Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di level krusial sekitar US$80.000. Setelah sempat menembus US$81.000 pada 25 Agustus 2026, Bitcoin menghadapi tekanan jual di area tersebut dan kembali bergerak konsolidatif.
Level US$80.000 kini menjadi salah satu titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin berikutnya.
Jika mampu bertahan dan menembus resistance di atasnya, peluang menuju US$100.000 kembali terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut berpotensi membawa BTC memasuki fase koreksi dan membuka zona akumulasi baru.
US$80.000 Jadi Titik Penentu Bitcoin
Pergerakan Bitcoin saat ini disebut memiliki kemiripan dengan pola yang terbentuk menjelang akhir bear market 2022. Dalam pola tersebut, Bitcoin sempat keluar dari tren turun, menguji level tertinggi sebelumnya, lalu mengalami retracement sebelum akhirnya memasuki fase bullish.
Jika pola tersebut kembali terbentuk, level tertinggi Bitcoin pada Mei 2026 di sekitar US$83.000 menjadi resistance penting yang perlu ditembus.
Namun, perjalanan menuju level tersebut tidak mudah. Berdasarkan indikator UTXO Realized Price Distribution (URPD), sekitar 975.000 BTC tercatat diperoleh investor di kisaran US$83.307–US$84.569.

Kondisi ini membuat area tersebut berpotensi menjadi zona dengan tekanan jual yang cukup besar karena investor yang sebelumnya membeli di harga tersebut dapat memilih merealisasikan keuntungan ketika harga kembali mendekatinya.
Selain itu, margin keuntungan trader Bitcoin saat ini berada di sekitar 25%. Dalam setahun terakhir, level tersebut kerap diikuti peningkatan aksi ambil untung dan koreksi harga dalam jangka pendek.
Tekanan dari pemegang besar juga mulai terlihat. Para whale disebut telah merealisasikan keuntungan sekitar US$88 juta, yang menunjukkan adanya aksi profit taking di tengah reli Bitcoin.
Jika Gagal Bertahan, Bitcoin Bisa Koreksi
Apabila tekanan jual semakin kuat dan Bitcoin gagal mempertahankan US$80.000, area US$76.996–US$78.258 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.
Jika level tersebut juga ditembus, Bitcoin berpotensi bergerak menuju area US$63.111 berdasarkan distribusi harga on-chain.
Meski terlihat bearish, koreksi menuju zona tersebut justru dapat menciptakan peluang akumulasi baru bagi investor yang menunggu harga lebih rendah.
Sebaliknya, apabila Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian dan mingguan secara konsisten di atas US$80.000, kondisi tersebut dapat menjadi konfirmasi yang lebih kuat bahwa momentum bullish kembali terbentuk.

Inflow ETF Jadi Katalis Positif
Dari sisi fundamental, pasar Bitcoin masih mendapatkan dukungan dari arus dana institusional.
Dilaporkan Coinpedia, ETF Bitcoin mencatat sekitar US$2 miliar inflow dalam satu pekan terakhir, menjadikannya performa mingguan terkuat dalam sekitar 10 bulan.
Arus dana tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menopang pergerakan Bitcoin di sekitar US$80.000.
Selain ETF, pasar juga menantikan perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat. Pemungutan suara yang dijadwalkan pada September menjadi salah satu katalis fundamental yang berpotensi memicu pergerakan besar Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.
Dengan demikian, US$80.000 bukan sekadar angka psikologis. Level ini menjadi area yang dapat menentukan apakah Bitcoin melanjutkan perjalanan menuju US$100.000 atau justru memasuki fase koreksi dan akumulasi berikutnya.

Bagi trader dan investor, area US$80.000–US$84.500 menjadi zona yang patut diperhatikan karena mempertemukan resistance teknikal, potensi profit taking, serta katalis fundamental yang dapat menentukan arah pasar selanjutnya.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: FLOQ dan ASTER Tandatangani MoU di Indonesia Blockchain Week 2026 Perluas Akses Web3 di Indonesia





