Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyetujui ketentuan etika baru yang dimasukkan dalam teks final CLARITY Act, undang-undang yang menjadi salah satu regulasi kripto paling dinantikan di AS.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari teks final CLARITY Act yang dirilis oleh Senator Partai Republik Cynthia Lummis, John Boozman, dan Tim Scott pada Senin, 14 September 2026.
Lummis mengatakan Trump telah menyetujui sejumlah ketentuan etika baru setelah melalui proses negosiasi bipartisan selama lebih dari satu tahun.
“Presiden Trump secara sukarela menyetujui ketentuan etika baru yang menerapkan salah satu pembatasan etika terketat dalam sejarah AS kepada seluruh pejabat federal terpilih, hakim, dan pasangan mereka,” kata Lummis.
Teks final tersebut akan menjadi dasar menjelang pemungutan suara cloture di Senat AS yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Cloture merupakan mekanisme untuk mengakhiri perdebatan di Senat dan membuka jalan bagi pemungutan suara terhadap sebuah rancangan undang-undang.
Trump Setujui Peran Jaksa Agung Negara Bagian
Selain aturan etika, teks terbaru CLARITY Act juga memuat sejumlah perubahan yang sebelumnya menjadi perhatian Demokrat.
Dikutip Coingape, salah satunya adalah pemberian peran kepada state attorneys general (AG) atau jaksa agung negara bagian dalam penegakan aturan tertentu terkait aset digital.
Perubahan tersebut dinilai menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya mencapai kesepakatan bipartisan. Lummis menyebut Demokrat telah mendapatkan sejumlah tuntutan mereka dalam teks terbaru tersebut.
“Demokrat mendapatkan apa yang mereka inginkan; sekarang mereka harus menerima kesepakatan ini,” ujar Lummis.
CLARITY Act juga memberikan kewenangan baru kepada Menteri Keuangan AS untuk mencegah potensi perpindahan dana deposito dari bank yang berkaitan dengan penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran.
Aturan Stablecoin hingga Blockchain Ikut Diubah
Selain ketentuan etika, teks final CLARITY Act mengubah sejumlah bagian lain, termasuk Blockchain Regulatory Certainty Act (BRCA), stablecoin yield, serta ketentuan yang berkaitan dengan integrasi vertikal.
Pada bagian BRCA, perlindungan yang diberikan dipersempit menjadi terkait Bank Secrecy Act dan penegakan hukum perdata.
Bahasa yang sebelumnya memperluas perlindungan hingga kasus pidana dihapus dari teks, termasuk perlindungan terhadap penuntutan berdasarkan Section 1960.
Sementara itu, aturan mengenai imbal hasil stablecoin atau stablecoin yield kini dilengkapi mekanisme yang disebut sebagai “circuit breaker”.
Mekanisme tersebut memungkinkan regulator federal melakukan intervensi apabila terdapat indikasi perpindahan deposito secara luas dari bank komunitas menuju stablecoin.
Teks terbaru juga memperketat aturan terkait integrasi vertikal, termasuk aktivitas perdagangan oleh afiliasi serta potensi konflik kepentingan yang melibatkan bursa komoditas digital, broker, dan dealer.
CLARITY Act juga memperjelas bahwa undang-undang perlindungan konsumen di tingkat negara bagian tetap berlaku.
Selain itu, perlindungan bagi pengembang tidak dimaksudkan untuk memberikan pengecualian terhadap aturan derivatif maupun memengaruhi pasar prediksi.
CLARITY Act Masuk Tahap Krusial
At every step of the way during the Clarity Act negotiations, the White House and Senate Republicans have been responsive to Democrats’ stated policy objectives.
— Patrick Witt (@patrickjwitt) September 14, 2026
After more than a year’s worth of negotiations, it’s time to pass this bipartisan bill. https://t.co/kyEYwaKQnA
Perkembangan terbaru ini muncul setelah tekanan terhadap Senat AS meningkat menjelang voting 15 September.
Sebelumnya, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menggelar pertemuan dengan anggota Partai Demokrat pada Minggu untuk membahas perkembangan CLARITY Act.
Dorongan terhadap rancangan undang-undang tersebut juga datang dari sejumlah pelaku industri kripto dan sektor keuangan.
Beberapa institusi keuangan besar, termasuk BlackRock, Fidelity, Franklin Templeton, Goldman Sachs, SoFi, dan Charles Schwab, disebut mendukung CLARITY Act.
Sejumlah organisasi penegak hukum AS juga menyatakan dukungannya terhadap rancangan regulasi tersebut.
Penasihat kripto Trump, Patrick Witt, mengatakan Gedung Putih dan Partai Republik di Senat telah merespons berbagai tuntutan Demokrat selama proses negosiasi.
Menurut dia, setelah lebih dari satu tahun pembahasan, CLARITY Act kini saatnya disahkan.
Di tengah perkembangan tersebut, pasar prediksi mulai merespons positif. Peluang CLARITY Act menjadi undang-undang pada 2026 di Polymarket dilaporkan naik menjadi sekitar 34 persen setelah teks final diumumkan dan Trump menyetujui ketentuan etika.
Voting cloture di Senat pada Selasa menjadi tahap penting berikutnya. Hasil voting tersebut akan menentukan apakah CLARITY Act dapat melanjutkan proses legislasi atau kembali menghadapi hambatan politik.
Bagi pasar kripto, perkembangan ini menjadi sorotan karena CLARITY Act berpotensi memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas terkait aset digital di AS sekaligus menentukan pembagian kewenangan regulator terhadap industri kripto.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Analisa Bitcoin Hari Ini (14/9): 15 September Bisa Jadi Penentu, BTC Bidik $80.000





