Punya hobi memasak dan ingin menjadikannya profesi? Jurusan tata boga bisa menjadi pilihan yang menarik. Kamu nggak hanya belajar memasak, tetapi juga mempelajari teknik pengolahan makanan, penyajian hidangan, pengelolaan dapur, hingga bisnis kuliner.
Namun, sebelum mendaftar, ada satu hal yang perlu kamu pertimbangkan, yaitu biaya kuliah jurusan tata boga.
Berbeda dari beberapa jurusan yang lebih banyak berfokus pada teori, kuliah tata boga melibatkan banyak kegiatan praktik. Kamu mungkin perlu membeli bahan makanan, perlengkapan memasak, seragam praktik, dan peralatan pendukung lainnya.
Artinya, biaya yang perlu disiapkan bukan hanya uang semester atau UKT. Ada juga pengeluaran tambahan yang perlu masuk ke dalam anggaran pendidikanmu.
Besarnya biaya kuliah bergantung pada kampus, jenjang pendidikan, jalur masuk, dan fasilitas yang tersedia. Biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) juga bisa berbeda dari perguruan tinggi swasta (PTS).
Nah, supaya kamu bisa merencanakan pendidikan dengan lebih matang, yuk, kenali kisaran biaya kuliah jurusan tata boga, komponen pengeluarannya, pilihan kampus, dan tips menyiapkan dananya!
Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Tata Boga?
Sebelum membahas biayanya, kamu perlu memahami apa yang akan dipelajari selama kuliah.
Jurusan tata boga merupakan bidang pendidikan yang berhubungan dengan pengolahan makanan, seni kuliner, dan pengelolaan usaha makanan. Nama program studinya bisa berbeda-beda di setiap kampus, misalnya Pendidikan Tata Boga, Seni Kuliner, atau program terkait kuliner dan gastronomi.
Materi yang dipelajari juga bergantung pada kurikulum kampus.
Secara umum, kamu bisa mempelajari beberapa hal berikut.
1. Teknik Memasak
Kamu akan belajar berbagai teknik memasak, mulai dari merebus, mengukus, menggoreng, memanggang, hingga teknik memasak yang lebih kompleks.
Kamu juga akan mengenal cara menggunakan peralatan dapur dengan benar dan menjaga keamanan selama proses pengolahan makanan.
2. Pengolahan Pastry dan Bakery
Kalau suka membuat kue, materi ini mungkin menjadi salah satu bagian yang paling menarik.
Kamu bisa mempelajari pembuatan roti, cake, pastry, dessert, dan berbagai produk bakery lainnya. Kamu juga perlu memahami karakteristik bahan, takaran resep, suhu, serta teknik pengolahan yang tepat.
3. Gizi dan Keamanan Pangan
Memasak bukan hanya soal rasa. Kamu juga perlu memahami kandungan gizi, kebersihan bahan makanan, dan cara menyimpan makanan dengan aman.
Materi ini penting, terutama jika kamu ingin bekerja di restoran, hotel, katering, atau industri makanan.
4. Manajemen Dapur dan Bisnis Kuliner
Mahasiswa tata boga juga dapat mempelajari pengelolaan dapur, perencanaan menu, pengendalian bahan baku, hingga perhitungan biaya produksi makanan.
Pengetahuan tersebut berguna jika kamu ingin menjadi chef profesional atau membuka bisnis kuliner sendiri.
5. Praktik dan Pengalaman Kerja
Sebagian program studi menyediakan praktik laboratorium, proyek kuliner, atau kegiatan magang.
Kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami situasi kerja yang sebenarnya. Namun, bentuk dan ketentuan praktiknya bergantung pada program studi masing-masing.
Karena banyak kegiatan praktik, kamu perlu memasukkan biaya bahan makanan dan perlengkapan ke dalam perencanaan keuangan sejak awal.
Kisaran Biaya Kuliah Jurusan Tata Boga
Lalu, berapa biaya kuliah jurusan tata boga yang perlu kamu siapkan?
Jawabannya bergantung pada kampus dan program pendidikan yang kamu pilih. Untuk mendapatkan gambaran, kamu bisa melihat biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun lembaga pendidikan kuliner swasta.
