Dari Waka Waka Sampai Dreamers, Lagu Piala Dunia Selalu Punya Ceritanya Sendiri
Kalau ngomongin Piala Dunia, yang terbayang biasanya gol-gol spektakuler, penyelamatan ajaib kiper, pertandingan dramatis sampai adu penalti, atau momen ketika sebuah negara akhirnya mengangkat trofi yang sudah lama mereka impikan. Tapi ada satu hal lain yang hampir selalu ikut mencuri perhatian jutaan orang di seluruh dunia: lagu resminya.
Bahkan buat banyak penggemar sepak bola, lagu resmi Piala Dunia punya tempat spesial tersendiri. Coba dengarkan intro Waka Waka milik Shakira. Atau teriakan ikonik "Go, go, go! Ale, ale, ale!" dari La Copa de la Vida milik Ricky Martin. Dalam hitungan detik, ingatan kita langsung kembali ke suasana Piala Dunia.
Menariknya, lagu-lagu ini bukan cuma disukai penggemar sepak bola. Banyak yang akhirnya menjadi hits internasional dan diputar di berbagai acara, mulai dari pesta, konser, hingga ajang olahraga lainnya.
Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, rasa penasaran publik bukan cuma soal siapa yang bakal juara. Banyak orang juga mulai bertanya-tanya, siapa penyanyi lagu Piala Dunia 2026 nanti? Apakah FIFA akan kembali menggandeng superstar dunia seperti Shakira? Atau justru menghadirkan kolaborasi baru yang lebih besar?
Sambil menunggu pengumuman resminya, yuk melihat perjalanan lagu Piala Dunia dari masa ke masa yang selalu berhasil membakar semangat para penggemar.
Kenapa Lagu Piala Dunia Selalu Ditunggu?
Setiap Piala Dunia punya identitasnya sendiri. Ada maskot, logo, stadion ikonik, dan tentu saja lagu resmi. Lagu Piala Dunia bukan sekadar musik latar. Soundtrack ini menjadi simbol semangat turnamen dan sering kali mewakili suasana yang ingin ditampilkan tuan rumah kepada dunia.
Bayangkan kalau Piala Dunia 2010 tidak punya Waka Waka. Atau Piala Dunia 1998 tanpa La Copa de la Vida. Rasanya pasti ada sesuatu yang kurang. Itulah kenapa FIFA selalu memberikan perhatian khusus pada soundtrack resmi. Lagu tersebut akan diputar di berbagai acara promosi, siaran televisi, media sosial, hingga upacara pembukaan yang ditonton miliaran orang. Tidak heran jika penyanyi yang terlibat biasanya merupakan musisi papan atas dunia yang sudah memiliki basis penggemar internasional.
Awal Mula Sejarah Lagu Piala Dunia
Kalau melihat sejarahnya, lagu resmi Piala Dunia tidak langsung menjadi fenomena seperti sekarang. Pada era awal Piala Dunia, musik lebih banyak digunakan sebagai bagian dari seremoni pembukaan atau penutupan. Belum ada konsep soundtrack resmi yang benar-benar menjadi identitas turnamen.
Perubahan mulai terasa pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. FIFA melihat bahwa musik memiliki kekuatan besar untuk memperluas popularitas turnamen di luar dunia sepak bola. Sejak saat itu, setiap Piala Dunia mulai memiliki lagu resmi yang dipromosikan secara global. Dari sinilah lahir berbagai soundtrack legendaris yang masih dikenang hingga sekarang.
Italia 1990: Un'estate Italiana yang Masih Bikin Merinding
Kalau ada pertanyaan tentang lagu Piala Dunia terbaik sepanjang masa, banyak penggemar sepak bola akan menjawab Un'estate Italiana.
Lagu ini dibawakan oleh Gianna Nannini dan Edoardo Bennato, dua musisi terkenal Italia. Dibanding lagu-lagu Piala Dunia modern yang penuh beat cepat dan nuansa pop, Un'estate Italiana terasa lebih megah dan emosional. Bahkan setelah lebih dari tiga dekade berlalu, lagu ini masih sering diputar dalam video nostalgia sepak bola.
Menariknya, Piala Dunia Italia 1990 juga identik dengan Luciano Pavarotti. Meski bukan penyanyi lagu resmi FIFA, penampilannya membawakan Nessun Dorma membuat namanya melekat erat dengan turnamen tersebut. Buat banyak penggemar sepak bola generasi lama, Italia 1990 bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang musik yang berhasil menciptakan suasana magis.
Baca Juga: Zero Knowledge Proof: Cara Transaksi Tanpa Tunjuk Saldo
Amerika Serikat 1994: Gloryland yang Penuh Optimisme
Empat tahun kemudian, Piala Dunia digelar di Amerika Serikat. Lagu resminya berjudul Gloryland yang dibawakan oleh Daryl Hall bersama Sounds of Blackness.
