Sejumlah aset kripto mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan tren setelah bergerak keluar dari fase bearish yang berlangsung cukup lama. Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA), XRP, hingga Chainlink (LINK) disebut mulai mengonfirmasi pola breakout yang berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut.
Seorang analis kripto yang memantau siklus altcoin menyebut pasar telah memasuki apa yang disebut sebagai “fase kedua” dalam siklus altcoin. Fase ini ditandai dengan sejumlah token yang menembus area tren sebelumnya dan mencatat pergerakan harga yang relatif cepat.
Menurut analisis tersebut, pergerakan Bitcoin (BTC) masih menjadi faktor penting bagi arah pasar altcoin. Bitcoin saat ini diperkirakan akan menghadapi dua zona volatilitas, yakni area high US$80.000-an serta low hingga mid-US$90.000-an. Respons BTC ketika mencapai kedua area tersebut dinilai dapat memengaruhi momentum altcoin secara lebih luas.
Dogecoin hingga XRP Mulai Tunjukkan Breakout
Dalam analisisnya Coinpedia, sejumlah token disebut telah menembus garis tren harian sekaligus bergerak di atas moving average 200 hari. Pola tersebut dinilai sebagai salah satu sinyal awal yang perlu diperhatikan dalam melihat perubahan momentum.
Dogecoin menjadi salah satu aset yang menunjukkan pola tersebut setelah sebelumnya berkonsolidasi di sekitar moving average 200 hari. Level US$0,12 dan US$0,15 menjadi area resistensi yang perlu diperhatikan dalam pergerakan DOGE berikutnya.

Selain DOGE, Compound (COMP) juga disebut telah menembus tren mingguan. Analisis tersebut memproyeksikan area US$34 hingga US$38 sebagai target awal, sementara area US$50 hingga US$60 menjadi target berikutnya jika momentum berlanjut.
Cardano, Hedera (HBAR), Filecoin (FIL), Immutable X (IMX), dan Chainlink juga disebut memperlihatkan pola breakout serupa. Masing-masing aset masih memiliki level resistensi yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren.
Sementara itu, XRP juga masuk dalam daftar aset yang disebut sedang mengalami breakout dan mulai menarik perhatian sebagai peluang pembelian di pasar spot.
Sui (SUI), yang sebelumnya telah dipantau sebagai aset dengan potensi entry lebih awal, kini disebut memiliki target pergerakan menuju US$1,40 hingga US$1,80. Berbeda dengan sejumlah altcoin lainnya, Avalanche (AVAX) masih berada dalam fase jeda setelah mendekati area resistensi dan diperkirakan membutuhkan konsolidasi sebelum melanjutkan pergerakannya.
USDT Dominance Jadi Sinyal Penting
Selain melihat pergerakan harga masing-masing token, analis tersebut juga menyoroti USDT dominance sebagai indikator penting untuk membaca rotasi modal di pasar kripto.
Penurunan USDT dominance disebut dapat menjadi indikasi bahwa sebagian modal mulai berpindah dari stablecoin menuju aset kripto berisiko, termasuk altcoin. Kondisi ini berbeda dengan reli yang hanya didorong oleh kenaikan Bitcoin karena menunjukkan adanya pergerakan modal yang lebih luas di pasar.
Indikator lain yang turut diperhatikan adalah Total3, yakni kapitalisasi pasar aset kripto selain Bitcoin dan Ethereum. Menurut analisis tersebut, Total3 juga mulai menembus area rendah sebelumnya sehingga memberikan sinyal tambahan terhadap potensi penguatan sektor altcoin.
Jika momentum tersebut bertahan, roadmap analis memperkirakan pasar dapat melanjutkan pergerakan naik hingga akhir 2026. Setelah itu, pasar diperkirakan memasuki periode pendinginan sebelum berpotensi kembali bergerak menuju level tertinggi baru pada 2027.
Breakout Belum Berarti Tren Naik Tanpa Risiko
Meski sejumlah altcoin menunjukkan sinyal teknikal yang lebih positif, pergerakan harga tetap dapat mengalami koreksi dalam jangka pendek. Analis tersebut menilai penurunan harian atau pullback tidak serta-merta berarti tren telah berbalik menjadi bearish.
Koreksi justru dapat menjadi bagian dari pergerakan pasar setelah reli, meski keputusan untuk mengambil keuntungan atau kembali masuk ke pasar tetap bergantung pada strategi dan toleransi risiko masing-masing investor.

Dengan demikian, breakout pada DOGE, ADA, XRP, dan sejumlah altcoin lainnya masih perlu dikonfirmasi melalui volume perdagangan, kemampuan harga bertahan di atas level breakout, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading meme coin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Harga PEPE Meroket 26%, Bitcoin Tembus US$86.000 Jadi Katalis?







