Jika kamu pernah melakukan transaksi di jaringan Bitcoin dan memperhatikan bahwa biaya transaksi bisa naik-turun dalam waktu singkat, kamu tidak sendirian. Dinamika tersebut menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem Bitcoin dari waktu ke waktu. Salah satu tonggak pembaruan paling penting dalam sejarah Bitcoin adalah Segregated Witness, atau lebih dikenal sebagai SegWit. Pelajari lebih dalam tentang apa itu SegWit melalui artikel ini.
Mengenal SegWit Bitcoin dan Evolusi Blockchain
SegWit, atau segregated witness, pertama kali diperkenalkan sebagai upaya untuk mengatasi beberapa keterbatasan awal dari arsitektur blockchain Bitcoin yang diperkenalkan pertama kali oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.
SegWit mulai diaktifkan pada pertengahan tahun 2017 melalui mekanisme soft fork, yang artinya pembaruan ini bersifat kompatibel dengan versi sebelumnya. SegWit diperkenalkan melalui Bitcoin Improvement Proposal 141 (BIP141), sebuah dokumen teknis yang menjelaskan bagaimana pembaruan ini bekerja dan mengapa diperlukan. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan efisiensi data transaksi dengan cara memisahkan digital signature atau data saksi (witness) dari isi utama transaksi. Dengan pendekatan ini, sistem tidak hanya menjadi lebih hemat ruang, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kapasitas jaringan tanpa harus menaikkan batas ukuran blok secara langsung.
Implementasi SegWit merupakan bagian dari evolusi alami Bitcoin dalam menghadapi pertumbuhan pengguna dan volume transaksi yang terus meningkat. Teknologi ini berperan penting dalam menjaga stabilitas dan efisiensi sistem ketika jaringan mengalami lonjakan aktivitas.
Bagaimana Cara Kerja SegWit di dalam Proses Transaksi Bitcoin
Untuk memahami bagaimana SegWit berfungsi, penting untuk melihat struktur transaksi Bitcoin secara lebih teknis. Setiap transaksi Bitcoin secara umum terdiri dari dua komponen utama, yaitu data input-output yang menggambarkan dari mana dan ke mana koin dikirim, serta tanda tangan digital yang digunakan untuk memverifikasi bahwa pengirim memang memiliki hak untuk membelanjakan koin tersebut. Dalam sistem awal Bitcoin, seluruh komponen ini disimpan bersama dalam satu paket data dalam blok, dengan batas ukuran blok yang ditetapkan maksimal sebesar 1 megabyte.
SegWit mengubah cara penyimpanan data tersebut dengan memisahkan tanda tangan digital atau witness data dari komponen utama transaksi. Data signature ini kemudian ditempatkan dalam struktur terpisah, meskipun tetap terkait dengan transaksi yang bersangkutan. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa data witness dihitung secara berbeda dalam pengukuran ukuran blok, sehingga memberikan ruang tambahan bagi lebih banyak transaksi untuk diproses dalam satu blok.
Secara teknis, meskipun batas ukuran blok nominal tidak berubah, kapasitas efektif meningkat secara signifikan. Hal ini memungkinkan Bitcoin untuk memproses lebih banyak transaksi dalam waktu yang sama, mengurangi antrean dalam memproses transaksi, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap penurunan biaya. Mekanisme ini menjadi penting ketika jaringan sedang mengalami lonjakan permintaan yang tinggi.
Dampak SegWit terhadap Biaya dan Kecepatan Transaksi Bitcoin
Sebelum SegWit diperkenalkan, banyak pengguna Bitcoin mengeluhkan lamanya waktu konfirmasi transaksi serta biaya yang bisa sangat tinggi ketika jaringan padat. Sahabat Floq, situasi seperti ini membuat Bitcoin tampak kurang praktis untuk digunakan dalam transaksi skala kecil atau harian. Namun, dengan implementasi SegWit, terdapat perbaikan yang cukup nyata dari sisi efisiensi.
Karena tanda tangan digital tidak lagi dihitung sebagai bagian utama dari ukuran blok, maka ukuran transaksi dapat dikompresi secara signifikan. Dalam banyak kasus, penggunaan SegWit bisa mengurangi ukuran transaksi hingga 40 hingga 65 persen, tergantung pada jumlah input dan kompleksitas transaksi tersebut. Efeknya tentu sangat terasa. Dengan lebih banyak transaksi yang bisa masuk ke dalam satu blok, waktu tunggu konfirmasi menjadi lebih singkat meskipun jaringan sedang sibuk.
Namun, manfaat tersebut dapat dirasakan secara maksimal hanya jika baik pengirim maupun penerima transaksi menggunakan alamat SegWit. Alamat-alamat ini termasuk jenis bech32 dan P2SH, yang dirancang khusus agar mendukung struktur SegWit. Jika hanya salah satu pihak yang menggunakan SegWit, efisiensi tetap ada, namun tidak optimal karena sebagian data masih diproses menggunakan metode lama. Oleh karena itu, penyebaran penggunaan SegWit secara luas menjadi faktor penting untuk mencapai efisiensi penuh.
SegWit dan Dampaknya pada Skalabilitas Blockchain
Skalabilitas merupakan tantangan mendasar dalam sistem blockchain publik seperti Bitcoin. Seiring pertumbuhan jumlah pengguna dan meningkatnya transaksi yang dilakukan setiap harinya, sistem harus mampu beradaptasi untuk menjaga kelancaran operasional jaringan. Dalam konteks ini, SegWit tidak hanya memberikan solusi sementara untuk peningkatan kapasitas transaksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan solusi jangka panjang berbasis teknologi lapisan kedua.
Dengan mengurangi ukuran data transaksi, SegWit menciptakan ruang bagi pengembangan seperti Lightning Network, yaitu sistem pembayaran di luar rantai utama (off-chain) yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi instan dan berbiaya rendah. Transaksi ini hanya dicatat ke blockchain utama ketika diperlukan, misalnya saat penyelesaian akhir. Konsep ini memungkinkan skalabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model transaksi langsung di rantai utama.
Selain itu, pembaruan teknologi seperti Taproot, yang diaktifkan pada tahun 2021, juga mengandalkan struktur SegWit sebagai fondasi. Taproot memperkenalkan kemampuan scripting yang lebih kompleks dan efisien dalam blockchain Bitcoin, memungkinkan penggunaan kontrak pintar dan transaksi multi-signature dengan privasi yang lebih baik. Tanpa SegWit sebagai landasan teknis, penerapan inovasi seperti Taproot akan jauh lebih sulit dan terbatas.
Dengan demikian, SegWit bukan hanya solusi efisiensi, tetapi juga elemen penting yang mendukung ekosistem pengembangan Bitcoin secara lebih luas.
Perbedaan Alamat SegWit dan Legacy dalam Praktik Penggunaannya
Mungkin kamu pernah menemukan perbedaan bentuk alamat Bitcoin yang dimulai dengan angka “1”, “3”, atau awalan “bc1”. Perbedaan ini bukan sekadar tampilan, melainkan mencerminkan teknologi yang digunakan dalam masing-masing transaksi.
Alamat yang dimulai dengan angka “1” dikenal sebagai legacy address. Ini adalah format asli Bitcoin sejak awal dan masih digunakan hingga sekarang, terutama oleh platform yang belum memperbarui sistem mereka. Alamat yang dimulai dengan angka “3” disebut P2SH (Pay to Script Hash). Ini merupakan bentuk peralihan yang mendukung sebagian fitur SegWit tanpa menerapkan seluruh struktur barunya.
Sementara itu, alamat yang dimulai dengan “bc1” dikenal sebagai bech32, yaitu format alamat SegWit murni yang menawarkan efisiensi maksimum. Selain lebih hemat ruang, format ini juga dirancang agar lebih mudah dibaca oleh manusia dan memiliki tingkat kesalahan input yang lebih rendah.
Meskipun format bech32 telah didukung oleh sebagian besar wallet dan exchange besar, adopsinya belum merata di seluruh ekosistem. Masih ada banyak pengguna dan layanan yang belum bermigrasi sepenuhnya karena berbagai alasan, termasuk faktor kompatibilitas teknis dan kebiasaan pengguna lama. Namun, tren menunjukkan bahwa penggunaan alamat SegWit terus meningkat seiring edukasi yang lebih luas dan peningkatan dukungan infrastruktur.
Tantangan dan Masa Depan SegWit di Ekosistem Bitcoin
Walaupun SegWit telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi dan kapasitas transaksi Bitcoin, penerapannya di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan utama adalah adopsi yang tidak merata. Sebagian pengguna, wallet, dan platform exchange masih menggunakan sistem alamat lama karena belum sepenuhnya memperbarui sistem atau mempertimbangkan faktor kompatibilitas.
Dari sisi teknis, implementasi SegWit memerlukan perubahan dalam infrastruktur perangkat lunak yang tidak selalu sederhana. Para pengembang perlu menguji ulang sistem mereka agar dapat memproses transaksi SegWit dengan aman dan andal. Ini mencakup aspek verifikasi tanda tangan, pengolahan data witness, serta pembaruan tampilan antarmuka pengguna agar mendukung format alamat baru.
Namun, dengan semakin banyak platform yang mengadopsi standar SegWit dan meningkatnya kesadaran pengguna terhadap manfaatnya, masa depan SegWit tetap menjanjikan. Dukungan dari komunitas pengembang inti Bitcoin dan dorongan dari berbagai pihak dalam ekosistem kripto memberikan fondasi kuat bagi adopsi yang lebih luas di masa mendatang.
SegWit juga akan terus memainkan peran penting dalam mendorong inovasi teknologi di jaringan Bitcoin, baik dalam konteks efisiensi transaksi maupun pengembangan fitur lanjutan seperti smart contract dan sistem pembayaran mikro.
Mengapa SegWit Bitcoin Menjadi Tonggak Penting?
Segregated Witness atau SegWit bukan hanya pembaruan teknis biasa dalam protokol Bitcoin, melainkan salah satu pencapaian paling strategis dalam sejarah evolusi teknologi blockchain. Dengan memisahkan tanda tangan dari data transaksi utama, SegWit menciptakan efisiensi ruang, mengurangi biaya, dan memungkinkan volume transaksi yang lebih tinggi dalam satu blok.
Teknologi ini juga membuka jalan bagi solusi skalabilitas lanjutan seperti Lightning Network serta inovasi fungsionalitas kontrak pintar melalui Taproot. SegWit menjadi dasar penting dalam mengarahkan Bitcoin ke arah sistem yang lebih fleksibel, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna modern.
Walaupun tantangan adopsi masih ada, perkembangan ke arah integrasi penuh terus berlangsung. Komunitas Bitcoin secara global menunjukkan kecenderungan untuk mengadopsi teknologi ini secara lebih luas seiring waktu. Oleh karena itu, SegWit akan tetap menjadi elemen fundamental dalam pengembangan ekosistem Bitcoin dan akan terus mempengaruhi arah evolusi jaringan blockchain secara keseluruhan.







