Harga XRP hari ini, Rabu (30/9) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pertimbangannya untuk menunjuk mantan Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Jay Clayton, sebagai AI czar Gedung Putih.
Pada Rabu (30/9), XRP tercatat turun sekitar 0,9% ke level US$1,49. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar kripto secara umum cenderung bergerak terbatas, dengan Bitcoin (BTC) berada di sekitar US$83.000 dan Ethereum (ETH) di kisaran US$2.600.
Di sisi lain, perhatian terhadap XRP juga meningkat setelah kabar mengenai kemungkinan penunjukan Clayton. Ia merupakan sosok yang pernah memimpin SEC ketika regulator tersebut mengajukan gugatan terhadap Ripple pada akhir 2020.
Jay Clayton Kembali Jadi Sorotan
Dilaporkan Coingape, Trump mengatakan kepada Axios bahwa Clayton merupakan salah satu sosok yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi AI czar.
Clayton menjabat sebagai Ketua SEC hingga 23 Desember 2020. Pada hari terakhirnya sebagai pimpinan SEC, ia memberikan otorisasi terhadap gugatan regulator tersebut terhadap Ripple terkait XRP.
Perkara tersebut kemudian berlangsung selama beberapa tahun sebelum perkembangan hukum pada 2025 mengubah posisi Ripple dalam sengketa tersebut.
Kabar mengenai kemungkinan Clayton kembali ke pemerintahan menjadi perhatian komunitas XRP karena posisi AI czar berpotensi bersinggungan dengan kebijakan teknologi dan aset digital di Amerika Serikat.
Sebelumnya, posisi tersebut diisi David Sacks yang juga memiliki peran sebagai crypto czar. Sacks diketahui terlibat dalam arah kebijakan pemerintahan AS terkait teknologi dan aset digital.
Arus Dana XRP ETF Mulai Melambat

Selain perkembangan politik dan regulasi, kondisi pasar kripto XRP juga menunjukkan adanya perlambatan permintaan.
Data SoSoValue menunjukkan tidak ada arus dana masuk ke ETF XRP pada 29 September. Sementara itu, total inflow untuk pekan yang dimulai 28 September tercatat sekitar US$3,96 juta.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. ETF XRP mencatat inflow sekitar US$75 juta pada pekan yang berakhir 25 September, yang menjadi arus dana mingguan terbesar dalam empat pekan terakhir.
Perlambatan inflow ETF terjadi bersamaan dengan penurunan aktivitas di pasar derivatif XRP.
Berdasarkan data CoinGlass, open interest (OI) XRP futures turun sekitar US$270 juta, dari US$3,73 miliar pada 28 September menjadi sekitar US$3,46 miliar saat data tersebut diamati.
Meski demikian, funding rate yang berbobot open interest masih berada di wilayah positif. Kondisi tersebut menunjukkan posisi long masih lebih dominan dibandingkan short di pasar futures.
Analisa XRP Hari Ini: Support US$1,50 Jadi Perhatian
Dari sisi teknikal, XRP saat ini menghadapi tekanan setelah harga turun di bawah level psikologis US$1,50 pada grafik empat jam.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 45, yang menunjukkan momentum pasar cenderung melemah.
Namun, terdapat sinyal teknikal yang berpotensi menarik kembali pembeli. Garis RSI telah bergerak melewati garis sinyal, yang dapat menjadi indikasi awal munculnya momentum beli.

Jika pembeli kembali masuk dan mampu mendorong XRP melewati area resistance terdekat, harga berpotensi menguji level Fibonacci 78,7% di sekitar US$1,57.
Sebaliknya, tekanan jual masih terlihat dari indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang berada di wilayah negatif dan bergerak menurun.
Jika tekanan jual berlanjut, XRP berpotensi menguji level Fibonacci 38,2% di sekitar US$1,40.
Dengan demikian, area US$1,50 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Pergerakan kembali di atas level tersebut dapat membuka ruang pengujian US$1,57, sementara pelemahan lebih lanjut berpotensi membawa XRP menuju US$1,40.
Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kombinasi arus dana ETF, aktivitas pasar derivatif, sentimen pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan kebijakan aset digital dan teknologi di Amerika Serikat.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading XRP, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Oktober Biasanya Jadi Bulan Bitcoin, tapi Ada Risiko Membayangi!






