Modal Usaha Laundry: Jangan Mulai Sebelum Tahu Biaya Sebenarnya!

Tips & Trick

03 Sep 2026

8 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Bisnis laundry masih menjadi salah satu peluang usaha yang menarik. Terutama di area perkotaan, kawasan kos, apartemen, perumahan, hingga dekat kampus.

Alasannya sederhana. Tidak semua orang punya waktu untuk mencuci, menjemur, menyetrika, dan melipat pakaian sendiri. Kondisi ini membuat jasa laundry tetap punya pasar. Namun, ada satu hal yang sering bikin calon pengusaha ragu.

Berapa sebenarnya modal usaha laundry yang dibutuhkan? Jawabannya tergantung pada skala bisnis yang ingin kamu bangun.

Laundry rumahan tentu membutuhkan modal yang berbeda dengan laundry kiloan profesional. Begitu juga dengan laundry yang menawarkan layanan antar-jemput, dry cleaning, atau sistem kemitraan.

Sebelum membeli mesin cuci atau menyewa tempat, kamu perlu menghitung kebutuhan modal secara menyeluruh.

Artikel ini akan membahas modal usaha laundry dari awal. Mulai dari estimasi biaya, peralatan yang dibutuhkan, jenis laundry, sampai tips mengatur modal agar bisnis tidak cepat kehabisan uang.

Berapa Modal Usaha Laundry untuk Pemula?

Modal usaha laundry pemula bisa dimulai dari skala kecil. Jika menggunakan konsep laundry rumahan dan memanfaatkan ruangan yang sudah tersedia, kebutuhan modal bisa lebih rendah.

Secara sederhana, modal awal bisa berada di kisaran Rp10 juta sampai Rp30 juta, tergantung peralatan dan konsep bisnis.

Sementara itu, laundry dengan tempat khusus, beberapa mesin, perlengkapan lebih lengkap, dan layanan tambahan bisa membutuhkan modal Rp30 juta sampai Rp100 juta atau lebih. Angka tersebut bukan angka mutlak.

Harga mesin, kapasitas usaha, lokasi, biaya renovasi, dan jumlah karyawan akan sangat memengaruhi kebutuhan modal. Karena itu, jangan hanya menghitung harga mesin. Kamu juga perlu menyiapkan dana operasional untuk beberapa bulan pertama.

Ini penting. Bisnis baru belum tentu langsung ramai. Kalau seluruh modal habis untuk membeli peralatan, kamu bisa kesulitan membayar listrik, air, deterjen, sewa tempat, atau kebutuhan operasional lainnya.

Jenis Modal Usaha Laundry yang Perlu Disiapkan

Sebelum membuka laundry, pisahkan modal menjadi beberapa kategori. Tujuannya supaya kamu tahu uang akan digunakan untuk apa.

1. Modal Peralatan Laundry

Peralatan adalah salah satu komponen terbesar dalam bisnis laundry. Beberapa peralatan utama yang biasanya dibutuhkan antara lain:

  • Mesin cuci
  • Mesin pengering
  • Setrika
  • Timbangan digital
  • Meja setrika
  • Rak pakaian
  • Keranjang laundry
  • Hanger
  • Plastik kemasan
  • Mesin atau alat pembungkus
  • Wadah deterjen
  • Label atau penanda pakaian

Untuk tahap awal, kamu tidak harus membeli semua peralatan dengan kapasitas besar. Sesuaikan dengan target pelanggan.

Jika baru melayani beberapa puluh kilogram pakaian per hari, mesin dengan kapasitas terlalu besar justru bisa membuat modal awal membengkak.

2. Modal Sewa Tempat

Kalau kamu tidak menjalankan laundry dari rumah, biaya sewa perlu masuk dalam perhitungan. Harga sewa sangat tergantung lokasi.

Laundry dekat kampus atau kawasan kos biasanya punya potensi pasar yang menarik. Namun, biaya sewanya juga bisa lebih tinggi. Jangan hanya memilih lokasi berdasarkan harga murah.

Perhatikan juga jumlah calon pelanggan di sekitarnya. Lokasi yang sedikit lebih mahal tetapi dekat dengan banyak kos-kosan bisa saja lebih menguntungkan daripada tempat murah yang jauh dari target pasar.

3. Modal Renovasi

Tempat laundry perlu terlihat bersih dan rapi. Kamu mungkin membutuhkan biaya untuk:

  • Pengecatan
  • Instalasi air
  • Instalasi listrik
  • Saluran pembuangan
  • Ventilasi
  • Papan nama
  • Area penerimaan pakaian
  • Area penyimpanan pakaian

Tidak perlu langsung membuat desain yang mahal. Prioritaskan fungsi.

Yang paling penting adalah aliran air lancar, listrik memadai, area kerja nyaman, dan pakaian pelanggan bisa disimpan dengan aman.

4. Modal Bahan Operasional

Laundry membutuhkan bahan yang terus digunakan. Contohnya:

  • Deterjen
  • Pewangi
  • Pelembut pakaian
  • Pemutih jika diperlukan
  • Plastik
  • Label
  • Kertas nota
  • Tinta printer jika menggunakan printer
  • Cairan pembersih mesin

Bahan-bahan ini terlihat murah jika dibeli satu per satu. Namun, jika dihitung selama satu bulan, nilainya bisa cukup besar. Karena itu, masukkan biaya bahan operasional ke dalam perhitungan modal kerja.

5. Modal Promosi

Bisnis laundry juga membutuhkan pemasaran. Pada tahap awal, kamu bisa menggunakan strategi sederhana. Misalnya:

  • Promo pelanggan baru
  • Diskon untuk pelanggan dengan jumlah kilo tertentu
  • Program referral
  • Paket laundry mingguan
  • Layanan antar-jemput
  • Promosi melalui WhatsApp
  • Google Business Profile
  • Brosur di sekitar lokasi

Tidak harus langsung mengeluarkan biaya iklan besar. Yang penting, calon pelanggan tahu bahwa laundry kamu ada dan tahu alasan mereka harus memilihnya.

6. Modal Dana Darurat

Ini sering dilupakan. Padahal, dana darurat sangat penting dalam bisnis laundry. Mesin bisa rusak. Tagihan listrik bisa meningkat. Pelanggan bisa lebih sedikit dari perkiraan.

Ada juga kemungkinan kamu perlu membeli peralatan tambahan ketika jumlah pesanan meningkat.

Idealnya, jangan menghabiskan seluruh uang untuk modal awal.

Sisihkan sebagian sebagai cadangan operasional.

Contoh Perhitungan Modal Usaha Laundry Rumahan

Untuk pemula, konsep laundry rumahan bisa menjadi pilihan menarik karena kamu tidak perlu langsung membayar sewa tempat. Misalnya kamu sudah memiliki ruangan yang bisa digunakan.

Modal dapat dialokasikan untuk mesin cuci, pengering, setrika, timbangan, perlengkapan laundry, bahan operasional, branding sederhana, dan dana cadangan.

Sebagai gambaran, kamu bisa menyiapkan sekitar Rp15 juta sampai Rp25 juta untuk memulai skala kecil. Namun, jumlah tersebut tetap bisa berubah.

Jika menggunakan mesin bekas yang masih layak, modal awal bisa lebih rendah. Sebaliknya, penggunaan mesin baru dengan kapasitas besar dapat meningkatkan kebutuhan modal.

Kuncinya bukan mencari modal sekecil mungkin. Kuncinya adalah menggunakan modal secara efisien.

Contoh Modal Usaha Laundry Kiloan

Laundry kiloan biasanya membutuhkan peralatan yang lebih siap untuk menangani volume pakaian lebih banyak. Komponen modalnya dapat meliputi:

  • Mesin cuci
  • Mesin pengering
  • Setrika
  • Timbangan
  • Rak
  • Keranjang
  • Meja kerja
  • Instalasi air
  • Instalasi listrik
  • Sewa tempat
  • Renovasi
  • Bahan laundry
  • Kemasan
  • Promosi
  • Dana operasional

Untuk skala kecil hingga menengah, kebutuhan modal bisa berada di kisaran Rp30 juta sampai Rp60 juta atau lebih. Besarnya modal sangat tergantung pada jumlah mesin dan kapasitas layanan.

