Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan reaksi berbeda dibandingkan aset finansial utama lainnya setelah risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih menjadi opsi pada tahun ini.
Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026) menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed menilai kenaikan suku bunga kembali pada 2026 masih diperlukan.
Dalam pertemuan tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak 2023 dan disetujui secara bulat oleh 12 anggota FOMC.
Risalah juga menunjukkan sebagian pejabat menilai tingkat suku bunga saat ini belum cukup ketat untuk menekan inflasi. Sejumlah anggota bahkan melihat risiko inflasi masih condong ke arah kenaikan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.
Bitcoin Justru Bergerak Setelah Fed Minutes

Meski sinyal kebijakan moneter cenderung hawkish, pergerakan pasar saham dan emas relatif terbatas setelah risalah dirilis.
Data TradingView menunjukkan indeks S&P 500 berada di sekitar 7.801 pada lima menit pertama setelah publikasi risalah, hanya turun sekitar 0,02%. Harga emas juga bertahan di sekitar US$4.110 per troy ounce.
Bitcoin justru mencatat pergerakan yang lebih terlihat.
Harga BTC di Binance bergerak dari sekitar US$83.159 menjadi US$83.306 dalam lima menit pertama setelah risalah dirilis, atau naik sekitar 0,18%.
Pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan. BTC berada di sekitar US$83.600 pada sekitar pukul 12.30 ET sebelum turun menuju US$83.050 menjelang publikasi risalah.
Kondisi ini membuat reaksi Bitcoin perlu dilihat dalam konteks perdagangan aset kripto yang berlangsung 24 jam. Berbeda dengan saham AS, pasar Bitcoin tetap aktif ketika data makroekonomi dirilis.
Mengapa Pasar Tidak Terkejut dengan Sinyal Kenaikan Suku Bunga?
Salah satu alasan respons pasar saham dan emas relatif terbatas adalah karena isi risalah tidak sepenuhnya baru bagi pelaku pasar.
Proyeksi The Fed yang dirilis pada 16 September sebelumnya sudah menunjukkan median pejabat bank sentral masih memperkirakan satu kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Sebanyak 16 dari 18 pejabat bahkan memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan.
🇺🇸 Key takeaways from today’s Fed Minutes:
— CryptoGoos (@cryptogoos) October 7, 2026
• All 19 officials supported September’s rate hike
• Most expect another hike in 2026
• Inflation risks remain tilted higher
• Many saw risk-management reasons to raise rates
• Several see rates as only mildly restrictive
•… pic.twitter.com/ir54tOV0Xr
Namun, kondisi ekonomi AS setelah pertemuan tersebut telah mengalami perubahan. Data ketenagakerjaan September menunjukkan penambahan pekerjaan hanya sekitar 29.000, jauh di bawah perkiraan sekitar 90.000. Tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 4,2%.
Perubahan data tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober ikut menurun.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sekitar 20%, turun dari sekitar 55% sepekan sebelumnya. Sejumlah institusi, termasuk JPMorgan, memperkirakan kenaikan berikutnya lebih mungkin terjadi pada Desember.
Analisis Harga Bitcoin Hari Ini: Pasar Menunggu Data Berikutnya
Dari sisi harga, reaksi Bitcoin terhadap risalah FOMC menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.
Namun, sinyal hawkish dari risalah belum otomatis berarti tekanan baru terhadap BTC. Pasar saat ini juga mempertimbangkan data ekonomi terbaru yang muncul setelah pertemuan September.

Aliran dana ke aset kripto menjadi salah satu faktor yang turut menopang pasar. Setelah kenaikan suku bunga September, produk investasi kripto mencatat arus masuk sekitar US$3,55 miliar dalam sepekan, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang 2026 pada saat data tersebut dilaporkan.
Artinya, meskipun kebijakan moneter masih berpotensi ketat, permintaan terhadap aset kripto belum sepenuhnya melemah.
Bitcoin juga menghadapi kondisi pasar yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya. Selain faktor suku bunga, pergerakan BTC kini turut dipengaruhi arus dana institusional, ekspektasi kebijakan moneter, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta sentimen terhadap aset berisiko.
Oktober Jadi Penentu Arah BTC Berikutnya
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS. Data Consumer Price Index (CPI) September dijadwalkan terbit pada 14 Oktober dan menjadi salah satu indikator penting sebelum keputusan FOMC berikutnya.
The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan pada 27–28 Oktober 2026.
Dengan demikian, arah Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan berpotensi sangat bergantung pada bagaimana data inflasi dan pasar tenaga kerja mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.
Jika data ekonomi kembali menunjukkan tekanan inflasi yang kuat, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali diperhitungkan pasar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan pelemahan lebih lanjut dan mengurangi kebutuhan kenaikan suku bunga, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dapat menjadi katalis bagi aset kripto.
Untuk saat ini, level sekitar US$83.000 menjadi area yang perlu diperhatikan dalam pergerakan BTC setelah pasar merespons risalah FOMC. Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah Bitcoin mampu mempertahankan area tersebut atau kembali mengalami tekanan menjelang rilis data inflasi AS.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan trading Bitcoin, maupun aset kripto lainnya secara real-time, aplikasi FLOQ menyediakan data harga, grafik, serta berbagai aset digital yang dapat dipantau kapan saja. Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih dalam mengenai aset kripto lainnya melalui FLOQ Academy agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Download aplikasi FLOQ di Play Store atau App Store. FLOQ merupakan aplikasi aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dapatkan informasi pasar, edukasi crypto, serta akses trading aset digital dalam satu aplikasi.
Baca juga: Analisa Harga SAND Hari Ini (8/10): Naik 9%, Bisakah The Sandbox Tembus US$0,1?






