KPR subsidi merupakan fasilitas pembiayaan rumah yang mendapatkan dukungan pemerintah. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa memiliki rumah dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.
Melalui program ini, kamu berpeluang mendapatkan rumah dengan uang muka yang relatif ringan dan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan sejumlah produk KPR komersial.
Namun, bukan berarti semua orang bisa langsung mengajukan KPR subsidi. Ada persyaratan penghasilan, ketentuan kepemilikan rumah, dokumen administrasi, dan kriteria lain yang harus dipenuhi.
Lantas, apa saja syarat KPR subsidi? Bagaimana cara mengajukannya? Apakah pekerja swasta, karyawan kontrak, atau pengusaha juga bisa mendapatkannya?
Yuk, simak pembahasan berikut agar kamu bisa memahami program KPR subsidi sebelum mulai mencari rumah.
Apa Itu KPR Subsidi?
KPR subsidi adalah fasilitas kredit pemilikan rumah yang didukung pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membeli rumah pertama.
Salah satu skema yang dikenal luas adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini memberikan dukungan pembiayaan agar masyarakat yang memenuhi persyaratan bisa memperoleh rumah dengan cicilan yang lebih terjangkau.
Dalam skema FLPP, pemerintah memberikan dukungan likuiditas untuk pembiayaan perumahan melalui bank pelaksana. Masyarakat yang memenuhi ketentuan bisa mengajukan pembelian rumah subsidi melalui pengembang dan bank yang berpartisipasi dalam program tersebut.
KPR subsidi berbeda dengan KPR komersial biasa. Pada KPR komersial, suku bunga dan ketentuan kredit mengikuti produk serta kebijakan bank. Sementara itu, KPR subsidi memiliki ketentuan khusus yang ditetapkan pemerintah.
Meski begitu, kamu tetap harus melalui proses pengajuan dan pemeriksaan kelayakan kredit. Bank akan menilai kemampuan membayar cicilan, kelengkapan dokumen, dan aspek lain sesuai kebijakan yang berlaku.
Penting untuk diketahui: KPR subsidi bukan berarti rumah diberikan secara gratis. Kamu tetap harus membayar uang muka jika dipersyaratkan, cicilan bulanan, serta biaya lain yang mungkin timbul selama proses pembelian rumah.
Program ini lebih tepat dipahami sebagai bantuan pembiayaan agar kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
Apa Saja Keuntungan KPR Subsidi?
Sebelum mengajukan, kamu perlu memahami keuntungan yang bisa diperoleh dari program ini.
1. Suku Bunga Lebih Terjangkau
Salah satu daya tarik KPR subsidi adalah suku bunganya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan program.
Dalam skema FLPP yang dikenal luas, suku bunga tetap sebesar 5% per tahun menjadi salah satu karakteristik utamanya. Ketentuan untuk pengajuan baru tetap perlu kamu periksa berdasarkan regulasi dan program yang berlaku saat mendaftar.
Suku bunga tetap membantu kamu memperkirakan cicilan dengan lebih mudah karena perubahan suku bunga pasar tidak secara langsung mengubah bunga kredit sesuai skema tersebut.
Dengan begitu, kamu bisa menyusun anggaran bulanan secara lebih terencana.
2. Uang Muka Relatif Ringan
Uang muka atau down payment (DP) sering menjadi salah satu kendala saat seseorang ingin membeli rumah.
Pada program KPR subsidi, uang muka dapat dibuat lebih terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam program tertentu, tersedia pula dukungan subsidi uang muka.
Namun, kamu tetap perlu memastikan besaran uang muka kepada pengembang dan bank pelaksana. Jangan hanya mengandalkan informasi dari iklan karena ketentuan dapat berbeda berdasarkan program, lokasi, dan kondisi pengajuan.
Selain uang muka, siapkan juga dana untuk biaya administrasi, notaris, asuransi, atau pengeluaran lain yang mungkin berlaku.
3. Tenor Kredit Bisa Panjang
KPR subsidi umumnya menawarkan jangka waktu pembiayaan yang panjang. Dalam skema FLPP, tenor dapat mencapai hingga 20 tahun sesuai ketentuan program.
Tenor yang panjang membantu membagi pembayaran rumah menjadi cicilan bulanan yang lebih kecil dibandingkan jika kamu memilih tenor lebih pendek.