Jangan membeli banyak mesin hanya karena terlihat lebih profesional. Lebih baik mulai dengan kapasitas yang sesuai dengan perkiraan permintaan. Jika bisnis berkembang, kamu bisa menambah mesin secara bertahap.

Laundry Rumahan atau Sewa Tempat?

Ini menjadi salah satu keputusan penting. Laundry rumahan memiliki keunggulan dari sisi biaya. Kamu bisa menghemat biaya sewa. Namun, kapasitas dan visibilitas bisnis mungkin lebih terbatas.

Sementara itu, tempat usaha memberikan akses lebih mudah kepada pelanggan. Papan nama juga membuat bisnis lebih terlihat. Tetapi, kamu harus memperhitungkan biaya sewa dan renovasi.

Untuk pemula dengan modal terbatas, laundry rumahan bisa menjadi cara untuk menguji pasar terlebih dahulu. Setelah jumlah pelanggan stabil, bisnis bisa dikembangkan ke tempat yang lebih besar.

Berapa Biaya Operasional Laundry per Bulan?

Selain modal awal, kamu harus menghitung biaya operasional. Beberapa pengeluaran rutin antara lain:

  • Listrik. Mesin cuci dan terutama mesin pengering dapat menggunakan energi cukup besar. Semakin banyak pesanan, semakin besar pula konsumsi listrik.
  • Air. Air menjadi kebutuhan utama dalam proses pencucian.
  • Deterjen dan pewangi. Pengeluaran ini mengikuti jumlah kilogram pakaian yang dicuci.
  • Kemasan. Pakaian pelanggan perlu dikemas agar tetap bersih setelah selesai diproses.
  • Sewa tempat. Jika menggunakan lokasi komersial, biaya ini harus masuk sebagai pengeluaran rutin.
  • Gaji karyawan. Jika bisnis sudah menggunakan tenaga kerja, gaji menjadi komponen biaya yang perlu dihitung sejak awal.
  • Perawatan mesin. Jangan menunggu mesin rusak total. Perawatan rutin dapat membantu mengurangi risiko kerusakan besar.

Cara Menghitung Modal Kerja Laundry

Modal kerja berbeda dengan modal pembelian peralatan. Modal kerja digunakan untuk menjalankan bisnis sehari-hari.

Misalnya, kamu membutuhkan Rp5 juta untuk biaya operasional setiap bulan. Jika ingin memiliki cadangan selama tiga bulan, berarti kamu perlu menyiapkan sekitar Rp15 juta sebagai modal kerja.

Perhitungannya sederhana: Modal kerja = biaya operasional bulanan × jumlah bulan cadangan

Untuk bisnis baru, memiliki cadangan beberapa bulan bisa memberikan ruang bernapas. Kamu tidak perlu panik jika pelanggan belum sesuai target pada bulan pertama.

Jangan Lupa Menghitung Harga Pokok Laundry

Sebelum menentukan harga laundry, kamu perlu tahu berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk setiap kilogram pakaian. Biaya tersebut dapat mencakup:

  • Listrik
  • Air
  • Deterjen
  • Pewangi
  • Plastik
  • Tenaga kerja
  • Penyusutan mesin
  • Sewa tempat
  • Biaya lainnya

Setelah mengetahui biaya tersebut, kamu bisa menentukan harga jual dengan lebih rasional. Jangan hanya mengikuti harga kompetitor.

Jika harga terlalu murah tetapi biaya operasional tinggi, omzet besar belum tentu berarti keuntungan besar.

Apakah Bisnis Laundry Masih Menguntungkan?

Potensi keuntungan laundry sangat tergantung pada volume pelanggan, harga jual, biaya operasional, dan efisiensi bisnis.

Misalnya, laundry dengan harga Rp8.000 per kilogram tentu menghasilkan omzet berbeda dengan laundry yang menetapkan harga Rp10.000 atau Rp12.000 per kilogram.

Namun, harga yang lebih mahal bukan berarti otomatis lebih untung. Kamu perlu melihat kombinasi antara harga dan volume. Contohnya, laundry dengan harga sedikit lebih murah bisa tetap menarik jika mampu mendapatkan pelanggan dalam jumlah besar.

Sebaliknya, laundry dengan harga premium harus memberikan layanan yang sesuai. Misalnya pakaian lebih cepat selesai, wangi lebih tahan lama, tersedia layanan antar-jemput, atau memiliki jaminan penanganan pakaian.

Tips Memulai Laundry dengan Modal Terbatas

Kalau modal kamu belum terlalu besar, jangan langsung menyerah. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan.

Mulai dari Rumah

Ini salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi biaya tetap. Kamu tidak perlu membayar sewa tempat.

Fokus pada Area Terdekat

Cari pelanggan di sekitar rumah. Targetkan kos-kosan, kontrakan, perumahan, pekerja, mahasiswa, atau keluarga yang membutuhkan jasa laundry.

Beli Peralatan Secara Bertahap

Tidak semua mesin harus dibeli sekaligus. Mulai dari kapasitas yang sesuai. Tambahkan peralatan ketika jumlah pesanan meningkat.

Gunakan Sistem Pre-Order atau Pickup

Kamu bisa menawarkan layanan pengambilan pakaian. Cara ini dapat menjadi nilai tambah tanpa harus memiliki toko dengan lokasi premium.

Manfaatkan WhatsApp

WhatsApp bisa digunakan untuk menerima pesanan, memberikan informasi status laundry, mengirim promo, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

Pelanggan yang puas juga bisa membantu mendatangkan pelanggan baru melalui rekomendasi.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menyiapkan Modal Laundry

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula.

  • Pertama, membeli mesin terlalu banyak.
  • Kedua, menghabiskan modal untuk renovasi.
  • Ketiga, tidak memiliki dana cadangan.
  • Keempat, menetapkan harga hanya berdasarkan kompetitor.
  • Kelima, tidak menghitung biaya listrik dan air.
  • Keenam, mencampurkan uang bisnis dengan uang pribadi.

Kesalahan terakhir cukup berbahaya. Jika uang bisnis dan uang pribadi bercampur, kamu akan kesulitan mengetahui apakah laundry benar-benar menghasilkan keuntungan. Sebaiknya pisahkan rekening dan pencatatan keuangan sejak awal.

Bagaimana Menentukan Modal Usaha Laundry yang Ideal?

Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang. Gunakan kebutuhan bisnis sebagai dasar. Mulai dengan menentukan:

  1. Target pelanggan.
  2. Kapasitas laundry per hari.
  3. Lokasi bisnis.
  4. Jenis layanan.
  5. Jumlah mesin yang diperlukan.
  6. Jumlah karyawan.
  7. Biaya operasional bulanan.
  8. Dana cadangan.

Setelah itu, hitung kebutuhan modal awal. Jangan sebaliknya. Jangan menentukan ingin mengeluarkan Rp50 juta, lalu mencari-cari barang yang bisa dibeli dengan uang tersebut. Tentukan kebutuhan terlebih dahulu. Baru kemudian sesuaikan dengan kemampuan modal.

Apakah Modal Besar Menjamin Laundry Lebih Sukses?

Belum tentu. Modal memang penting.

Namun, bisnis laundry juga bergantung pada lokasi, kualitas layanan, harga, kecepatan pengerjaan, kebersihan, dan kemampuan mempertahankan pelanggan.

Laundry dengan modal sederhana tetapi memiliki pelanggan loyal bisa berkembang lebih cepat daripada laundry dengan peralatan mahal tetapi tidak memiliki pelanggan tetap.

Karena itu, jangan hanya fokus pada jumlah modal. Fokus juga pada bagaimana modal tersebut menghasilkan pemasukan.

Kesimpulan

Modal usaha laundry bisa dimulai dari skala kecil.

Laundry rumahan dapat menjadi pilihan untuk pemula yang ingin menekan biaya sewa. Sementara itu, laundry dengan tempat khusus membutuhkan modal lebih besar karena ada tambahan biaya sewa, renovasi, dan operasional.

Secara umum, modal laundry rumahan bisa dimulai dari sekitar Rp10 juta sampai Rp30 juta. Untuk laundry dengan skala lebih besar, kebutuhan modal dapat mencapai puluhan hingga lebih dari Rp100 juta.

Namun, angka tersebut hanya gambaran. Kebutuhan sebenarnya harus disesuaikan dengan konsep bisnis, kapasitas mesin, lokasi, target pelanggan, dan biaya operasional.

Yang paling penting, jangan habiskan semua modal untuk membeli peralatan. Sisihkan dana untuk operasional dan kondisi tidak terduga.

Dengan perencanaan yang matang, bisnis laundry bisa dimulai secara bertahap tanpa harus langsung menggunakan modal yang sangat besar.

FAQ Seputar Modal Usaha Laundry

Berapa modal usaha laundry untuk pemula?

Modal usaha laundry pemula dapat dimulai dari sekitar Rp10 juta sampai Rp30 juta untuk skala rumahan. Angkanya bisa lebih besar jika menggunakan tempat khusus dan peralatan dengan kapasitas tinggi.

Apakah buka laundry harus punya tempat sendiri?

Tidak. Laundry bisa dimulai dari rumah jika tersedia ruang yang sesuai. Cara ini dapat membantu menghemat biaya sewa.

Apakah bisnis laundry cocok untuk pemula?

Bisa. Namun, pemula tetap perlu memahami operasional, perhitungan biaya, penentuan harga, perawatan mesin, dan pemasaran.

Apa saja peralatan utama untuk membuka laundry?

Peralatan utama antara lain mesin cuci, mesin pengering, setrika, timbangan, rak, keranjang, meja kerja, perlengkapan kemasan, dan berbagai bahan laundry.

Berapa modal kerja yang harus disiapkan?

Idealnya, siapkan dana untuk beberapa bulan operasional. Besarnya tergantung biaya listrik, air, bahan laundry, sewa, gaji, dan kebutuhan rutin lainnya.

Apakah lebih baik membeli mesin laundry baru atau bekas?

Keduanya bisa menjadi pilihan. Mesin baru biasanya memberikan risiko kerusakan yang lebih rendah dan memiliki garansi. Mesin bekas dapat mengurangi modal awal, tetapi kondisinya harus diperiksa dengan teliti.

Bagaimana cara mendapatkan pelanggan laundry pertama?

Mulai dari lingkungan sekitar. Manfaatkan WhatsApp, promosi pelanggan baru, referral, layanan antar-jemput, dan kerja sama dengan kos-kosan atau perumahan di sekitar lokasi.

Apakah laundry kiloan menguntungkan?

Laundry kiloan memiliki peluang keuntungan jika volume pelanggan cukup dan biaya operasional dapat dikendalikan. Karena itu, jangan hanya melihat omzet. Hitung juga seluruh biaya untuk mengetahui keuntungan bersih.

Mulai Atur Keuangan Bisnis Sejak Awal

Selain menyiapkan modal, pengelolaan uang juga penting ketika membangun usaha. Kamu perlu membedakan uang pribadi dan uang bisnis. Catat pemasukan dan pengeluaran. Evaluasi biaya secara berkala.

Untuk memperluas wawasan soal pengelolaan aset dan keuangan, kamu juga bisa menggunakan FLOQ. Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ aplikasi aset digital telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Usaha Modal 5 Juta: 15 Ide yang Bisa Dicoba Pemula di 2026

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device