Bitcoin memasuki Oktober dengan sejumlah indikator yang berpotensi mendukung kenaikan harga. Namun, di tengah ekspektasi terhadap fenomena Uptober, pasar juga menghadapi risiko dari akumulasi posisi long bernilai miliaran dolar yang dapat memicu likuidasi jika harga Bitcoin terkoreksi.
Data yang dikutip BeInCrypto menunjukkan, Oktober secara historis menjadi salah satu bulan yang relatif positif bagi Bitcoin. Dalam 15 tahun terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan pada 10 periode Oktober dengan median return sebesar 11,2%.
Pola tersebut juga terlihat setelah September mencatat kinerja positif. Bitcoin naik pada empat dari enam Oktober setelah September ditutup di zona hijau.
Kondisi 2026 sejauh ini juga berbeda dari pola historis. Secara median sejak 2011, Bitcoin biasanya mencatat penurunan 7,15% pada Agustus dan 2,34% pada September. Namun, Bitcoin justru menguat sekitar 25% pada Agustus dan hampir 6% sepanjang September 2026.
Arus Dana ETF Mulai Melambat

Meski tren historis memberikan sentimen positif, arus dana ke ETF Bitcoin spot mulai menunjukkan perlambatan.
ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut sejak 17 September dengan total sekitar US$2,98 miliar. Namun, inflow pada 25 September hanya mencapai US$134,47 juta.
Angka tersebut setara sekitar 13% dari rekor inflow harian US$998,95 juta yang tercatat pada 21 September.
Perlambatan ini menjadi perhatian karena aliran dana ETF menjadi salah satu sumber permintaan Bitcoin sepanjang September.
Sebagai pembanding, rangkaian inflow pada Agustus berlangsung selama sembilan sesi dengan total US$3,04 miliar. Selama periode tersebut, inflow harian tidak pernah turun di bawah 38% dari level tertinggi hariannya.
Ketika rangkaian inflow tersebut berakhir pada 28 Agustus, Bitcoin kemudian terkoreksi sekitar 5,8% hingga 15 September.
Holder Jangka Panjang Mulai Kembali Akumulasi

Di tengah melambatnya arus dana ETF, pemegang Bitcoin jangka panjang justru menunjukkan tanda-tanda akumulasi.
Data Hodler Net Position Change menunjukkan indikator tersebut berada di zona negatif sejak 2 Agustus hingga 30 Agustus, yang mengindikasikan tekanan distribusi dari holder jangka panjang.
Namun, kondisi berubah sejak 31 Agustus. Indikator tersebut kembali berada di zona positif.
Pada 25 September, akumulasi sempat berada di level 16.415 BTC sebelum meningkat menjadi 23.172 BTC pada 27 September.
Pergerakan ini menunjukkan sebagian holder jangka panjang masih melakukan pembelian ketika harga Bitcoin mengalami konsolidasi.
Posisi Long US$4,35 Miliar Jadi Risiko

Di balik potensi kenaikan Bitcoin, pasar derivatif menyimpan risiko yang perlu diperhatikan.
Dalam periode tujuh hari, posisi short di Binance lebih besar dibandingkan posisi long. Nilai posisi short yang berpotensi terdampak jika Bitcoin naik mencapai sekitar US$1,96 miliar, sementara posisi long berada di sekitar US$1,03 miliar.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya short squeeze apabila Bitcoin bergerak naik dengan cepat.
Namun, gambaran dalam periode 30 hari justru menunjukkan risiko berbeda. Nilai posisi long yang berada di bawah harga Bitcoin mencapai sekitar US$4,35 miliar, dengan area likuidasi terbesar berada hingga sekitar US$74.170.
Sementara itu, posisi short dalam periode yang sama berada di sekitar US$1,65 miliar.

Dengan demikian, apabila Bitcoin mengalami penurunan tajam, akumulasi posisi long tersebut berpotensi meningkatkan tekanan jual melalui likuidasi berantai.
Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena pada 10 Oktober 2025, lebih dari US$19 miliar posisi leverage di pasar kripto dilaporkan terhapus dalam satu periode koreksi tajam.
Level Bitcoin yang Perlu Diperhatikan pada Oktober
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam pola falling channel pada grafik dua hari sejak 13 Januari.
Kenaikan pada akhir September gagal melewati area US$87.360 yang berdekatan dengan garis atas kanal tersebut. Di sisi lain, volume pembelian juga disebut menurun sejak 6 Februari.
Bitcoin saat ini perlu kembali merebut level US$84.433 sebagai area penting. Jika mampu menembus US$87.360, sejumlah level berikutnya yang menjadi perhatian berada di US$90.288, US$99.764, hingga US$115.094.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$80.811 dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju sekitar US$74.957.
Area tersebut berdekatan dengan EMA 50 periode di US$74.117 dan EMA 100 periode di US$74.312.
Menariknya, EMA 50 juga mendekati persilangan ke atas EMA 100. Persilangan tersebut secara teknikal kerap digunakan sebagai salah satu indikator momentum positif.
Dengan demikian, prospek Bitcoin pada Oktober akan bergantung pada beberapa faktor, mulai dari keberlanjutan inflow ETF, aktivitas akumulasi holder jangka panjang, hingga kemampuan harga mempertahankan level support utama.

Secara historis, Oktober memang menunjukkan kecenderungan positif bagi Bitcoin. Namun, akumulasi posisi long hingga US$4,35 miliar membuat koreksi menuju area US$74.000 berpotensi menghadirkan tekanan tambahan apabila Bitcoin kehilangan level support penting.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya





