


Bangun strategi, disiplin, dan mindset profesional.
Dirancang untuk kamu yang ingin berpikir ala profesional, memahami risk management tingkat lanjut, dan perspektif makro industri kripto.
1 Materi
5 Menit
Dirancang untuk kamu yang ingin berpikir ala profesional, memahami risk management tingkat lanjut, dan perspektif makro industri kripto.
Memahami Volume pada Fase Tertentu dalam Siklus Pasar
Memahami Volume pada Fase Tertentu dalam Siklus Pasar
Sahabat Floq, pernahkah kamu merasa bingung saat melihat grafik harga kripto yang naik-turun tanpa arah jelas? Atau mungkin kamu sudah mencoba berbagai indikator teknikal, tapi tetap sulit menebak kapan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar? Jawabannya mungkin terletak pada satu elemen yang sering diabaikan: volume.
Volume bukan sekadar angka jumlah transaksi. Volume adalah napas dari pergerakan harga. Dengan membaca volume di fase-fase penting seperti akumulasi, distribusi, hingga manipulasi, kamu bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh pemain besar di balik layar, dan ini bisa jadi keunggulan besar buat kamu.
Apa Itu Volume dalam Trading Kripto?
Dalam dunia trading, volume menunjukkan jumlah aset kripto yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu. Misalnya, jika 10.000 BTC berpindah tangan dalam sehari, maka itulah volume harian Bitcoin. Volume ini bisa menunjukkan minat pasar, validitas arah harga, dan bahkan potensi perubahan tren.
Volume seringkali dibaca bersamaan dengan price action. Ketika harga naik dengan volume tinggi, itu bisa jadi sinyal kuat bahwa tren naik didukung minat beli besar. Sebaliknya, jika harga naik tapi volume rendah, bisa jadi itu hanyalah false breakout.
Mengenal Siklus Pasar: Fase yang Terus Berulang
Sebelum membahas volume secara spesifik, kamu perlu memahami bahwa pergerakan harga kripto biasanya mengikuti pola siklus pasar. Secara umum, siklus ini dibagi menjadi empat fase utama:
1. Fase Akumulasi
Ini adalah fase di mana harga sudah jatuh cukup dalam dan mulai stabil. Pelaku pasar besar (sering disebut smart money) mulai masuk secara diam-diam dengan membeli aset secara bertahap. Volume di fase ini biasanya rendah namun konsisten, dan bisa meningkat sedikit seiring waktu.
Ciri-ciri volume di fase akumulasi:
- Volume rendah tapi stabil.
- Terjadi peningkatan perlahan di volume beli.
- Volatilitas harga rendah.
- Sering muncul candle dengan bayangan panjang (menandakan akumulasi diam-diam).
Jika kamu bisa mengenali fase ini, kamu bisa mulai masuk pasar sebelum harga mulai melonjak tinggi. Ini adalah fase “diam sebelum badai.”
2. Fase Mark-Up
Setelah akumulasi selesai, harga mulai naik signifikan. Inilah fase tren naik yang jelas terlihat di grafik. Volume biasanya ikut meningkat drastis karena semakin banyak trader ritel ikut membeli.
Ciri-ciri volume di fase mark-up:
- Volume tinggi mendukung kenaikan harga.
- Banyak candle bullish besar.
- Harga membentuk higher high dan higher low.
Namun, penting untuk berhati-hati pada titik jenuh tren. Ketika volume mulai menurun saat harga masih naik, itu bisa menjadi tanda awal distribusi.
3. Fase Distribusi
Di fase ini, para pemain besar mulai menjual secara bertahap sambil menjaga agar harga tetap tinggi. Volume bisa terlihat tinggi, tapi tidak selalu menunjukkan kekuatan tren. Banyak pergerakan sideways dengan lonjakan volume tiba-tiba.
Ciri-ciri volume di fase distribusi:
- Volume tinggi tapi pergerakan harga mulai melambat.
- Banyak sinyal ketidakpastian seperti doji atau candle dengan ekor panjang.
- Harga bergerak datar, menandakan tarik-menarik antara buyer dan seller.
Bagi trader yang jeli membaca volume, fase distribusi adalah sinyal untuk keluar dari pasar atau bersiap menghadapi fase selanjutnya.
4. Fase Mark-Down
Inilah saat harga mulai turun dengan cepat. Sentimen pasar berubah menjadi negatif. Volume awalnya bisa tinggi (karena panic sell), lalu mengecil saat harga terus melemah.
Ciri-ciri volume di fase mark-down:
- Lonjakan volume jual yang besar di awal penurunan.
- Volume menurun seiring berjalannya tren turun.
- Volatilitas tinggi, banyak candle merah besar.
Fase ini sering jadi jebakan bagi trader yang telat menyadari perubahan tren. Namun, ini juga membuka peluang untuk mengenali fase akumulasi baru.
Mengenali Fase Manipulasi Lewat Volume
Selain empat fase utama, ada juga fase manipulasi yang sering muncul terutama di pasar kripto yang likuiditasnya belum terlalu besar. Manipulasi ini bisa dilakukan oleh whale atau institusi besar untuk menciptakan ilusi arah harga.
Contoh pola manipulasi:
- Fake breakout dengan volume tinggi: Harga menembus resistance, volume melonjak, tapi kemudian harga langsung turun kembali. Ini memancing FOMO trader ritel.
- Stop hunt: Lonjakan volume tiba-tiba ke bawah untuk menyentuh stop-loss trader, lalu harga langsung naik lagi.
Dalam kasus seperti ini, volume menjadi kunci untuk membedakan pergerakan yang tulus dan yang hanya jebakan pasar.
Tips Membaca Volume Secara Efektif
Untuk membaca volume secara lebih akurat, kamu bisa menggunakan beberapa pendekatan:
1. Gunakan indikator Volume + Price Action
Gabungkan volume dengan pola harga seperti support-resistance, candlestick pattern, atau trendline. Ini akan memberikan konteks yang lebih kuat terhadap sinyal volume.
2. Amati Divergensi
Jika harga naik tapi volume menurun, bisa jadi itu adalah sinyal lemah dan perlu diwaspadai. Sebaliknya, volume meningkat saat harga bergerak sideways bisa menandakan breakout akan segera terjadi.
3. Kenali Volume Anomali
Volume yang tiba-tiba melonjak drastis tanpa perubahan harga besar bisa menjadi tanda bahwa sesuatu sedang dipersiapkan oleh pelaku besar.
Mengapa Pemahaman Volume Penting untuk Trader Profesional?
Di level profesional, kamu tidak lagi sekadar ikut tren atau membaca sinyal dasar. Kamu harus bisa mengantisipasi pergerakan pasar dengan data yang lebih dalam. Volume memberi kamu akses untuk melihat intensi pasar—bukan hanya reaksi.
Dengan memahami volume di setiap fase siklus pasar:
- Kamu bisa masuk saat smart money mulai akumulasi.
- Kamu bisa exit saat distribusi mulai terjadi.
- Kamu bisa menghindari jebakan manipulasi yang mengecoh banyak trader.
Pemahaman ini adalah bagian penting dari strategi advanced technical analysis, yang akan membuat keputusanmu lebih tajam dan minim spekulasi.
Volume adalah Jendela Rahasia ke Perilaku Pasar
Volume bukan sekadar angka. Volume adalah petunjuk, sinyal, dan kadang peringatan. Dengan memahami bagaimana volume bekerja di setiap fase siklus pasar—akumulasi, mark-up, distribusi, mark-down, hingga manipulasi—kamu akan punya keunggulan yang tidak dimiliki banyak trader lain.
Sahabat Floq, langkahmu ke level profesional dimulai dari kemampuan membaca volume dengan jeli. Karena di balik grafik dan angka, ada pola yang berulang—dan volume adalah kunci untuk membacanya.
Diposting pada 16 Dec 2025
Bagikan melalui:


