Token Hyperliquid (HYPE) kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan sekitar 12,47% dalam 30 hari terakhir, dari kisaran $36 bulan lalu menjadi sekitar $41 saat ini.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap Hyperliquid, sebuah decentralized derivatives exchange yang fokus pada perpetual futures trading dengan performa tinggi dan likuiditas yang dalam.
Berbeda dengan banyak DEX lainnya, Hyperliquid dibangun di atas Layer-1 blockchain miliknya sendiri, yang dirancang khusus untuk aktivitas trading. Infrastruktur ini memungkinkan eksekusi order yang lebih cepat, biaya transaksi yang lebih rendah, serta pengalaman trading yang lebih mendekati centralized exchange.
Saat ini Hyperliquid telah berkembang menjadi salah satu platform derivatif terbesar di sektor DeFi, dengan volume trading harian yang sering mencapai miliaran dolar.
Beberapa faktor yang mendorong momentum harga HYPE antara lain:
- Narasi ETF yang mulai berkembang
Asset manager Bitwise mengajukan amendment kedua untuk proposal spot Hyperliquid ETF kepada SEC. Pengajuan ini menambahkan counterparty besar seperti FalconX, Flowdesk, Nonco, dan Wintermute. - Aktivitas whale
Figur industri kripto Arthur Hayes dilaporkan membeli sekitar $1,1 juta HYPE, yang meningkatkan perhatian pasar terhadap token ini. - Model tokenomics yang menarik
Sebagian revenue dari platform trading Hyperliquid digunakan untuk buyback token HYPE, yang secara teoritis dapat menciptakan tekanan permintaan terhadap token.
Dengan kombinasi likuiditas yang kuat, pertumbuhan ekosistem, dan perhatian institusional, HYPE mulai menjadi salah satu aset yang dipantau oleh trader di pasar kripto.
Namun seperti biasa, volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Trader perlu memperhatikan perkembangan narasi institusional, aktivitas whale, serta kondisi pasar global yang dapat mempengaruhi momentum harga.







