Pernah kepikiran beli Ethereum, tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang tertarik berinvestasi di aset kripto, tetapi masih ragu karena menganggap prosesnya rumit atau harus punya modal besar.
Padahal, cara beli Ethereum sekarang jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Kamu bahkan bisa mulai dengan modal puluhan ribu rupiah melalui aplikasi crypto yang sudah berizin. Seluruh prosesnya juga bisa dilakukan langsung dari smartphone, mulai dari registrasi akun, verifikasi identitas, hingga membeli ETH dalam hitungan menit.
Meski begitu, bukan berarti kamu bisa asal membeli. Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami apa itu Ethereum, bagaimana cara kerjanya, serta langkah-langkah membeli ETH dengan aman. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko sekaligus mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Di artikel ini, kamu akan belajar cara membeli Ethereum dari nol, lengkap dengan tips keamanan, waktu yang tepat untuk membeli, hingga kesalahan yang sering dilakukan pemula.
Apa Itu Ethereum?
Sebelum membahas cara beli Ethereum, ada baiknya kamu mengenal dulu aset yang ingin dibeli.
Ethereum adalah jaringan blockchain yang memungkinkan siapa saja membuat aplikasi terdesentralisasi atau decentralized applications (dApps). Berbeda dengan blockchain yang hanya digunakan untuk mencatat transaksi, Ethereum juga mendukung berbagai program digital yang berjalan secara otomatis melalui teknologi smart contract.
Sementara itu, ETH merupakan aset kripto asli dari jaringan Ethereum. ETH digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan smart contract, hingga menjadi aset investasi yang diperdagangkan di berbagai exchange crypto.
Sejak diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum berkembang menjadi salah satu ekosistem blockchain terbesar di dunia. Ribuan proyek dibangun di atas jaringan ini, mulai dari platform keuangan digital, game blockchain, NFT, hingga aplikasi Web3.
Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin
Banyak orang menganggap Ethereum dan Bitcoin sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.
Bitcoin lebih dikenal sebagai aset digital yang berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of value) dan alternatif uang digital.
Sementara itu, Ethereum dirancang sebagai platform yang memungkinkan pengembang membangun berbagai aplikasi berbasis blockchain.
Kalau diibaratkan, Bitcoin seperti emas digital. Sedangkan Ethereum lebih mirip sistem operasi yang bisa digunakan banyak aplikasi.
Karena memiliki fungsi yang lebih luas, permintaan terhadap ETH tidak hanya berasal dari investor, tetapi juga dari para developer dan pengguna aplikasi blockchain.
Fungsi ETH dalam Ekosistem Blockchain
Ada beberapa fungsi utama ETH yang membuat aset ini memiliki nilai.
Sebagai biaya transaksi (gas fee)
Setiap aktivitas di jaringan Ethereum membutuhkan biaya transaksi yang dibayarkan menggunakan ETH.
Sebagai alat pembayaran dalam aplikasi blockchain
Banyak aplikasi DeFi, NFT, hingga game blockchain menggunakan ETH sebagai alat pembayaran.
Sebagai aset investasi
Banyak investor membeli ETH karena percaya nilai aset ini akan terus bertumbuh seiring berkembangnya ekosistem Ethereum.
Sebagai aset staking
Pemilik ETH juga dapat melakukan staking untuk membantu menjaga keamanan jaringan Ethereum sekaligus berpotensi memperoleh imbal hasil.
Semakin banyak aktivitas yang terjadi di jaringan Ethereum, semakin besar pula kebutuhan terhadap ETH.
Kenapa Banyak Orang Membeli Ethereum?
Bukan tanpa alasan Ethereum menjadi salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Selain memiliki teknologi yang kuat, Ethereum juga menjadi fondasi bagi banyak inovasi di industri blockchain.
Berikut beberapa alasan mengapa banyak investor memilih membeli ETH.
1. Teknologi Smart Contract
Salah satu keunggulan terbesar Ethereum adalah adanya smart contract.
Smart contract merupakan program yang dapat berjalan secara otomatis ketika syarat tertentu telah terpenuhi. Teknologi ini memungkinkan transaksi dilakukan tanpa perlu perantara. Berkat smart contract, banyak layanan keuangan digital kini bisa berjalan secara transparan dan efisien.
Misalnya, proses pinjam-meminjam aset digital, pertukaran token, hingga pembayaran otomatis. Teknologi inilah yang membuat Ethereum memiliki nilai lebih dibanding banyak blockchain lainnya.
2. Menjadi Fondasi DeFi
DeFi atau Decentralized Finance adalah layanan keuangan berbasis blockchain yang tidak bergantung pada lembaga keuangan tradisional.
Melalui DeFi, pengguna bisa meminjam dana, memberikan pinjaman, menabung, hingga melakukan perdagangan aset digital secara langsung. Sebagian besar proyek DeFi terbesar saat ini dibangun di atas jaringan Ethereum. Semakin berkembang ekosistem DeFi, semakin tinggi pula penggunaan ETH.
3. Mendukung NFT
Beberapa tahun terakhir, NFT atau Non-Fungible Token sempat menjadi tren di industri aset digital. Mayoritas NFT diterbitkan menggunakan jaringan Ethereum.
Walaupun popularitas NFT mengalami pasang surut, teknologi ini masih banyak digunakan untuk sertifikat digital, tiket acara, koleksi digital, hingga aset dalam game blockchain. Hal tersebut membuat Ethereum tetap memiliki peran penting dalam perkembangan industri digital.
4. Digunakan Ribuan Aplikasi Blockchain
Ethereum bukan hanya digunakan untuk transaksi aset kripto. Saat ini, ribuan aplikasi berjalan di atas jaringan Ethereum.
Mulai dari aplikasi keuangan, marketplace NFT, platform investasi, hingga berbagai layanan Web3. Semakin banyak aplikasi yang menggunakan Ethereum, semakin tinggi pula aktivitas transaksi yang terjadi di jaringan tersebut.
5. Potensi Investasi Jangka Panjang
Banyak investor membeli ETH bukan untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat. Sebaliknya, mereka melihat Ethereum sebagai aset dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti:
- Ekosistem blockchain yang terus berkembang.
- Adopsi teknologi oleh perusahaan besar.
- Penggunaan smart contract yang semakin luas.
- Inovasi di sektor DeFi dan Web3.
Meski begitu, perlu diingat bahwa investasi Ethereum tetap memiliki risiko karena harga aset kripto bisa mengalami volatilitas yang tinggi.
6. Hadirnya ETF Ethereum
Salah satu perkembangan yang menarik perhatian investor adalah hadirnya ETF Ethereum di beberapa negara.
ETF atau Exchange Traded Fund memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Ethereum melalui instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa.
Kehadiran ETF dinilai dapat meningkatkan minat investor institusi terhadap Ethereum. Walaupun bukan jaminan harga akan selalu naik, perkembangan ini menunjukkan bahwa Ethereum semakin mendapat perhatian dari pasar keuangan global.
Persiapan Sebelum Membeli Ethereum
Setelah memahami potensi Ethereum, sekarang saatnya mengetahui apa saja yang perlu disiapkan sebelum membeli ETH. Persiapan ini penting agar proses pembelian berjalan lancar dan aset yang kamu miliki tetap aman.
Pilih Aplikasi Crypto yang Legal
Langkah pertama adalah memilih exchange crypto yang legal dan memiliki izin operasional di Indonesia. Jangan hanya tergiur biaya murah atau promosi besar. Pastikan platform yang digunakan telah memenuhi ketentuan regulator sehingga aktivitas transaksi menjadi lebih aman.
Selain legalitas, perhatikan juga beberapa hal berikut:
- Sistem keamanan yang baik.
- Tampilan aplikasi mudah digunakan.
- Proses deposit dan penarikan Rupiah yang cepat.
- Biaya transaksi yang transparan.
- Layanan pelanggan yang responsif.
Memilih platform yang tepat akan membuat pengalaman investasi menjadi lebih nyaman, terutama bagi pemula.
Registrasi Akun
Setelah menentukan aplikasi, langkah berikutnya adalah membuat akun. Biasanya kamu hanya perlu memasukkan alamat email atau nomor HP, lalu membuat password yang kuat.
Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar akun tidak mudah diretas. Jangan menggunakan password yang sama dengan akun media sosial atau layanan lainnya.
Verifikasi Identitas (KYC)
Sebelum bisa membeli Ethereum, kamu biasanya harus menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer). Tahapan ini bertujuan untuk memverifikasi identitas pengguna sekaligus membantu mencegah penyalahgunaan akun. Umumnya, kamu akan diminta mengunggah:
- KTP.
- Foto selfie.
- Informasi pribadi sesuai identitas.
Proses verifikasi biasanya hanya memerlukan waktu beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung kebijakan masing-masing platform.
Siapkan Rekening Bank atau E-Wallet
Langkah terakhir sebelum membeli ETH adalah menyiapkan metode pembayaran. Sebagian besar aplikasi crypto di Indonesia mendukung deposit menggunakan transfer bank maupun dompet digital. Setelah saldo Rupiah berhasil masuk ke akun, kamu sudah siap membeli Ethereum kapan saja sesuai harga pasar.
Cara Beli Ethereum Langkah demi Langkah
Setelah semua persiapan selesai, sekarang saatnya membeli Ethereum. Prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan langsung dari smartphone.
1. Download Aplikasi Crypto
Unduh aplikasi exchange crypto yang legal dan terpercaya melalui Play Store atau App Store.
2. Buat Akun
Daftar menggunakan email atau nomor HP, lalu buat password yang kuat agar akun lebih aman.
3. Verifikasi Identitas (KYC)
Lengkapi proses KYC dengan mengunggah identitas dan foto selfie. Setelah disetujui, kamu bisa mulai bertransaksi.
4. Deposit Rupiah
Isi saldo akun melalui transfer bank atau metode pembayaran lain yang tersedia.
5. Cari Ethereum (ETH)
Masuk ke halaman market, lalu cari Ethereum dengan kode ETH.
6. Masukkan Nominal Pembelian
Kamu tidak harus membeli 1 ETH. Cukup masukkan nominal sesuai budget, misalnya Rp50.000 atau Rp100.000.
7. Konfirmasi Transaksi
Periksa kembali detail pembelian, lalu tekan tombol beli atau konfirmasi.
8. Ethereum Masuk ke Wallet
Setelah transaksi berhasil, ETH akan otomatis masuk ke wallet crypto di akunmu dan siap disimpan atau diperdagangkan.
Berapa Minimal Beli Ethereum?
Kamu tidak perlu membeli 1 ETH penuh. Saat ini, hampir semua platform memungkinkan pembelian Ethereum dalam bentuk pecahan atau fractional buying. Artinya, kamu bisa mulai investasi hanya dengan puluhan ribu rupiah. Nominal kecil ini cocok untuk pemula yang ingin belajar sekaligus mengelola risiko.
Kapan Waktu yang Tepat Membeli Ethereum?
Tidak ada waktu yang benar-benar pasti untuk membeli Ethereum. Namun, kamu bisa menggunakan beberapa strategi berikut.
- Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli ETH secara rutin dengan nominal yang sama.
- Pelajari kondisi fundamental Ethereum dan perkembangan ekosistemnya.
- Gunakan analisis teknikal sebagai referensi jika ingin menentukan titik beli.
Tips Aman Membeli Ethereum
Agar investasi lebih aman, lakukan beberapa hal berikut.
- Gunakan exchange crypto yang terpercaya.
- Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA).
- Jangan pernah membagikan kode OTP.
- Simpan private key dengan aman jika menggunakan wallet pribadi.
- Hindari membeli aset karena FOMO.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat membeli Ethereum antara lain:
- Membeli tanpa melakukan riset.
- Menggunakan dana kebutuhan sehari-hari.
- Tidak melakukan diversifikasi.
- Panik saat harga turun karena volatilitas pasar.
Apakah Ethereum Masih Layak Dibeli?
Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan ekosistem yang terus berkembang. Didukung teknologi smart contract, DeFi, dan Web3, ETH masih memiliki potensi jangka panjang. Meski begitu, harga Ethereum tetap bisa naik maupun turun. Karena itu, pastikan kamu memahami risikonya sebelum berinvestasi.
Kesimpulan
Cara beli Ethereum kini jauh lebih mudah. Kamu cukup membuat akun di aplikasi crypto, menyelesaikan proses KYC, melakukan deposit, lalu membeli ETH sesuai nominal yang diinginkan.
Jangan lupa untuk selalu berinvestasi sesuai kemampuan, lakukan riset, dan gunakan strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) agar risiko lebih terkelola.
FAQ
Apakah bisa membeli Ethereum mulai Rp10.000?
Bisa. Kamu dapat membeli Ethereum dalam nominal kecil tanpa harus membeli 1 ETH penuh.
Apakah Ethereum legal di Indonesia?
Ya, selama transaksi dilakukan melalui penyedia layanan aset kripto yang telah berizin sesuai regulasi yang berlaku.
Lebih baik membeli Ethereum atau Bitcoin?
Bitcoin lebih dikenal sebagai penyimpan nilai, sedangkan Ethereum memiliki ekosistem yang lebih luas berkat teknologi smart contract.
Apakah Ethereum cocok untuk investasi jangka panjang?
Banyak investor memilih Ethereum untuk jangka panjang, tetapi tetap ada risiko volatilitas yang perlu dipahami.
Apakah harus memiliki wallet sendiri?
Tidak harus. Kamu bisa menyimpan ETH di wallet yang disediakan platform atau menggunakan wallet pribadi untuk keamanan tambahan.
Mulai Investasi Ethereum di FLOQ
Tertarik membeli Ethereum? Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga kamu bisa membeli dan mengelola aset kripto dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.
Baca Juga: Fungsi Node di Ethereum dan Cara Kerjanya dalam Jaringan







