Greed dan Fear: Dua Emosi Kuat yang Menggerakkan Harga Kripto

Pasar

25 Feb 2026

4 menit

Ditulis oleh: Nabilla Amanda

Pattern 1
Article

Pernahkah kamu merasakan jantung berdebar kencang saat melihat harga kripto melesat naik, atau sebaliknya, perutmu terasa mulas saat melihat grafik merah menyala? Perasaan yang kita alami itu, yang sering kali mendorong kita untuk mengambil keputusan impulsif, punya nama dalam dunia investasi: Greed (keserakahan) dan Fear (ketakutan).

Dua emosi ini bukan sekadar sensasi, melainkan kekuatan fundamental yang menggerakkan pasar, termasuk pasar kripto yang dikenal sangat volatil. Memahami bagaimana greed dan fear bekerja bukan hanya penting, tapi esensial bagi siapa pun yang ingin sukses di dunia kripto. Kita tidak bisa menghilangkannya sepenuhnya, namun kita bisa belajar mengendalikannya. Dalam artikel ini, kami akan mengajakmu menyelami lebih dalam tentang bagaimana dua emosi ini membentuk naik turunnya harga aset digital, dan bagaimana kita sebagai investor bisa menghadapinya dengan lebih bijak.

Mengenal Lebih Dekat Greed dan Fear dalam Investasi Kripto

Greed dan fear adalah dua sisi mata uang yang sama. Keduanya adalah respons alami manusia terhadap potensi keuntungan dan kerugian. Dalam konteks investasi, greed muncul saat harga aset terus naik. Kamu melihat orang lain mendapatkan keuntungan besar dan timbul dorongan kuat untuk ikut serta, takut ketinggalan rally harga (fear of missing out atau FOMO). Perasaan ini bisa membuatmu membeli aset pada harga yang sudah sangat tinggi, berharap harganya akan terus naik.

Sebaliknya, fear atau ketakutan datang saat harga mulai jatuh. Kamu mulai panik, khawatir asetmu akan kehilangan nilainya seluruhnya. Perasaan ini bisa mendorongmu untuk menjual asetmu dengan harga rendah, atau bahkan rugi, untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Fenomena ini sering dikenal sebagai panic selling.

Greed dan fear adalah siklus yang terus berputar. Saat harga naik, greed mendominasi, memicu lebih banyak orang untuk membeli, yang pada gilirannya mendorong harga naik lebih tinggi lagi. Puncaknya, pasar menjadi sangat bullish. Namun, saat kepercayaan mulai goyah dan harga mulai turun sedikit, fear mulai mengambil alih. Semakin banyak orang menjual, semakin besar tekanan pada harga, dan siklus bearish pun dimulai. Memahami siklus ini adalah langkah pertama untuk menjadi investor yang lebih cerdas.

Bagaimana Greed dan Fear Membentuk Siklus Pasar

Pasar kripto bergerak dalam siklus yang berulang. Siklus ini secara umum dibagi menjadi empat fase utama, dan di setiap fase, greed dan fear memainkan peran dominan:

Fase Akumulasi (Accumulation)

Setelah pasar jatuh, banyak investor yang jual rugi atau kehilangan kepercayaan. Pada fase ini, sebagian besar investor masih diliputi fear. Namun, investor yang cerdas dan berpengalaman melihat ini sebagai kesempatan emas. Mereka mulai membeli aset secara bertahap dengan harga rendah, sementara sentimen pasar masih negatif. Fase ini ditandai dengan volume perdagangan yang rendah dan pergerakan harga yang cenderung stabil.

Fase Uptrend atau Bullish

Harga mulai naik secara perlahan, didorong oleh berita positif atau meningkatnya adopsi. Awalnya, hanya sedikit yang percaya. Namun, seiring waktu, lebih banyak investor mulai ikut membeli. Greed mulai muncul dan FOMO menyebar luas. Para investor yang awalnya skeptis kini mulai tertarik berinvestasi dan ikut membeli. Pergerakan harga menjadi lebih cepat dan volume perdagangan meningkat tajam.

Fase Distribusi (Distribution)

Ini adalah puncak dari siklus. Harga mencapai level tertinggi, dan semua orang merasa euforia. Greed berada di puncaknya, dan para investor pemula yang baru masuk membeli aset dengan harga tertinggi. Pada titik ini, investor yang cerdas dan sudah untung mulai menjual aset mereka secara bertahap kepada para pembeli baru. Volume perdagangan sangat tinggi, tetapi harga mulai sulit untuk naik lebih jauh.

Fase Downtrend atau Bearish

Berita buruk, koreksi pasar, atau likuidasi besar-besaran memicu gelombang panic selling. Fear mengambil alih. Harga mulai jatuh dengan cepat, memicu lebih banyak investor untuk menjual aset mereka karena takut kerugian. Investor yang membeli di puncak siklus kini harus menghadapi kenyataan pahit kerugian besar. Sentimen pasar menjadi sangat negatif, dan banyak yang menyerah, menjual semua aset mereka.

Melihat siklus ini, kita bisa memahami bahwa greed dan fear bukanlah sekadar emosi, melainkan pendorong utama yang menciptakan pasang surutnya harga di pasar kripto.

Studi Kasus: Bitcoin Halving dan Kapan Greed dan Fear Muncul

Salah satu contoh klasik dari siklus greed dan fear adalah peristiwa Bitcoin Halving. Secara historis, setiap halving (pemotongan hadiah block) diikuti oleh kenaikan harga yang signifikan. Fenomena ini memicu siklus greed dan fear yang sangat jelas.

Sebelum halving, sentimen pasar cenderung netral atau sedikit positif. Beberapa investor yang visioner mulai mengakumulasi Bitcoin dengan harapan harga akan naik. Setelah halving, harga mulai naik perlahan, menarik perhatian lebih banyak orang. Ini adalah awal dari greed. Ketika harga terus naik, berita positif memenuhi media, dan semua orang mulai bicara tentang Bitcoin. Greed mencapai puncaknya, dan banyak investor pemula yang baru masuk pada harga yang sudah sangat tinggi.

Namun, seperti yang kita tahu, tidak ada kenaikan yang abadi. Setelah mencapai puncaknya, harga pasti akan terkoreksi. Pada saat itulah fear mulai mendominasi. Berita negatif tentang regulasi, penipuan, atau kondisi ekonomi makro bisa memicu panic selling. Para investor yang terjebak di harga tinggi kini harus menghadapi kenyataan pahit kerugian besar. Siklus ini terus berulang, dan setiap kali, greed dan fear menjadi aktor utamanya.

Mengelola Greed dan Fear: Strategi Jitu untuk Investor Kripto

Meskipun kita tidak bisa menghilangkan greed dan fear, kita bisa belajar mengelolanya. Berikut adalah beberapa strategi praktis yang bisa kamu terapkan:

Buat Rencana Investasi yang Jelas

Sebelum kamu mulai berinvestasi, tentukan strategi yang terukur. Tentukan kapan kamu akan membeli dan kapan kamu akan menjual. Rencana ini harus mencakup target keuntungan (take profit) dan batas kerugian (stop loss). Dengan memiliki rencana, kamu tidak akan mudah terombang-ambing oleh emosi.

Berinvestasi secara Bertahap (DCA)

Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah salah satu cara yang terstruktur untuk melawan greed dan fear. Dengan DCA, kamu membeli aset secara rutin dengan jumlah yang sama, terlepas dari pergerakan harganya. Misalnya, kamu memutuskan untuk membeli Ethereum senilai Rp1.000.000 setiap bulan. Strategi ini membantu menghindari godaan untuk membeli banyak saat harga tinggi (greed) atau menjual semua saat harga rendah (fear).

Lakukan Riset Sendiri (Do Your Own Research atau DYOR)

Jangan pernah membeli aset hanya karena orang lain bilang harganya akan naik. Lakukan riset mendalam. Pahami teknologi di balik proyek, tim pengembang, peta jalan (roadmap), dan kasus penggunaannya. Pengetahuan adalah perisai terbaikmu melawan emosi yang menyesatkan.

Tidak Berinvestasi dengan Uang Panas

Salah satu penyebab terbesar dari fear adalah berinvestasi dengan uang yang kamu butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Berinvestasi hanya dengan uang dingin, yaitu uang yang jika hilang tidak akan mengganggu kondisi finansialmu. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Latih Kesiapan Mental dan Emosional

Pasar kripto adalah tempat yang penuh dengan tantangan emosional. Latihlah dirimu untuk tetap tenang dan rasional. Hindari memeriksa harga setiap lima menit. Kunci sukses adalah memiliki mental yang kuat.

Menjadi Pemegang Aset Kripto yang Lebih Cerdas

Greed dan fear adalah bagian tak terpisahkan dari pasar kripto. Mereka adalah emosi alami yang memengaruhi semua orang, dari investor pemula hingga profesional. Namun, dengan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mereka bekerja dan dengan menerapkan strategi yang tepat, kita bisa belajar mengendalikannya.

Ingatlah, tujuan kita bukanlah untuk menghilangkan greed dan fear, melainkan untuk menjadikannya alat yang bisa kita kelola. Dengan disiplin, riset yang mendalam, dan kesabaran, kamu bisa melewati siklus pasar yang penuh gejolak ini dengan lebih percaya diri dan berhasil. Berinvestasi di kripto adalah sebuah perjalanan, dan perjalanan ini akan lebih mudah jika kita tahu cara mengemudikan kendaraan kita tanpa dikendalikan oleh emosi.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device