Apa Bedanya Circulating Supply, Total Supply, dan Max Supply?

Pasar

24 Feb 2026

5 menit

Ditulis oleh: Nabilla Amanda

Pattern 1
Article

Ada banyak istilah yang terdengar mirip, namun punya makna yang sangat berbeda. Salah satu yang paling sering membingungkan adalah konsep supply dalam dunia kripto. Kita sering mendengar istilah Circulating Supply, Total Supply, dan Max Supply, dan mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih bedanya? Mengapa penting untuk dipahami?

Memahami jenis supply crypto ini bukan hanya sekadar menambah wawasan, lho. Ini adalah fondasi penting untuk bisa melakukan analisis fundamental sebuah aset kripto. Sama seperti kita melihat jumlah saham yang beredar di bursa untuk menilai kapitalisasi pasar sebuah perusahaan, memahami suplai token adalah kunci untuk mengukur kelangkaan dan potensi nilai sebuah aset kripto di masa depan. Mari kita bedah satu per satu.

Apa Itu Circulating Supply Crypto?

Kita mulai dari yang paling dinamis, yaitu Circulating Supply. Secara sederhana, Circulating Supply adalah jumlah koin atau token yang saat ini sudah beredar di pasar dan dapat diakses oleh publik. Ini adalah angka yang paling sering digunakan untuk menghitung kapitalisasi pasar (market cap) sebuah aset kripto.

Bayangkan saja seperti uang kertas yang ada di dompet kita, di kasir toko, atau di rekening bank. Semua uang itu sedang "beredar" dan digunakan untuk transaksi. Dalam dunia kripto, Circulating Supply adalah jumlah koin yang sudah mined (ditambang) atau dicetak, dan kini berada di tangan investor, trader, maupun pengguna.

Angka ini bersifat fluktuatif, artinya bisa berubah dari waktu ke waktu. Mengapa? Karena ada koin baru yang terus mined atau dicetak, ada yang hilang (misalnya karena lupa password atau alamat dompet), dan ada juga yang dibakar (burn) atau dikunci (locked) untuk tujuan tertentu. Inilah yang membedakan Circulating Supply dengan jenis supply lainnya. Angka ini mencerminkan kondisi riil di pasar saat ini.

Mengapa Circulating Supply Penting?

Memahami Circulating Supply sangat krusial karena dapat digunakan untuk:

Menghitung Kapitalisasi Pasar (Market Cap)

Ini adalah rumus dasar yang digunakan untuk mengetahui valuasi sebuah aset kripto:

Market Cap = Circulating Supply x Harga Per Koin

Tanpa data Circulating Supply yang akurat, kita tidak bisa menilai seberapa besar sebuah aset kripto.

Analisis Kelangkaan

Dengan membandingkan Circulating Supply dengan Total Supply, kita bisa melihat seberapa banyak lagi token yang masih bisa beredar di masa depan. Ini memberikan gambaran tentang potensi inflasi atau deflasi token tersebut.

Pengambilan Keputusan Investasi

Jika Circulating Supply masih sangat kecil dibandingkan dengan Total Supply-nya, artinya masih banyak token baru yang akan masuk ke pasar. Hal ini bisa menyebabkan tekanan jual yang berpotensi menahan kenaikan harga, terutama jika permintaan tidak seimbang. Sebaliknya, jika Circulating Supply sudah mendekati angka maksimum, kelangkaan dapat memengaruhi dinamika harga di pasar.

Memahami Total Supply Crypto dan Bedanya dengan Circulating Supply

Selanjutnya, mari kita bahas Total Supply. Total Supply adalah jumlah total koin yang ada saat ini, yang sudah mined atau dicetak, dikurangi dengan koin yang sudah burned (dibakar). Jadi, Total Supply mencakup Circulating Supply dan juga koin yang mungkin belum beredar di publik, seperti koin yang masih dikunci di dompet tim pengembang, koin yang dialokasikan untuk airdrop di masa depan, atau koin yang disimpan untuk cadangan.

Sederhananya, Total Supply adalah jumlah maksimum koin yang bisa beredar saat ini, tanpa menghitung potensi koin baru yang bisa dicetak di masa depan (jika tidak ada Max Supply). Angka ini lebih statis dibandingkan Circulating Supply, tetapi tetap bisa berubah jika ada koin yang dibakar atau dicetak lebih lanjut.

Lalu, apa bedanya Total Supply dengan Circulating Supply? Perbedaan utamanya terletak pada ketersediaan untuk diperdagangkan oleh publik. Circulating Supply adalah bagian dari Total Supply yang sudah "keluar kandang" dan beredar bebas. Sementara itu, Total Supply adalah semua koin yang telah diciptakan, baik yang sudah beredar maupun yang masih disimpan.

Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa melihat apakah sebuah proyek kripto masih memiliki cadangan token yang besar atau tidak. Jika Total Supply jauh lebih besar dari Circulating Supply, ini menandakan bahwa akan ada lebih banyak token yang masuk ke pasar di masa depan, yang bisa memengaruhi harga.

Apa Itu Max Supply Crypto?

Terakhir, kita masuk ke konsep Max Supply. Jika Circulating Supply dan Total Supply bisa berubah, maka Max Supply adalah batas tertinggi yang tidak bisa dilampaui. Max Supply adalah jumlah pasokan koin maksimum yang bisa ada sepanjang sejarah sebuah aset kripto. Angka ini biasanya sudah ditentukan sejak awal, di dalam kode program aset kripto tersebut.

Contoh paling terkenal adalah Bitcoin (BTC). Bitcoin memiliki Max Supply sebesar 21 juta koin. Angka ini tidak akan pernah berubah, tidak peduli berapa banyak koin yang mined di masa depan. Setelah semua 21 juta koin ditambang, tidak akan ada lagi Bitcoin baru yang bisa dibuat.

Max Supply dan Konsep Deflasi

Keberadaan Max Supply sering kali dikaitkan dengan konsep deflasi atau kelangkaan. Ketika sebuah aset kripto memiliki batas maksimum, itu menciptakan kelangkaan. Teori ekonomi dasar mengatakan bahwa jika suplai terbatas dan permintaan meningkat, maka harga cenderung naik. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak investor percaya pada potensi kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Tidak semua aset kripto memiliki Max Supply. Beberapa aset kripto, seperti Ethereum (ETH), tidak memiliki batas maksimum. Ini berarti jumlah ETH yang bisa mined tidak terbatas. Namun, hal ini tidak selalu buruk. Proyek-proyek ini sering kali memiliki mekanisme lain untuk mengendalikan inflasi, seperti mekanisme pembakaran token (burning mechanism) yang mengurangi jumlah pasokan secara berkala. Ini adalah contoh dari aset kripto yang menerapkan model deflationary atau setidaknya memiliki supply yang terkontrol.

Bagaimana Jenis Supply Crypto Mempengaruhi Karakteristik Aset Kripto?

Sekarang, setelah kita memahami ketiga jenis supply crypto ini, bagaimana kita bisa menggunakannya untuk menganalisis sebuah proyek kripto?

  1. Bandingkan Circulating Supply dengan Total Supply Lihat persentase Circulating Supply terhadap Total Supply. Jika persentasenya masih sangat kecil, misalnya di bawah 50%, ini bisa menjadi tanda bahwa proyek tersebut masih memiliki banyak token yang akan dirilis. Rilis token ini bisa terjadi melalui jadwal vesting (di mana token tim dan investor awal dirilis secara bertahap), atau melalui hadiah staking dan mining. Jika rilis token ini tidak diimbangi dengan permintaan yang kuat, harganya bisa tertekan.
  2. Perhatikan Max Supply Apakah proyek yang kamu lirik memiliki Max Supply? Jika ya, ini bisa menjadi indikator kelangkaan jangka panjang. Jika tidak, cari tahu apakah ada mekanisme lain untuk mengontrol inflasi, seperti pembakaran token atau sistem staking yang efektif.
  3. Gabungkan dengan Data Lain Angka supply hanyalah satu bagian dari puzzle. Jangan pernah mengambil keputusan hanya berdasarkan satu metrik saja. Gunakan data ini bersama dengan analisis fundamental lainnya, seperti:
  • Kapitalisasi pasar (market cap): Untuk melihat valuasi proyek.
  • Tim pengembang: Siapa di balik proyek tersebut? Apakah mereka memiliki rekam jejak yang baik?
  • Kegunaan (utility): Apa masalah yang diselesaikan oleh proyek ini? Apakah tokennya memiliki kegunaan yang jelas di dalam ekosistemnya?
  • Komunitas: Apakah komunitasnya aktif dan mendukung?

Sebagai pembaca yang ingin memahami investasi aset digital, kamu harus melihat gambaran yang lebih besar.

Jadi, semoga sekarang kamu tidak lagi bingung dengan Circulating Supply, Total Supply, dan Max Supply. Ketiganya adalah metrik fundamental yang berbeda, namun saling melengkapi untuk memberikan gambaran lengkap tentang potensi nilai sebuah aset kripto.

  • Circulating Supply = Koin yang sudah beredar di pasar.
  • Total Supply = Semua koin yang sudah diciptakan.
  • Max Supply = Batasan maksimum koin yang bisa ada.

Memahami perbedaan ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam perjalananmu menjadi investor kripto yang cerdas. Ingatlah, investasi bukan tentang menebak harga, tapi tentang memahami nilai sebuah aset.

Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa membuat keputusan yang lebih rasional dan tidak mudah terombang-ambing oleh sentimen pasar. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengambil langkah investasi, dan jangan pernah berhenti belajar. Kami di FLOQ selalu berkomitmen untuk menyediakan informasi terbaik agar kamu bisa tumbuh dan berkembang di dunia kripto.

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device