Bitcoin Turun dari $81.300, Trader Kini Pantau Level $82.830

Berita

26 Aug 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin hari ini, Rabu (26/8) kembali terkoreksi setelah sempat menembus level US$81.000. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC turun 1,73% ke sekitar US$79.091,60, sejalan dengan kapitalisasi pasar kripto global yang ikut melemah sekitar 1,7%.

Koreksi terjadi setelah Bitcoin mencatat reli kuat sepanjang pekan sebelumnya. BTC sempat menyentuh US$81.300 sebelum kembali bergerak di sekitar US$79.000.

Penurunan ini dinilai sebagai aksi ambil untung setelah kenaikan tajam. Bitcoin sebelumnya melonjak lebih dari 23% dalam sepekan dan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam denominasi dolar AS.

Bitcoin Hadapi Resistance $80.000-$83.000

Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan sejumlah tanda pelemahan momentum. Salah satunya terlihat dari munculnya upper wick yang semakin panjang pada sejumlah candle, yang mengindikasikan adanya tekanan jual ketika BTC bergerak mendekati level resistance.

Area US$80.000 hingga US$83.000 juga menjadi zona penting karena terdapat beberapa level resistance yang berdekatan.

Analis Gareth Soloway menilai Bitcoin perlu menembus level US$82.830 untuk memberikan sinyal awal perubahan tren. Level tersebut merupakan swing high sebelumnya.

Bitcoin yang mampu mencatatkan penutupan di atas US$82.830 akan membentuk higher high pertama dalam pola harga saat ini. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi bahwa Bitcoin telah memasuki bull market baru.

Konfirmasi perubahan tren membutuhkan pembentukan higher low berikutnya, sehingga struktur harga berubah dari lower high dan lower low menjadi higher high dan higher low.

Profit Taking dan Likuidasi Tekan BTC

Selain aksi ambil untung, pelemahan Bitcoin juga diperkuat oleh unwinding posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi Bitcoin mencapai sekitar US$127,95 juta, dengan posisi long menyumbang sekitar US$113,62 juta.

Dilaporkan Coinpedia, open interest juga turun sekitar 5,24% dalam periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan adanya proses deleveraging setelah reli tajam.

Dari sisi teknikal, Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 80,3. Level tersebut menunjukkan kondisi overbought dan dapat meningkatkan peluang terjadinya konsolidasi atau koreksi jangka pendek.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga turun sekitar 36%. Penurunan volume bersamaan dengan koreksi harga menunjukkan tekanan jual belum menunjukkan intensitas yang ekstrem.

$78.000 Jadi Level Penting Bitcoin

Perhatian trader kini beralih ke area support sekitar US$78.000, yang berdekatan dengan posisi 50-week Exponential Moving Average (EMA).

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, BTC berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum kembali menguji resistance US$82.700-US$82.830.

Sebaliknya, penurunan yang menembus US$78.000 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$76.000. Support berikutnya berada di sekitar US$73.974 berdasarkan retracement Fibonacci 38,2%.

Soloway juga melihat area US$73.000 dan US$67.000 sebagai zona yang perlu diperhatikan apabila Bitcoin mengalami koreksi lebih dalam setelah berhasil membentuk higher high.

Korelasi Bitcoin dan Emas Menguat

Di tengah pergerakan tersebut, Bitcoin menunjukkan korelasi kuat dengan emas. Korelasi BTC dengan Gold tercatat sekitar 95,6% dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin dan emas saat ini sama-sama dipengaruhi oleh narasi makro, termasuk perhatian investor terhadap inflasi dan potensi pelemahan nilai mata uang.

Arus dana ke ETF Bitcoin spot AS juga menjadi faktor yang masih menopang sentimen. Total inflow tercatat sekitar US$2,26 miliar dalam enam hari terakhir.

Dengan demikian, koreksi Bitcoin saat ini belum serta-merta mengubah struktur bullish jangka pendek. Namun, kemampuan BTC mempertahankan US$78.000 dan menembus US$82.830 akan menjadi dua level penting untuk menentukan arah berikutnya.

Pasar juga akan mencermati perkembangan kebijakan moneter AS menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Jackson Hole Symposium pada 28 Agustus. Pernyataan terkait inflasi, suku bunga, dan likuiditas dapat menjadi katalis bagi pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Deposit Trade Pertama di FLOQ Dapat Penawaran Special RLUSD

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device