Namun, tenor panjang juga berarti kamu akan memiliki kewajiban pembayaran dalam waktu lama.
Karena itu, jangan hanya memilih tenor berdasarkan cicilan paling rendah. Pertimbangkan juga stabilitas pekerjaan, rencana keluarga, dan kebutuhan finansial lain.
4. Membantu Mewujudkan Rumah Pertama
KPR subsidi dirancang untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria agar bisa memiliki rumah sendiri.
Jika selama ini kamu kesulitan mengumpulkan uang untuk membeli rumah secara tunai, program ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipelajari.
Meski begitu, pastikan rumah yang dipilih sesuai kebutuhan. Perhatikan luas bangunan, jumlah kamar, akses transportasi, fasilitas umum, serta jarak ke tempat kerja.
Rumah dengan cicilan terjangkau akan lebih bermanfaat jika lokasinya juga mendukung aktivitas sehari-hari.
5. Pembiayaan Mengikuti Ketentuan Pemerintah
KPR subsidi memiliki persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini mencakup kriteria penerima, batas harga rumah, ketentuan pembiayaan, dan aturan terkait pemanfaatan rumah.
Karena itu, kamu perlu memastikan informasi yang digunakan masih berlaku ketika mengajukan kredit.
Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi dari media sosial atau promosi pengembang. Periksa kembali ketentuan melalui kanal resmi pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang yang bekerja sama dengan program tersebut.
Syarat KPR Subsidi Terbaru
Sebelum mengajukan KPR subsidi, kamu perlu memastikan bahwa kamu memenuhi persyaratan sebagai calon penerima bantuan pembiayaan rumah.
Mengacu pada informasi resmi BP Tapera mengenai KPR FLPP, ada beberapa kriteria utama yang perlu diperhatikan.
1. Warga Negara Indonesia
Syarat pertama adalah kamu harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Pastikan kamu memiliki dokumen identitas yang masih berlaku. Dokumen ini akan digunakan dalam proses administrasi dan pengajuan pembiayaan.
2. Belum Memiliki Rumah
KPR subsidi ditujukan untuk membantu masyarakat memiliki rumah pertama.
Karena itu, calon penerima harus memenuhi ketentuan kepemilikan rumah yang berlaku. Jika kamu sudah memiliki rumah, pengajuan bisa tidak memenuhi kriteria program.
Sebaiknya periksa persyaratan secara menyeluruh sebelum memilih unit rumah.
3. Belum Pernah Menerima Subsidi Perumahan
Calon penerima KPR FLPP juga harus memenuhi ketentuan bahwa mereka belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Ketentuan ini perlu diperhatikan jika sebelumnya kamu pernah mengikuti program pembiayaan rumah bersubsidi.
Apabila kamu ragu apakah bantuan yang pernah diterima termasuk dalam kategori tersebut, tanyakan langsung kepada bank pelaksana atau BP Tapera.
4. Memiliki Penghasilan Sesuai Ketentuan
Penghasilan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan penerima KPR subsidi.
Pemerintah menetapkan batas penghasilan maksimal berdasarkan zona wilayah dan status perkawinan. Jadi, batas penghasilan calon penerima tidak selalu sama di setiap daerah.
Berdasarkan ketentuan yang tercantum pada halaman resmi BP Tapera, batas penghasilan bulanan meliputi:
- Zona 1: Jawa di luar Jabodetabek, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Batas penghasilan maksimal Rp8,5 juta untuk pemohon yang belum menikah dan Rp10 juta untuk yang sudah menikah.
- Zona 2: Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Bali. Batas maksimal Rp9 juta untuk pemohon yang belum menikah dan Rp11 juta untuk yang sudah menikah.
- Zona 3: Wilayah Papua dan provinsi-provinsi pemekarannya memiliki batas penghasilan tersendiri sesuai ketentuan yang berlaku.
Angka tersebut perlu dicocokkan dengan ketentuan terbaru saat pengajuan. Jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu memenuhi syarat hanya berdasarkan nominal gaji.
Pastikan juga kamu memahami bagaimana penghasilan dihitung, terutama jika sudah menikah, memiliki usaha sampingan, atau memperoleh pendapatan tidak tetap.
