Bitcoin Ordinals: Ketika NFT Hadir di Jaringan Bitcoin

Bitcoin

17 Feb 2026

5 menit

Ditulis oleh: umar

Pattern 1
Article

Apa Itu Bitcoin Ordinals? 

Bitcoin Ordinals adalah pendekatan baru yang memungkinkan setiap satoshi, yaitu unit terkecil dari Bitcoin, diberi identitas unik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa data digital. Data ini dapat berupa gambar, teks, audio, hingga file aplikasi ringan. Tidak seperti NFT pada jaringan lain yang mengandalkan smart contract, Ordinals berjalan langsung di layer utama (layer 1) dari jaringan Bitcoin tanpa memerlukan protokol tambahan. 

Gagasan ini diperkenalkan oleh Casey Rodarmor, seorang pengembang independen yang menciptakan metode untuk menyisipkan data digital ke dalam satoshi melalui proses yang disebut inskripsi. Dengan menggunakan inskripsi, satuan terkecil dari Bitcoin dapat dijadikan wadah bagi karya digital, menciptakan bentuk baru dari aset digital unik yang terintegrasi penuh dengan sistem transaksi Bitcoin. 

Keistimewaan dari Ordinals adalah pendekatannya yang tidak memerlukan kontrak pintar, menjadikannya lebih sederhana secara arsitektur namun tetap kuat dari segi keamanan. Karena berjalan di atas jaringan Bitcoin yang terkenal dengan kestabilan dan keamanannya, Ordinals menawarkan alternatif baru dalam hal penciptaan dan penyimpanan digital yang tahan lama dan terdesentralisasi. 

Sejarah Singkat dan Evolusi Ordinal Theory 

Untuk memahami lebih dalam mengenai Bitcoin Ordinals, penting untuk mengenal terlebih dahulu teori ordinal. Ordinal Theory adalah kerangka sistem yang memberikan penomoran unik terhadap setiap satoshi berdasarkan urutan saat satoshi tersebut dihasilkan melalui aktivitas penambangan. Dengan penomoran ini, setiap satoshi dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan sejarah transaksinya. 

Penomoran ini kemudian memungkinkan pengguna untuk memilih satu satoshi tertentu dan melampirkan file digital ke dalamnya. Proses tersebut dilakukan dengan mengkodekan data langsung ke dalam struktur transaksi Bitcoin, yang kemudian menjadi bagian permanen dari blockchain. Artinya, data yang telah di-inscribe tidak dapat diubah, dihapus, ataupun dimanipulasi. 

Pada awal tahun 2023, konsep ini mulai mendapat perhatian luas ketika para pengembang dan kreator mulai mengeksplorasi potensi inskripsi, seperti menyematkan gambar pixel-art, potongan puisi, file audio pendek, hingga bahkan membuat aplikasi yang bisa dijalankan di dalam browser. Ini merupakan peristiwa penting yang membuka bab baru pemanfaatan jaringan Bitcoin, bukan hanya sebagai sistem pembayaran tetapi juga sebagai media penyimpanan digital yang bersifat publik dan permanen. 

Bagaimana Cara Kerja Inskripsi pada Bitcoin Ordinals? 

Proses inskripsi pada Ordinals mengandalkan perubahan teknis yang telah dilakukan terhadap jaringan Bitcoin melalui pembaruan SegWit (Segregated Witness) dan Taproot. Kedua pembaruan ini memperkenalkan metode baru untuk mengelola data dalam transaksi Bitcoin, khususnya melalui penggunaan “witness data” yang menyediakan ruang tambahan untuk informasi. 

Dalam praktiknya, file digital seperti gambar atau teks dikonversi ke dalam bentuk data yang dapat dikodekan ke dalam transaksi Bitcoin, lalu disematkan pada bagian witness data. Karena semua ini dilakukan secara langsung di layer 1, maka hasil inskripsinya benar-benar menjadi bagian dari blockchain itu sendiri. Satoshi yang telah di-inscribe akan membawa file tersebut selamanya. 

Namun, perlu diketahui bahwa ukuran data yang dapat disimpan tetap terbatas karena adanya batasan ukuran blok di jaringan Bitcoin. Ukuran maksimum satu blok saat ini adalah sekitar 4 megabyte, sehingga inskripsi yang terlalu besar dapat menyebabkan biaya transaksi menjadi tinggi, terutama jika dilakukan saat jaringan sedang padat. Untuk membantu memantau kondisi pasar dan mengelola strategi secara efisien, kamu bisa gunakan aplikasi Floq untuk menganalisis tren harga dan melihat pergerakan aset secara real-time langsung dari smartphone kamu. 

Kondisi ini menuntut pengguna untuk bijak dalam memilih jenis konten yang akan di-inscribe, baik dari segi ukuran maupun nilai informatifnya. Dengan keterbatasan ini, inskripsi menjadi aktivitas yang menyeimbangkan antara ekspresi kreatif dan efisiensi penggunaan sumber daya jaringan. 

Perbandingan Bitcoin Ordinals dengan NFT di Jaringan Lain 

Jika dibandingkan dengan NFT pada jaringan lain seperti Ethereum, Solana, atau Tezos, Bitcoin Ordinals hadir dengan pendekatan teknis yang berbeda. NFT di Ethereum umumnya mengandalkan smart contract sebagai wadah untuk metadata, dan file media biasanya di-hosting di luar blockchain, sering kali di IPFS (InterPlanetary File System) atau jaringan penyimpanan terdesentralisasi lainnya. 

Sebaliknya, Bitcoin Ordinals tidak mengandalkan smart contract. Seluruh data disimpan langsung di dalam blockchain Bitcoin, menjadikannya lebih tahan terhadap potensi hilangnya file akibat kegagalan sistem eksternal. Hal ini memberikan nilai lebih dalam hal ketahanan dan integritas data, karena file tidak perlu bergantung pada server pihak ketiga. 

Namun, pendekatan ini memiliki konsekuensi, seperti keterbatasan fungsionalitas yang biasanya dapat diotomatisasi melalui kontrak pintar, misalnya sistem royalti untuk kreator. Di Ethereum, fitur seperti pembagian hasil, lisensi digital, atau keterkaitan dengan aset lain dapat dikelola melalui kode program otomatis. Hal ini tidak berlaku pada Ordinals yang sifatnya lebih statis dan sederhana. 

Meski demikian, pendekatan Ordinals memberikan alternatif yang menarik bagi kreator yang lebih mengutamakan ketahanan dan keamanan data. Sejumlah proyek seperti Ordinal Punks, Taproot Wizards, hingga koleksi seni digital bertema nostalgia tahun 90-an mulai bermunculan dan mendapat tempat tersendiri dalam komunitas penggemar Bitcoin. 

Kontroversi, Tantangan, dan Implikasi Jangka Panjang 

Seiring meningkatnya popularitas Bitcoin Ordinals, muncul pula sejumlah perdebatan dalam komunitas Bitcoin. Beberapa pihak yang menganut prinsip orisinalitas Bitcoin menyuarakan kekhawatiran bahwa penggunaan ruang blok untuk data non-finansial seperti gambar atau file seni dapat mengganggu fungsi utama Bitcoin sebagai sistem pembayaran peer-to-peer. 

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa jika praktik inskripsi menjadi terlalu masif, maka ukuran blockchain akan bertambah secara signifikan, yang pada gilirannya dapat menyulitkan node-node kecil untuk mempertahankan salinan lengkap blockchain. Dampaknya bisa berupa meningkatnya kebutuhan penyimpanan data dan beban jaringan. 

Namun di sisi lain, para pendukung Ordinals melihat fenomena ini sebagai bentuk ekspansi alami dari ekosistem Bitcoin. Mereka berpendapat bahwa Bitcoin adalah protokol terbuka, dan selama transaksi mematuhi aturan konsensus, maka pengguna bebas menggunakan ruang blok sesuai kebutuhannya. Pendekatan ini menekankan sifat netral dan inklusif dari protokol Bitcoin. 

Di luar kontroversi tersebut, ada juga potensi jangka panjang yang mulai dieksplorasi, misalnya penggunaan inskripsi untuk menyimpan dokumen legal, arsip bersejarah, hingga informasi identitas digital. Hal ini membuka peluang bahwa Ordinals tidak hanya menjadi wadah karya seni, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan dokumentasi yang lebih luas di masa mendatang. 

Masa Depan Bitcoin Ordinals dan Potensi Ekosistemnya 

Ekosistem Bitcoin Ordinals saat ini masih tergolong muda, tetapi pertumbuhannya cukup pesat. Sejumlah proyek dan inisiatif mulai bermunculan untuk mendukung adopsi Ordinals secara lebih luas. Pengembangan dompet digital khusus, platform eksplorasi inskripsi, hingga marketplace untuk ordinal inscription terus dilakukan. 

Beberapa platform seperti Gamma.io dan Ordinals Wallet mulai menawarkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk melihat, mengelola, dan memperdagangkan Ordinals dengan antarmuka yang lebih mudah dipahami oleh pengguna umum. Bahkan, marketplace besar seperti Magic Eden juga telah menambahkan dukungan untuk Ordinals di samping NFT pada jaringan lain. 

Lebih jauh lagi, integrasi teknologi seperti Taproot Script dan inovasi pemrosesan transaksi memungkinkan pengembang untuk mengeksplorasi kemungkinan penggunaan baru dari segi teknis. Tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, Ordinals akan digunakan untuk membuat sistem pelacakan kepemilikan, hak cipta, atau bahkan bukti eksistensi dokumen digital. 

Meski masih dalam tahap awal, arah perkembangan ekosistem ini menunjukkan bahwa komunitas Bitcoin tidak sepenuhnya menolak inovasi, tetapi tetap berhati-hati dalam mengadopsi perubahan yang signifikan. Dengan demikian, Ordinals menjadi contoh bagaimana inovasi dapat muncul di jaringan yang dikenal stabil dan konservatif. 

Bitcoin Ordinals merupakan wujud dari evolusi penggunaan blockchain Bitcoin, yang kini tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran atau penyimpanan nilai, tetapi juga sebagai media ekspresi digital yang bersifat permanen dan terdesentralisasi. Melalui proses inskripsi, satoshi dapat dijadikan sebagai pembawa konten digital yang tidak dapat diubah, menciptakan jenis baru dari aset digital yang otentik dan tahan lama. 

Bagi pengguna yang tertarik memahami ekosistem kripto secara lebih menyeluruh, mempelajari Bitcoin Ordinals bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengenal bagaimana inovasi dapat tetap muncul di atas teknologi yang mapan. Baik sebagai bagian dari eksplorasi teknologi maupun pemahaman akan arah baru penggunaan blockchain, konsep ini menawarkan banyak hal yang layak untuk diamati. 

Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak luas, Bitcoin Ordinals dapat menjadi pintu masuk ke dimensi baru dalam jaringan Bitcoin, tempat seni digital, dokumentasi penting, dan identitas digital dapat bertemu dalam satu sistem yang aman dan terdistribusi, dan kalau kamu ingin mengenal lebih banyak inovasi serupa dalam dunia kripto, kamu bisa menemukan pembahasannya di blog Floq. 

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device