Harga Bitcoin Hari Ini (7/8) Konsolidasi, BTC Punya Peluang Kembali ke $65.000!

Berita

07 Aug 2026

5 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin hari ini, Jumat (7/8) kembali tertekan setelah BTC gagal menembus level $65.000. Kekhawatiran stagflasi AS dan potensi kenaikan suku bunga The Fed membuat sentimen investor kripto kembali berhati-hati.

Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $64.314,64, turun 0,68% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan ini sejalan dengan pasar kripto secara keseluruhan yang mengalami penurunan kapitalisasi sekitar 0,78%.

Pergerakan Bitcoin juga menunjukkan tekanan setelah sebelumnya sempat menguat dari area $62.400. BTC kembali menguji zona $64.800-$65.000, tetapi belum mampu mencatatkan penutupan kuat di atas level tersebut. Tekanan jual kemudian membawa harga kembali ke sekitar $64.000.

Kondisi tersebut membuat $65.000 menjadi resistance penting, sementara area $63.000 menjadi level support yang perlu dipertahankan investor dalam jangka pendek.

Harga Bitcoin Hari Ini Tertekan Data Ekonomi AS

Dilaporkan Coingape, salah satu faktor utama yang membebani harga Bitcoin hari ini adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat.

Data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi, tetapi pertumbuhan pesanan baru melambat di tengah tingginya biaya input. Kombinasi antara pertumbuhan yang melemah dan tekanan inflasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran stagflasi.

Situasi ini berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset volatil ketika prospek ekonomi dan kebijakan moneter menjadi tidak pasti.

Selain itu, data tenaga kerja AS juga ikut menjadi perhatian pasar. Initial jobless claims untuk pekan yang berakhir 1 Agustus tercatat 199.000, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 204.000. Angka tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif kuat.

Rata-rata klaim pengangguran empat minggu juga turun menjadi 198.750, dari rata-rata revisi sebelumnya sebesar 203.250.

Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.

Bagi Bitcoin, kondisi tersebut menjadi sentimen negatif karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat aset berisiko menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbasis imbal hasil tetap.

Volume Perdagangan Bitcoin Menurun, Sinyal Konsolidasi?

Tekanan pada Bitcoin saat ini juga belum menunjukkan karakteristik aksi jual besar-besaran.

Volume perdagangan spot pasar kripto turun sekitar 15,16% dalam 24 jam, sementara volume Bitcoin sendiri merosot sekitar 19,89%.

Penurunan volume tersebut menunjukkan bahwa pelemahan BTC lebih mencerminkan konsolidasi dengan likuiditas yang relatif tipis daripada aksi capitulation.

Secara teknikal, Bitcoin saat ini bergerak di antara 7-day SMA sekitar $64.279 dan 30-day SMA sekitar $64.497. Sementara itu, indikator RSI berada di area pertengahan 40-an yang menunjukkan momentum masih relatif netral.

Artinya, Bitcoin belum memberikan sinyal bullish maupun bearish yang benar-benar kuat.

Pergerakan volume menjadi penting untuk diperhatikan. Jika BTC mampu menembus $64.500 dengan peningkatan volume, peluang menuju $65.000 akan kembali terbuka.

Sebaliknya, tekanan jual yang membawa BTC di bawah $64.000 dengan volume besar dapat meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut.

Analisa Harga Bitcoin Hari Ini: $63.000 Jadi Penentu

Dalam jangka pendek, area $63.000-$65.000 menjadi range penting untuk harga Bitcoin hari ini.

Jika BTC mampu mempertahankan support $63.000, peluang terjadinya rebound masih terbuka. Target awal berada di sekitar $64.500, sebelum Bitcoin kembali menguji resistance psikologis $65.000.

Penembusan dan penutupan harian di atas $65.000 dapat menjadi sinyal bahwa buyer mulai kembali mengambil kendali. Jika momentum tersebut didukung volume perdagangan yang meningkat, Bitcoin berpotensi melanjutkan pemulihan dari area $62.400.

Namun, skenario sebaliknya perlu diwaspadai.

Jika Bitcoin kehilangan support $63.000, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa BTC menguji area 200-day SMA di sekitar $63.772. Penembusan support tersebut dapat memperbesar risiko Bitcoin bergerak menuju level yang lebih rendah.

Dengan posisi harga saat ini, bias jangka pendek Bitcoin masih cenderung netral hingga bearish selama BTC belum berhasil menembus dan bertahan di atas $65.000.

CLARITY Act Jadi Katalis yang Ditunggu Pasar

Selain data ekonomi dan kebijakan The Fed, pasar kripto juga menantikan perkembangan regulasi di Amerika Serikat, khususnya terkait CLARITY Act.

Perkembangan legislasi tersebut menjadi salah satu katalis yang dapat memengaruhi sentimen institusional terhadap aset kripto. Ketidakpastian mengenai kelanjutan prosesnya masih menjadi salah satu hambatan bagi sentimen pasar.

Jika terdapat perkembangan positif dari CLARITY Act, sentimen terhadap Bitcoin dan aset kripto berpotensi membaik. Sebaliknya, penundaan lebih lanjut dapat memperpanjang fase konsolidasi.

Pasar juga akan mencermati data inflasi AS berikutnya serta komentar pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Bitcoin Hari Ini: Bisa Rebound atau Jatuh ke $63.000?

Dengan kondisi saat ini, pergerakan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi. Penurunan 0,68% belum menunjukkan tekanan jual ekstrem, tetapi kegagalan menembus $65.000 menunjukkan buyer masih menghadapi resistance kuat.

Level $63.000 menjadi support utama yang wajib dipantau, sedangkan $65.000 merupakan resistance kunci untuk mengonfirmasi pemulihan.

Skenario bullish akan semakin kuat jika Bitcoin mampu menembus $65.000 dengan volume tinggi. Sebaliknya, jika BTC jatuh di bawah $63.000, risiko koreksi menuju area support berikutnya akan meningkat.

Untuk saat ini, investor perlu mencermati tiga katalis utama: data ekonomi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, dan perkembangan CLARITY Act.
Dengan belum adanya katalis bullish yang kuat, Bitcoin masih berpotensi bergerak sideways dalam range $63.000-$65.000 sebelum menentukan arah berikutnya.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Storeatau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Harga Cardano Hari Ini (7/8) Naik 6%! Whale Borong 240 Juta ADA

FAQ

Berapa harga Bitcoin hari ini?

 Bitcoin diperdagangkan sekitar $64.314,64 dan turun 0,68% dalam 24 jam.

Apa penyebab harga Bitcoin turun hari ini? 

Pelemahan dipengaruhi kekhawatiran stagflasi, data tenaga kerja AS yang kuat, dan meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Apakah Bitcoin bisa kembali ke $65.000? 

Bisa, selama BTC mampu mempertahankan support $63.000 dan menembus resistance $64.500-$65.000 dengan volume yang meningkat.

Apa yang terjadi jika Bitcoin turun di bawah $63.000? 

Penurunan di bawah $63.000 dapat meningkatkan tekanan jual dan membuka risiko pengujian level support berikutnya, termasuk area 200-day SMA.

Apa level penting Bitcoin hari ini? 

Support utama berada di $63.000, sedangkan resistance penting berada di $65.000.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device