Bitcoin Halving: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Altcoin

30 Oct 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Bitcoin halving menjadi salah satu peristiwa penting dalam ekosistem kripto yang selalu menarik perhatian investor dan pelaku pasar. Peristiwa ini berkaitan dengan berkurangnya jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar melalui aktivitas mining atau penambangan.

Mekanisme tersebut sudah dirancang sejak awal pengembangan Bitcoin untuk mengatur suplai aset secara bertahap. Dengan demikian, jumlah Bitcoin yang beredar tidak bertambah tanpa batas seperti mata uang yang dapat diterbitkan oleh otoritas moneter.

Lantas, apa itu Bitcoin halving, bagaimana cara kerjanya, dan apakah peristiwa ini selalu membuat harga Bitcoin naik? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Dompet Bitcoin: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Apa Itu Bitcoin Halving?

Bitcoin halving adalah peristiwa ketika imbalan (reward) yang diterima penambang Bitcoin untuk setiap blok yang berhasil ditambahkan ke blockchain dipotong menjadi setengah dari jumlah sebelumnya.

Dikutip Investopedia, peristiwa ini berlangsung secara otomatis setiap 210.000 blok atau sekitar empat tahun sekali. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari protokol Bitcoin yang dirancang untuk memperlambat penerbitan Bitcoin baru.

Ketika Bitcoin pertama kali diluncurkan pada 2009, penambang memperoleh imbalan sebesar 50 BTC untuk setiap blok yang berhasil ditambang. Namun, jumlah tersebut terus berkurang setiap kali halving terjadi.

Mekanisme ini juga berkaitan dengan batas maksimum suplai Bitcoin yang ditetapkan sebesar 21 juta BTC. Dengan jumlah penerbitan yang semakin kecil, seluruh Bitcoin diperkirakan baru akan selesai ditambang sekitar tahun 2140.

Jenis dan Sejarah Bitcoin Halving

Pada dasarnya, Bitcoin tidak memiliki jenis halving yang berbeda. Istilah ini merujuk pada satu mekanisme pengurangan block reward yang berlangsung berulang kali. Perbedaannya terletak pada periode dan jumlah imbalan yang diterima penambang.

Sejak Bitcoin diluncurkan, sudah terjadi empat kali Bitcoin halving. Berikut sejarahnya:

PeriodeTahunReward SebelumReward Sesudah
Halving pertama201250 BTC25 BTC
Halving kedua201625 BTC12,5 BTC
Halving ketiga202012,5 BTC6,25 BTC
Halving keempat20246,25 BTC3,125 BTC
Halving kelima (estimasi)20283,125 BTC1,5625 BTC

Halving pertama berlangsung pada November 2012 di blok ke-210.000. Selanjutnya, peristiwa serupa terjadi pada Juli 2016 dan Mei 2020.

Halving keempat berlangsung pada 20 April 2024 di blok ke-840.000. Sejak saat itu, imbalan penambang berkurang dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok.

Sementara itu, halving kelima diperkirakan berlangsung sekitar 2028 ketika jaringan mencapai blok ke-1.050.000. Tanggal pastinya belum dapat dipastikan karena bergantung pada kecepatan pembentukan blok.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Halving?

Untuk memahami cara kerja Bitcoin halving, penting untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana Bitcoin baru masuk ke dalam peredaran.

Bitcoin menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Dalam sistem ini, penambang menggunakan perangkat komputasi untuk memvalidasi transaksi dan bersaing menemukan solusi matematis agar dapat menambahkan blok baru ke blockchain.

Ketika berhasil menambahkan blok yang valid, penambang memperoleh imbalan berupa Bitcoin baru atau block subsidy, ditambah biaya transaksi dari pengguna jaringan.

Nah, Bitcoin halving bekerja dengan mengurangi jumlah block subsidy tersebut sebanyak 50% setiap 210.000 blok.

Sebagai contoh, sebelum halving 2024, penambang memperoleh 6,25 BTC untuk setiap blok. Setelah peristiwa tersebut, imbalannya turun menjadi 3,125 BTC.

Pengurangan ini berlangsung otomatis berdasarkan aturan protokol Bitcoin. Artinya, tidak ada pihak tertentu yang perlu mengambil keputusan atau mengumumkan perubahan secara manual.

Seiring berjalannya waktu, jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar akan semakin sedikit. Ketika block subsidy mencapai nol sekitar 2140, penambang diperkirakan akan mengandalkan biaya transaksi sebagai sumber pendapatan utama.

Apa Dampak Bitcoin Halving terhadap Harga Bitcoin?

Salah satu alasan Bitcoin halving selalu menjadi perhatian pasar adalah potensi pengaruhnya terhadap harga Bitcoin.

Secara teori, berkurangnya jumlah Bitcoin baru yang diterbitkan dapat mengurangi tekanan suplai dari aktivitas penambangan. Apabila permintaan tetap tinggi atau meningkat, kondisi tersebut berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap harga.

Namun, bukan berarti Bitcoin halving selalu diikuti kenaikan harga.

Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, arus dana institusional, regulasi aset kripto, serta sentimen investor seperti dilansir Coinbase.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap halving terkadang sudah tercermin dalam harga sebelum peristiwa tersebut berlangsung.

Karena itu, investor sebaiknya tidak menjadikan Bitcoin halving sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan trading atau investasi.

FAQ Seputar Bitcoin Halving

1. Bitcoin halving terjadi setiap berapa tahun?

Bitcoin halving terjadi setiap 210.000 blok atau kurang lebih empat tahun sekali. Namun, tanggal pastinya dapat berubah mengikuti kecepatan pembentukan blok di jaringan Bitcoin.

2. Kapan Bitcoin halving berikutnya?

Bitcoin halving berikutnya diperkirakan berlangsung sekitar 2028 di blok ke-1.050.000. Imbalan penambang akan berkurang dari 3,125 BTC menjadi 1,5625 BTC per blok.

3. Apakah Bitcoin halving membuat harga BTC naik?

Tidak selalu. Halving dapat mengurangi jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar, tetapi harga BTC juga dipengaruhi permintaan, kondisi ekonomi global, regulasi, dan sentimen pasar.

4. Apakah Bitcoin halving memengaruhi jumlah BTC yang sudah dimiliki?

Tidak. Bitcoin halving hanya mengurangi jumlah Bitcoin baru yang diberikan kepada penambang. Jumlah BTC yang sudah dimiliki seseorang tidak berubah akibat peristiwa tersebut.

5. Apa yang terjadi jika seluruh Bitcoin sudah ditambang?

Ketika seluruh Bitcoin telah diterbitkan, penambang tidak lagi menerima block subsidy. Sebagai gantinya, mereka akan memperoleh pendapatan dari biaya transaksi yang dibayarkan pengguna jaringan.

Kesimpulan

Bitcoin halving merupakan mekanisme penting yang mengatur penerbitan Bitcoin baru dengan cara mengurangi imbalan penambang sebesar 50% setiap 210.000 blok. Mekanisme ini membantu menjaga suplai Bitcoin tetap terbatas hingga mendekati 21 juta BTC.

Meski sering dikaitkan dengan potensi kenaikan harga, halving bukan jaminan bahwa Bitcoin akan mengalami reli. Memahami mekanisme ini dapat membantu investor melihat perkembangan pasar kripto secara lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Untuk memperdalam pemahaman tentang aset digital dan mengikuti perkembangan pasar, kamu bisa mempelajari berbagai informasi dan edukasi kripto melalui FLOQ. Pastikan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Untuk mendukung pemahamanmu tentang pengelolaan keuangan dan aset digital, download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Kerjanya? Panduan untuk Pemula

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device