Harga XRP hari ini, Selasa (27/10/2026), mulai rebound, meski masih kesulitan menembus level US$1,30 meski akumulasi whale mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah XRP berpeluang memulai pemulihan atau justru melanjutkan koreksi.
Mengutip laporan crypto.news pada 27 Oktober 2026, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,30, naik tipis 0,5% dalam 24 jam. Namun, dalam sebulan terakhir, aset kripto tersebut telah terkoreksi 14,74%.
Volume perdagangan harian XRP tercatat sekitar US$1,35 miliar, dengan pergerakan harga dalam rentang US$1,27 hingga US$1,31. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi XRP meskipun terdapat tanda-tanda peningkatan minat beli.
Whale Kuasai 46,87 Miliar XRP, tetapi Harga Belum Pulih
Data perusahaan analitik on-chain Santiment menunjukkan bahwa dompet yang menyimpan sedikitnya 10 juta XRP kini menguasai sekitar 46,87 miliar token. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 68,5% dari pasokan yang dipantau Santiment dan menjadi konsentrasi tertinggi sejak November 2022.
Akumulasi oleh pemegang besar dapat menjadi indikasi bahwa sebagian investor mempertahankan eksposur terhadap XRP ketika harga melemah. Namun, peningkatan kepemilikan whale tidak otomatis menandakan bahwa harga akan segera naik.
Pergerakan aset antardompet, pengelompokan alamat milik bursa, serta perubahan kustodian dapat memengaruhi data kepemilikan. Karena itu, angka akumulasi tersebut perlu dibaca bersama indikator arus dana dan aktivitas perdagangan.
Sebelumnya, analis CryptoQuant Darkfost menyoroti peningkatan transfer XRP dari whale ke Binance. Nilai rata-rata bulanan transfer whale dilaporkan mencapai US$112,4 juta. Arus masuk ke bursa dapat meningkatkan potensi tekanan jual, tetapi tidak berarti seluruh token yang masuk langsung dijual ke pasar.
🚨 XRP Whales Now Control Most Supply Since 2022
— Santiment Intelligence (@SantimentData) October 26, 2026
🐋 Wallets holding at least 10M XRP now control 46.87B tokens. That represents roughly 68.5% of XRP’s supply, the highest share held by this group since November 2022.
📈 The key signal is that these massive holders have kept… pic.twitter.com/YOvZB3pT08
Analisis Harga XRP Hari Ini: Support US$1,28 Jadi Penentu
Dari sisi teknikal, XRP masih menghadapi tantangan untuk membalikkan tren koreksi Oktober. Pola lower highs atau puncak harga yang semakin rendah menunjukkan bahwa momentum pemulihan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
Meski demikian, indikator Chaikin Money Flow (CMF) naik ke level 0,06, memasuki wilayah positif setelah lebih banyak mencatatkan pembacaan negatif sepanjang Oktober. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan tekanan beli berdasarkan pengukuran arus volume dan harga.
Di sisi lain, indikator Bull Bear Power masih berada di zona negatif pada level -0,0368. Artinya, tekanan bearish belum sepenuhnya hilang dan pembeli masih perlu menunjukkan kekuatan lebih lanjut untuk mendorong harga naik secara berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, level US$1,28 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan. Jika XRP mampu bertahan di atas area US$1,28–US$1,30, peluang konsolidasi dan pemulihan masih terbuka.
Sebaliknya, penutupan harga harian di bawah US$1,28 berpotensi membuka jalan menuju support berikutnya di US$1,20. Jika tekanan jual semakin kuat, level US$1,10 juga menjadi area yang perlu diwaspadai.
Untuk skenario bullish, XRP perlu merebut kembali level US$1,35 sebagai sinyal awal perbaikan momentum. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, harga berpotensi menguji US$1,40 hingga US$1,50. Namun, target tersebut masih bergantung pada konfirmasi pergerakan harga dan peningkatan permintaan.
Baca juga: Investasi Paling Aman: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
Prediksi XRP: Peluang Rebound Masih Bergantung pada Breakout
Sejumlah analis memiliki pandangan berbeda mengenai prospek XRP. Analis Carolina menempatkan US$1,30 sebagai level penting dalam proyeksi jangka panjangnya, dengan target lanjutan US$1,55, US$2,00, US$3,50, hingga US$5,00. Proyeksi tersebut bergantung pada skenario ekspansi kapitalisasi pasar kripto global menuju US$23 triliun, yang masih bersifat spekulatif.
Sementara itu, analis Crypto With Gopal mengidentifikasi potensi pola inverse head and shoulders dengan neckline resistance di kisaran US$1,65–US$1,70. Apabila harga menembus area tersebut secara meyakinkan, pola itu berpotensi mendukung skenario pemulihan menuju US$2,50.
$XRP is forming a potential Inverse Head & Shoulders pattern 👀📈
— Crypto With Gopal (@cryptowithgopal) October 27, 2026
Bulls are trying to build a reversal after a prolonged downtrend, with the $1.65–$1.70 neckline acting as a key resistance zone. A breakout above it could open the door toward $2.50 🔥
$1.00–$1.10 remains an… pic.twitter.com/Stsu6spOtV
Namun, pembentukan pola teknikal belum dapat dianggap sebagai konfirmasi kenaikan sebelum breakout benar-benar terjadi. Kegagalan mempertahankan area US$1,00–US$1,10 juga dapat melemahkan skenario pembalikan tren tersebut.
Analis EGRAG CRYPTO turut menyoroti kemungkinan bearish crossover pada indikator moving average jangka panjang. Skenario yang dibahas mencakup pembentukan dasar harga di sekitar US$1,25, koreksi menuju US$1,07, hingga penurunan lebih dalam ke US$0,80. Proyeksi tersebut didasarkan pada perbandingan siklus historis yang terbatas sehingga belum dapat dipastikan akan terulang.
Katalis Fundamental Belum Cukup Mengangkat Harga XRP
Dari sisi fundamental, perkembangan bisnis Ripple belum menghasilkan reli harga XRP yang berkelanjutan. Ripple sebelumnya mengumumkan persetujuan regulasi final di Amerika Serikat untuk Ripple National Trust Bank, yang ditujukan untuk mendukung RLUSD dan layanan kustodian aset digital bagi perusahaan.
Di sektor tokenisasi aset, Aviva Investors juga meluncurkan kelas saham tokenisasi dari Sterling Liquidity Fund senilai £22 miliar melalui XRP Ledger. Aviva menginvestasikan £50 juta pada kelas saham baru tersebut, sementara total dana pada dua penawaran likuiditas tokenisasi yang disebutkan telah melampaui £86 juta.
Perkembangan ini menunjukkan aktivitas institusional yang berlanjut di ekosistem XRP Ledger. Meski demikian, pertumbuhan penggunaan jaringan dan pengembangan produk tidak selalu langsung meningkatkan permintaan terhadap token XRP di pasar.
Dengan demikian, arah harga XRP hari ini masih ditentukan oleh pertarungan antara perbaikan arus beli dan tekanan bearish yang belum mereda. Bertahannya harga di area US$1,28–US$1,30 dapat membuka peluang konsolidasi, sedangkan penembusan support berisiko memperpanjang koreksi. Untuk mengonfirmasi pemulihan, pelaku pasar perlu mencermati kemampuan XRP merebut kembali US$1,35 dan menembus resistance berikutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading XRP, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini: BTC di US$79.624, Sinyal Akumulasi Mulai Terlihat?






