Harga Bitcoin Hari Ini (30/7) Naik Tipis, The Fed Masih Tahan Suku Bunga

Berita

30 Jul 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin hari ini, Kamis (30/7) berada di level US$64.123,84 atau sekitar Rp1,15 miliar (asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS), naik tipis 0,76% dalam 24 jam terakhir. Meski masih bergerak di zona hijau, pergerakan BTC cenderung terbatas setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai US$1,28 triliun, dengan volume perdagangan harian sebesar US$28,48 miliar. Sementara itu, jumlah Bitcoin yang telah beredar mencapai 20,06 juta BTC.

Keputusan Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75% sebenarnya sudah diperkirakan pelaku pasar. Karena itu, pasar kripto tidak menunjukkan reaksi yang signifikan usai pengumuman tersebut.

Bitcoin Bergerak Terbatas usai Keputusan The Fed

Dilaporkan Crypto News, dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), mayoritas pejabat The Fed memilih mempertahankan suku bunga. Meski demikian, tiga anggota memberikan suara berbeda dengan mengusulkan kenaikan sebesar 25 basis poin.

The Fed menilai aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh solid dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Namun, inflasi dinilai masih berada di atas target 2%, sehingga peluang perubahan kebijakan pada pertemuan September masih terbuka.

Situasi tersebut membuat investor memilih bersikap hati-hati. Alih-alih mendorong reli baru, keputusan The Fed justru membuat Bitcoin tetap bergerak di kisaran US$64.000.

Baca juga: Bukan Lagi Spekulasi, Bitcoin Kini Dilirik Raksasa Keuangan Wall Street

Altcoin Ikut Bergerak Tipis

Tidak hanya Bitcoin, sebagian besar aset kripto utama juga mencatat pergerakan yang relatif terbatas.

Ethereum naik sekitar 0,6% ke kisaran US$1.911, sementara BNB menguat 0,4%, XRP naik 1,3%, Solana bertambah 0,9%, dan Dogecoin naik sekitar 1%.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global hanya meningkat sekitar 0,4% menjadi US$2,27 triliun, menunjukkan bahwa keputusan The Fed telah lebih dulu diantisipasi pasar.

Di sisi lain, Crypto Fear & Greed Index masih berada di angka 29, yang masuk kategori Fear. Kondisi ini mencerminkan bahwa sentimen investor terhadap pasar kripto masih cenderung berhati-hati.

Emas Justru Menguat

Berbeda dengan pasar kripto, aset safe haven justru mengalami kenaikan setelah keputusan The Fed diumumkan.

ETF emas SPDR Gold Shares naik sekitar 1,25%, sedangkan iShares Silver Trust menguat 2,52%. Kenaikan tersebut menunjukkan sebagian investor masih memilih aset defensif di tengah inflasi yang belum sepenuhnya mereda dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, saham-saham yang berkaitan dengan kripto bergerak beragam. Strategy naik sekitar 2%, sedangkan Coinbase dan Robinhood justru mengalami pelemahan. Saham perusahaan penambang Bitcoin seperti MARA Holdings, Riot Platforms, dan CleanSpark bahkan turun sekitar 6%.

Investor Kini Menunggu Dua Katalis Besar

Setelah keputusan suku bunga tidak memberikan dampak besar terhadap harga Bitcoin, perhatian pasar kini beralih ke dua faktor utama.

Pertama adalah data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed pada pertemuan berikutnya.

Kedua adalah pembahasan CLARITY Act, rancangan undang-undang yang bertujuan memberikan kepastian regulasi industri aset kripto di Amerika Serikat. Jika regulasi tersebut mengalami kemajuan, sentimen positif berpotensi kembali masuk ke pasar kripto.

Selama kedua katalis tersebut belum memberikan kepastian, analis memperkirakan harga Bitcoin masih akan bergerak dalam fase konsolidasi di sekitar US$64.000 sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Baca juga: Fenomena Bitcoin: Mengapa Raja Kripto Tetap Bertahan

Apa Artinya bagi Investor Bitcoin?

Bagi investor, kenaikan tipis Bitcoin menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase menunggu kepastian. Keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga memang menghilangkan risiko kenaikan bunga secara langsung, tetapi inflasi yang masih tinggi membuat peluang pengetatan kebijakan pada pertemuan berikutnya tetap terbuka.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada pergerakan harga harian. Memantau perkembangan data ekonomi AS, kebijakan The Fed, serta regulasi kripto seperti CLARITY Act dapat membantu memahami potensi arah Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Harga Bitcoin dan Investasi Lebih Praktis di FLOQ

Di tengah pergerakan pasar yang dipengaruhi berbagai faktor global, seperti kebijakan suku bunga The Fed hingga perkembangan regulasi kripto, memantau harga Bitcoin secara real-time menjadi hal yang penting bagi setiap investor.

FLOQ hadir untuk membantu kamu mengikuti dinamika pasar dengan lebih mudah. Melalui satu aplikasi, kamu bisa melihat pergerakan harga Bitcoin secara langsung, membeli maupun menjual aset kripto kapan saja, serta mendapatkan berbagai artikel dan edukasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan investasi.

Jika ingin mulai berinvestasi kripto dengan lebih aman dan nyaman, unduh aplikasi FLOQ melalui Google Play Store atau App Store. Sebagai platform perdagangan aset keuangan digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ memberikan pengalaman investasi yang lebih praktis dan terpercaya.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device