Pernah dengar orang menyebut "coin saham"?
Istilah ini memang cukup sering muncul di media sosial, komunitas investasi, hingga forum diskusi aset digital. Padahal, coin dan saham adalah dua instrumen yang berbeda.
Namun, perkembangan teknologi blockchain menghadirkan inovasi baru yang membuat keduanya terasa semakin dekat, yaitu tokenized assets.
Melalui tokenisasi, aset dunia nyata seperti saham perusahaan global, ETF, hingga komoditas dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital di blockchain. Dengan begitu, investor bisa mendapatkan eksposur terhadap aset tersebut melalui platform aset digital.
Salah satu contohnya adalah FLOQ yang kini menghadirkan beberapa tokenized assets, mulai dari saham perusahaan global hingga tokenized ETF.
Lalu, apa sebenarnya tokenized assets? Apakah sama dengan membeli saham asli? Dan kenapa banyak orang mulai mengaitkannya dengan istilah "coin saham"?
Yuk, cari tahu jawabannya.
Apa Itu Coin Saham?
Sebenarnya, coin saham bukan istilah resmi dalam dunia investasi maupun aset digital.
Selama ini, istilah tersebut sering digunakan secara informal untuk menyebut aset digital yang berkaitan dengan saham. Padahal, cryptocurrency dan saham merupakan dua instrumen yang berbeda.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, istilah ini mulai sering dikaitkan dengan tokenized stock, yaitu representasi digital dari saham yang diterbitkan dalam bentuk token di blockchain.
Meski begitu, penting dipahami bahwa tokenized stock bukanlah saham yang diperdagangkan langsung di bursa efek. Tokenized stock memberikan eksposur terhadap aset acuan melalui mekanisme tokenisasi, sehingga berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung.
Apa Itu Tokenized Assets?
Tokenized assets adalah representasi digital dari aset dunia nyata (Real World Assets atau RWA) yang diterbitkan dalam bentuk token di blockchain.
Sederhananya, aset yang sebelumnya hanya bisa diperdagangkan melalui pasar tertentu kini dapat direpresentasikan menjadi token digital sehingga lebih mudah diakses melalui platform aset digital.
Secara umum, aset yang dapat ditokenisasi meliputi:
- Saham
- ETF
- Emas
- Perak
- Obligasi
- Properti (di beberapa negara)
Konsep ini membuka peluang investasi yang lebih luas karena akses terhadap berbagai jenis aset menjadi lebih praktis dan fleksibel.
FLOQ Kini Hadirkan 9 Tokenized Assets
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem aset digital, FLOQ kini menghadirkan 9 tokenized assets yang memberikan akses ke berbagai aset global dalam satu aplikasi. Saat ini tersedia:
Tokenized Stock (xStock)
- Apple (AAPLX)
- NVIDIA (NVDAX)
- Amazon (AMZNX)
- Tesla (TSLAX)
- Meta (METAX)
- Alphabet atau Google (GOOGLX)
- McDonald's (MCDX)
Tokenized Stock (Ondo)
- SpaceX (SPCXON)
Tokenized ETF
- iShares Silver Trust (SLVON)
Dengan pilihan aset tersebut, pengguna bisa mendapatkan eksposur ke berbagai perusahaan global maupun ETF berbasis perak tanpa harus membuka akun di broker luar negeri.
Kenapa Tokenized Assets Menarik?
Tokenized assets menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin diminati investor.
1. Akses ke Aset Global
Kamu bisa mendapatkan eksposur ke perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Apple, NVIDIA, Tesla, Amazon, hingga SpaceX dalam satu platform.
2. Diperdagangkan 24/7
Berbeda dengan bursa saham yang memiliki jam perdagangan tertentu, tokenized assets pada platform aset digital umumnya dapat diperdagangkan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
3. Modal Lebih Terjangkau
Berdasarkan informasi dari FLOQ, pengguna bahkan bisa mulai bertransaksi mulai dari Rp1.000. Hal ini membuat akses ke aset global menjadi lebih mudah bagi lebih banyak orang.
4. Diversifikasi Portofolio
Selain aset kripto, kamu juga bisa menambahkan tokenized stock maupun tokenized ETF ke dalam portofolio. Diversifikasi seperti ini dapat membantu menyebarkan risiko investasi.
Perbedaan Saham, Coin, dan Tokenized Assets
Meski sering dikaitkan, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda.
Saham menunjukkan kepemilikan atas sebuah perusahaan dan diperdagangkan di bursa efek.
Coin adalah aset digital asli yang berjalan di jaringan blockchain, seperti Bitcoin atau Ethereum.
Sementara tokenized assets merupakan representasi digital dari aset dunia nyata yang diterbitkan di blockchain. Nilainya mengacu pada aset yang menjadi dasar token tersebut sehingga memberikan eksposur terhadap aset acuan.
Karena sama-sama berbentuk aset digital, sebagian orang kemudian menyebut tokenized stock sebagai "coin saham", meskipun istilah tersebut bukan istilah resmi.
Apakah Tokenized Assets Aman?
Jawabannya, tergantung platform yang kamu gunakan dan bagaimana mekanisme tokenisasi aset tersebut.
Perlu dipahami bahwa tokenized assets bukan berarti kamu otomatis memiliki saham asli seperti saat membeli saham di bursa efek. Tokenized assets adalah representasi digital dari suatu aset yang diterbitkan di blockchain. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana token tersebut bekerja sebelum mulai berinvestasi.
Selain itu, setiap tokenized asset juga memiliki risiko. Nilainya bisa naik atau turun mengikuti harga aset acuannya maupun kondisi pasar. Oleh karena itu, pastikan kamu memahami karakteristik aset yang dipilih dan tidak hanya tergiur oleh potensi keuntungan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memilih platform yang terpercaya. Jika berinvestasi melalui platform aset digital, pastikan platform tersebut telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan regulator yang berwenang. Dengan begitu, kamu bisa bertransaksi dengan lebih aman dan nyaman.
Sebelum membeli tokenized assets, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan:
- Pahami aset yang menjadi dasar token (underlying asset).
- Pelajari cara kerja tokenized asset yang kamu beli.
- Ketahui risiko dan potensi fluktuasi harganya.
- Gunakan platform yang resmi dan berizin.
- Diversifikasikan portofolio, jangan hanya berinvestasi pada satu jenis aset.
Dengan memahami cara kerja tokenized assets dan memilih platform yang tepat, kamu bisa memanfaatkan inovasi blockchain ini sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan eksposur ke berbagai aset global.
Pelajari juga apa itu asset-backed token!
Kesimpulan
Istilah coin saham memang bukan istilah resmi. Namun, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan token digital yang merepresentasikan aset seperti saham.
Melalui teknologi tokenisasi, investor kini memiliki cara baru untuk mendapatkan eksposur terhadap berbagai aset global tanpa harus mengakses pasar tradisional secara langsung.
Di FLOQ sendiri, saat ini tersedia 9 tokenized assets, yaitu Apple, NVIDIA, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet (Google), McDonald's, SpaceX, dan iShares Silver Trust ETF. Kehadiran berbagai aset tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna yang ingin melakukan diversifikasi portofolio melalui satu aplikasi.
Kalau kamu tertarik mencoba tokenized assets, download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
FAQ
Apa itu coin saham?
Coin saham bukan istilah resmi. Istilah ini sering digunakan untuk menyebut token digital yang merepresentasikan saham atau aset serupa melalui teknologi blockchain.
Apa itu tokenized assets?
Tokenized assets adalah representasi digital dari aset dunia nyata seperti saham, ETF, emas, atau obligasi yang diterbitkan dalam bentuk token di blockchain.
Apakah tokenized stock sama dengan membeli saham?
Tidak. Tokenized stock bukan saham yang diperdagangkan langsung di bursa efek. Token ini memberikan eksposur terhadap aset acuan melalui mekanisme tokenisasi.
Apa saja tokenized assets yang tersedia di FLOQ?
Saat ini FLOQ menyediakan 9 tokenized assets, yaitu Apple (AAPLX), NVIDIA (NVDAX), Amazon (AMZNX), Tesla (TSLAX), Meta (METAX), Alphabet (GOOGLX), McDonald's (MCDX), SpaceX (SPCXON), dan iShares Silver Trust (SLVON).
Apa keuntungan tokenized assets?
Beberapa keunggulannya adalah akses ke aset global, perdagangan 24/7, modal awal yang lebih terjangkau, serta kemudahan melakukan diversifikasi portofolio.
Mana yang lebih baik, coin, saham, atau tokenized assets?
Tidak ada instrumen yang paling baik untuk semua orang. Coin, saham, maupun tokenized assets memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, serta pemahaman kamu terhadap masing-masing instrumen.
Apakah tokenized assets cocok untuk pemula?
Bisa, selama kamu memahami cara kerjanya dan menggunakan platform yang resmi serta berizin. Sebelum berinvestasi, pelajari terlebih dahulu karakteristik aset, potensi keuntungan, dan risiko yang menyertainya agar dapat mengambil keputusan dengan lebih bijak.
Baca Juga: Cek 7 Saham Fundamental Bagus yang Layak Dipantau!







