Market Order vs Limit Order: Mana yang Lebih Cocok Untuk Trader?

Investasi

14 Apr 2026

7 menit

Ditulis oleh: Team FLOQ

Pattern 1
Article

Kalau kamu mulai terjun ke dunia trading, baik itu saham maupun kripto, kamu pasti sering mendengar istilah Market Order dan Limit Order.

Dua jenis order ini bukan cuma sekadar fitur teknis di platform trading tapi sebenarnya adalah fondasi utama dari setiap transaksi yang kamu lakukan. 

Setiap kali kamu menekan tombol beli atau jual, kamu sedang membuata keputusan penting: bagaimana cara order tersebut dieksekusi. Pilihan ini terlihat sederhana, tapi dampaknya bisa sangat besar terhadap hasil trading kamu. Mulai dari harga entry, potensi profit hingga resiko yang harus kamu ambil.

Trader pemula sering mengabaikan hal ini. Mereka hanya fokus pada “kapan beli” dan "kapan jual", tanpa memahami "bagaimana cara masuk dan keluar market". Padahal, cara eksekusi order bisa menjadi pembeda antara trading yang asal-asalan dan trading yang terstruktur.

Tapi pertanyaannya, apa sebenarnya perbedaan market dan limit order? Kapan sebaiknya digunakannya, dan bagaimana cara memaksimalkannya agar strategi trading semakin matang.

Di bagian ini, kamu akan memahami semuanya dengan cara yang santai, mudah dipahami, tapi tetap mendalam seperti trader berpengalaman. 

Apa Itu Market Order? 

Market Order adalah jenis order di mana kamu membeli dan menjual aset secara langsung pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu.

Dengan kata lain, kamu tidak menentukan harga. Kamu menerima harga yang sedang berlaku di market, berapa pun itu selama ada pihak yang bersedia melakukan transaksi. 

Ketika kamu menekan tombol beli atau jual dengan market order, sistem akan langsung mencocokkan order kamu dengan order yang tersedia di order book.

Proses ini terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan milidetik. 

Bagaimana Market Order Bekerja? 

Untuk memahaminya, kamu perlu tahu sedikit mekanisme order book.  Di dalam market, selalu ada dua sisi: 

  • Bid (pembeli) → orang yang ingin membeli 
  • Ask (penjual) → orang yang ingin menjual 

Market order akan langsung mengambil harga terbaik dari sisi lawan: 

  • Kalau kamu beli → ambil harga jual termurah 
  • Kalau kamu jual → ambil harga beli tertinggi 
  • Karena itu, order kamu langsung tereksekusi tanpa menunggu. 

Ciri-ciri Market Order 

  1. Eksekusi instan (langsung terjadi). Ini adalah keunggulan utama. Kamu tidak perlu lagi menunggu harga tertentu. Begitu klik, transaksi langsung berjalan. Namun, perlu dipahami bahawa "instan" bukan berarti selalu di satu harga. Jika volume besar atau likuiditas rendah, order kamu bisa dieksekusi di beberapa harga sekaligus. 
  2. Mengikuti harga pasar saat ini. Kamu sepenuhnya bergantung pada kondisi market saat itu. Jika harga bergerak cepat, harga ekseskusi bisa sedikit berbeda dari yang kamu lihat. 
  3. Tidak bisa menentukan harga sendiri. Ini adalah trade-off dari kecepatan. Kamu mendapatkan kepastian eksekusi, tapi kehilangan kontrol harga.

Market order sering digunakan saat: Breakout, News besar, dan Lonjakan volume. Cocok untuk kondisi pasar yang bergerak cepat. 

Contoh Sederhana 

Misalnya kamu ingin membeli Bitcoin sekarang. Di order book tersedia: 

  • Rp1.000.000.000 (0.1 BTC) 
  • Rp1.002.000.000 (0.3 BTC) 
  • Rp1.005.000.000 (0.5 BTC) 

Kalau kamu beli 0.5 BTC dengan market order: 

  • Sebagian akan terisi di Rp1.000.000.000 
  • Sebagian di Rp1.002.000.000 
  • Artinya, harga rata-rata kamu bisa lebih tinggi dari yang kamu lihat di awal. 

Inilah yang disebut sebagai slippage

Apa Itu Limit Order? 

Berbeda dengan market order, limit order memberi kamu kendali penuh atas harga.  Limit Order adalah jenis order di mana kamu menentukan sendiri harga beli dan jual, dan transaksi hanya terjadi jika market mencapai harga tersebut.

Dengan limit order, kamu tidak mengejar harga. Kamu menunggu harga datang ke kamu. 

Bagaimana Limit Order Bekerja? 

Saat kamu memasang limit order, order kamu akan masuk ke dalam antrian di order book:

  • Limit buy → masuk ke antrian pembeli 
  • Limit sell → masuk ke antrian penjual 

Order kamu hanya akan tereksekusi jika ada pihak lain yang setuju dengan harga tersebut. 

Ciri-ciri Limit Order  

  1. Kamu menentukan harga sendiri Ini adalah keunggulan utama. Kamu bisa mengontrol entry dan exit sesuai strategi. 
  2. Tidak selalu langsung tereksekusi Kalau harga tidak pernah menyentuh level kamu, order akan tetap terbuka. 
  3. Lebih fleksibel untuk strategi Limit order sering digunakan dalam: 
  • Buy the dip 
  • Take profit 
  • Scaling strategy 
  1. Cocok untuk perencanaan jangka pendek maupun panjang Kamu bisa set order dan tidak perlu memantau market terus-menerus. 

Contoh Sederhana 

  • Harga Bitcoin saat ini Rp1.000.000.000. 
  • Kamu merasa harga terlalu tinggi dan ingin beli di Rp950.000.000. 

Kamu pasang limit order: 

  • Jika harga turun → order tereksekusi 
  • Jika tidak → kamu tidak masuk market 

Ini membantu kamu tetap disiplin dengan rencana. 

Perbedaan Market dan Limit Order 

  1. Dari Segi Kecepatan Eksekusi 
  • Market order adalah yang paling cepat. Begitu kamu klik, transaksi langsung terjadi. 
  • Limit order membutuhkan waktu dan bergantung pada market. Bisa cepat, bisa lama, bahkan tidak terjadi. 
  • Insight penting: Kecepatan sangat penting dalam momentum trading, tapi tidak selalu menghasilkan harga terbaik. 

2. Dari Segi Kontrol Harga 

  • Limit order memberi kontrol penuh terhadap harga. 
  • Market order tidak memberi kontrol sama sekali. 
  • Insight penting: Trader yang konsisten biasanya lebih mengutamakan kontrol dari pada kecepatan.

3. Dari Segi Kepastian Transaksi 

  • Market order hampir selalu tereksekusi. 
  • Limit order tidak menjamin eksekusi. 
  • Insight penting: Kepastian transaksi penting, tapi entry yang buruk bisa berdampak lebih besar 

4. Dari Segi Strategi Trading 

Market order cocok untuk: 

  • Momentum trading 
  • Scalping 
  • Reaksi cepat 

Limit order cocok untuk: 

  • Swing trading 
  • Position trading 
  • Entry berbasis analisis teknikal 

Insight penting: Trader profesional hampir selalu mengkombinasikan keduanya. 

Kapan Sebaiknya Menggunakan Market Order? 

1. Saat Pasar Bergerak Cepat 

Di kondisi seperti breakout atau lonjakan harga, market order membantu kamu masuk tanpa tertinggal. Kalau kamu menunggu limit order, harga bisa sudah jauh naik. 

2. Saat Tidak Ingin Ketinggalan Peluang 

Ada momen di mana kecepatan lebih penting dari harga sempurna. Contohnya saat ada sentimen positif besar di market. 

3. Saat Likuiditas Tinggi 

Di market besar dengan volume tinggi, selisih harga kecil, sehingga market order tetap efisien.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Limit Order? 

1. Saat Kamu Punya Target Harga.  

Kalau kamu sudah melakukan analisis, limit order membantu kamu tetap disiplin. 

2. Saat Market Volatil.  

Limit order melindungi kamu dari harga yang melonjak atau turun drastis. 

3. Untuk Strategi Jangka Panjang. 

Kamu bisa set order dan membiarkannya berjalan tanpa harus aktif terus. 

Kelebihan dan Kekurangan Market Order 

Kelebihan: 

  • Eksekusi cepat → tidak ketinggalan peluang 
  • Praktis → cocok untuk pemula 
  • Fleksibel → bisa digunakan di kondisi apa saja 

Kekurangan: 

  • Tidak bisa kontrol harga 
  • Berisiko slippage 
  • Kurang cocok untuk strategi presisi 

Kelebihan dan Kekurangan Limit Order 

Kelebihan: 

  • Kontrol penuh harga 
  • Mendukung strategi disiplin 
  • Entry lebih optimal 

Kekurangan: 

  • Tidak selalu tereksekusi 
  • Butuh kesabaran 
  • Bisa kehilangan momentum 

Tips Menggunakan Market dan Limit Order dengan Optimal 

1. Pahami Tujuan Trading Kamu 

Jangan asal klik. Tentukan dulu apakah kamu ingin cepat atau presisi. 

2. Perhatikan Kondisi Market 

Market cepat → market order Market stabil → limit order 

3. Gunakan Kombinasi Keduanya 

Contoh: 

  • Entry pakai limit 
  • Exit pakai market 

Ini sering digunakan oleh trader profesional. 

4. Hindari Keputusan Impulsif 

Kecepatan tanpa analisis bisa berbahaya. 

Mana yang Lebih Cocok: Market Order atau Limit Order? 

Jawabannya tergantung kebutuhan kamu. 

Kalau kamu ingin: 

  • Cepat → market order 
  • Harga optimal → limit order 

Yang paling penting adalah memahami kapan menggunakannya. 

Memahami Market Order vs Limit Order adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas trading kamu.

Market order adalah alat untuk kecepatan dan momentum. Limit order adalah alat untuk kontrol dan strategi. 

Dengan memahami perbedaan market dan limit order secara mendalam, kamu bisa: 

  • Menghindari kesalahan umum 
  • Mengelola risiko dengan lebih baik 
  • Meningkatkan konsistensi hasil trading 

Pada akhirnya, bukan soal memilih salah satu, tapi bagaimana kamu menggunakan keduanya secara cerdas. 

Semakin kamu memahami ini, semakin kamu punya kendali penuh atas keputusan trading kamu sendiri

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device