi lainnya sudah benar.

Bagaimana Cara Menggunakan QRIS untuk Menerima Pembayaran?

Setelah memiliki QRIS, penggunaannya cukup sederhana. Merchant menampilkan kode QRIS kepada pelanggan. Pelanggan kemudian membuka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Setelah itu, pelanggan melakukan scan terhadap kode tersebut. Masukkan nominal pembayaran jika diperlukan. Lalu, pelanggan mengonfirmasi transaksi. Merchant dapat memastikan pembayaran sudah berhasil sebelum memberikan barang atau menyelesaikan layanan.

Untuk transaksi tertentu, pengecekan notifikasi atau riwayat transaksi juga penting. Jangan hanya mengandalkan bukti screenshot dari pelanggan.

Apa Itu QRIS Statis dan Dinamis?

Saat membahas cara bikin QRIS, kamu mungkin menemukan istilah QRIS statis dan dinamis. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

QRIS statis menggunakan satu kode QR yang dapat digunakan berulang kali. Biasanya pelanggan perlu memasukkan nominal pembayaran sendiri. Jenis ini cukup praktis untuk usaha kecil yang transaksinya sederhana.

Sementara itu, QRIS dinamis dapat dibuat dengan nominal transaksi tertentu. Dengan begitu, nominal pembayaran dapat langsung tercantum dalam kode QR. QRIS dinamis biasanya lebih praktis untuk bisnis dengan jumlah transaksi yang lebih banyak. Pilihan yang cocok tentu bergantung pada kebutuhan bisnis.

Berapa Biaya Membuat QRIS?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah biaya. Apakah buat QRIS gratis? Jawabannya, biaya yang dikenakan dapat bergantung pada ketentuan yang berlaku dan PJP yang digunakan.

Selain biaya tertentu yang mungkin muncul saat proses pendaftaran, merchant juga perlu memahami adanya Merchant Discount Rate (MDR). MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada merchant untuk transaksi QRIS sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.

Besaran MDR tidak selalu sama untuk setiap kategori transaksi. Karena itu, jangan hanya mencari informasi mengenai biaya pendaftaran. Pahami juga biaya transaksi dan ketentuan pencairan dana sebelum memilih PJP.

Apakah QRIS Bisa Digunakan untuk Bisnis Online?

Bisa. QRIS tidak hanya digunakan oleh toko fisik. Pelaku bisnis online juga dapat memanfaatkannya untuk menerima pembayaran. Misalnya, kamu menjual produk melalui media sosial atau platform komunikasi. QRIS dapat diberikan kepada pelanggan sebagai salah satu pilihan pembayaran.

Namun, pastikan QRIS yang digunakan memang terdaftar atas nama merchant yang benar. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memudahkan pencatatan transaksi.

Tips Sebelum Membuat QRIS

Sebelum melakukan pendaftaran, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

Pastikan PJP Resmi

Ini adalah hal pertama yang perlu dicek. Jangan tergoda dengan layanan yang menawarkan proses terlalu mudah tetapi tidak jelas legalitasnya.

Gunakan Data yang Benar

Masukkan nama, nomor telepon, rekening, dan informasi usaha sesuai dokumen. Data yang tidak sesuai dapat menghambat proses verifikasi.

Pahami Biaya

Cari tahu biaya yang berlaku sebelum mendaftar. Perhatikan bukan hanya biaya pembuatan, tetapi juga biaya transaksi dan ketentuan pencairan.

Cek Nama Merchant

Setelah QRIS aktif, cek kembali nama merchant. Pastikan nama yang muncul sesuai dengan bisnis kamu.

Jangan Sembarangan Membagikan Data

Hindari memberikan data login, OTP, PIN, atau informasi sensitif kepada pihak lain. Pihak yang tidak bertanggung jawab dapat menggunakan informasi tersebut untuk melakukan penipuan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat QRIS

Meskipun prosesnya cukup sederhana, masih ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan. Salah satunya adalah memilih penyedia layanan tanpa mengecek legalitasnya.

Kesalahan lain adalah menggunakan data yang tidak sesuai. Ada juga merchant yang langsung mencetak QRIS tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Padahal, memastikan QRIS sudah aktif dan informasi merchant sudah benar merupakan langkah penting.

Selain itu, jangan lupa melakukan rekonsiliasi transaksi. Catat pembayaran yang masuk dan cocokkan dengan laporan transaksi secara berkala. Cara ini membantu kamu mengetahui kondisi keuangan bisnis dengan lebih jelas.

FAQ: Pertanyaan Seputar Cara Membuat QRIS

Apakah membuat QRIS wajib punya usaha?

QRIS pada dasarnya ditujukan untuk merchant yang menerima pembayaran. Karena itu, kamu perlu memenuhi ketentuan pendaftaran merchant dari PJP yang dipilih.

Berapa lama proses daftar QRIS?

Durasi proses dapat berbeda tergantung PJP, kelengkapan data, dan proses verifikasi. Semakin lengkap data yang diberikan, semakin kecil kemungkinan proses tertunda karena perbaikan dokumen.

Apakah satu usaha bisa memiliki QRIS?

Bisa, selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Detail jumlah dan pengelolaan QRIS dapat bergantung pada kebutuhan merchant dan kebijakan PJP.

Apakah QRIS bisa digunakan semua bank?

QRIS dirancang sebagai standar pembayaran QR sehingga pelanggan dapat menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Apakah QRIS bisa digunakan untuk menerima pembayaran online?

Bisa. QRIS dapat digunakan sebagai salah satu metode pembayaran untuk bisnis online selama penggunaannya sesuai dengan ketentuan merchant dan PJP.

Apakah QRIS langsung aktif setelah daftar?

Tidak selalu. Umumnya ada proses verifikasi terlebih dahulu. Setelah pengajuan disetujui dan seluruh proses selesai, QRIS dapat digunakan sesuai ketentuan PJP.

Apakah QRIS aman digunakan?

QRIS menggunakan standar pembayaran yang dirancang untuk transaksi digital. Meski begitu, merchant tetap perlu menjaga keamanan akun, PIN, OTP, dan informasi penting lainnya.

Jadi, Bagaimana Cara Membuat QRIS?

Pada dasarnya, cara membuat QRIS tidak serumit yang dibayangkan.

Kamu hanya perlu memilih PJP QRIS resmi, melakukan pendaftaran merchant, melengkapi data dan dokumen, lalu menunggu proses verifikasi. Setelah QRIS aktif, kamu bisa menggunakannya untuk menerima pembayaran dari pelanggan.

Bagi pemilik usaha, QRIS bisa menjadi salah satu cara untuk membuat proses pembayaran lebih praktis. Namun, jangan berhenti di proses pembuatan saja.mPahami juga biaya transaksi, pencairan dana, keamanan akun, serta cara mencatat transaksi.

Dengan begitu, QRIS bukan sekadar alat menerima pembayaran. Kamu juga bisa menggunakannya sebagai bagian dari pengelolaan bisnis yang lebih rapi.

Selain mengelola pembayaran bisnis, penting juga memahami perkembangan transaksi dan aset digital secara lebih luas. Kalau kamu ingin mulai mengenal aset digital dengan lebih mudah, kamu bisa download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Mengenal Ripple dan RLUSD, Stablecoin Baru untuk Pembayaran Digital

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device