Selain saham dan aset kripto, masih ada instrumen lain yang cenderung lebih stabil dan bisa menjadi pilihan untuk membangun portofolio, salah satunya obligasi pemerintah.
Buat kamu yang baru mulai investasi, istilah seperti Surat Berharga Negara (SBN), Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), sampai Sukuk Ritel (SR) mungkin terdengar cukup rumit.
Padahal, konsep dasarnya cukup sederhana.
Kamu memberikan dana kepada pemerintah melalui pembelian surat berharga. Sebagai imbalannya, pemerintah membayar kupon atau imbal hasil secara berkala dan mengembalikan pokok investasi sesuai ketentuan saat jatuh tempo.
Menariknya, SBN ritel bisa dibeli mulai dari nominal Rp1 juta pada beberapa seri. Pemerintah juga menyediakan pembelian secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk.
Lalu, apa itu obligasi pemerintah? Apa saja jenisnya? Bagaimana cara kerjanya? Dan bagaimana cara beli obligasi pemerintah?
Mari bahas dari dasar.
Apa Itu Obligasi Pemerintah?
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk memperoleh dana dari investor.
Dalam konteks Indonesia, obligasi pemerintah menjadi bagian dari Surat Berharga Negara (SBN). Dana yang diperoleh pemerintah dari penerbitan SBN digunakan untuk kebutuhan pembiayaan negara, termasuk pembiayaan APBN.
Secara sederhana, mekanismenya seperti ini:
Investor → membeli obligasi pemerintah → pemerintah menerima dana → investor mendapatkan kupon → pokok dikembalikan saat jatuh tempo.
Jadi, ketika kamu membeli obligasi pemerintah, sebenarnya kamu sedang meminjamkan dana kepada pemerintah melalui instrumen investasi yang diterbitkan secara resmi.
Karena penerbitnya adalah pemerintah Republik Indonesia, instrumen ini memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan obligasi korporasi.
OJK juga menjelaskan bahwa obligasi pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan pemerintah RI dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN).
Obligasi Pemerintah dan SBN, Apa Bedanya?
Istilah obligasi pemerintah dan SBN sering digunakan secara bergantian. Namun, secara konsep ada perbedaan. SBN merupakan istilah yang lebih luas.
Secara umum, SBN terdiri dari dua kelompok besar:
- Surat Utang Negara (SUN)
- Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara
Obligasi pemerintah konvensional termasuk dalam kelompok SUN.
Sementara itu, instrumen seperti Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) menggunakan prinsip syariah.
Jadi, ketika kamu mencari obligasi negara, kamu perlu melihat jenis instrumen yang dimaksud.
Untuk investor ritel, pemerintah menyediakan berbagai pilihan SBN yang dapat disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan preferensi risiko.
Kenapa Pemerintah Menerbitkan Obligasi?
Pemerintah membutuhkan dana untuk menjalankan berbagai program dan membiayai APBN.
Salah satu sumber pembiayaan tersebut berasal dari penerbitan SBN.
Data DJPPR Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa per 30 Juni 2026, posisi utang pemerintah mencapai sekitar Rp10.293,69 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp8.966,79 triliun berasal dari SBN.
Artinya, SBN memiliki peran besar dalam struktur pembiayaan pemerintah.
Bagi pemerintah, penerbitan obligasi dapat membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan.
Bagi investor, obligasi pemerintah memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendapatan dari kupon sekaligus berinvestasi pada instrumen yang diterbitkan oleh negara.
Jenis-Jenis Obligasi Pemerintah
Tidak semua obligasi pemerintah memiliki karakteristik yang sama.
Ada instrumen yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Ada juga yang tidak. Ada kupon tetap. Ada pula kupon yang bisa berubah mengikuti tingkat suku bunga acuan.
Untuk investor individu, beberapa jenis SBN ritel yang paling dikenal adalah ORI, SBR, SR, dan ST.
1. Obligasi Negara Ritel (ORI)
Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah salah satu SBN ritel yang ditujukan kepada investor individu WNI.
ORI menggunakan kupon tetap atau fixed rate.
Salah satu karakteristik penting ORI adalah dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa holding period sesuai ketentuan seri tersebut.
Contohnya adalah ORI029 yang ditawarkan pada 2026.
Untuk ORI029T3, pemerintah menetapkan kupon tetap sebesar 5,45% per tahun. Sementara ORI029T6 memiliki kupon tetap 5,80% per tahun. Minimum pemesanannya Rp1 juta.
Karena dapat diperdagangkan, harga ORI di pasar sekunder bisa berubah. Jika harga pasar naik dan kamu menjualnya lebih tinggi dari harga beli, kamu berpotensi memperoleh capital gain.
Namun, jika harga turun dan kamu menjualnya sebelum jatuh tempo, kamu juga bisa mengalami capital loss.
Jadi, ORI tidak hanya memiliki potensi pendapatan dari kupon, tetapi juga risiko perubahan harga jika dijual sebelum jatuh tempo.
2. Savings Bond Ritel (SBR)
Jenis berikutnya adalah Savings Bond Ritel atau SBR.
SBR memiliki karakteristik yang berbeda dari ORI. SBR tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, SBR memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri yang diterbitkan.
Kupon SBR menggunakan skema floating with floor. Artinya, kupon dapat berubah mengikuti perkembangan suku bunga acuan. Namun, ada batas minimal kupon yang berlaku.
Contohnya, SBR014 yang ditawarkan pada 2025 memiliki kupon awal 6,25% untuk SBR014T2 dan 6,35% untuk SBR014T4. SBR014 memiliki tenor 2 tahun dan 4 tahun. Minimum pembeliannya adalah Rp1 juta.
Karena tidak diperdagangkan di pasar sekunder, SBR dapat menjadi pilihan bagi investor yang tidak ingin menghadapi fluktuasi harga pasar seperti pada obligasi yang dapat diperdagangkan.
3. Sukuk Ritel (SR)
Kalau kamu mencari instrumen pemerintah berbasis prinsip syariah, ada Sukuk Ritel atau SR.
SR termasuk SBN ritel yang menggunakan prinsip syariah. Dari sisi karakteristik investasi, SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan holding period. Imbal hasilnya bersifat tetap untuk seri yang menggunakan fixed rate.
Dengan demikian, SR bisa menjadi alternatif bagi investor yang ingin berinvestasi pada instrumen pemerintah sekaligus mempertimbangkan prinsip syariah.
4. Sukuk Tabungan (ST)
Ada juga Sukuk Tabungan atau ST. ST merupakan SBN ritel berbasis syariah dan memiliki karakteristik yang mirip dengan SBR dari sisi perdagangan.
ST tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, tersedia fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri.
Secara umum, SBR dan ST memiliki kupon atau imbal hasil dengan skema floating with floor. Sementara ORI dan SR menggunakan kupon atau imbal hasil tetap pada seri yang bersangkutan.
Bagaimana Cara Kerja Obligasi Pemerintah?
Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan kamu membeli obligasi pemerintah senilai Rp10 juta.
Misalnya suatu seri menawarkan kupon tetap 5% per tahun. Secara sederhana, kupon kotornya sekitar: Rp10.000.000 × 5% = Rp500.000 per tahun.
Jika dibayarkan setiap bulan secara proporsional, nilainya sekitar Rp41.667 per bulan sebelum pajak dan ketentuan lainnya. Setelah mencapai tanggal jatuh tempo, pokok investasi akan dibayarkan kembali sesuai ketentuan instrumen.
Namun, perhitungan tersebut hanya ilustrasi. Kupon yang benar-benar diterima investor dipengaruhi oleh pajak dan karakteristik seri yang dibeli.
Selain itu, setiap penerbitan SBN memiliki ketentuan masing-masing.
Apa Keuntungan Investasi Obligasi Pemerintah?
Obligasi pemerintah memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menarik bagi investor.
1. Diterbitkan oleh pemerintah
Salah satu daya tarik utama SBN adalah penerbitnya. Kewajiban pembayaran pokok dan kupon SBN merupakan bagian dari kewajiban pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Namun, bukan berarti investasi tanpa risiko sama sekali. Investor tetap perlu memahami risiko pasar, risiko likuiditas, risiko inflasi, serta ketentuan masing-masing seri.
2. Bisa mendapatkan pendapatan berkala
Pada SBN ritel tertentu, investor mendapatkan pembayaran kupon setiap bulan. Ini membuatnya menarik bagi investor yang ingin memiliki sumber pendapatan investasi secara berkala.
Besarnya kupon tergantung seri yang dipilih. Jadi, jangan hanya melihat angka kupon. Perhatikan juga tenor, jenis kupon, mekanisme perdagangan, dan tujuan investasimu.
3. Bisa dimulai dengan modal relatif terjangkau
SBN ritel dapat diakses investor individu dengan minimum pembelian mulai dari Rp1 juta untuk sejumlah seri.
Ini membuat investasi obligasi pemerintah tidak hanya diperuntukkan bagi investor bermodal besar. Pada ORI029, misalnya, minimum pemesanan ditetapkan Rp1 juta.
4. Membantu diversifikasi portofolio
Jika seluruh uangmu hanya ditempatkan pada satu jenis aset, risiko portofolio bisa menjadi lebih terkonsentrasi. Obligasi pemerintah dapat digunakan sebagai salah satu komponen diversifikasi.
Misalnya, sebagian portofolio ditempatkan pada instrumen yang lebih defensif, sementara sebagian lainnya dialokasikan ke aset dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Komposisinya tentu perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Apa Risiko Obligasi Pemerintah?
Meski sering dianggap sebagai instrumen dengan risiko relatif rendah, obligasi pemerintah bukan berarti bebas risiko. Ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan.
1. Risiko pasar
Risiko ini terutama relevan untuk obligasi yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder seperti ORI dan SR. Harga obligasi dapat berubah.
Ketika suku bunga pasar naik, harga obligasi yang sudah beredar dapat mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga obligasi berpotensi meningkat. Jika kamu menjual sebelum jatuh tempo, harga jual bisa berbeda dari harga beli.
2. Risiko likuiditas
Tidak semua SBN bisa langsung dijual kapan saja. ORI dan SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi holding period.
Sementara SBR dan ST tidak diperdagangkan di pasar sekunder, meskipun memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan. Karena itu, pastikan dana yang digunakan memang sesuai dengan jangka waktu investasi.
3. Risiko inflasi
Kupon yang kamu terima tidak otomatis berarti daya beli uangmu meningkat. Misalnya, kamu mendapatkan imbal hasil 5% per tahun.
Jika inflasi ternyata cukup tinggi, keuntungan riil setelah memperhitungkan kenaikan harga barang bisa menjadi lebih kecil. Karena itu, investor sebaiknya melihat return nominal dan return riil.
Obligasi Pemerintah 2025 dan Obligasi Pemerintah 2026
Kalau kamu mencari informasi tentang obligasi pemerintah 2025 atau obligasi pemerintah 2026, penting untuk tidak hanya melihat tahun penerbitannya.
Setiap tahun pemerintah dapat menerbitkan beberapa seri SBN dengan karakteristik berbeda.
Pada 2025, misalnya, pemerintah menerbitkan SBR014T2 dan SBR014T4 dengan masa penawaran 14 Juli sampai 7 Agustus 2025. Sementara pada 2026, pemerintah menawarkan ORI029T3 dan ORI029T6 pada 26 Januari sampai 19 Februari 2026.
Jadi, ketika mencari obligasi pemerintah 2026, jangan hanya mencari satu produk. Periksa seri yang sedang ditawarkan dan lihat detailnya. Informasi resmi mengenai penerbitan SBN ritel tersedia melalui kanal Kementerian Keuangan.
Cara Beli Obligasi Pemerintah
Sekarang masuk ke bagian yang paling banyak dicari: cara beli obligasi pemerintah.
Untuk SBN ritel, proses pembelian dilakukan secara online melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah. Secara umum, tahapannya seperti berikut.
1. Registrasi
Pertama, lakukan registrasi pada mitra distribusi yang menyediakan produk SBN ritel. Kamu biasanya perlu menyiapkan data identitas dan rekening sesuai persyaratan.
2. Pilih seri SBN
Setelah registrasi, pilih seri yang sedang dalam masa penawaran. Perhatikan beberapa hal.
- Kupon atau imbal hasil.
- Tenor.
- Minimum pembelian.
- Maksimum pembelian.
- Apakah bisa diperdagangkan.
- Mekanisme kupon.
- Fasilitas early redemption jika tersedia.
3. Masukkan nominal pembelian
Tentukan berapa dana yang ingin diinvestasikan. Jangan menggunakan seluruh dana yang kamu miliki. Pastikan kebutuhan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek sudah aman.
4. Lakukan pembayaran
Setelah pemesanan berhasil, lakukan pembayaran sesuai instruksi dan batas waktu yang ditentukan.
5. Tunggu setelmen
Setelah pembayaran terkonfirmasi, proses akan dilanjutkan ke tahap setelmen. Kepemilikan SBN kemudian tercatat sesuai mekanisme yang berlaku.
Untuk ORI029, pemerintah menjelaskan proses pembelian melalui empat tahap, yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan setelmen/konfirmasi.
Bagaimana Memilih Obligasi Pemerintah yang Cocok?
Jangan memilih hanya karena melihat kupon paling tinggi. Ada beberapa pertanyaan yang perlu kamu jawab terlebih dahulu.
Berapa lama dana tersebut tidak akan digunakan?
Kalau kamu membutuhkan dana dalam waktu dekat, instrumen dengan tenor panjang mungkin kurang sesuai.
Apakah kamu membutuhkan fleksibilitas untuk menjual sebelum jatuh tempo?
Kalau iya, kamu bisa mempertimbangkan karakteristik instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Apakah kamu menginginkan kupon tetap atau mengambang?
ORI dan SR pada seri yang menggunakan fixed rate menawarkan kupon tetap. Sementara SBR dan ST memiliki mekanisme floating with floor.
Apakah kamu ingin instrumen berbasis syariah?
Jika iya, SR dan ST bisa menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan. Intinya, tidak ada satu jenis obligasi pemerintah yang paling cocok untuk semua orang. Yang ada adalah instrumen yang paling sesuai dengan tujuan finansial masing-masing.
Apakah Obligasi Pemerintah Cocok untuk Pemula?
Bisa. Obligasi pemerintah, khususnya SBN ritel, cukup mudah dipahami jika konsep dasarnya sudah diketahui. Investor pemula bisa mulai dengan memahami empat hal.
Pertama, siapa penerbitnya.
Kedua, bagaimana kupon atau imbal hasilnya.
Ketiga, kapan jatuh temponya.
Keempat, apakah instrumen tersebut bisa dijual sebelum jatuh tempo.
Jangan membeli hanya karena melihat promosi atau angka kupon. Baca memorandum informasi dan pahami seluruh ketentuannya sebelum melakukan pembelian.
Obligasi Pemerintah vs Deposito
Keduanya sama-sama sering dipilih oleh investor yang mencari instrumen dengan karakteristik relatif defensif. Namun, mekanismenya berbeda.
Deposito merupakan produk simpanan berjangka yang ditawarkan bank. Sementara obligasi pemerintah merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah.
SBN tertentu bisa memberikan fleksibilitas perdagangan di pasar sekunder. Deposito memiliki ketentuan pencairan dan penalti yang berbeda sesuai bank dan produknya.
Jadi, jangan hanya membandingkan angka imbal hasil. Pertimbangkan juga likuiditas, tenor, pajak, risiko, dan tujuan penggunaan dana.
Kesimpulan
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk memperoleh pembiayaan, sementara investor mendapatkan kupon atau imbal hasil sesuai ketentuan.
Untuk investor ritel, ada beberapa jenis SBN yang populer seperti ORI, SBR, SR, dan ST.
ORI dan SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan. Sementara SBR dan ST tidak diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption sesuai seri masing-masing.
SBN ritel juga bisa dibeli dengan nominal mulai dari Rp1 juta untuk sejumlah seri. Namun, tetap pahami risikonya.
Jangan memilih hanya berdasarkan kupon tertinggi. Sesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, kebutuhan likuiditas, dan profil risiko.
Dengan memahami cara kerja obligasi pemerintah sejak awal, kamu bisa membuat keputusan investasi dengan lebih terukur.
FAQ Obligasi Pemerintah
Apa itu obligasi pemerintah?
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk mendapatkan dana dari investor. Investor kemudian menerima kupon atau imbal hasil dan pengembalian pokok sesuai ketentuan.
Apakah obligasi pemerintah aman?
Obligasi pemerintah memiliki karakteristik risiko yang relatif rendah dibandingkan sejumlah instrumen berisiko tinggi karena diterbitkan oleh pemerintah. Namun, tetap ada risiko seperti risiko pasar, likuiditas, dan inflasi.
Berapa minimal beli obligasi pemerintah?
Untuk sejumlah SBN ritel, minimum pembelian adalah Rp1 juta. Namun, minimum pembelian dapat berbeda berdasarkan seri yang diterbitkan. Contohnya, ORI029 memiliki minimum pemesanan Rp1 juta.
Apa perbedaan ORI dan SBR?
ORI memiliki kupon tetap dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah holding period. SBR memiliki kupon floating with floor dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan seri.
Apakah obligasi pemerintah bisa dijual sebelum jatuh tempo?
Tergantung jenisnya. ORI dan SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi holding period. SBR dan ST tidak diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.
Apakah obligasi pemerintah bisa dibeli secara online?
Ya. SBN ritel dapat dibeli secara online melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah selama masa penawaran.
Apa saja contoh obligasi negara ritel?
Beberapa contoh SBN ritel adalah Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), dan Sukuk Tabungan (ST).
Apakah obligasi pemerintah cocok untuk pemula?
Bisa, terutama jika investor sudah memahami tenor, kupon, likuiditas, dan risiko instrumen yang dipilih. Tetap sesuaikan investasi dengan tujuan finansial dan profil risiko.
Sudah memahami dasar obligasi pemerintah dan ingin mulai mengenal lebih banyak pilihan aset digital? Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store.
FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Gunakan FLOQ untuk belajar dan mengenal berbagai aset digital dengan lebih mudah.
Baca Juga: Investasi Obligasi Adalah: Cara Pintar Dapat Cuan Stabil!







