Pasar stablecoin mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal III 2026. Di tengah persaingan antar-penerbit, Ripple mencatat salah satu pertumbuhan market cap terbesar melalui stablecoin Ripple USD (RLUSD).
Berdasarkan analisis RWA Foundation yang dibagikan pada 1 Oktober 2026, total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai $300,9 miliar yang tersebar di 195 aset, 152 penerbit, dan 47 jaringan blockchain. Jumlah alamat yang memegang stablecoin juga mencapai sekitar 308,4 juta.
Dari sisi penerbit, Circle menjadi perusahaan dengan pertumbuhan market cap stablecoin terbesar selama Q3 2026, dengan tambahan sekitar $915 juta. Ripple menyusul di posisi kedua dengan kenaikan sebesar $765,3 juta, sementara United Stables berada di posisi ketiga dengan tambahan $474,2 juta.
RLUSD Masuk Jajaran Stablecoin dengan Pertumbuhan Tercepat
Dilaporkan TradingView, pertumbuhan Ripple menjadi perhatian karena skala RLUSD masih relatif kecil dibandingkan stablecoin terbesar di pasar.
RWA Foundation mencatat RLUSD hanya menyumbang sekitar 0,8% dari total pasokan stablecoin, tetapi mampu menempati posisi kedua dalam pertumbuhan market cap penerbit sepanjang kuartal tersebut.
Sebagai perbandingan, Tether masih mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 61%. Namun, market cap stablecoin yang diterbitkan Tether justru mengalami penurunan sekitar $207,7 juta selama periode yang sama.
RLUSD juga mencatat pertumbuhan dari sisi jumlah pengguna. Stablecoin Ripple tersebut menambah sekitar 23.600 holder selama Q3 2026 dan masuk dalam jajaran 10 besar aset dengan pertumbuhan jumlah holder terbesar.
Market Cap RLUSD Tembus $2,4 Miliar

Pertumbuhan RLUSD berlanjut hingga memasuki kuartal IV 2026.
Senior Vice President of Stablecoins Ripple, Jack McDonald, sebelumnya membagikan perkembangan berdasarkan laporan attestation independen bulanan RLUSD untuk Agustus. Dalam laporan tersebut, kapitalisasi pasar RLUSD telah menembus $2,4 miliar, meningkat lebih dari 50% dalam satu bulan.
Aktivitas transaksi RLUSD juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata aktivitas harian stablecoin tersebut disebut telah lebih dari tiga kali lipat sejak awal 2026.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi RLUSD tidak hanya terjadi dari sisi kapitalisasi pasar, tetapi juga pada penggunaan dan distribusinya di ekosistem aset digital.
RLUSD Perluas Utilitas di XRP Ledger dan DeFi
Ripple juga memperluas penggunaan RLUSD melalui pengembangan ekosistem XRP Ledger (XRPL).
Dalam pembaruan terbaru, Ripple menambahkan dukungan Machine Payments Protocol (MPP) pada XRP Ledger AI Starter Kit. Protokol tersebut dikembangkan bersama oleh Stripe dan Tempo dan memungkinkan pengembang membuat sistem pembayaran satu kali untuk AI agents menggunakan XRP maupun aset yang diterbitkan di XRPL, termasuk RLUSD.
Di sektor decentralized finance (DeFi), RLUSD juga memperluas likuiditas dan distribusinya melalui Stablecoin FX Layer milik Spark Finance di Uniswap v4.
Pasangan RLUSD/USDS disebut mencatat volume transaksi lebih dari $600 juta hanya dalam minggu pertama setelah peluncuran.
Perkembangan tersebut memperlihatkan upaya Ripple untuk memperluas RLUSD tidak hanya sebagai stablecoin berbasis dolar AS, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur pembayaran, DeFi, dan transaksi berbasis blockchain.
Dengan tambahan market cap sebesar $765,3 juta sepanjang Q3, RLUSD kini menjadi salah satu stablecoin yang pertumbuhannya paling cepat di tengah ekspansi pasar stablecoin global. Namun, pangsa RLUSD yang masih berada di bawah 1% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhannya masih berhadapan dengan dominasi pemain besar seperti USDT dan USDC.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading RLUSD, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: BNB Mulai Panas di Oktober, Burn 1,6 Juta Token Siap Jadi Katalis?