5. Memenuhi Persyaratan Kredit Bank
Memenuhi kriteria penerima subsidi bukan berarti pengajuan KPR pasti disetujui.
Bank pelaksana tetap akan memeriksa kelayakan pembiayaan. Pemeriksaan ini dapat mencakup penghasilan, pekerjaan, kewajiban utang, riwayat kredit, dan kemampuan membayar cicilan.
Misalnya, kamu memiliki gaji yang sesuai dengan batas penghasilan program. Namun, kamu juga mempunyai cicilan kendaraan dan pinjaman lain yang cukup besar.
Kondisi tersebut bisa memengaruhi penilaian kemampuan membayar kredit.
Karena itu, usahakan memiliki kondisi keuangan yang sehat sebelum mengajukan KPR subsidi.
Apakah Karyawan Kontrak dan Pengusaha Bisa Mengajukan KPR Subsidi?
Jawabannya, bisa dipertimbangkan selama memenuhi persyaratan program dan ketentuan bank pelaksana.
KPR subsidi tidak hanya relevan bagi karyawan tetap. Masyarakat dengan penghasilan tidak tetap juga dapat mengajukan pembiayaan selama mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Berikut penjelasannya.
Karyawan tetap
Karyawan tetap biasanya dapat menggunakan slip gaji dan surat keterangan kerja sebagai bukti penghasilan. Bank dapat meminta dokumen tambahan sesuai kebijakan masing-masing.
Karyawan kontrak
Karyawan kontrak bisa mencoba mengajukan KPR subsidi. Namun, bank dapat mempertimbangkan masa kerja, sisa kontrak, stabilitas penghasilan, dan kemampuan membayar cicilan.
Sebaiknya tanyakan dokumen yang diperlukan kepada bank sebelum memilih rumah.
Pengusaha dan pekerja lepas
Pengusaha, freelancer, dan pekerja sektor informal juga berpeluang mengajukan KPR subsidi.
Tantangannya adalah membuktikan penghasilan secara konsisten. Kamu bisa menyiapkan catatan transaksi, rekening koran, bukti pembayaran dari pelanggan, atau dokumen usaha yang relevan.
Persyaratan dokumen akhirnya mengikuti ketentuan bank pelaksana dan skema pembiayaan yang digunakan.
Intinya, penghasilan tidak tetap bukan alasan untuk langsung mengurungkan niat. Namun, kamu perlu menyiapkan bukti penghasilan dengan baik agar bank dapat menilai kemampuan finansialmu.
Cara Mengajukan KPR Subsidi
Setelah memastikan bahwa kamu berpotensi memenuhi persyaratan, langkah berikutnya adalah mencari rumah dan memulai proses pengajuan.
Berikut tahapan yang bisa kamu ikuti.
1. Cari Rumah Subsidi yang Sesuai
Mulailah dengan mencari pengembang yang menyediakan rumah subsidi melalui program resmi.
Kamu bisa mencari informasi melalui kanal BP Tapera, bank pelaksana, atau pengembang perumahan yang mengikuti program FLPP.
Jangan hanya fokus pada harga rumah. Perhatikan juga lokasi, akses jalan, transportasi, fasilitas umum, dan kondisi bangunan.
Kalau memungkinkan, kunjungi lokasi secara langsung. Dengan begitu, kamu bisa melihat kondisi lingkungan dan memastikan rumah tersebut sesuai kebutuhan.
2. Periksa Harga dan Spesifikasi Rumah
Setiap rumah subsidi harus mengikuti ketentuan program yang berlaku.
Tanyakan harga jual, luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar, fasilitas, dan spesifikasi material kepada pengembang.
Pastikan pula informasi harga sesuai dengan ketentuan pemerintah untuk wilayah tersebut.
Jangan lupa menanyakan biaya tambahan yang perlu disiapkan. Informasi ini akan membantumu menghitung kebutuhan dana secara lebih realistis.
3. Siapkan Dokumen Pengajuan
Dokumen yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan profil pemohon dan kebijakan bank. Namun, secara umum, kamu sebaiknya menyiapkan:
- KTP.
- Kartu Keluarga (KK).
- NPWP jika dipersyaratkan.
- Buku nikah atau dokumen status perkawinan jika relevan.
- Slip gaji atau bukti penghasilan.
- Rekening koran atau mutasi rekening jika diminta.
- Surat keterangan kerja bagi karyawan jika diperlukan.
- Dokumen usaha atau bukti pendapatan bagi pekerja mandiri.
- Surat pemesanan rumah dan dokumen lain yang diminta dalam proses pengajuan.
Pastikan seluruh dokumen lengkap dan informasinya konsisten. Jika ada data yang berbeda, segera tanyakan cara memperbaikinya kepada pihak terkait.
4. Ajukan Permohonan Melalui Bank Pelaksana
Setelah memilih rumah dan menyiapkan dokumen, kamu bisa melanjutkan pengajuan melalui bank pelaksana yang bekerja sama dengan program KPR subsidi.
Bank akan memeriksa dokumen dan menilai kelayakan pembiayaan.
Pada tahap ini, kamu mungkin diminta memberikan informasi tambahan atau melengkapi dokumen tertentu.
Jawab pertanyaan dengan jujur dan pastikan seluruh data yang diberikan sesuai kondisi sebenarnya.
5. Tunggu Proses Verifikasi
Bank akan melakukan pemeriksaan sebelum mengambil keputusan atas pengajuanmu.
Lama prosesnya dapat berbeda-beda, tergantung kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan, dan prosedur bank.
Selama menunggu, pastikan kamu mudah dihubungi dan segera merespons jika ada permintaan dokumen tambahan.
Hindari mengambil pinjaman baru atau membuat komitmen keuangan besar tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kemampuan membayar cicilan.
6. Pelajari Akad dan Ketentuan Kredit
Jika pengajuan disetujui, jangan terburu-buru menandatangani dokumen tanpa memahaminya.
Periksa jumlah pembiayaan, besaran cicilan, tenor, biaya yang harus dibayar, serta kewajiban setelah akad.
Pastikan juga kamu memahami aturan penggunaan rumah subsidi, termasuk ketentuan terkait penghunian, penyewaan, dan pengalihan kepemilikan.
Jika ada bagian yang belum jelas, minta penjelasan dari bank atau pihak yang berwenang sebelum menyetujui akad.
Berapa Cicilan KPR Subsidi per Bulan?
Besaran cicilan KPR subsidi bergantung pada harga rumah, jumlah uang muka, nilai pembiayaan, suku bunga, dan tenor yang dipilih.
Dalam skema FLPP, suku bunga tetap 5% per tahun menjadi salah satu keuntungan utama. Program ini juga menawarkan tenor panjang sesuai ketentuan yang berlaku. BP Tapera bahkan mengumumkan perluasan tenor hingga 40 tahun pada 2026. Namun, pastikan tenor tersebut tersedia untuk skema dan pengajuanmu karena ketentuan bank serta program perlu diperiksa terlebih dahulu.
Supaya lebih mudah memahami perhitungannya, mari gunakan contoh sederhana.
Misalnya, kamu membeli rumah dengan harga Rp180 juta dan membayar uang muka Rp10 juta. Artinya, nilai pinjaman yang perlu dibiayai adalah Rp170 juta.
Dengan asumsi suku bunga tetap 5% per tahun dan tenor 20 tahun, cicilan pokok dan bunga diperkirakan sekitar Rp1,12 juta per bulan.
Angka tersebut hanya simulasi. Nilai cicilan sebenarnya bisa berbeda sesuai ketentuan pembiayaan, biaya yang berlaku, dan hasil perhitungan bank.
Selain itu, kamu perlu menyiapkan dana untuk pengeluaran lain, seperti biaya administrasi, notaris, asuransi, atau biaya terkait pembelian rumah jika dipersyaratkan.
Tipsnya, jangan hanya menghitung apakah kamu mampu membayar cicilan. Hitung juga apakah kamu masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah cicilan dibayarkan.
Kalau penghasilanmu Rp5 juta per bulan, misalnya, jangan sampai sebagian besar pendapatan habis untuk membayar rumah dan utang lainnya.
Sisakan anggaran untuk makan, transportasi, tagihan, kebutuhan keluarga, tabungan, dan dana darurat.
Tips agar Pengajuan KPR Subsidi Lebih Mudah Disetujui
Sudah menemukan rumah yang cocok? Sebelum mengajukan KPR subsidi, ada beberapa hal yang bisa kamu persiapkan agar prosesnya lebih lancar.
1. Jaga Riwayat Kredit
Riwayat kredit dapat menjadi salah satu pertimbangan bank dalam menilai pengajuan pembiayaan.
Pastikan kamu membayar cicilan pinjaman yang sedang berjalan tepat waktu. Jika memiliki tunggakan, cari tahu cara menyelesaikannya sebelum mengajukan KPR.
Kamu juga bisa memeriksa informasi kredit melalui layanan resmi SLIK OJK untuk mengetahui apakah terdapat catatan yang perlu diperhatikan.
Perlu diingat, riwayat kredit yang baik tidak otomatis menjamin pengajuan disetujui. Bank tetap menilai faktor lainnya.
2. Siapkan Bukti Penghasilan
Bank perlu mengetahui apakah kamu mempunyai kemampuan untuk membayar cicilan secara rutin.
Jika berstatus karyawan, simpan slip gaji dan dokumen pekerjaan dengan baik.
Jika memiliki usaha, usahakan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Pisahkan transaksi usaha dari pengeluaran pribadi jika memungkinkan.
Catatan keuangan yang rapi bisa membantu menjelaskan kondisi penghasilanmu ketika mengajukan pembiayaan.
3. Kurangi Beban Utang
Coba evaluasi cicilan yang sedang kamu miliki.
Jika pembayaran utang sudah mengambil porsi besar dari penghasilan, pertimbangkan untuk mengurangi kewajiban tersebut sebelum mengambil kredit rumah.
Jangan sampai kamu mengajukan KPR hanya karena merasa cicilannya terlihat kecil.
Ingat, cicilan rumah merupakan kewajiban jangka panjang. Kondisi keuanganmu harus cukup kuat untuk menghadapi kebutuhan rutin maupun pengeluaran mendadak.
4. Siapkan Dana Tambahan
Walaupun KPR subsidi menawarkan kemudahan pembiayaan, kamu tetap perlu menyiapkan dana di luar cicilan.
Dana tersebut dapat digunakan untuk biaya awal pembelian rumah, perlengkapan rumah tangga, biaya pindahan, atau kebutuhan mendesak setelah menempati rumah.
Kalau memungkinkan, siapkan dana darurat secara terpisah.
Dengan begitu, kamu tidak harus langsung berutang lagi ketika menghadapi pengeluaran tak terduga.
5. Pilih Rumah Sesuai Kebutuhan
Jangan hanya memilih rumah berdasarkan harga paling murah.
Pertimbangkan jarak ke tempat kerja, akses transportasi, ketersediaan air bersih, kondisi jalan, keamanan lingkungan, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Kamu juga perlu mengecek kondisi bangunan secara langsung.
Pastikan rumah memiliki dokumen yang diperlukan dan tanyakan kepada pengembang mengenai fasilitas yang tersedia.
Rumah yang terjangkau tetap harus layak untuk ditinggali.
6. Pastikan Informasi Berasal dari Sumber Resmi
Waspadai pihak yang menjanjikan pengajuan KPR pasti disetujui dengan meminta biaya tidak wajar.
Proses persetujuan tetap mengikuti ketentuan program dan penilaian bank.
Untuk menghindari kesalahan, periksa informasi melalui BP Tapera, bank pelaksana, dan pengembang yang dapat diverifikasi.
Jika menemukan penawaran uang muka nol rupiah, pastikan apakah penawaran tersebut merupakan bagian dari program resmi atau skema khusus dengan persyaratan tertentu.
Jangan menyerahkan uang atau dokumen penting sebelum memastikan pihak yang menerima benar-benar dapat dipercaya.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah Subsidi?
Selain persyaratan KPR, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu periksa sebelum memutuskan membeli rumah.
Pertama, lokasi rumah. Periksa waktu tempuh ke tempat kerja dan fasilitas umum. Lokasi yang terlalu jauh bisa membuat pengeluaran transportasi meningkat.
Kedua, kualitas bangunan. Periksa dinding, atap, lantai, saluran air, instalasi listrik, dan ventilasi. Jika belum memahami konstruksi, kamu bisa meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman.