1. Biaya Kuliah Tata Boga di Perguruan Tinggi Negeri
Kuliah di PTN bisa menjadi pilihan jika kamu ingin mendapatkan pendidikan formal dengan biaya yang disesuaikan berdasarkan ketentuan kampus.
Salah satu contohnya adalah Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang menawarkan program S1 Pendidikan Tata Boga.
Pada tahun akademik 2026, UNNES menetapkan UKT untuk mahasiswa baru jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri dalam beberapa kelompok.
Besaran UKT S1 Pendidikan Tata Boga untuk jalur SNBP berkisar dari Rp500.000 hingga Rp8.000.000 per semester. Besaran yang dikenakan kepada setiap mahasiswa bergantung pada kelompok UKT yang ditetapkan.
Kalau kamu ingin menghitung kebutuhan biaya selama kuliah, berikut gambaran sederhananya.
Misalnya, kamu mendapatkan UKT Rp4.000.000 per semester. Jika masa studi berlangsung selama delapan semester, total UKT yang perlu disiapkan adalah Rp32.000.000.
Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya hidup, perlengkapan praktik, dan kebutuhan pendidikan lainnya.
Perlu diingat, angka Rp4.000.000 tadi hanya contoh perhitungan, bukan tarif UKT resmi untuk kelompok tertentu di UNNES.
Sebelum mendaftar, periksa ketentuan terbaru di situs resmi kampus. Pastikan juga kamu memahami perbedaan biaya untuk setiap jalur masuk karena ketentuannya bisa berbeda.
2. Biaya Kuliah Tata Boga di Perguruan Tinggi Swasta
Selain PTN, kamu bisa mempertimbangkan PTS yang menyediakan program studi tata boga atau bidang kuliner.
Sistem pembayaran di setiap kampus swasta bisa berbeda. Ada kampus yang menggunakan biaya per semester, sedangkan kampus lain membagi pembayaran ke dalam beberapa komponen.
Contohnya, LPP Ariyanti di Bandung mencantumkan total biaya pendidikan program tata boga sebesar Rp16.000.000 dalam skema pembayaran yang dipublikasikan untuk periode 2024-2026. Programnya mencakup materi seperti makanan Indonesia, makanan kontinental, pastry dan bakery, serta manajemen usaha boga.
Namun, kamu perlu memperhatikan bahwa program pendidikan tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan program S1 di universitas. Jenjang, durasi pendidikan, kurikulum, dan jenis sertifikat yang diperoleh bisa berbeda.
Selain itu, biaya yang dipublikasikan tersebut tidak otomatis menjadi tarif penerimaan mahasiswa baru saat ini.
Jadi, jangan hanya membandingkan angka total. Periksa juga durasi pendidikan, fasilitas praktik, program magang, dan kualifikasi lulusan yang ditawarkan.
3. Biaya Kuliah di Sekolah atau Akademi Kuliner
Kalau tujuanmu adalah menguasai keterampilan memasak untuk bekerja atau membangun bisnis, sekolah kuliner dan akademi profesional juga bisa menjadi alternatif.
Lembaga seperti ini biasanya memiliki program dengan durasi yang berbeda-beda. Ada program intensif untuk keterampilan tertentu, ada pula pendidikan kuliner yang berlangsung lebih lama.
Biayanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Durasi dan intensitas praktik.
- Jenis masakan yang dipelajari.
- Penggunaan bahan makanan selama praktik.
- Fasilitas dapur dan peralatan.
- Sertifikat atau kualifikasi yang diperoleh.
- Program magang atau pelatihan industri.
Kamu sebaiknya meminta rincian biaya langsung dari lembaga yang diminati. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah biaya pendaftaran, seragam, bahan praktik, dan ujian sudah termasuk dalam paket pendidikan.
Ingat, sekolah kuliner dengan biaya lebih mahal belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Sesuaikan pilihan dengan tujuan karier dan kemampuan keuanganmu.
Komponen Biaya Kuliah Jurusan Tata Boga yang Perlu Disiapkan
Kesalahan yang sering terjadi saat merencanakan biaya kuliah adalah hanya menghitung uang semester.
Padahal, mahasiswa tata boga juga perlu menyiapkan dana untuk menunjang kegiatan praktik dan kebutuhan sehari-hari.
Berikut beberapa komponen yang perlu kamu perhitungkan.
1. Uang Pangkal dan Biaya Pendaftaran
Sebagian kampus mengenakan biaya pendaftaran saat seleksi mahasiswa baru. Ada pula kampus yang menerapkan uang pangkal atau biaya pengembangan institusi sesuai jalur masuk dan ketentuan yang berlaku.
Namun, tidak semua kampus mengenakan komponen biaya yang sama.
Sebelum membayar, periksa apakah biaya tersebut hanya dibayarkan sekali atau ada pembayaran lain yang perlu dilunasi pada awal semester.
2. UKT atau Uang Kuliah per Semester
UKT merupakan salah satu komponen utama biaya pendidikan di PTN.
Besarnya bergantung pada ketentuan kampus, program studi, jalur masuk, dan kelompok UKT yang berlaku.
Jika kamu memilih PTS, periksa apakah biaya kuliahnya menggunakan sistem pembayaran per semester, per SKS, atau skema lain.
Pastikan kamu menghitung total biaya sampai lulus, bukan hanya biaya pada semester pertama.
3. Peralatan Memasak
Mahasiswa tata boga mungkin perlu menggunakan peralatan khusus untuk kegiatan praktik.
Beberapa contohnya adalah pisau dapur, timbangan digital, spatula, whisk, loyang, dan peralatan pendukung lainnya.
Kebutuhannya bergantung pada aturan kampus. Sebagian peralatan mungkin sudah tersedia di laboratorium sehingga kamu tidak perlu membelinya sendiri.
Untuk menghemat anggaran, tanyakan daftar peralatan wajib sebelum membeli. Hindari membeli perlengkapan profesional yang mahal jika kampus belum mewajibkannya.
4. Seragam dan Perlengkapan Praktik
Kegiatan praktik kuliner umumnya membutuhkan pakaian kerja yang sesuai dengan standar kebersihan dan keselamatan.
Kamu mungkin perlu menyiapkan seragam chef, apron, penutup kepala, serta sepatu yang sesuai dengan aturan kampus.
Biaya ini sebaiknya dimasukkan ke dalam anggaran awal perkuliahan.
Jika ada perlengkapan yang bisa digunakan selama beberapa semester, kamu tidak perlu menganggarkan pembelian ulang setiap kali memulai semester baru.
5. Bahan Makanan untuk Praktik
Ini merupakan salah satu pengeluaran yang perlu diperhatikan saat mengambil jurusan tata boga.
Selama kuliah, kamu mungkin perlu menggunakan bahan makanan untuk membuat hidangan sesuai tugas praktik.
Bahan yang dibutuhkan bisa berupa daging, ikan, sayuran, tepung, telur, mentega, rempah-rempah, dan berbagai bahan lainnya.
Tanyakan kepada pihak kampus apakah bahan praktik disediakan oleh laboratorium atau mahasiswa harus membelinya sendiri.
Informasi ini penting karena frekuensi praktik dan jenis hidangan yang dibuat bisa memengaruhi pengeluaran.
6. Biaya Transportasi dan Tempat Tinggal
Jika kampus berada jauh dari rumah, kamu juga perlu memperhitungkan biaya transportasi atau tempat tinggal.
Pengeluaran ini bisa menjadi bagian besar dari total biaya kuliah, terutama jika kamu harus merantau.
Hitung kebutuhan bulanan seperti kos, makan, transportasi, pulsa, dan kebutuhan pribadi.
Kalau memungkinkan, cari tempat tinggal yang dekat dengan kampus atau memiliki akses transportasi yang terjangkau.
7. Biaya Magang dan Tugas Akhir
Pada beberapa program studi, mahasiswa perlu mengikuti magang atau menyelesaikan proyek akhir sebagai bagian dari persyaratan kelulusan.
Kegiatan tersebut bisa menimbulkan biaya tambahan, misalnya untuk transportasi, tempat tinggal sementara, bahan proyek, atau pencetakan laporan.
Namun, kebutuhan setiap mahasiswa berbeda. Tidak semua program memiliki skema magang dan tugas akhir yang sama.
Sebaiknya tanyakan rincian kegiatan tersebut kepada pihak kampus agar kamu bisa menyiapkan dana lebih awal.
Contoh Menghitung Total Biaya Kuliah Tata Boga
Supaya lebih mudah dipahami, coba simulasikan biaya kuliah selama empat tahun atau delapan semester.
Misalnya, kamu mengambil program S1 Pendidikan Tata Boga dengan asumsi berikut:
- UKT per semester: Rp4.000.000.
- Peralatan dan seragam awal: Rp2.000.000.
- Bahan praktik tambahan: Rp500.000 per semester.
- Transportasi dan kebutuhan kuliah: Rp500.000 per bulan.
- Lama kuliah: 4 tahun.
Dari asumsi tersebut, berikut perhitungannya.
Total UKT selama delapan semester:
Rp4.000.000 × 8 = Rp32.000.000.
Total peralatan dan seragam:
Rp2.000.000.
Total bahan praktik tambahan:
Rp500.000 × 8 = Rp4.000.000.
Total transportasi dan kebutuhan kuliah:
Rp500.000 × 48 bulan = Rp24.000.000.
Dengan demikian, estimasi total biaya kuliah selama empat tahun adalah Rp62.000.000.
Angka tersebut hanya simulasi untuk membantu perencanaan keuangan. Biaya sebenarnya bisa lebih rendah atau lebih tinggi, bergantung pada kampus, fasilitas yang disediakan, dan kebutuhan pribadi.
Perhitungan ini juga belum memasukkan uang pangkal, tempat tinggal, biaya pendaftaran, dan kemungkinan kenaikan biaya selama masa studi.
Karena itu, gunakan simulasi tersebut sebagai titik awal. Setelah menentukan kampus, ganti setiap angka dengan biaya resmi yang berlaku.
Tips Menyiapkan Biaya Kuliah Jurusan Tata Boga
Biaya kuliah bisa terasa berat jika kamu baru mulai menabung menjelang pendaftaran. Namun, dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa mempersiapkannya secara bertahap.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.
1. Tentukan Kampus dan Jalur Masuk Sejak Awal
Langkah pertama adalah memilih beberapa kampus yang sesuai dengan minat dan kemampuan keuanganmu.
Bandingkan program studi, biaya kuliah, fasilitas praktik, lokasi, serta peluang magang yang tersedia.
Kalau kamu ingin masuk PTN, cari informasi tentang jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Periksa juga ketentuan UKT serta kemungkinan adanya biaya lain sesuai jalur penerimaan.
Dengan mengetahui perkiraan biaya sejak awal, kamu bisa menetapkan target tabungan yang lebih realistis.
2. Buat Anggaran Pendidikan yang Terperinci
Jangan mencampur seluruh kebutuhan kuliah ke dalam satu angka.
Pisahkan anggaran untuk uang kuliah, peralatan, bahan praktik, transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari.
Cara ini membantu kamu mengetahui pengeluaran yang wajib dibayar dan pengeluaran yang masih bisa dihemat.
Kamu juga bisa mengevaluasi anggaran setiap bulan untuk melihat apakah tabungan sudah sesuai target.
3. Mulai Menabung Secara Konsisten
Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana awal sebesar Rp12.000.000 dalam waktu dua tahun.
Artinya, kamu perlu mengumpulkan sekitar Rp500.000 setiap bulan.
Jika target tersebut terasa berat, kamu bisa memperpanjang waktu menabung, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, atau mencari sumber penghasilan tambahan.
Yang terpenting, sesuaikan target dengan kemampuan keuanganmu. Jangan sampai persiapan biaya kuliah justru membuat kebutuhan pokok sehari-hari terganggu.
4. Cari Beasiswa dan Bantuan Pendidikan
Jangan langsung menganggap seluruh biaya kuliah harus ditanggung sendiri.
Cari informasi mengenai beasiswa dari pemerintah, kampus, yayasan, atau pihak swasta.
Untuk mahasiswa yang memenuhi persyaratan, KIP Kuliah juga bisa menjadi salah satu pilihan yang perlu dipelajari.
Namun, ketentuan penerima, cakupan bantuan, dan proses seleksi dapat berbeda. Pastikan kamu membaca persyaratan resmi dan memperhatikan jadwal pendaftarannya.
Kamu juga bisa bertanya kepada bagian kemahasiswaan mengenai keringanan biaya atau bantuan pendidikan yang tersedia.
5. Sisihkan Dana Khusus untuk Praktik
Selain menabung untuk uang semester, siapkan dana khusus untuk kebutuhan praktik.
Kamu bisa menyisihkan sejumlah uang setiap bulan agar tidak perlu mencari dana tambahan ketika ada tugas memasak.
Jika kampus menyediakan sebagian bahan dan peralatan, sesuaikan jumlah tabungan dengan kebutuhan yang benar-benar harus kamu tanggung.
Biasakan pula mencatat pengeluaran setelah setiap kegiatan praktik. Kebiasaan ini akan membantu kamu mengelola uang dengan lebih teratur.
6. Siapkan Dana Darurat
Selama kuliah, ada kemungkinan muncul pengeluaran yang tidak direncanakan.
Misalnya, alat praktik rusak, biaya transportasi meningkat, atau kamu membutuhkan bahan tambahan untuk menyelesaikan tugas.
Karena itu, usahakan memiliki dana cadangan yang terpisah dari uang kuliah.
Mulailah dari jumlah yang sesuai dengan kemampuanmu. Kamu tidak harus mengumpulkan dana besar sekaligus.
Jika pengeluaran pendidikan meningkat, dana cadangan bisa membantu mengurangi risiko terganggunya pembayaran kuliah.
7. Pertimbangkan Investasi Sesuai Tujuan Keuangan
Jika waktu persiapan kuliah masih cukup panjang, kamu mungkin ingin mempelajari berbagai cara mengelola uang untuk mencapai target pendidikan.
Namun, penting untuk menyesuaikan pilihan dengan jangka waktu penggunaan dana dan toleransi terhadap risiko.
Dana yang akan digunakan untuk membayar uang semester dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen berisiko tinggi tanpa mempertimbangkan kemungkinan kerugian.
Sebelum memilih produk investasi, pahami cara kerjanya, biaya transaksi, dan risikonya. Jangan menggunakan uang kebutuhan pokok atau dana pendidikan yang harus segera dibayarkan untuk mengejar keuntungan.
Perencanaan keuangan yang baik bukan sekadar mengumpulkan uang, tetapi juga memastikan dana tersedia ketika dibutuhkan.
Prospek Kerja Lulusan Tata Boga
Biaya kuliah perlu dipertimbangkan bersama peluang karier setelah lulus. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah program pendidikan yang dipilih sesuai dengan tujuanmu.
Lulusan tata boga memiliki beberapa pilihan karier, tergantung pada keterampilan, pengalaman, jenjang pendidikan, dan kualifikasi yang dimiliki.
1. Chef atau Koki Profesional
Kamu bisa bekerja di restoran, hotel, katering, atau bisnis kuliner lainnya.
Pekerjaan ini membutuhkan keterampilan memasak, konsistensi rasa, kemampuan mengelola waktu, dan pemahaman tentang kebersihan makanan.
Pengalaman kerja dan kemampuan memimpin tim juga dapat membantu perkembangan karier.
2. Pastry Chef atau Baker
Jika lebih tertarik pada roti dan kue, kamu bisa berfokus pada bidang pastry dan bakery.
Pekerjaannya mencakup pembuatan roti, cake, dessert, dan produk sejenis.
Kamu juga bisa mengembangkan usaha sendiri jika sudah memahami teknik produksi dan pengelolaan biaya.
3. Pengusaha Kuliner
Lulusan tata boga juga bisa membuka usaha makanan, seperti katering, toko kue, kedai, atau bisnis makanan rumahan.
Pengetahuan tentang pengolahan makanan dapat menjadi modal awal. Namun, kamu tetap perlu mempelajari pemasaran, pengelolaan stok, penentuan harga jual, dan pencatatan keuangan.
4. Pengelola Dapur
Kamu juga bisa mengembangkan karier di bidang pengelolaan operasional dapur.
Tugasnya dapat mencakup pengaturan jadwal kerja, pengendalian bahan baku, pengawasan kualitas makanan, dan koordinasi tim.
Posisi ini biasanya membutuhkan pengalaman dan kemampuan manajerial yang memadai.
5. Tenaga Pengajar atau Instruktur Kuliner
Jika memilih program pendidikan yang sesuai, kamu bisa mempertimbangkan karier sebagai pengajar tata boga atau instruktur kuliner.
Persyaratan pendidikan dan sertifikasi bergantung pada lembaga tempat kamu ingin bekerja.
Karena itu, periksa kualifikasi yang dibutuhkan sebelum menentukan jalur pendidikan.
Perlu diingat, kuliah tata boga tidak otomatis menjamin pekerjaan atau penghasilan tertentu setelah lulus. Peluang karier juga dipengaruhi oleh kemampuan, pengalaman, portofolio, dan kondisi industri.
FAQ Seputar Biaya Kuliah Jurusan Tata Boga
1. Berapa biaya kuliah jurusan tata boga sampai lulus?
Total biaya kuliah bergantung pada kampus, jenjang pendidikan, dan lama studi. Sebagai gambaran, jika UKT sebesar Rp4.000.000 per semester selama delapan semester, total UKT mencapai Rp32.000.000. Angka tersebut belum termasuk biaya praktik dan kebutuhan hidup.
2. Apakah kuliah tata boga membutuhkan banyak biaya praktik?
Kebutuhannya bergantung pada kurikulum dan fasilitas kampus. Mahasiswa mungkin perlu membeli bahan makanan, seragam, atau peralatan tertentu. Sebelum mendaftar, tanyakan apakah biaya praktik sudah termasuk dalam biaya pendidikan.
3. Apakah ada kuliah tata boga yang murah?
Ada pilihan program pendidikan dengan biaya yang relatif terjangkau. Kamu bisa membandingkan PTN, PTS, akademi kuliner, dan program vokasi. Jangan lupa memeriksa total biaya pendidikan, bukan hanya uang semester.
4. Apakah kuliah tata boga bisa menggunakan KIP Kuliah?
KIP Kuliah dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan program. Namun, penerimaan bantuan bergantung pada ketentuan dan proses seleksi yang berlaku. Periksa informasi resmi KIP Kuliah serta ketentuan kampus tujuan.
5. Apakah lulusan tata boga harus menjadi chef?
Nggak. Kamu juga bisa berkarier sebagai pastry chef, baker, pengusaha kuliner, pengelola dapur, atau tenaga pengajar sesuai kualifikasi. Pilihan karier bergantung pada minat, keterampilan, pengalaman, dan persyaratan pekerjaan.
6. Apakah lebih baik kuliah tata boga atau ikut kursus memasak?
Keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Kuliah formal menawarkan pendidikan dengan kurikulum dan jenjang akademik tertentu. Sementara itu, kursus memasak bisa menjadi pilihan jika kamu ingin mempelajari keterampilan khusus dalam waktu yang lebih singkat. Pilih sesuai kebutuhan dan target kariermu.
7. Bagaimana cara menghitung biaya kuliah tata boga?
Jumlahkan seluruh biaya pendidikan selama masa studi. Masukkan UKT atau uang semester, uang pangkal jika ada, perlengkapan, bahan praktik, transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari. Sisihkan pula dana cadangan untuk pengeluaran tak terduga.
Kesimpulan
Biaya kuliah jurusan tata boga berbeda-beda di setiap kampus. Besarnya dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, jalur masuk, biaya semester, fasilitas praktik, dan kebutuhan pribadi.
Karena itu, jangan hanya berfokus pada biaya pendaftaran atau UKT. Hitung juga pengeluaran untuk bahan makanan, peralatan memasak, seragam, transportasi, dan kebutuhan selama kuliah.
Mulailah dengan menentukan kampus tujuan, memeriksa biaya resminya, lalu menyusun anggaran pendidikan. Jika membutuhkan bantuan, cari informasi mengenai beasiswa atau program keringanan biaya yang sesuai dengan persyaratanmu.
Di sisi lain, persiapan pendidikan juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Kamu bisa mulai dengan mencatat pengeluaran, menetapkan target tabungan, dan mempelajari pengelolaan keuangan sejak dini.
Ingin lebih teratur dalam mengelola keuangan dan mengenal aset digital? Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Biaya Kuliah Hukum: Negeri vs Swasta







