Harga Aave (AAVE) mencatat penguatan dalam 24 jam terakhir seiring meningkatnya minat pasar terhadap sektor decentralized finance (DeFi). Pergerakan ini membuat AAVE berpotensi melanjutkan kenaikan apabila momentum sektor DeFi dan level teknikal utama berhasil dipertahankan.
Berdasarkan data terbaru, AAVE naik 4,09% ke sekitar US$165,89 dalam 24 jam. Kinerja tersebut mengungguli Bitcoin yang naik 0,40% dan pasar kripto secara keseluruhan yang menguat 0,47%.
Kenaikan AAVE terjadi ketika sektor DeFi menjadi salah satu kategori kripto dengan performa terbaik, dengan kapitalisasi pasar meningkat sekitar 0,52%.
AAVE Naik di Tengah Rotasi Modal ke DeFi

Dilaporkan CoinMarketCap, penguatan AAVE saat ini lebih banyak dikaitkan dengan rotasi modal ke sektor DeFi dibandingkan katalis spesifik dari proyek Aave.
Sebagai salah satu protokol lending terbesar di pasar DeFi, Aave menjadi salah satu aset yang dapat memperoleh manfaat ketika investor mulai meningkatkan eksposur ke sektor tersebut.
Data yang tersedia juga belum menunjukkan adanya katalis spesifik seperti peluncuran fitur baru, kemitraan besar, maupun upgrade protokol yang menjadi pemicu utama kenaikan AAVE.
Dengan demikian, keberlanjutan reli akan sangat bergantung pada apakah momentum DeFi dapat bertahan.
Aavenomics 3.0 Jadi Katalis Jangka Menengah
Selain momentum sektor, Aave memiliki sejumlah faktor fundamental yang dapat menjadi perhatian pasar.
Sejak 27 Juni 2026, Aave menjalankan mekanisme automated buyback melalui Aavenomics 3.0. Program tersebut menggunakan pendapatan protokol untuk membeli kembali AAVE di pasar.
Mekanisme ini berjalan dengan pembelian sekitar 292 AAVE per hari, dengan nilai yang diperkirakan mencapai sekitar US$30 juta per tahun.
Jika pendapatan protokol tetap kuat, mekanisme buyback tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika suplai AAVE di pasar.
Aave V4 Tunjukkan Pertumbuhan Deposits

Pertumbuhan Aave V4 juga menjadi faktor yang diperhatikan.
Deposits pada Aave V4 dilaporkan meningkat dari sekitar US$340 juta pada awal Agustus menjadi lebih dari US$1 miliar pada pertengahan September 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan aktivitas dan permintaan terhadap layanan lending Aave V4.
Pertumbuhan penggunaan protokol menjadi penting karena pendapatan dan aktivitas Aave berkaitan erat dengan skala penggunaan layanan lending dan borrowing yang tersedia di ekosistemnya.
Aave Pertahankan Posisi di Lending DeFi
Aave juga masih memiliki posisi kuat dalam sektor lending DeFi.
Pada September 2026, Aave tercatat menguasai sekitar 35,1% market share lending DeFi, menempatkannya sebagai salah satu pemain terbesar dalam kategori tersebut.
Posisi tersebut dapat menjadi keuntungan ketika modal kembali mengalir ke sektor DeFi karena aset dengan likuiditas dan pangsa pasar besar cenderung menjadi perhatian utama pasar.
Namun, dominasi sektor tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga token. Pergerakan AAVE tetap bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, aktivitas protokol, dan permintaan terhadap token.
Level Harga AAVE yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, area US$160 menjadi level penting untuk mempertahankan momentum kenaikan.
Jika AAVE mampu bertahan di atas area tersebut dan momentum DeFi berlanjut, harga berpotensi menguji resistance US$170.
Breakout dan penutupan yang kuat di atas US$170 dapat membuka ruang menuju area US$180. Sebaliknya, jika AAVE kembali turun di bawah US$155 dan minat terhadap sektor DeFi melemah, harga berpotensi terkoreksi menuju US$150.
Pasar juga akan memperhatikan laporan payrolls Amerika Serikat pada 2 Oktober, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Target Harga AAVE
Untuk skenario perdagangan yang digunakan dalam analisis ini, berikut level yang perlu diperhatikan:
- Harga AAVE: Rp2.915.000
- Area entry: Rp2.827.000–Rp3.002.000
- Take Profit: Rp3.329.000
- Stop Loss: Rp2.690.000
- Network: Ethereum
- Total supply: 16 juta AAVE
Dengan harga sekitar Rp2,915 juta, target Rp3,329 juta berarti terdapat ruang kenaikan sekitar 14,2% dari level tersebut. Sementara itu, stop loss Rp2,69 juta berada sekitar 7,7% di bawah harga acuan.
Kesimpulan
AAVE menunjukkan momentum positif setelah naik 4,09% dalam 24 jam dan mengungguli Bitcoin maupun pasar kripto secara keseluruhan. Penguatan ini terutama terjadi ketika sektor DeFi menjadi salah satu kategori dengan performa terbaik, sehingga rotasi modal menjadi katalis utama yang perlu diperhatikan.
Di luar faktor sektor, automated buyback Aavenomics 3.0, pertumbuhan deposits Aave V4, dan pangsa pasar lending yang besar menjadi faktor fundamental yang dapat mendukung perhatian pasar terhadap AAVE.
Dalam jangka pendek, US$160–US$170 menjadi area penting. Kemampuan AAVE mempertahankan US$160 dan menembus US$170 akan menjadi indikator utama apakah momentum kenaikan dapat berlanjut.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Aave, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Bitcoin Hari Ini (1/10): Sempat Tembus $84.000, Tapi Reli BTC Terhenti





