


Fondasi kuat sebelum mulai investasi
Pelajari fundamental aset kripto, jenis-jenis coin, cara membaca market, serta dasar pengelolaan risiko dalam investasi kripto.
1 Materi
7 Menit
Pelajari fundamental aset kripto, jenis-jenis coin, cara membaca market, serta dasar pengelolaan risiko dalam investasi kripto.
Trading Jangka Pendek vs Jangka Panjang: Memahami Scalping, Intraday, dan Swing Trading
Trading Jangka Pendek vs Jangka Panjang: Memahami Scalping, Intraday, dan Swing Trading
Trading Jangka Pendek dan Jangka Panjang dalam Dunia Kripto
Hi Sahabat Floq,
Dalam dunia trading kripto, mengenal berbagai gaya trading adalah kunci supaya kamu bisa menentukan strategi yang paling cocok dan efektif untuk mencapai tujuan investasi kamu. Salah satu perbedaan utama yang sering dibahas adalah trading jangka pendek versus trading jangka panjang.
Trading jangka pendek biasanya fokus pada pergerakan harga yang cepat dalam hitungan menit hingga jam, sedangkan trading jangka panjang menargetkan pergerakan harga dalam hitungan hari, minggu, atau bahkan bulan. Pada artikel ini, kita akan membahas tiga gaya populer dalam trading: scalping, intraday, dan swing trading, supaya kamu paham bagaimana cara kerja dan kapan waktu terbaik untuk menggunakannya.
Apa Itu Trading Jangka Pendek?
Scalping: Menangkap Keuntungan Kecil dalam Waktu Singkat
Scalping adalah gaya trading yang sangat aktif dan cepat. Trader scalper biasanya membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit, bahkan detik. Tujuan utama scalping adalah menangkap keuntungan kecil dari fluktuasi harga yang sangat kecil tapi terjadi berkali-kali dalam sehari.
Scalping membutuhkan fokus tinggi, kecepatan eksekusi, serta pemahaman mendalam tentang analisa teknikal. Karena durasinya sangat pendek, trader scalper harus siap dengan risiko spread dan biaya transaksi yang lebih tinggi.
Intraday Trading: Trading Dalam Satu Hari
Intraday trading berarti membuka dan menutup posisi trading dalam hari yang sama, tanpa membawa posisi keesokan harinya. Perbedaannya dengan scalping adalah durasi posisi biasanya lebih lama, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam.
Intraday trader menggunakan grafik dan indikator teknikal untuk mencari peluang trading di timeframe pendek, dan menghindari risiko overnight yang bisa muncul akibat berita tak terduga saat pasar tutup.
Apa Itu Trading Jangka Panjang?
Swing Trading: Menangkap Tren dalam Hitungan Hari hingga Minggu
Swing trading bertujuan menangkap pergerakan harga yang lebih besar dibanding scalping atau intraday. Trader swing biasanya menahan posisi selama beberapa hari hingga beberapa minggu untuk memanfaatkan fluktuasi pasar yang lebih signifikan.
Strategi ini cocok untuk Sahabat Floq yang tidak ingin menghabiskan waktu full-time untuk trading, tapi tetap ingin peluang keuntungan yang cukup besar. Swing trading membutuhkan kesabaran dan pemahaman tren pasar yang baik, serta kemampuan untuk mengelola risiko dalam jangka waktu menengah.
Investasi Jangka Panjang: Fokus pada Nilai Fundamental
Berbeda dengan trading, investasi jangka panjang lebih menitikberatkan pada potensi fundamental aset kripto. Investor jangka panjang biasanya membeli dan menahan aset selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, berharap nilai aset tersebut naik seiring waktu.
Strategi ini cocok untuk Sahabat Floq yang percaya pada masa depan teknologi blockchain dan kripto, serta tidak terganggu oleh fluktuasi harga harian yang tinggi.
Perbandingan Trading Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Aspek | Scalping & Intraday | Swing Trading & Investasi Jangka Panjang |
Durasi Posisi | Menit hingga jam | Hari, minggu, hingga bulan |
Frekuensi Trading | Sangat tinggi (banyak posisi) | Lebih rendah (posisi terbatas) |
Tujuan Keuntungan | Keuntungan kecil cepat | Keuntungan lebih besar dari tren harga |
Fokus Analisa | Teknikal dan pergerakan harga cepat | Fundamental dan tren pasar jangka menengah-panjang |
Waktu yang Dibutuhkan | Full-time atau intensif | Part-time atau sesuai waktu luang |
Risiko | Tinggi karena volatilitas dan biaya trading | Lebih terkendali tapi risiko pasar tetap ada |
Mana yang Cocok untuk Kamu, Sahabat Floq?
Memilih antara trading jangka pendek dan jangka panjang bergantung pada karakter, waktu, dan tujuan investasi kamu.
- Jika kamu suka tantangan, bisa cepat mengambil keputusan, dan punya waktu luang banyak, scalping atau intraday bisa jadi pilihan.
- Kalau kamu ingin tetap aktif trading tapi tidak setiap saat, dan punya kesabaran menangkap tren, swing trading sangat cocok.
- Namun, jika kamu lebih suka investasi yang santai dengan fokus pada potensi jangka panjang teknologi blockchain, investasi jangka panjang adalah jalan yang tepat.
Tips Sukses Trading Sesuai Gaya Kamu
- Kenali Karakter dan Waktu Kamu
Pastikan gaya trading sesuai dengan kemampuan manajemen waktu dan psikologi kamu. Trading aktif butuh fokus dan disiplin tinggi. - Gunakan Analisa yang Tepat
Trading jangka pendek lebih mengandalkan analisa teknikal, sedangkan jangka panjang juga harus memahami fundamental aset. - Kelola Risiko dengan Baik
Selalu tentukan level stop loss dan manajemen modal yang tepat agar kerugian bisa terkendali, baik saat scalping maupun investasi. - Gunakan Platform Terpercaya
Floq menyediakan fitur lengkap untuk berbagai gaya trading dengan keamanan dan transparansi terbaik yang diawasi OJK.
Trading Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Trading jangka pendek dan jangka panjang memiliki karakteristik, risiko, dan peluang yang berbeda. Dengan memahami perbedaan antara scalping, intraday, swing trading, dan investasi jangka panjang, Sahabat Floq bisa memilih strategi yang paling cocok dengan gaya dan tujuan investasi kamu.
Selalu ingat untuk belajar terus, berlatih dengan disiplin, dan kelola risiko dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa memaksimalkan peluang di pasar kripto dan membangun masa depan finansial yang lebih baik.
Diposting pada 16 Dec 2025
Bagikan melalui:


