Biaya Kuliah Farmasi: Rincian dan Tips Hemat

Tips & Trick

19 Oct 2026

10 menit

Ditulis oleh: Karin Hidayat

Pattern 1
Article

Kuliah di jurusan farmasi bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang tertarik dengan dunia kesehatan, obat-obatan, dan ilmu kimia. Lulusannya juga punya peluang berkarier di berbagai bidang, mulai dari industri farmasi, rumah sakit, apotek, hingga perusahaan kosmetik.

Namun, sebelum mendaftar, ada satu hal penting yang perlu kamu pertimbangkan, yaitu biaya kuliah farmasi.

Biaya pendidikan jurusan ini bisa berbeda-beda di setiap kampus. Perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) juga memiliki kebijakan pembayaran yang berbeda. Selain uang kuliah, kamu mungkin perlu menyiapkan dana untuk praktikum, buku, perlengkapan laboratorium, hingga biaya pendidikan profesi apoteker.

Nah, supaya persiapanmu lebih matang, yuk, pahami rincian biaya kuliah farmasi, faktor yang memengaruhinya, dan cara mengatur keuangan agar pendidikan tetap berjalan tanpa terlalu membebani kondisi finansial.

Berapa Biaya Kuliah Farmasi?

Biaya kuliah farmasi di Indonesia bisa berkisar dari beberapa juta rupiah hingga puluhan juta rupiah per semester. Jumlahnya bergantung pada kampus, jalur masuk, jenjang pendidikan, dan komponen biaya yang dikenakan.

Sebagai gambaran awal, berikut perkiraan anggaran yang bisa kamu gunakan untuk menyusun rencana keuangan.

  • PTN melalui jalur SNBP atau SNBT: biaya kuliah umumnya menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besarnya ditentukan berdasarkan ketentuan kampus dan kelompok UKT mahasiswa.
  • PTN melalui jalur mandiri: biaya kuliah dapat mencakup UKT dan, pada kampus atau jalur tertentu, Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau biaya pengembangan lainnya.
  • PTS: biaya kuliah dapat mencakup uang pangkal, biaya per semester, biaya praktikum, dan komponen lain sesuai kebijakan kampus.
  • Program profesi apoteker: memerlukan biaya tambahan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana farmasi.

Untuk menyusun anggaran awal, kamu bisa membuat simulasi biaya kuliah sebesar Rp5 juta hingga Rp15 juta per semester. Angka ini hanya contoh perencanaan, bukan tarif resmi atau kisaran yang berlaku untuk semua kampus. Biaya aktual bisa lebih rendah atau lebih tinggi.

Misalnya, jika biaya kuliahmu Rp8 juta per semester dan masa studi sarjana direncanakan selama delapan semester, total biaya kuliah dasarnya mencapai Rp64 juta.

Namun, perhitungan tersebut belum mencakup biaya pendaftaran, praktikum tambahan, buku, tempat tinggal, makan, transportasi, dan pendidikan profesi apoteker jika kamu ingin melanjutkannya.

Jadi, jangan hanya melihat biaya per semester. Hitung juga total kebutuhan pendidikan sampai kamu menyelesaikan jenjang yang dituju.

Rincian Biaya Kuliah Farmasi yang Perlu Disiapkan

Sebelum menentukan kampus, kamu perlu memahami komponen biaya yang mungkin muncul selama kuliah. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan kebutuhan dana secara lebih realistis.

1. Biaya pendaftaran dan seleksi masuk

Biaya pertama yang perlu kamu siapkan adalah biaya pendaftaran. Besarnya tergantung pada jalur masuk dan kebijakan perguruan tinggi.

Jika mendaftar ke PTN melalui jalur seleksi nasional, kamu perlu mengecek ketentuan biaya pendaftaran yang berlaku. Sementara itu, jalur mandiri dan seleksi masuk PTS bisa memiliki ketentuan biaya tersendiri.

Kalau kamu mendaftar ke beberapa kampus sekaligus, jangan lupa menghitung total biaya pendaftarannya.

Misalnya, kamu mendaftar ke tiga kampus dengan biaya pendaftaran masing-masing Rp300.000. Artinya, kamu perlu menyiapkan Rp900.000 hanya untuk proses pendaftaran.

Nominal tersebut sekadar simulasi. Biaya pendaftaran sebenarnya mengikuti ketentuan masing-masing kampus.

2. Uang Kuliah Tunggal (UKT)

UKT merupakan biaya pendidikan yang dibayarkan mahasiswa setiap semester pada perguruan tinggi yang menerapkan sistem ini.

Di PTN, besaran UKT dapat berbeda berdasarkan kelompok biaya yang ditetapkan kampus. Faktor yang digunakan untuk menentukan kelompok UKT mengikuti kebijakan dan ketentuan yang berlaku.

Artinya, mahasiswa farmasi di satu kampus belum tentu membayar UKT dengan nominal yang sama.

Sebagai contoh, Universitas Negeri Semarang (UNNES) mencantumkan UKT program S1 Farmasi untuk jalur seleksi mandiri tahun 2026 mulai dari Rp500.000 hingga Rp7.500.000 per semester, berdasarkan kelompok yang ditetapkan. Angka tersebut merupakan tarif khusus jalur dan tahun akademik yang disebutkan, bukan patokan untuk semua jalur masuk atau kampus.

Karena itu, cek informasi biaya pendidikan langsung di situs resmi kampus tujuanmu. Pastikan kamu melihat tarif untuk program studi Farmasi, jalur masuk, dan tahun akademik yang sesuai.

3. Uang pangkal atau biaya pengembangan institusi

Selain UKT, beberapa jalur masuk perguruan tinggi juga dapat mengenakan uang pangkal atau biaya pengembangan institusi.

Biaya ini umumnya berkaitan dengan jalur masuk dan kebijakan kampus. Namun, tidak semua mahasiswa dikenakan biaya tambahan yang sama.

Pada sejumlah PTN, jalur mandiri memiliki komponen biaya pengembangan tersendiri. Sementara itu, PTS dapat menetapkan uang pangkal sebagai salah satu komponen biaya masuk.

Sebelum membayar, pastikan kamu memahami beberapa hal berikut:

  • Apakah uang pangkal wajib dibayarkan?
  • Apakah nominalnya sama untuk semua mahasiswa?
  • Apakah pembayaran bisa dicicil?
  • Apakah biaya tersebut sudah termasuk biaya semester pertama?
  • Apakah uang pangkal dapat dikembalikan jika kamu mengundurkan diri?

Informasi ini penting agar kamu tidak salah menghitung kebutuhan dana di awal kuliah.

4. Biaya praktikum dan perlengkapan laboratorium

Farmasi bukan hanya tentang mempelajari teori obat-obatan. Kamu juga akan mempelajari berbagai materi yang membutuhkan praktik di laboratorium.

Kegiatan praktikum dapat mencakup pengenalan bahan kimia, analisis obat, pembuatan sediaan farmasi, hingga pengujian kualitas bahan.

Karena itu, kamu perlu memeriksa apakah biaya praktikum sudah termasuk dalam UKT atau tagihan semester. Jika belum, mungkin ada biaya tambahan yang perlu disiapkan.

Kamu juga bisa membutuhkan perlengkapan pendukung, seperti jas laboratorium, alat tulis khusus, buku panduan praktikum, dan alat pelindung sesuai ketentuan laboratorium.

Tidak semua perlengkapan harus dibeli sekaligus. Beberapa kebutuhan mungkin baru diperlukan saat memasuki mata kuliah tertentu.

Tipsnya, tanyakan daftar perlengkapan kepada pihak kampus atau mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan. Dengan begitu, kamu bisa menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar perkiraan.

5. Biaya buku dan bahan pembelajaran

Materi farmasi berkaitan dengan ilmu kimia, biologi, farmakologi, formulasi obat, dan berbagai bidang lainnya.

Kamu mungkin membutuhkan buku referensi, modul, jurnal ilmiah, atau materi pembelajaran tambahan untuk memahami setiap mata kuliah.

Kabar baiknya, kamu tidak selalu harus membeli semua buku dalam bentuk cetak.

Kamu bisa memanfaatkan perpustakaan kampus, buku elektronik legal, materi dari dosen, atau sumber ilmiah yang dapat diakses secara gratis.

Namun, tetap siapkan anggaran untuk buku atau bahan pembelajaran yang memang wajib dimiliki.

Agar lebih hemat, buat daftar kebutuhan pada awal semester. Prioritaskan materi yang diwajibkan dosen sebelum membeli buku tambahan.

6. Biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari

Kalau kamu kuliah di luar kota, biaya pendidikan bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu diperhitungkan.

Kamu juga harus menyiapkan dana untuk kos, makan, transportasi, internet, dan kebutuhan pribadi.

Besarnya biaya hidup bergantung pada lokasi kampus dan gaya hidupmu.

Sebagai simulasi, anggap kamu membutuhkan Rp2 juta per bulan untuk biaya hidup. Dalam delapan bulan masa perkuliahan efektif, kebutuhan tersebut mencapai Rp16 juta.

Kalau kamu menjalani studi selama empat tahun, totalnya bisa mencapai Rp64 juta dengan asumsi biaya bulanan tetap dan delapan bulan per tahun. Dalam praktiknya, pengeluaran bisa lebih besar karena ada masa liburan, kenaikan harga, biaya perjalanan, atau kebutuhan mendadak.

Karena itu, pisahkan anggaran pendidikan dan biaya hidup. Jangan sampai dana untuk membayar UKT terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

7. Biaya pendidikan profesi apoteker

Kalau tujuanmu adalah menjadi apoteker, kamu perlu mempertimbangkan biaya pendidikan profesi setelah menyelesaikan program sarjana farmasi.

Pendidikan profesi apoteker merupakan tahap pendidikan lanjutan yang memiliki persyaratan dan biaya tersendiri. Biayanya tidak otomatis termasuk dalam biaya S1 Farmasi.

Sebagai contoh, Universitas Indonesia mencantumkan biaya pendidikan profesi apoteker untuk mahasiswa reguler WNI sebesar Rp27,5 juta pada tahun akademik 2026/2027. Sementara itu, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mencantumkan biaya Rp15 juta per semester bagi lulusan S1 Farmasi dari program studinya dan Rp25 juta per semester bagi lulusan S1 nonprogram studi Farmasi di FIKES UIN Jakarta. Ketentuan ini berlaku sesuai kategori mahasiswa dan kebijakan kampus masing-masing.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa biaya pendidikan profesi bisa cukup bervariasi.

Kalau kamu berencana melanjutkan hingga profesi apoteker, cari tahu juga durasi pendidikan, jumlah semester, biaya praktik, dan biaya lain yang mungkin muncul.

Jangan menunggu lulus S1 untuk mulai memikirkan biaya profesi. Persiapan sejak awal bisa membantu kamu menghindari kesulitan keuangan saat ingin melanjutkan pendidikan.

Contoh Perhitungan Total Biaya Kuliah Farmasi

Supaya lebih mudah dipahami, mari gunakan simulasi sederhana.

Anggap kamu memilih program S1 Farmasi dengan kondisi berikut:

  • UKT sebesar Rp8 juta per semester.
  • Masa studi direncanakan selama delapan semester.
  • Biaya hidup sebesar Rp2 juta per bulan.
  • Masa perkuliahan efektif diasumsikan delapan bulan setiap tahun.
  • Biaya awal dan perlengkapan sebesar Rp5 juta selama masa studi.

Berdasarkan asumsi tersebut, perhitungannya adalah:

Total biaya UKT

Rp8 juta × 8 semester = Rp64 juta.

Total biaya hidup

Rp2 juta × 8 bulan × 4 tahun = Rp64 juta.

Biaya awal dan perlengkapan

Rp5 juta.

Jadi, perkiraan total kebutuhan dana selama S1 adalah Rp133 juta.

Angka tersebut belum memasukkan uang pangkal jika ada, kenaikan biaya pendidikan, pengeluaran tak terduga, atau biaya pendidikan profesi apoteker.

Perhitungan ini juga mengasumsikan kamu menyelesaikan kuliah dalam empat tahun. Jika masa studi lebih lama, kebutuhan dananya bisa bertambah.

Simulasi tersebut bukan gambaran biaya rata-rata semua mahasiswa farmasi. Tujuannya adalah membantu kamu memahami bahwa biaya pendidikan dan biaya hidup perlu dihitung secara bersamaan.

Kamu bisa mengganti angka UKT dan biaya hidup sesuai kondisi kampus serta kemampuan finansial keluarga.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Kuliah Farmasi

Kenapa biaya kuliah farmasi di satu kampus bisa berbeda jauh dari kampus lainnya? Ada beberapa faktor yang memengaruhinya.

1. Status perguruan tinggi

PTN dan PTS memiliki kebijakan biaya pendidikan yang berbeda.

Di PTN, UKT ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Besarannya bisa dipengaruhi kelompok UKT dan jalur masuk mahasiswa.

Sementara itu, PTS umumnya memiliki struktur biaya masing-masing. Ada kampus yang mengenakan uang pangkal, biaya semester, dan biaya praktikum secara terpisah.

Namun, jangan langsung menganggap PTN selalu lebih murah daripada PTS. Kamu perlu membandingkan keseluruhan biaya pendidikan dari kampus yang menjadi pilihanmu.

2. Jalur masuk mahasiswa

Jalur masuk juga bisa memengaruhi total biaya kuliah.

Mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi nasional dan mahasiswa yang masuk melalui jalur mandiri dapat memiliki komponen biaya yang berbeda, sesuai kebijakan kampus.

Karena itu, periksa ketentuan biaya untuk setiap jalur sebelum menentukan pilihan.

Jangan hanya mempertimbangkan peluang diterima. Pertimbangkan juga apakah biaya pendidikannya sesuai dengan kemampuan finansialmu.

3. Lokasi kampus

Lokasi kampus dapat memengaruhi biaya hidup selama kuliah.

Jika kamu tinggal bersama keluarga di dekat kampus, pengeluaran untuk tempat tinggal dan transportasi mungkin lebih kecil.

Sebaliknya, kuliah di luar kota bisa menambah biaya kos, makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari.

Jadi, saat membandingkan dua kampus, jangan hanya melihat UKT. Hitung juga biaya hidup yang harus kamu keluarkan selama masa studi.

4. Durasi kuliah

Semakin lama masa studi, semakin besar pula potensi pengeluaranmu.

Kalau biaya kuliah dibayarkan setiap semester, tambahan semester berarti tambahan biaya pendidikan. Kamu juga perlu mempertimbangkan biaya hidup selama masa studi tersebut.

Meski begitu, durasi kuliah tidak sepenuhnya bisa diprediksi sejak awal. Ada mahasiswa yang menyelesaikan studi sesuai rencana, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk mengantisipasinya, siapkan dana cadangan agar keuanganmu tidak terlalu tertekan jika masa studi bertambah.

Tips Menyiapkan Dana Kuliah Farmasi agar Tidak Membebani Keuangan

Biaya kuliah yang cukup besar bukan berarti kamu harus langsung mengurungkan niat untuk masuk jurusan farmasi.

Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa mempersiapkan dana pendidikan secara bertahap. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Tentukan batas kemampuan finansial

Sebelum mendaftar, diskusikan anggaran pendidikan bersama keluarga.

Cari tahu berapa dana yang bisa dialokasikan setiap semester tanpa mengganggu kebutuhan pokok rumah tangga.

Misalnya, keluarga mampu menyediakan Rp6 juta per semester untuk biaya pendidikan. Kamu bisa menjadikan angka tersebut sebagai salah satu pertimbangan saat memilih kampus.

Kalau biaya kampus pilihanmu lebih tinggi, cari tahu apakah tersedia bantuan pendidikan atau skema pembayaran yang sesuai.

Hindari memaksakan pilihan kampus dengan biaya di luar kemampuan finansial tanpa rencana yang jelas.

2. Buat tabungan khusus pendidikan

Kalau kamu masih punya waktu sebelum masuk kuliah, manfaatkan waktu tersebut untuk menabung.

Tentukan target dana berdasarkan kebutuhan awal dan biaya semester pertama.

Misalnya, kamu ingin mengumpulkan Rp12 juta dalam waktu 12 bulan. Artinya, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta per bulan.

Agar lebih mudah, pisahkan tabungan pendidikan dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan cara ini, kamu bisa memantau perkembangan dana pendidikan tanpa mencampurnya dengan pengeluaran lain.

Kalau kamu masih duduk di bangku SMA, kamu juga bisa mulai menabung dari uang saku atau penghasilan tambahan yang legal dan sesuai dengan usiamu.

3. Cari beasiswa sejak awal

Beasiswa bisa membantu mengurangi beban biaya pendidikan.

Ada beasiswa yang menanggung sebagian biaya kuliah, ada juga yang memberikan bantuan biaya hidup. Persyaratan dan manfaatnya bergantung pada program yang tersedia.

Kamu bisa mencari informasi melalui situs resmi kampus, lembaga pemberi beasiswa, atau bagian kemahasiswaan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencari beasiswa adalah:

  • Persyaratan akademik dan administrasi.
  • Batas waktu pendaftaran.
  • Komponen biaya yang ditanggung.
  • Ketentuan mempertahankan beasiswa.
  • Apakah beasiswa dapat digabung dengan bantuan pendidikan lain.

Jangan hanya mencari beasiswa setelah diterima kuliah. Beberapa program memiliki jadwal pendaftaran dan persyaratan khusus yang perlu dipersiapkan lebih awal.

4. Bandingkan beberapa kampus

Kamu tidak harus langsung memilih kampus dengan biaya paling mahal atau paling populer.

Coba bandingkan beberapa program studi Farmasi berdasarkan akreditasi, kurikulum, fasilitas laboratorium, lokasi, biaya pendidikan, dan peluang bantuan finansial.

Pastikan informasi akreditasi dan program studi diperiksa melalui sumber resmi.

Setelah itu, buat perkiraan total biaya selama masa studi untuk setiap pilihan.

Cara ini akan membantumu melihat kampus mana yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik dan kondisi keuangan.

5. Siapkan dana darurat

Dana pendidikan sebaiknya tidak menghabiskan seluruh tabungan keluarga.

Kondisi tidak terduga bisa muncul kapan saja. Misalnya, ada kebutuhan kesehatan, perubahan pendapatan keluarga, atau pengeluaran akademik tambahan.

Karena itu, usahakan tetap memiliki dana darurat yang terpisah dari tabungan kuliah.

Kalau anggaran keluarga terbatas, kamu bisa menyusun prioritas bersama. Pastikan kebutuhan pokok dan kewajiban penting tetap terpenuhi sebelum menentukan jumlah tabungan pendidikan.

6. Jangan mengandalkan investasi berisiko untuk biaya kuliah

Kalau kamu berencana menggunakan instrumen investasi untuk membantu mencapai target dana pendidikan, perhatikan jangka waktu dan risiko produknya.

Dana yang akan digunakan untuk membayar UKT dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada instrumen yang nilainya bisa turun tajam.

Misalnya, jika kamu membutuhkan uang untuk membayar semester pertama enam bulan lagi, kamu perlu mempertimbangkan keamanan dana dan kemudahan pencairannya.

Jangan mengejar keuntungan tinggi tanpa memahami kemungkinan kerugian.

Sesuaikan pilihan instrumen dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan toleransi risiko. Ingat, keuntungan investasi tidak dijamin.

Apakah Kuliah Farmasi Harus Mahal?

Tidak selalu. Besarnya biaya pendidikan bergantung pada kampus, jalur masuk, kebutuhan mahasiswa, dan rencana pendidikan setelah lulus.

Kamu bisa mengurangi beban biaya dengan memilih kampus sesuai kemampuan finansial, mencari beasiswa, memanfaatkan fasilitas perpustakaan, serta mengatur pengeluaran sehari-hari.

Kalau ingin menjadi apoteker, kamu juga perlu memasukkan biaya pendidikan profesi ke dalam rencana keuangan.

Dengan begitu, kamu tidak hanya memikirkan cara masuk kuliah, tetapi juga memastikan pendidikan bisa diselesaikan dengan kondisi finansial yang lebih terencana.

FAQ Seputar Biaya Kuliah Farmasi

1. Berapa biaya kuliah farmasi sampai lulus?

Total biaya kuliah farmasi berbeda-beda di setiap kampus. Untuk menghitungnya, jumlahkan biaya pendidikan seluruh semester, biaya awal, praktikum, perlengkapan, dan kebutuhan hidup. Jika ingin menjadi apoteker, tambahkan pula biaya pendidikan profesi.

2. Apakah kuliah farmasi di PTN lebih murah daripada PTS?

Tidak selalu. PTN memiliki ketentuan UKT dan biaya tambahan sesuai jalur masuk, sedangkan PTS memiliki struktur biaya masing-masing. Bandingkan total biaya pendidikan dan biaya hidup sebelum menentukan pilihan.

3. Apakah biaya praktikum farmasi dibayar terpisah?

Tergantung kebijakan kampus. Biaya praktikum bisa termasuk dalam komponen biaya pendidikan atau dikenakan secara terpisah. Periksa rincian biaya resmi agar kamu bisa menyiapkan anggaran dengan tepat.

4. Apakah lulusan S1 Farmasi bisa langsung menjadi apoteker?

Gelar sarjana farmasi tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai apoteker. Jika ingin menempuh profesi apoteker, lulusan perlu memenuhi persyaratan dan menyelesaikan pendidikan profesi sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Apakah ada beasiswa untuk mahasiswa farmasi?

Ada berbagai program beasiswa yang bisa diikuti mahasiswa farmasi, tergantung persyaratan dan ketersediaan program. Informasi dapat dicari melalui kampus, lembaga pemberi beasiswa, dan kanal resmi pemerintah.

6. Bagaimana cara menyiapkan dana kuliah farmasi sejak SMA?

Mulailah dengan mencari tahu biaya kampus tujuan, menghitung target dana, dan menabung secara rutin. Kamu juga bisa mencari informasi beasiswa sejak awal agar memiliki lebih banyak pilihan pembiayaan.

7. Apakah biaya kuliah farmasi sudah termasuk profesi apoteker?

Umumnya, biaya S1 Farmasi dan pendidikan profesi apoteker perlu dihitung secara terpisah. Periksa ketentuan kampus untuk mengetahui apakah ada komponen biaya yang sudah termasuk dalam paket pendidikan tertentu.

Kesimpulan

Biaya kuliah farmasi tidak bisa disamaratakan karena setiap kampus memiliki kebijakan pendidikan yang berbeda. Selain UKT atau uang kuliah semester, kamu perlu mempertimbangkan biaya pendaftaran, praktikum, perlengkapan, biaya hidup, dan pendidikan profesi apoteker jika ingin melanjutkan.

Langkah terbaik adalah menghitung total kebutuhan dana sejak awal, membandingkan beberapa kampus, dan mencari peluang beasiswa.

Kamu juga bisa mulai membangun kebiasaan mengelola uang dengan membuat anggaran dan menabung secara konsisten. Dengan begitu, persiapan pendidikan menjadi lebih terarah dan tidak hanya bergantung pada dana yang tersedia saat ini.

Untuk memperluas wawasan tentang pengelolaan keuangan dan investasi, kamu bisa download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Biaya Kuliah Kedokteran, Mesti Siapkan Dana Berapa?

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device