Jika dibandingkan dengan Un'estate Italiana, Gloryland punya nuansa yang berbeda. Lagu ini menggabungkan unsur gospel dan pop yang membuat suasana terasa lebih hangat dan optimistis. Walaupun tidak sepopuler soundtrack dari era berikutnya, Gloryland tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah lagu Piala Dunia.
Prancis 1998: Ketika Ricky Martin Mengguncang Dunia
Inilah salah satu momen paling bersejarah dalam dunia musik olahraga. Saat Ricky Martin membawakan La Copa de la Vida, dunia seolah menemukan standar baru untuk lagu Piala Dunia.
Lagu ini punya semuanya: ritme cepat, refrein yang mudah diingat, energi yang meledak-ledak, dan penampilan panggung yang luar biasa. Tidak berlebihan jika banyak orang menyebut La Copa de la Vida sebagai salah satu soundtrack olahraga terbaik sepanjang masa.
Sampai sekarang, lagu ini masih sering diputar di stadion, acara olahraga, hingga pesta-pesta bertema sepak bola. Bahkan bagi banyak orang, nama Ricky Martin akan selalu identik dengan Piala Dunia 1998.
Korea Selatan dan Jepang 2002: Boom yang Modern di Zamannya
Piala Dunia 2002 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya turnamen digelar di Asia. FIFA menunjuk Anastacia sebagai penyanyi lagu resmi berjudul Boom.
Saat dirilis, Boom terdengar sangat modern. Unsur pop-rock yang kuat membuat lagu ini berbeda dari soundtrack sebelumnya. Meski tidak mencapai popularitas La Copa de la Vida, Boom tetap berhasil menjadi identitas unik bagi Piala Dunia 2002. Buat penggemar sepak bola era awal 2000-an, lagu ini masih menyimpan banyak kenangan tentang turnamen yang melahirkan berbagai kejutan besar.
Jerman 2006: Soundtrack yang Elegan dan Berkelas
Piala Dunia 2006 menghadirkan pendekatan yang sedikit berbeda. Lagu resmi The Time of Our Lives dibawakan oleh Il Divo dan Toni Braxton. Perpaduan antara vokal khas Il Divo dan suara Toni Braxton menghasilkan lagu yang terasa megah sekaligus emosional.
Banyak penggemar menyebut soundtrack ini sebagai salah satu lagu Piala Dunia yang paling elegan sepanjang sejarah. Tidak terlalu hingar-bingar, tetapi mampu menghadirkan nuansa kebersamaan yang kuat.
Afrika Selatan 2010: Era Waka Waka Dimulai
Kalau ada satu lagu Piala Dunia yang dikenal hampir semua orang, jawabannya kemungkinan besar adalah Waka Waka (This Time for Africa). Dibawakan oleh Shakira, lagu ini sukses menjadi fenomena global. Begitu intro lagu dimainkan, hampir semua orang langsung mengenalinya. Bahkan mereka yang tidak mengikuti sepak bola pun tahu lagu ini.
Keberhasilan Waka Waka bukan hanya karena Shakira yang saat itu sedang berada di puncak popularitas. Lagu ini juga berhasil memadukan unsur pop internasional dengan nuansa musik Afrika yang khas. Ditambah lagi dengan koreografi yang mudah ditiru, Waka Waka menjelma menjadi salah satu soundtrack olahraga paling sukses sepanjang sejarah.
Hingga hari ini, banyak penggemar masih menganggap Waka Waka sebagai lagu Piala Dunia terbaik yang pernah dibuat.
Brasil 2014: Pesta Amerika Latin dalam We Are One
Ketika Brasil menjadi tuan rumah, ekspektasi publik terhadap soundtrack resmi sangat tinggi. FIFA kemudian merilis We Are One (Ole Ola) yang dibawakan oleh Pitbull, Jennifer Lopez, dan Claudia Leitte.
Kolaborasi ini menghadirkan suasana pesta khas Amerika Latin yang penuh energi. Meskipun sempat memunculkan perdebatan di kalangan penggemar karena dianggap kurang mencerminkan budaya Brasil secara keseluruhan, lagu ini tetap menjadi soundtrack yang sangat identik dengan Piala Dunia 2014.
Rusia 2018: Will Smith Ikut Meramaikan Piala Dunia
Piala Dunia Rusia menghadirkan Live It Up yang dibawakan oleh Nicky Jam, Will Smith, dan Era Istrefi. Kehadiran Will Smith menjadi kejutan tersendiri karena namanya sudah dikenal luas sebagai aktor sekaligus musisi.
Live It Up mengusung nuansa pop, dance, dan latin yang sesuai dengan tren musik saat itu. Meski tidak mampu menyaingi popularitas Waka Waka, lagu ini tetap sukses menjadi soundtrack yang menemani perjalanan Piala Dunia Rusia 2018.
