Harga Ethereum hari ini, Jumat (31/7) kembali berada di zona merah setelah terkoreksi 1,33% dalam 24 jam terakhir ke level US$1.888,01. Pergerakan ETH juga tertinggal dari pasar kripto secara keseluruhan, mencerminkan masih lemahnya minat beli dan belum munculnya katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga.
Pelemahan ini terjadi seiring dengan koreksi pasar yang lebih luas. Bitcoin turun sekitar 0,86%, sementara kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,56%. Kondisi tersebut menunjukkan Ethereum masih bergerak mengikuti sentimen pasar, tanpa kekuatan tersendiri untuk mencatatkan reli.
Selain tekanan dari pasar, menurunnya minat investor institusi turut menjadi faktor yang membebani harga Ethereum.
Arus Keluar ETF Ethereum Tekan Sentimen Investor
Data CoinMarketCap mengungkap salah satu penyebab utama melemahnya ETH berasal dari berkurangnya permintaan institusional. ETF Ethereum spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar US$18,65 juta pada 29 Juli, membalikkan tren masuknya dana yang terjadi sebelumnya.
Kondisi tersebut mengindikasikan investor institusi masih cenderung berhati-hati terhadap Ethereum di tengah ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga masih berada di wilayah negatif, menandakan aliran modal yang masuk ke Ethereum belum cukup kuat untuk mendukung pembalikan tren.
Akibatnya, ETH masih kesulitan menembus area resistance penting di sekitar US$1.950, sehingga peluang kenaikan dalam jangka pendek masih terbatas.
Baca juga: Apa itu Spread dalam Trading? Cari Tahu di Sini Biar Nggak Kaget!
Analisa Harga Ethereum Hari Ini, Waspadai Level US$1.855
Dari sisi teknikal, struktur harga Ethereum masih menunjukkan kecenderungan bearish. Saat ini ETH diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 100 hari dan 200 hari, sementara histogram MACD masih berada di area negatif.
Level yang menjadi perhatian utama investor adalah support US$1.855, yang merupakan titik terendah pada 28 Juli lalu.

Apabila level tersebut mampu bertahan, Ethereum berpotensi bergerak konsolidasi di kisaran US$1.855 hingga US$1.950dalam beberapa hari ke depan.
Namun, jika tekanan jual meningkat dan support tersebut ditembus, harga ETH berisiko melanjutkan penurunan menuju area US$1.820.
Karena itu, pergerakan Bitcoin juga perlu diperhatikan. Jika BTC gagal mempertahankan level US$63.700, tekanan terhadap Ethereum berpotensi semakin besar.
Regulasi AS Berpotensi Jadi Katalis Berikutnya
Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga menantikan perkembangan Clarity Act yang akan dibahas di Senat Amerika Serikat.
Apabila regulasi tersebut mengalami kemajuan dan memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital, sentimen pasar kripto secara keseluruhan, termasuk Ethereum, berpotensi membaik.
Namun hingga saat ini, belum ada katalis kuat yang mampu mengubah tren pelemahan ETH. Selama permintaan institusi masih terbatas dan pasar bergerak defensif, Ethereum diperkirakan masih berada dalam fase sideways hingga bearish.
Pantau Harga Ethereum Secara Real-Time di FLOQ
Pergerakan harga Ethereum dapat berubah dengan cepat mengikuti sentimen global, arus dana institusional, maupun perkembangan regulasi. Karena itu, investor perlu memantau harga secara real-time agar dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih tepat.
Melalui aplikasi FLOQ, kamu dapat memantau harga Ethereum dan lebih dari 100 aset kripto secara langsung, sekaligus membeli dan menjual aset digital dengan mudah.
Jika ingin mulai berinvestasi kripto dengan lebih aman dan nyaman, unduh aplikasi FLOQ melalui Google Play Store atau App Store. Sebagai platform perdagangan aset keuangan digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ memberikan pengalaman investasi yang lebih praktis dan terpercaya.
Baca juga: Pola Candlestick Reversal: Ini Cara Mudah Baca Sinyal Balik Arah