Ketiga, kondisi lingkungan. Cari tahu apakah lokasi rawan banjir, bagaimana akses jalan ketika hujan, dan apakah air bersih tersedia dengan baik.
Keempat, legalitas. Tanyakan dokumen tanah dan bangunan serta proses pengurusan dokumen kepemilikan kepada pengembang dan bank.
Kelima, aturan setelah pembelian. Rumah subsidi memiliki ketentuan pemanfaatan yang harus dipatuhi penerima. Jangan berasumsi bahwa rumah bisa langsung disewakan atau dialihkan kepada orang lain sesuka hati.
Pengecekan ini penting karena membeli rumah bukan sekadar menyelesaikan proses kredit. Kamu juga harus memastikan rumah tersebut layak dan sesuai kebutuhan dalam jangka panjang.
FAQ Seputar KPR Subsidi
1. Apa itu KPR subsidi?
KPR subsidi adalah fasilitas pembiayaan rumah dengan dukungan pemerintah bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. Salah satu programnya adalah KPR FLPP, yang membantu masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah pertama dengan ketentuan pembiayaan khusus.
2. Berapa gaji maksimal untuk mengajukan KPR subsidi?
Batas penghasilan bergantung pada zona wilayah dan status perkawinan. Berdasarkan informasi BP Tapera, batas untuk pemohon yang belum menikah dimulai dari Rp8,5 juta per bulan di Zona 1 dan Rp9 juta di Zona 2. Batas untuk pemohon yang sudah menikah masing-masing Rp10 juta dan Rp11 juta. Ketentuan untuk wilayah lainnya perlu diperiksa melalui sumber resmi.
3. Apakah karyawan swasta bisa mengajukan KPR subsidi?
Bisa, selama memenuhi persyaratan program dan ketentuan bank pelaksana. Karyawan swasta perlu menyiapkan bukti penghasilan dan dokumen pekerjaan sesuai permintaan bank.
4. Apakah pekerja freelance bisa mengajukan KPR subsidi?
Pekerja freelance dan masyarakat dengan penghasilan tidak tetap berpeluang mengajukan KPR subsidi. Namun, mereka perlu memenuhi persyaratan program dan menunjukkan bukti penghasilan yang dapat dinilai oleh bank.
5. Apakah KPR subsidi harus untuk rumah pertama?
Program KPR FLPP ditujukan untuk membantu masyarakat memiliki rumah pertama. Calon penerima harus memenuhi ketentuan kepemilikan rumah dan belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan pemerintah yang termasuk dalam larangan program.
6. Berapa lama tenor KPR subsidi?
Tenor bergantung pada skema dan ketentuan yang berlaku. Program FLPP secara historis menawarkan tenor hingga 20 tahun, sedangkan BP Tapera mengumumkan perluasan hingga 40 tahun pada 2026. Konfirmasikan ketersediaan tenor kepada bank pelaksana sebelum mengajukan.
7. Apakah KPR subsidi bisa ditolak?
Bisa. Pengajuan dapat ditolak jika pemohon tidak memenuhi persyaratan program, dokumennya tidak lengkap, atau hasil penilaian bank menunjukkan bahwa pengajuan belum memenuhi kriteria pembiayaan.
8. Apakah rumah subsidi boleh disewakan?
Rumah subsidi memiliki ketentuan pemanfaatan dan pengalihan kepemilikan. Aturannya bergantung pada program dan regulasi yang berlaku. Karena itu, periksa ketentuan dalam dokumen pembiayaan dan tanyakan kepada bank sebelum menyewakan atau mengalihkan rumah.
Kesimpulan
KPR subsidi bisa menjadi salah satu solusi bagi kamu yang ingin memiliki rumah pertama dengan pembiayaan lebih terjangkau.
Melalui program seperti FLPP, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh fasilitas pembiayaan dengan suku bunga khusus dan tenor sesuai ketentuan program.
Namun, kamu tetap perlu memperhatikan batas penghasilan, status kepemilikan rumah, riwayat kredit, dan kemampuan membayar cicilan.
Jangan lupa memeriksa kondisi bangunan, lokasi, legalitas, serta biaya tambahan sebelum memutuskan membeli rumah.
Untuk memperluas wawasan tentang aset digital, kamu bisa download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Take Over KPR: Pengertian, Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya







