PONS, token native dari launchpad Pons Family di Robinhood Chain, kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatat pemulihan kuat sekaligus mencetak level tertinggi baru.
Pergerakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas ekosistem Robinhood Chain dan perubahan signifikan pada tokenomics PONS. Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 29% dari total pasokan PONS telah dibakar, sementara mekanisme Treasury terus mengakumulasi token melalui sebagian besar pendapatan protokol.
Pons sendiri merupakan launchpad yang memungkinkan pengguna membuat dan memperdagangkan token di Robinhood Chain. Modelnya kerap dibandingkan dengan pump.fun di jaringan Solana, tetapi Pons memiliki mekanisme token yang menghubungkan aktivitas platform dengan permintaan terhadap PONS.
PONS Jadi Salah Satu Pusat Aktivitas Robinhood Chain
Pons dikenal sebagai salah satu launchpad utama di Robinhood Chain. Platform ini memungkinkan pengguna meluncurkan token dan memperdagangkannya sejak awal tanpa mekanisme custody oleh platform.
Pada data sebelumnya, Pons mencatat sekitar 58.000 daily active addresses, lebih tinggi dibandingkan dua launchpad pesaingnya, yakni NOXA sekitar 28.000 dan Flap sekitar 14.600 alamat aktif harian.

Aktivitas tersebut menjadikan Pons salah satu pusat aktivitas spekulatif di ekosistem Robinhood Chain.
Perkembangan Pons juga terjadi bersamaan dengan pertumbuhan aktivitas DEX di jaringan tersebut. Pada 30 Agustus 2026, Robinhood Chain mencatat hari dengan volume DEX terbesar sepanjang sejarahnya.
Kondisi ini menjadi salah satu katalis yang membuat perhatian terhadap proyek-proyek di dalam ekosistem Robinhood Chain kembali meningkat.
29% Supply PONS Sudah Dibakar
Salah satu perubahan terbesar dibandingkan periode awal perdagangan PONS adalah berkurangnya jumlah token yang beredar.
PONS diluncurkan dengan maksimum pasokan 1 miliar token. Namun, mekanisme burn membuat jumlah tersebut terus menyusut.
Pada 11 Agustus 2026, Pons mengonfirmasi bahwa 27% dari total pasokan PONS telah dibakar. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 29% pada 29 Agustus 2026.
Data on-chain menunjukkan sekitar 288 juta PONS berada di burn address. Dengan demikian, pasokan efektif yang tersisa berada di kisaran 712 juta token.
Artinya, hampir sepertiga dari jumlah token yang awalnya tersedia kini telah dikeluarkan secara permanen dari peredaran.
Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dari tokenomics PONS karena jumlah token yang tersedia di pasar dapat terus berkurang seiring berjalannya waktu.

Bagaimana Treasury Pons Bekerja?
Selain burn, PONS memiliki mekanisme Treasury yang menjadi bagian dari model ekonominya.
Berdasarkan materi terbaru Pons, 80% pendapatan dari biaya protokol dialokasikan untuk akumulasi PONS di Treasury.
Sederhananya, ketika semakin banyak token diluncurkan dan diperdagangkan melalui Pons, aktivitas tersebut menghasilkan pendapatan bagi protokol. Sebagian besar pendapatan kemudian digunakan untuk membeli atau mengakumulasi PONS.
Di saat yang sama, mekanisme burn terus mengurangi jumlah token yang tersedia.
Skema tersebut menciptakan sebuah siklus:
Lebih banyak peluncuran token → lebih banyak biaya protokol → 80% pendapatan masuk ke akumulasi PONS → pasokan terus berkurang melalui burn.
Karena itu, pertumbuhan Pons tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengguna, tetapi juga dengan seberapa aktif launchpad tersebut menghasilkan biaya protokol.
Mengapa Harga PONS dan Market Cap Bisa Terlihat Tidak Sinkron?
Perubahan supply juga penting ketika investor melihat kapitalisasi pasar PONS.
Dengan maksimum supply awal sebesar 1 miliar token, harga US$0,40 secara sederhana akan menghasilkan valuasi US$400 juta apabila seluruh token masih tersedia.
Namun, setelah sekitar 29% supply dibakar, jumlah token efektif turun menjadi sekitar 712 juta.
Akibatnya, perhitungan kapitalisasi pasar berdasarkan circulating supply tidak lagi bisa dibandingkan secara langsung dengan kondisi ketika supply masih 1 miliar token.
Sebagai ilustrasi, jika harga PONS berada di kisaran US$0,40, maka kapitalisasi pasar dengan sekitar 712 juta token beredar berada di kisaran US$285 juta.
Hal ini membuat investor perlu memperhatikan circulating supply, bukan hanya harga per token atau maksimum supply ketika membandingkan valuasi PONS.
Pasokan yang terus menyusut juga membuat perhitungan berdasarkan market cap dapat berubah seiring waktu meskipun harga token tidak mengalami perubahan besar.

PONS Kini Diperdagangkan di Lebih Banyak Tempat
Dikutip Airdrop Alert, perkembangan PONS juga terlihat dari bertambahnya akses perdagangan terhadap token tersebut.
Selain perdagangan melalui decentralized exchange di Robinhood Chain, PONS kini memiliki eksposur di sejumlah venue perdagangan, termasuk Hyperliquid dan kontrak perpetual Bybit, berdasarkan pembaruan hingga September 2026.
Perlu dibedakan antara perdagangan token PONS secara spot dan instrumen derivatifnya. Perpetual memungkinkan trader mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki token secara langsung.
Perluasan venue perdagangan tersebut berpotensi membuat PONS mendapatkan akses ke basis trader yang lebih luas, sekaligus meningkatkan eksposur terhadap volatilitas.
Dari Launchpad War hingga Recovery
Perjalanan PONS tidak sepenuhnya mulus.
Pada fase awal perkembangan Robinhood Chain, sejumlah launchpad bersaing memperebutkan pengguna, trader, dan proyek baru. Pons kemudian berkembang menjadi salah satu benchmark launchpad di jaringan tersebut.
Platform ini juga telah meluncurkan versi v2 dan mendapatkan dukungan Binance Wallet melalui program Meme Rush.
Kombinasi antara aktivitas launchpad, mekanisme Treasury, dan burn kemudian menjadi bagian dari narasi yang membedakan PONS dari sekadar token spekulatif.
Meski demikian, kenaikan harga tetap tidak dapat dipisahkan dari kondisi pasar. Token dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil dapat mengalami perubahan harga yang jauh lebih besar dibandingkan aset kripto berkapitalisasi besar.
Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan
Pertumbuhan aktivitas dan mekanisme deflasi tidak menghilangkan risiko PONS.
Pertama, valuasi token masih sangat bergantung pada keberlanjutan aktivitas Pons. Jika jumlah token yang diluncurkan, volume perdagangan, atau pengguna aktif menurun, pendapatan protokol juga dapat terdampak.
Kedua, mekanisme burn memang mengurangi supply, tetapi burn tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga. Harga tetap ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran di pasar.
Ketiga, perdagangan perpetual di venue seperti Hyperliquid dan Bybit dapat meningkatkan likuiditas sekaligus memperbesar volatilitas karena penggunaan leverage.
Keempat, PONS tetap merupakan aset dengan risiko tinggi. Pergerakan harga yang cepat dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian dalam waktu singkat.
Apa Selanjutnya untuk PONS?
PONS kini berada pada fase berbeda dibandingkan ketika pertama kali menarik perhatian pasar.
Pasokannya telah berkurang sekitar 29%, Pons mempertahankan mekanisme Treasury dengan alokasi 80% pendapatan protokol, aktivitas Robinhood Chain terus berkembang, dan akses perdagangan PONS semakin luas.
Namun, indikator yang perlu diperhatikan bukan hanya harga.
Daily active addresses, volume DEX Robinhood Chain, jumlah peluncuran token di Pons, pendapatan protokol, perkembangan burn, serta likuiditas perdagangan PONS menjadi sejumlah data yang dapat memberikan gambaran mengenai apakah pertumbuhan ekosistem benar-benar berlanjut.
Dengan hampir sepertiga supply telah dibakar dan Pons tetap menjadi salah satu launchpad paling aktif di Robinhood Chain, PONS kini memasuki fase baru. Tantangannya adalah mempertahankan aktivitas tersebut setelah momentum dan perhatian pasar terhadap Robinhood ecosystem mulai meningkat.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading PONS, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Market Outlook W3 September 2026: BTC Tertekan, Ada Apa di Balik Koreksi Pasar?






