Bitcoin Hari Ini (6/10) Merah Lagi, $87.000 Jadi Tembok Besar

Bitcoin

06 Oct 2026

4 menit

Ditulis oleh: Bianda Ludwianto

Pattern 1
Article

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini tercatat turun 1,10% dalam 24 jam ke sekitar US$85.513, sejalan dengan pelemahan tipis pasar kripto secara keseluruhan.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat mendekati level US$87.000 pada 5 Oktober 2026. Data pasar menunjukkan area tersebut kembali menjadi titik penolakan kuat bagi BTC, sebelum harga berbalik turun.

Sebelumnya, Bitcoin sempat naik hingga mendekati US$87.000, tetapi kemudian berbalik ke area US$85.000. Pergerakan ini menandai kembali gagalnya BTC menembus resistance yang berada di sekitar US$87.000–US$87.400.

Bitcoin Gagal Tembus $87.000

Penolakan di area US$87.000 menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga Bitcoin hari ini.

Secara teknikal, kegagalan menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup kuat ketika BTC mendekati level tersebut. Kondisi kemudian diperbesar oleh aktivitas pasar derivatif dan likuidasi posisi leverage.

Berdasarkan data yang menjadi acuan analisis ini, lebih dari US$56 juta posisi leverage Bitcoin mengalami likuidasi dalam 24 jam. Likuidasi posisi long juga melonjak tajam hingga 646%.

Situasi tersebut dapat memperbesar volatilitas karena posisi leverage yang ditutup secara paksa berpotensi menambah tekanan jual ketika harga bergerak turun.

Pergerakan Bitcoin di sekitar US$87.000 juga menjadi perhatian pelaku pasar karena level tersebut berulang kali menjadi penghalang bagi upaya kenaikan BTC. Coinpedia sebelumnya mencatat Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.950 sebelum kembali melemah.

Pasar Kripto Ikut Melemah

Penurunan Bitcoin juga tidak terjadi secara terisolasi.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tercatat turun sekitar 0,90% dalam periode yang sama. Artinya, pelemahan BTC lebih mencerminkan koreksi di pasar kripto secara umum dibandingkan tekanan yang hanya terjadi pada Bitcoin.

Belum terdapat satu katalis makro tunggal yang dapat menjelaskan seluruh pergerakan tersebut. Namun, pasar masih mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan pergerakan imbal hasil obligasi.

Di sisi lain, Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli pada awal Oktober. Pasar juga masih mempertimbangkan dampak data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan terhadap arah kebijakan Federal Reserve.

$84.500 Jadi Level Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, area US$84.500 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan.

Level tersebut berada di sekitar retracement Fibonacci 38,2% dan menjadi support penting dalam skenario jangka pendek. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka.

Jika BTC berhasil menembus dan mempertahankan posisi di atas US$87.000, struktur penurunan jangka pendek dapat kembali melemah. Bahkan, area US$87.000–US$87.400 menjadi zona yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi adanya momentum kenaikan baru.

Sebaliknya, apabila Bitcoin kehilangan support US$84.500, tekanan jual berpotensi meningkat.

Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin berpeluang bergerak menuju area US$82.600 sebagai support berikutnya.

Level yang lebih rendah juga menjadi perhatian karena analisis likuiditas yang beredar di pasar menempatkan area US$82.000–US$83.000 sebagai target downside awal apabila BTC berbalik bearish.

Fed Minutes Jadi Katalis Berikutnya

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis risalah pertemuan Federal Reserve atau Fed Minutes pada 7 Oktober 2026.

Dokumen tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai pandangan para pejabat The Fed terhadap inflasi, pasar tenaga kerja, dan arah suku bunga.

Bitcoin saat ini juga masih sensitif terhadap pergerakan imbal hasil Treasury AS. Pada perdagangan 5 Oktober, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik hingga sekitar 5,33%, yang berpotensi menjadi salah satu faktor pembatas bagi aset berisiko.

Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan ditentukan oleh kombinasi faktor teknikal dan makro.

Bitcoin Masih Konsolidasi di Area $84.500–$87.000

Melihat kondisi tersebut, Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan US$84.500 sebagai support penting dan US$87.000–US$87.400 sebagai resistance utama.

Selama BTC bertahan di atas US$84.500, peluang pengujian ulang ke US$87.000 masih terbuka. Namun, kegagalan menembus resistance tersebut dapat kembali memicu aksi jual.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$84.500 berpotensi membuka jalan menuju US$82.600.

Dengan kata lain, area US$84.500–US$87.000 menjadi zona penentu arah Bitcoin dalam jangka pendek. Pasar kini menunggu apakah BTC mampu menembus resistance atau justru kehilangan support dan memperpanjang koreksi.

Pergerakan Bitcoin selanjutnya juga akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap Fed Minutes pada 7 Oktober dan data ekonomi AS berikutnya.

Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secarareal-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.

Baca juga: Sinyal Kripto Minggu Kedua Oktober: BTC, HYPE hingga NEAR Masuk Radar Trader

Disclaimer: Seluruh informasi yang disampaikan disusun oleh mitra industri dengan tujuan memberikan edukasi kepada pembaca. Kami menyarankan Anda untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan transaksi.

Loading...
Blur 2

Belajar, Investasi, dan Tumbuh Bersama Kami

Jadilah bagian dari FLOQ. Mulai perjalanan investasimu dengan platform terpercaya dari hari pertama.

Google PlayApp Store
Blur 2Blur 2Device