Ethereum Berpotensi Menguat, Peluang Fed Naikkan Bunga Turun ke 34%

Altcoin

01 Oct 2026

3 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Ethereum (ETH) hari ini, Kamis (1/10) kembali menjadi perhatian pasar setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan dan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada Oktober 2026 ikut menurun. Kondisi tersebut menjadi katalis makro yang berpotensi mendukung aset berisiko, termasuk aset kripto.

Mengacu pada data pasar yang dikutip CoinGape, harga Ethereum sempat menembus level US$2.700 pada 30 September 2026 setelah data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Agustus berada di bawah ekspektasi.

Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama. Harga ETH kemudian kembali terkoreksi dan berada di sekitar US$2.679 pada saat laporan tersebut ditulis.

Inflasi AS Mendingin, Peluang Fed Naikkan Suku Bunga Turun

Data PCE AS untuk Agustus 2026 tercatat sebesar 3,4%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 3,7%.

Meskipun angka tersebut masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%, perlambatan inflasi dapat mengurangi tekanan bagi bank sentral AS untuk kembali menaikkan suku bunga.

Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 28 Oktober 2026 turun menjadi sekitar 34%.

Sebelumnya, probabilitas tersebut berada di sekitar 67%.

Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar karena kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya dapat memberikan ruang bagi aset berisiko untuk mendapatkan kembali permintaan.

Bagi Ethereum, perubahan ekspektasi tersebut menjadi salah satu katalis makro yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.

Arus Dana ETF Ethereum Mulai Tertekan

Di tengah katalis inflasi yang relatif positif, permintaan melalui produk investasi Ethereum justru menunjukkan tanda pelemahan.

Data SoSoValue mencatat ETF Ethereum di AS mengalami outflow sekitar US$2,81 juta pada 29 September 2026. Arus keluar tersebut menjadi yang pertama sejak 18 September sekaligus mengakhiri periode tujuh hari berturut-turut dengan inflow.

Ethereum juga menjadi satu-satunya aset kripto dalam kategori ETF kripto yang mencatat arus keluar pada periode tersebut.

Meski demikian, secara bulanan kinerja ETF Ethereum masih mencatat arus dana masuk. Sepanjang September 2026, ETF Ethereum membukukan inflow sekitar US$892 juta, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut dengan arus dana masuk.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski terjadi tekanan dalam jangka pendek, permintaan melalui ETF Ethereum sepanjang September masih berada di wilayah positif.

Ethereum Bertahan di Atas EMA 200 Hari

Dari sisi teknikal, Ethereum masih mempertahankan posisinya di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang berada di sekitar US$2.462.

Level tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena pergerakan harga di atas EMA 200 hari kerap digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat tren jangka panjang.

Sementara itu, ETH menghadapi resistance di sekitar US$2.816.

Apabila harga mampu menembus dan mencatat penutupan di atas level tersebut, area US$3.000 menjadi level psikologis berikutnya yang dapat diperhatikan pasar.

Indikator Awesome Oscillator (AO) juga menunjukkan batang hijau yang semakin panjang, yang mengindikasikan momentum positif dalam pergerakan harga berdasarkan indikator tersebut.

Namun, skenario tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan. Jika tekanan makro kembali meningkat dan memicu aksi jual pada aset berisiko, ETH berpotensi kembali menguji area support sekitar US$2.500.

Dengan demikian, pasar Ethereum saat ini menghadapi dua faktor yang berlawanan: ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menurun setelah inflasi AS mendingin, serta arus keluar ETF yang menunjukkan adanya pelemahan permintaan institusional dalam jangka pendek.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Bitcoin Hari Ini (1/10): Sempat Tembus $84.000, Tapi Reli BTC Terhenti

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device