Qatar 2022: Ketika FIFA Mengubah Segalanya
Jika ada satu edisi yang benar-benar mengubah konsep lagu Piala Dunia, jawabannya adalah Qatar 2022.
Untuk pertama kalinya, FIFA tidak hanya mengandalkan satu soundtrack utama. Mereka merilis beberapa lagu resmi sekaligus yang menjadi bagian dari album resmi turnamen. Strategi ini membuat lebih banyak budaya dan musisi bisa terlibat dalam pesta sepak bola terbesar di dunia.
Dreamers, Lagu yang Membuat Jungkook BTS Jadi Sorotan
Bagi generasi sekarang, Dreamers mungkin menjadi lagu Piala Dunia yang paling mudah diingat. Lagu ini dibawakan oleh Jungkook BTS bersama Fahad Al Kubaisi dari Qatar.
Penampilan Jungkook pada upacara pembukaan langsung menjadi viral dan ditonton jutaan orang di seluruh dunia. Popularitas BTS membuat Dreamers mampu menjangkau audiens yang jauh lebih luas dibandingkan soundtrack Piala Dunia pada umumnya. Bahkan banyak penggemar K-Pop yang akhirnya ikut mengikuti perkembangan Piala Dunia karena lagu ini.
Hayya Hayya, Soundtrack Resmi Pertama Qatar 2022
Meski Dreamers lebih viral, soundtrack resmi pertama yang diumumkan FIFA sebenarnya adalah Hayya Hayya (Better Together). Lagu ini dibawakan oleh Trinidad Cardona, Davido, dan Aisha.
Perpaduan musisi dari Amerika Serikat, Afrika, dan Timur Tengah membuat lagu ini terasa sangat global. Hayya Hayya membawa pesan persatuan, kebersamaan, dan semangat merayakan sepak bola tanpa memandang perbedaan.
Arhbo dan Light The Sky
Qatar 2022 juga menghadirkan Arhbo yang dibawakan Ozuna dan Gims. Selain itu ada Light The Sky yang dibawakan Nora Fatehi, Balqees, Rahma Riad, dan Manal.
Keberagaman penyanyi yang terlibat menunjukkan bagaimana FIFA mulai membuka ruang lebih luas bagi berbagai budaya dalam soundtrack resmi Piala Dunia.
Seperti Apa Lagu Piala Dunia 2026 Nanti?
Sampai sekarang FIFA memang belum mengumumkan lagu resmi Piala Dunia 2026. Namun jika melihat tren beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar FIFA akan kembali menghadirkan kolaborasi lintas negara dan lintas genre.
Karena turnamen digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, banyak penggemar memprediksi unsur latin akan tetap menjadi bagian penting dari soundtrack resmi.
Di sisi lain, pengaruh pop Amerika, hip-hop, EDM, dan musik digital modern juga berpeluang besar hadir untuk menarik generasi muda. Bukan tidak mungkin FIFA kembali menggunakan konsep multi-soundtrack seperti yang dilakukan pada Qatar 2022.
Baca Juga: Panduan Praktis Cara Membeli Ethereum dengan Aman
Kenapa Lagu Piala Dunia Selalu Sulit Dilupakan?
Ada alasan mengapa beberapa soundtrack bisa bertahan puluhan tahun di ingatan penggemar.
- Pertama, lagu-lagu tersebut selalu hadir pada momen yang emosional. Kita mendengarnya saat mendukung tim favorit, merayakan kemenangan, atau bahkan menerima kekalahan yang menyakitkan.
- Kedua, lagu Piala Dunia biasanya memiliki refrein yang mudah diingat dan mudah dinyanyikan bersama.
- Ketiga, penyanyinya hampir selalu merupakan artis besar dengan pengaruh global yang kuat.
Gabungan faktor-faktor inilah yang membuat lagu Piala Dunia bukan sekadar soundtrack biasa, melainkan bagian dari sejarah sepak bola itu sendiri. Dari Un'estate Italiana yang legendaris, La Copa de la Vida yang penuh energi, Waka Waka yang mendunia, hingga Dreamers yang dipopulerkan Jungkook BTS, setiap era Piala Dunia selalu memiliki lagu yang menjadi pengingat akan momen-momen besar di lapangan hijau.
Kini dunia sedang menunggu soundtrack berikutnya. Apakah lagu Piala Dunia 2026 mampu menyamai popularitas Waka Waka atau bahkan menciptakan fenomena baru yang lebih besar?
Satu hal yang pasti, ketika lagu resminya nanti dirilis, jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia akan langsung menekan tombol play dan mulai menghitung mundur menuju pesta sepak bola terbesar di dunia.







