Bitcoin Mulai Bangkit, Inflow ETF US$2,39 Miliar Jadi Sinyal Penting

Berita

29 Sep 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat tipis setelah bertahan di atas level support penting. Pergerakan Bitcoin kini berada di tengah tarik-menarik antara permintaan institusional melalui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot dan tekanan makroekonomi dari tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik 0,75% ke level US$83.852,42, sedikit lebih baik dibandingkan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang relatif datar.

Data CoinMarketCap, permintaan institusional melalui ETF Bitcoin spot menjadi salah satu faktor yang menopang harga. Di sisi lain, pasar masih mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis sepanjang pekan ini, terutama data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada 30 September.

Bitcoin juga menunjukkan korelasi 30 hari sebesar 95,7% dengan QQQ, ETF yang merepresentasikan saham-saham teknologi besar AS. Korelasi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan sentimen terhadap aset berisiko.

ETF Bitcoin Beri Dukungan dari Sisi Institusional

Salah satu faktor utama yang menopang Bitcoin adalah arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot di AS.

ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar, menjadi arus masuk mingguan terkuat sejak Oktober 2025. Aliran dana positif tersebut juga telah berlangsung selama delapan sesi berturut-turut.

Pada 28 September, ETF Bitcoin spot kembali mencatat net inflow sekitar US$31,1 juta.

Arus dana yang konsisten tersebut memberikan tambahan permintaan terhadap Bitcoin dan berpotensi menyerap sebagian tekanan jual di pasar.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Bitcoin masih menghadapi tekanan dari faktor makro, termasuk imbal hasil US Treasury yang tinggi.

Pelaku pasar dapat mencermati data arus ETF harian untuk melihat apakah permintaan institusional masih berlanjut. Jika inflow tetap positif, tekanan jual Bitcoin berpotensi mendapatkan penyeimbang dari permintaan tersebut.

Bitcoin Pertahankan Support US$82.800

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih mempertahankan area US$82.800, yang sebelumnya menjadi resistance dan kini berfungsi sebagai salah satu level support.

Level tersebut juga bertepatan dengan area retracement Fibonacci 38,2%.

Tekanan dari pasar derivatif juga mulai berkurang. Data menunjukkan likuidasi posisi long dalam 24 jam turun sekitar 25,42% menjadi US$64,31 juta.

Penurunan likuidasi tersebut menunjukkan berkurangnya tekanan jual paksa dari posisi leverage dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, level support tersebut tetap perlu diperhatikan. Penutupan harian di bawah sekitar US$82.620 dapat menjadi sinyal bahwa struktur teknikal Bitcoin mulai melemah.

Sebaliknya, selama BTC mampu bertahan di atas US$82.800, area US$85.500 hingga US$86.000 menjadi zona resistance yang perlu diperhatikan.

PCE Bisa Jadi Penentu Arah Bitcoin

Perhatian pasar kemudian beralih ke data ekonomi AS. Data PCE untuk Agustus dijadwalkan dirilis pada 30 September 2026 dan menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed).

PCE merupakan indikator inflasi pilihan The Fed dalam mengevaluasi kondisi harga di AS.

Konsensus yang dikutip sebelumnya memperkirakan inflasi PCE dan core PCE masing-masing meningkat 0,3% secara bulanan, dibandingkan 0,2% pada periode sebelumnya.

Secara tahunan, PCE diperkirakan berada di 3,6%, sedikit turun dari 3,7%.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan perhatian pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dan memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sebaliknya, data yang menunjukkan tekanan inflasi lebih rendah dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga The Fed.

5 Data AS yang Perlu Dipantau

Selain PCE, terdapat sejumlah agenda ekonomi AS lain yang dapat memengaruhi sentimen pasar kripto sepanjang pekan ini.

1. JOLTS Job Openings — 29 September

Dikutip Coinpedia, data lowongan pekerjaan JOLTS untuk Agustus dijadwalkan dirilis pada 29 September. Laporan sebelumnya menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan mencapai 7,27 juta pada Juli, naik dari 7,18 juta pada Juni.

Data yang lebih lemah dapat menjadi indikasi perlambatan pasar tenaga kerja AS dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

2. PCE Inflation — 30 September

PCE menjadi salah satu data ekonomi paling penting pekan ini karena berkaitan langsung dengan perkembangan inflasi yang menjadi perhatian The Fed.

3. Estimasi Ketiga PDB Q2 — 30 September

AS juga akan merilis estimasi ketiga pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2026 pada hari yang sama dengan data PCE.

4. Initial Jobless Claims — 1 Oktober

Klaim pengangguran mingguan AS juga akan dirilis pada 1 Oktober. Klaim sebelumnya tercatat 197.000, sedangkan ekspektasi pasar berada di sekitar 200.000.

5. September Jobs Report — 2 Oktober

Laporan ketenagakerjaan September menjadi agenda utama pada akhir pekan. Nonfarm payrolls bertambah 162.000 pada Agustus dan diperkirakan hanya tumbuh sekitar 83.000 pada September. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1%.

Bitcoin Menghadapi Dua Skenario Harga

Dengan Bitcoin saat ini berada di sekitar US$83.852, pasar berada di antara support US$82.800 dan resistance US$85.500–US$86.000.

Jika BTC mampu mempertahankan area US$82.800, pergerakan menuju US$85.500 hingga US$86.000 menjadi area yang dapat diperhatikan pasar.

Sebaliknya, apabila support tersebut ditembus, Bitcoin berpotensi kembali menguji area US$80.000.

Arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada kombinasi arus dana ETF, kondisi pasar derivatif, imbal hasil obligasi AS, serta data ekonomi yang akan dirilis pekan ini.

Di tengah korelasi Bitcoin yang tinggi dengan aset teknologi seperti QQQ, perkembangan makroekonomi AS tetap menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan investor dalam membaca volatilitas BTC.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca Juga: FLOQ Payday September 2026! Trading Rp200 Ribu, Kesempatan Dapat Rp100 Ribu RLUSD

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device